Story: Boruto No Yakusoku
Pairing: BoruSaraShika/Famly/Frindship/Adventures.
Naruto: @MasashiKishimoto
#0#
Chapter 2 : Pertemuan yang mengharukan
Sejam setelah mereka mencari dan merekapun akhirnya menemukan sebuah Kuil yang terletak di pertengan hutan yang sudah tak terawat. Kuil yang tidak begitu besar tapi masih sedikit bercorak.
"Itu kuilnya ayo kita masuk" tapi dengan cepat Sarada dan Shikadai langsung menarik tangan Boruto sebelum dia berhasil masuk melangkahkankan kaki kedalam kuil. "Tunggu Boruto, ada yang tidak beres!" tegas Sarada dan Shikadai bersamaan yang sukses membuat Boruto terhenti. Dan memamg ada sesuatu yang janggal dikuil itu.
"Naruto kau siap?"
"Shikamaru berhentilah bilang kalo ini merepotkan!"
"Hinata bagaimana pergerakan didepan sana?"
"Sasuke kun berhati hatilah"
Sembilan Rokie pun berkumpul, membuat tim yang diketuai Boruto ini kaget tak percaya. "Tousan!"
#0#
"Tousan!" kaget Boruto melihat pemuda dengan baju berwarna orange. Ditambah rambut kuningnya. Mata birunya. Kumis dipipinya. Tidak butuh waktu lama untuk Boruto mengetahui kalo itu adalah ayahnya. Sama persis seperti yang di foto diatas meja rumahnya. Ia yakin kalo foto itu adalah foto ayahnya yang berumur 13 tahun yang sama seusianya. Tapi bagaimana bisa ayahnya yang ada difoto keluar dari foto. Genjutsu ka?
Boruto berpikir mati matian soal ini, bagaimana bisa ayahnya yang menyuruh mencari gulungan, malah ayahnya kembali yang menghadang mereka untuk mengambil gulungan itu. Dan terlebi lagi bukan hanya ayahnya yang ada. Bahkan Bibi Sakura dan Paman Shikamaru berada disana juga. Serta Gurunya Uchiha Sasuke.
"Ini tidak mungkin!" kini giliran Shikadai yang berpikir, bahkan otak yang selalu muncul untuk menyelasaikan masalah kini malah menambahkan sebuah masalah.
"Saringgan!" Dengan cepat sarada mengaktifakan Saringgannya untuk mengecek kesembilan orang di depannya dan betapa kagetnya lagi Sarada setelah berhasil mengecek kesembilan orang di depannya.
"Ini nyata!" Ketus Sarada hingga membuatnya temundur dua langkah kebelakang tapi tidak untuk Boruto dan Shikadai yang masih tetap pada tempatnya.
Disisi lain
"Jadi tiga orang ini yang ingin mengambil gulungan ini ttebayou?" pemuda bersurai kuning ini menyengritkan alis kirinya keatas. "bukankah dia orang Konoha sama seperti kita?" lanjutnya sambil menatap heran ketiga pemuda di depannya.
"Byakugan!" permpuan bersurai indigo dengan cepat mengaktifkan mata khasnya. Hingga membuat Boruto yang melihatnya tambah tercengeng kaget. Kenapa karena dia yakin seratus persen kalo itu adalah ibunya.
"Hinata apa yang kamu lihat?" tanya seorang gadis pirang dengan satu ikatan di kepalanya." gadis termasuk di dalam team sepuluh, gadis penjual bunga di toko Yamanaka.
"Mereka manusia seperti kita Ino" tegas hinata yang masih fokus kepada ketiga pemuda di depannya itu. Ino pun yang akhirnya mendengar apa perkataan Hinata iapun langsung senang, bersyukur kalo itu bukan salah satu seperti bunshin atau mayat hidup yang di hidupkan kembali.
"Ck.Mendokusai. Jadi kalian shinobi Konoha?" sebuh pemuda dengan rambut terkincir seperti nanas akhirnya menunjukan wajahnya dan juga suaranya. keluar dari tempat persembunyian setelah beberapa kali menguap sambil mengatakan Mendokusai.
