Tittle : Problematic Love (Story of Yoonmin)

Author : Jun_96

Genre : Romance

Pairing :

Namjin

Taekook

Yoonmin

Cast : BTS Member GS for Uke

.

.

Note: kali ini FF nya masih dengan latar yang sama tapi menceritakan tentang Yoonmin ya, buat yang gak suka sama ceritanya di sarankan gak usah baca. Kalau bisa selalu tinggalkan jejak setelah membaca. Gak ada review gak bakal lanjut. Terimakasih.

.

.

Park Jimin adalah mahasiswi tahun kedua Jurusan Akutansi universitas XX, sudah beberapa bulan ini dia menjalin hubungan dengan mahasiswa Jurusan arsitektur di universitas XXXX yang juga merupakan rapper underground terkenal bernama Min Yoongi. Jimin adalah tipikal gadis sederhana, dengan penampilan sopan, dan manis, walaupun sebenarnya dia adalah dancer andalan universitasnya. Ini adalah sepenggal cerita tentang kisah cinta Jimin menggapai cinta pria idamannya Min Yoongi.

.

.

.

Apa yang dikatakan Namjoon soal Yoongi yang menjadikan Jimin sebagai pelariannya itu tidaklah salah. Saat Yoongi frustasi sahabatnya sudah memiliki seseorang disisinya, dia bertemu dengan Jimin dan menjadikan Jimin pelariannya. Yoongi bertemu Jimin saat dia ada acara pentas di kampus Jimin, grup mereka di sewa untuk mengisi acara di sana, saat itulah dia bertemu Jimin yang ternyata salah satu panitia acara itu. Jimin yang menghapiri Yoongi terlebih dahulu dan mengajak berkenalan, Jimin mengungkapkan rasa kagumnya pada group rapper Yoongi dan berkata jika dia sering mendengarkan lagu mereka. Hanya butuh dua hari saja Yoongi melakukan pendekatan pada Jimin dan akhirnya meminta Jimin untuk menjadi pacarnya, yang tentu saja langsung di terima oleh Jimin karena ternyata Jimin sudah cukup lama menjadi fans nya.

Sebenarnya Yoongi bingung mengapa Jimin mau menerimanya, jelas jelas dia itu berengsek, tidak romantis, cuek, dan mereka juga belum kenal lama. Saat Yoongi menanyakan pada Jimin kenapa Jimin langsung menerimanya, Jimin hanya berkata jika dia menyukai Yoongi dan ketika Yoongi datang padanya dia merasa sangat beruntung. Yoongi tau dia itu bajingan karena memanfaatkan rasa suka Jimin, tapi sungguh dia butuh seseorang untuk di cium atau di tiduri saat frustasi, dan sekarang dia memilikinya.

Jimin itu bukan tipe Yoongi sekali, dia adalah gadis sederhana yang berpenampilan sopan dan tidak pernah macam macam, bahkan style nya pun terkesan polos seperti anak SMP. Berbanding terbalik dengan tipe gadis idaman Yoongi, dia suka gadis yang stylish, terlihat chic dan sexy, maka dari itu dia sempat suka pada Seokjin karena Seokjin tipe nya sekali. Meskipun begitu Yoongi tidak pernah meminta Jimin untuk merubah penampilannya, dia pikir untuk apa merubah penampilan, paling juga tidak ada bedanya.

Hari ini Yoongi tidak berkunjung ke apartemen Jimin karena dia sibuk dengan Mix tape nya. Sebenarnya Jimin yang selalu memaksanya Yoongi untuk mampir ke tempatnya, Yoongi hanya akan ke rumah Jimin jika dia butuh tidur dengan Jimin atau Jimin benar benar memaksanya. Selama mereka pacaran pun hanya Jimin yang terlihat mengejar Yoongi sedangkan Yoongi tidak ada tanda tanda membalas perasaan Jimin.

Karena terlarut dalam pikiran keruhnya Yoongi tidak sadar jika ada yang memasuki ruang studio di apartemennya.

"Yoongi…" ternyata itu Jimin, dia masuk kedalam studio Yoongi dan menaruh bungkusan yang dia bawa di meja kopi dekat sofa yang ada di ruangan itu.

"kenapa kemari?" Tanya Yoongi dengan nada ketus.