"Iya, kami Shinobi Konoha ttebasa!" teriak Boruto lantang, lalu mendekati Shikadai dan berbisik kepadanya. 'Dia ayahmu Shikdai.' Shikadai tau itu, dia berpikir jika ayah mudanya disini apa ibunya juga akan ada disini? tidak, itu tidak mungkin pasalnya ia yakin kalo ibunya pasti ada di Sunagakure.
"kalian bohong." kekedelapan temannya pun terbilang kaget saat mendengar perkataan Shikamaru dan langsung memutar badannya 180 menghadap Shikamaru.
"Shi-shikamaru apa yang barusan kamu bilang?" kini giliran ayah Boruto lagi yang bicara. Pasalnya iya yakin kalo di depannya adalah Shinobi asli dari konoha. Terbukti atas Headbeand dan juga Byakugan dari Hinata.
"Kau tidak lihat? diantara semua Shinobi yang lulus ditahun ini hanya kita bersembilan yang berhasil lolos dan berhasil menjadi genin. Lagi diantara semua Shinobi konoh hanya kita bersembilan yang di tugaskan oleh Goodaime untuk menjaga kuil ini. Dan berarti aku yakin mereka pasti ingin mengambil gulungan itu" jelas Shikamaru terhadap kedelapan temannya.
Shikamaru memang pintar itu memang sudah makanannya jika soal membuat Strategi. Terbukti jika Asuma sensei bilang Shikamaru memliki IQ200 keatas. yang melebih IQ rata rata anak seusianya.
"Kau benar Shikamaru" balas Naruto, lalu mengepalkan tangannya. Setelah mendengar apa yang dibilang panjang lebar dengan Shikamaru, dengan cepat Narutopun langsung maju melawan pemuda didepannya di ikuti pemuda bersurai reiven dan gadi berambut pink.
"Boruto biar aku yang melawannya!" Boruto tau, tidak mungkin Sarada bisa akan melawan ayahnya yang masih seumurn dengannya itu. karena iya yakin team 7 adalah team yang kuat. Telah terbukti kalo mereka telah menjadi Shinobi yang disegani dimasa depan. Seperti Naruto yang menjadi Hokage. Sasuke yang menjadi gurunya. Dan Sakura yang menjadi Ninja medis terhebat dalam soal menyembuhkan. Tidak mungkin Boruto akan membiarkan Sarada melawannya sendirian.
Untuk Shikadai dia lebih baik diam dan memikirkan Strategi, bagai mana cara menyelesaikan masalah yang terlibat di dalam teamnya ini.
Pleseeettt!!!
Sebuah kunai berbentuk sabit melesat maju kearah Boruto. Tapi dengan mudahnya bagi Boruto, Kunai yang berbentuk sabit itu tidak ada apa apanya untuknya. "Terlalu mudah ttebasa" ejek Naruto kepada Naruto. 'Ayah yang payah' batinnya tersenyum.
Disisi lain sebuah Fuma shuriken dengan cepat berputar menuju Sarada, bersama lelaki bersurai reaven di belakangnya. Sarada tak kaget bahwa ayahnya Sasuke dengan cepat mengaktifkan Saringgannya walaupun masih berpola dua, begitupun Sarada yang juga masih berpola dua.
"Saringgan!" ucap Sarada dan Sasuke bersamaan. lalu mengaktifkan mata yang merah dengan dua tanda koma yang berputar di kedua matanya.
Disisi lain, Uzumaki Boruto dan Uzumaki Naruto juga sedang dalam pertarungan yang hebat. Tidak seperti keenam yang lainnya yang diam dan menonton pertarung yang sedang dilakukan team7.
"Naruto, cepat hancurkan dia. Apa mau kau dihukum gara gara gagal menjalankan misi? Dan impianmu menjadi Hokage akan gagal?" sorak pemuda aneh dengan anjing diatas kepalanya.
"Berisik Kiba, akan kuselesaikan sekarang juga!" Ketus Naruto lalu menunjukan kekuatan andalannya. "Tajuu-Kagebunshin no jutsu"
Entah apa yang sedang terjadi, sekarang Naruto ada banyak dan melesat maju kearah Boruto. Boruto yang melihatnya mau tidak mau harus mengeluarkan kekuatan mata terkuatnya yang waktu itu berhasil ia dapatkan dan juga dapat ia kendalikan.