"semua teman mu menelpon ku bilang jika kau tidak keluar rumah seharian, bahkan telfon mu pun mati, aku kemari memastikan keadaan mu" Jimin mendekat pada Yoongi dan mencium bibir pacarnya itu, walau Yoongi jelas tidak membalasnya.

"aku lupa men charge hp ku, dan aku baik baik saja sebaiknya kau pulang" Yoongi mendorong pelan badan Jimin agar melepaskan ciumannya.

"aku rindu pada mu Yoongi, biarkan aku di sini sebentar saja, setidaknya biarkan aku melihatmu sampai selesai makan" Jimin memohon dengan wajah memelas pada Yoongi, yang entah mengapa sulit di tolak oleh Yoongi.

"baiklah, tapi setelah ini kau harus pulang" Yoongi akhirnya mendudukan diri di sofa sementara Jimin menyiapkan makanan yang dia bawa untuk Yoongi makan.

"aku mengerti setelah ini aku akan pulang" ujar Jimin memberikan makanan itu pada Yoongi.

Yoongi makan dengan tenang, sementara Jimin memijat pundak dan lehernya yang sebenarnya memang butuh pijatan, untuk sekedar informasi saja Jimin selalu memperlakukan Yoongi seperti raja. Setelah menyelesaikan makanan utamanya Yoongi beralih memakan buah buahan untuk pencuci mulut, tanpa sengaja Yoongi melihat betis Jimin terbalut sesuatu karena Jimin hanya menggunakan celana tiga perempat.

"kenapa kaki mu? Kenapa ada healing patches di betis mu"

"tidak papa, kaki ku hanya sedikit nyeri saat latihan dance tadi" jawab Jimin dengan senyuman hangat.

"dance? Sejak kapan kau ikut dance?" Yoongi memicingkan mata tak percaya.

"aku sudah sejak lama ikut dance di kampus"

Jawaban Jimin membuat Yoongi sadar betapa tak perdulinya dia pada Jimin, bahkan hobi Jimin pun dia tidak tau.

"Jimin-ah… kau tau kan aku ini bajingan, kenapa kau tidak minta putus saja" perkataan Yoongi membuat Jimin menegang.

"apa ku membuat kesalahan? Kenapa kau bicara seperti itu?" Jimin terlihat seperti ingin menangis sekarang.

"akan ku katakan sejujurnya pada mu, aku hanya memanfaat kan mu lebih tepatnya tubuh mu untuk menghilangkan rasa frustasi ku pada Seokjin, dan sepertinya hubungan yang seperti ini tidak bisa di lanjutkan. Aku tahu kau mencintai ku, tapi dari pada kau semakin terluka sebaiknya kita hentikan saja" Yoongi bisa melihat air mata Jimin mulai berjatuhan.

"Yoongi… aku tidak pernah menyesal menjalin hubungan dengan mu, bahkan aku tidak pernah menyesal memberikan keperawanan ku pada mu. Kau adalah orang pertama yang ku sukai, lewat music mu kau mengajarkan ku untuk tidak pernah menyerah dan berjuang menggapai mimpi. Sejak awal kau berkiprah di dunia music kau selalu menjadi idola ku, dan tak ku sangka obsesi ku sampai menjadi cinta. Dalam lagu mu, kau berkata bagaimana kau bangkit dari dunia kelam dan berusaha keras meraih apa yang kau ingin kan di dunia. Sekarang aku ingin meraih apa yang ku ingin kan di dunia ini Yoongi, aku memberikan semua yang ku miliki untuk mempertahankan sesuatu yang sangat ku inginkan itu, apa itu salah…" tangisan Jimin semakin menjadi.

Tubuh Yoongi mendadak kaku, pernyataan Jimin membuatnya merasa bersalah. Dia hanya melihat Seokjin selama ini, dan tidak menyadari jika dia begitu di cintai oleh seseorang, dan seseorang itu bahakan mengapresiasi music nya dan menjadikannya panutan. Dia terlalu sibuk dengan dirinya dan rasa sakitnya sendiri sampai menyakiti orang yang berusaha menyembuhkan rasa sakitnya.

"maaf… aku memang berengsek… aku yang terburuk…" Yoongi tidak ada muka lagi untuk menyentuh Jimin, seluruh tubuhnya kaku termakan rasa bersalah.