"Jougan" seketika warna mata kanan yang tadinya biru kini menjadi putih terang. Dan seketika itu juga bunshin yang Naruto telah ciptakan kini menghilang akibat mata yang Boruto keluarkan.
Naruto terdiam kaku setelah melihat semua yang bunshin ia telah ciptakan hancur di depan pemuda itu. Entah kenapa dirinya ini, perasaannya yang tercampur aduk dan juga dia bisa merasakan kalo dia memiliki sebuah ikatan dengan pemuda di depannya.
Hati bisa menerima tetapi fisik berkata tidak. Naruto betul betul marah saat ini.
"Rasengan" sebuah jutsu yang kuat yang berhasil ia kuasai saat berlatih berasama si ero sannin. Dengan cepat Naruto meluncur maju kearah Boruto.
'Bakka oyajii' batin Boruto berbicara. Boruto sendiri tak kabur atau gerak melainkan hanya diam, seperti tak takut terkena jutsu bernama Rasengan itu.
"Shikadai?" ucap boruto pelan yang masih dapat didengar langsung dan tau apa arti dari panggilan tersebut dan dengan cepat Shikadai pun membuat segel ditangannya.
"Kagamane no jutsu" Jutsu yang berasal dari klan Nara yang akhirnya berhasil Shikadai lakukan. Bayangan itu meleset maju melewati Boruto dan mengenai sasarannya keopa Naruto.
"Sial!" gerutu Naruto. Serangan combinasion antara Shikadai dan juga Boruto akhirnya berhasil. Tapi untuk pemuda yang sedang bersender di depan sana sambil menguap nguap sekarang sangat kaget terhadap bocah yang mirip dengannya itu. Dari wajah, postur tubuh, bahkan jutsu yang ia kuasai.
"Siapa dia?" pikir Shikamaru kaget.
Ditempat lain antara Sarada dan Sasuke. "Kau! memiliki Saringgan!" Sasuke berdecak kaget dan terlebihnya lagi ia baru sadar kalo perempuan di depannya memakai lambang Uchiha dibelakangnya.
"Siapa kau?" tanya Sasuke kepada sang gadis yang tepat berada di depannya dan gadis itupun langsung cepat menjawab pertanya yang dilontarkan ayahnya itu.
"Sarada, Uchiha Sarada" Sasuke kaget. Bagaimana bisa ada manusia yang masih memiliki keturunan uchiha yang juga dapat membangkitkan saringgan. Setaunya Clan uchiha telah lama tiada akibat insiden mengerikan yang dibuat kakaknya itu. Uchiha Itachi.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya sasuke lagi. Sedangkan Sarada hanya diam tak bisa menjawab apa pertanya yang sedang ayahnya lontarkan, dia saja tak tau bagaimana bisa dia berada disini. Lagi pula sebenarnya tujuan Sarada kesini bukanlah ingin bertemu Sasuke maupun Ibunya sakura, tapi hanya menjalankan misi. Misi yang telah di berikan Nanadaime Hokage Ketujuh.
Sasuke tak bisa tenang dengan akal sehatnya
ini, Uchiha yang mungkin hanya tinggal tersisa dia berdua saja. Yaitu Sasuke dan sang kakak Uchiha Itachi, tapi sekarang bertambah satu yaitu seorang perempuan yang sesusia dengannya. Apa kakaknya meninggalkan seseorang untuknya untuk bisa mengembalikan Clan Uchiha kembali? Sasuke tidak tau.
"Ba-gaimana bisa Sasuke berada disini?" Sarada memecah lamunan antara Sasuke dan dia. Terlihat jelas sekarang Sasuke sedang berfikir, ia sangat tak tega melihatnya seperti itu.
"Kau tau Namaku?" Sasuke kembali menatap Sarada dengan Saringgan yang masih menyala, begitupun juga Sarada yang masih aktif dalam mode Saringgannya.
Dengan cepat Saradapun mundur, menyuruh Boruto dan juga Shikadai agar tidak bertarung lagi seperti ini. Ia menatap langit sekejap yang sekarang mulai pudar menjadi warna ke oren orenan yang bertanda Matahari akan tenggelam.
"Boruto! Shikadai! Ayo pergi." Dengan cepat dan tau apa yang barusan Sarada katakan padanya. Boruto dan Shikadai pun langsung pergi menghilang sama halnya seperti seperti Sarada. Tanpa sebuah jejak tak tau mereka berada dimana.
"Dia cepat." ucap Naruto dan Sasuke bersamaan. Sakura yang masih mematung juga masih sedikit heran, seperti merasakan sebuah ikatan tetapi tidak tau ikatan apa.
"Naruto, Sasuke kun?" panggil Sakura kepada dua rekan seteam nya itu. "Kau tidak apa apa?" tanya Sakura lagi kepada kedunya. Entah kenapa Sakura sekarang agak ragu dan pusing akan hal ini.
"Aku tak apa ttebayou" balas Naruto. Sasuke? iya dia juga tidak apa, terbukti kalo dia tidak kotor sama sekali. Sakura pun menghela nafas.
#0#
Hari menunjukan cahaya gelapnya sekarang, hari mulai malam setelah tadi mereka sempat berpapasan kepada 9 orang yang aneh mirip sepertih ayah dan ibunya. Entah kenapa bodohnya mereka sekarang ini, akibat kejadian yang sungguh memalukan seperti tadi.
"Chikusooo!!!" geram Boruto kesal. lalu menjatuhkan badannya ke sebuah dahan pohon dan menghadap kelangit.
"Ck, mendokusai. Sebaiknya kita istirahat dipohon besar ini dulu" eluh Shikadai yang sedari tadi membuatnya seperti terus direpotkan. Sarada setuju, lagian juga ini sudah malam, tidak baik Shinobi seperti kita berjalan malam seperti ini.
"Baiklah, aku akan menyalakan api dibawah sana, biar kita lebih baik dan tenang," pikir sarada cepat dan langsung kebawah untuk menyalakan api bersama Shikadai. Sedangkan Boruto sendiri masih berada di dalam lamunan yang berada di dalam otaknya.
Flashback!
Saat itu dikantor Hokage ditempat dimana Boruto, Sarada, Shikadai berada. "Kalian sudah datang? Baiklah kupikir itu tidak perlu. Aku mempunyai misi untuk kalian bertiga, untuk mencari sebuah gulungan milik Shodaime kita Senju Hashirama di dalam sebuah kuil di daerah perbatasan desa uzumaki lama yang sudah mati." tegas Naruto kepada tiga orang di depannya.
"Ck.mendokusai" Shikadai mengeluh dan membuat Naruto ketawa. "Hahaha, Kau sama seperti ayahmu dulu Shikadai. Sama suka bilang hal ini maupun itu adalah hal yang paling merepotkan" Naruto kembali di dalam ketawanya.
"Betulkan, Shikamaru?" Naruto mencoba melirik Shikamaru yang masih mengerjakan tugasnya dipinggir ruangan.
Dan itu membuat Shikamaru kerepotan sekarang.
Shikamaru berdiri dan langsung pergi kearah Boruto. "Kau tau Boruto? Betapa bodohnya ayahmu ketika masih seumuran denganmu," sindir Shikamaru kepada Naruto yang tengah duduk sambil mengeluarkan senyuman khasnya. lalu berjalan keluar ruangan.
"Shi-shikamaru," Naruto frustasi membuat Sarada maupun Shikadai ketawa aneh diruangan Hokage, kecuali Boruto.
"Ehemmn," Naruto memberi aba aba. "Baiklah untuk selanjutnya kali bisa berkumpul siang ini di gerbang besar kota konoha, kalian boleh pergi." ucap ketiganya bersamaan lalu menghilang di depan pintu.
Dipintu gerbang besar di kota Konoha. "Baiklah, kalian sudah berkumpul? Boruto ada yang kusampaikan sekarang kepadamu ikutlah bersamaku sebentar" ajak orang lain yang tak lain adalah Hokage Ketujuh. Boruto mengikutinya dari belakang.
Disuatu tempat yang tak besar dan tak juga kecil, diperempatan pinggiran kota tak jauh dari tempat Shikadai juga Sarada berdiri. "Boruto ada yang ingin kusampaikan sesuatu untuk mu dimisi ini" To the poin Naruto.
"Cepatlah ttebasa" balas Boruto cepat sambil memalingkan wajahnya kesamping. Boruto sedikit tak menghiraukan apa yang telah ayahnya bicarakan. Dia hanya fokus bagaimana caranya agar bisa cepat menyelesaikan misi yang langsung diberikan ayahnya ini.
"Kau dengar Boruto!" tegas Naruto.
"Hee, lebih baik aku pergi menemui Shikadai dan juga Sarada" pikir Boruto. "Kau mengganggu misiku saja." kali ini Boruto seperti mencari perkara atas perkataannya itu. Dengan cepat Boruto langsung balik 180 menghadap belakang, meninggalkan sang Hokage yang berada di belakangnya.
"Boruto!" panggil Hokage lagi. Boruto kembali stop ditengah perjalanannya itu. "Berjanjilah kalo kamu akan pulang dengan selamat!" Boruto tertawa geli dalam senyumnya lalu melangkahkan kaki kembali menuju Sarada dan juga Shikadai.
FlashBack! Off
"Boruto? Boruto?" panggil pemuda lelaki yang tak lain adalah Shikadai. "Kenapa kau menangis?" lanjut Shikadai lagi, yang tadi melihat Boruto mengeluarkan air matanya.
"Aku tidak menangis ttebasa, aku ngantuk" balas Boruto sambil menjelaskannya. Shikadai tak ambil pusing, dengan cepat Shikadai menyuruh Boruto kebawah setelah melihat api yang ia buat bersama Sarada telah jadi.
"Pergilah duluan aku akan kebawa nanti," Shikadai paham. Shikadai pun meninggalkan Boruto yang masih bergeletak diatas pohon untuk cepat segera kebawah.
Kembali kepada Boruto, tidak tau sejak kapan. Sebuah lelehan bening menalir kembali dipipi Boruto. Sejak barusan Shikadai meninggalkannya sendirian diatas pohon
"Hikksss, Tousan."
Ditempat yang jauh di dalam sebuah kuil yang masih bercorak, tempat sebenarnya tujuan Boruto ingin kesana.
"Shikamaru! pada saat aku mengeluarjan Rasengan ku, kau menghentikanku dengan Bayangan anehmu." jelas Naruto tak terima.
"Haa, siapa yang bilang aku menghentikanmu memakai jurus bayanganku," balas Shikamaru ketus. "Ck. Mendokusai."
"Tapi buktinya tad-"
"itu bukan aku!" kembali Shikamaru memotong perkataan Naruto, hingga membuat Naruto terdiam. 'Shikadai anak itulah yang bisa memakai jurus yang sama denganku' batinnya bicara.
"Sasuke kun? kenapa," Sakura menghampiri Sasuke yang berada dipojokan sana yang seperti orang yang sedang gelisah.
"Ahh sakura? Sakura apa kau melihat perempuan yang memakai baju pink tadi?" tanya Sasuke yang masih di dalam posisinya. Sakura menyengritkan alisnya.
"Maksudmu, gadis yang di belakang terdapat lambang Uchiha yang sama sepertimu Sasuke?" Sasuke menganggu.
"Kenapa dengan gadis itu?" Sakura tersenyum kikuk. 'Shannaroo jangan jangan gadis itu berhasil merebut hati sasuke kun' pikir Sakura engga jelas.
"Tidak apa, lupakan saja Sakura" jawab Sasuke lalu pergi meninggal Sakura yang mematung di tempatnya tadi.
'Shannaro Saingan Cinta' Sakura Frustasi.
"Nee, Shikamaru sepertinya anak yang bernama Shikadai itu mirip denganmu?" goda seorang perempuan disamping Shikamaru. Perempuan berambut pirang dengan satu ikatan rambut dibelakangnya.
"Mendokusai,"
"Kau betul ino, orang tadi sangat mirip dengan Shikamaru?" perjelas Chouji, lelaki gemuk yang sangat suka makan. Dimanapun itu dan Kapanpun itu.
"Ck, mendokusai" lalu merebahkan badannya dan menutup matanya. pergi kedalam mimpi yang hanya ada dia seorang di dalamnya.
#0#
To be Continued
Gimana garing dan gak jelas yah ? Autor minta maaf dan berusah untuk memper baiki lagi untuk selanjutnya.
Thanks For Read and Like