"tidak…. Aku yang terburuk…. Aku memohon dan mengemis seperti jalang di hadapan mu…" Jimin berusaha menahan isakannya saat berbicara, dan itu mmbuat hati Yoongi sakit saat mendengarnya.

"kau bukan jalang, kau sangat berharga, aku yang bajingan maaf kan aku" Yoongi tidak tahan lagi, dia menarik Jimin kedalam pelukannya dan itu membuat tangisan Jimin semakin menjadi.

.

.

.

Keesokan paginya, Jimin di buat bingung setengah mati karena dia tidak tidur di tempat tidurnya. Dia menolehkan kepala kesamping dan mendapati Yoongi tidur di samping nya sambil memeluknya. Dia ingat sekarang, kemarin mereka sempat akan putus, atau sudah putus mungkin? Entahlah, memikirkannya saja membuat Jimin ingin menangis lagi, dia memang masih sangat mencintai Yoongi, tapi jika memang Yoongi tidak ingin bersamanya mau sampai kapan Jimin harus memaksakan perasaannya.

"kau sudah bangun rupanya" Yoongi membuka matanya dan menguap. "pagi Jim"

"Yoongi… semalam…" Jimin mendadak ingin menangis lagi entah kenapa.

"semalam kau terlalu lelah menangis sampai tertidur, hari ini liburkan, sebaiknya kau tidur lagi aku tau kau lelah" kata kata lembut Yoongi malah membuat Jimin tak bisa menahan tangisnya. "hey… kenapa menangis lagi?" Yoongi menakup wajah Jimin.

"Yoongi… aku… kita…" Jimin benar benar tak sanggup bicara sekarang.

"kita tidak akan putus, maaf kan aku, aku yang selama ini salah dan terlalu buta"

"aku juga salah… aku terlalu mengejar mu dan bertingkah seperti wanita murahan, tidak salah kau lebih menyukai Seokjin eonnie karena dia lebih pantas dan berharga untuk di perjuangkan, tidak seperti ku yang murahan ini" tangis Jimin pecah.

"jangan katakan itu lagi, kau tidak murahan, aku yang kurang ajar, mulai sekarang aku tidak akan mengabaikan mu lagi, kau nomor satu untuk ku sekarang bukan Seokjin" Yoongi membenamkan wajah Jimin di dadanya.

"kau tidak mencintai ku kan…. Aku terlalu memaksa mu…" tangisan Jimin belum berhenti.

"aku memang belum bisa berkata jika aku mencintaimu sepenuhnya, tapi kau sudah mendapatkan hati ku, aku sudah jatuh sepenuhnya pada mu dan aku malas untuk mencari gadis lain"

"tidak seharusnya aku memaksa mu Yoongi"

"dan tidak seharusnya aku menutup mata ku padamu sayang" Yoongi mencium kening Jimin.

.

.

Setelah adegan drama romance picisan di pagi hari itu, Jimin dan Yoongi melakukan rutinitas pagi. Setelah mandi, Jimin menyibukan diri di dapur milik Yoongi, sedangkan sang pemilik apartemen sedang mandi. Setelah sarapan siap Jimin duduk di meja makan untuk menunggu Yoongi sambil membalas chat dari Seokjin yang mengundangnya ke rumah, karena Seokjin kangen sekali dengan Jimin.

"kenapa tidak makan?" Yoongi yang baru saja keluar dari kamar setelah mandi dan langsung menghampiri Jimin.

"aku menunggu mu" Jimin meletakan hp nya dan bersiap akan makan.

"hari ini kau ada kegiatan?" Tanya Yoongi yang sudah mulai menyantap makanannya.

"sebenarnya tidak ada, tapi Seokjin eonnie menyuruh ku kerumahnya, dia bilang dia rindu pada ku, setelah ini aku akan pulang dulu lalu kerumahnya" Jimin juga mulai makan.

"biar ku antar kerumah Seokjin"

"tidak perlu, aku tau kau ingin menikmati libur mu di rumah seharian sambil mengerjakan mix tape mu, aku tidak mau merepotkan mu"

"aku tidak merasa di repotkan, apa salah aku mengantar pacar ku sendiri?"

"apa aku terlalu memaksa mu untuk mencintai ku Yoongi? Apa aku membuat mu tak nyaman?"

"kita sudah sepakat untuk mengakhiri pembicaraan itu Jimin, aku ingin memperbaiki hubungan kita dan mulai semua dari awal"

Jimin tersenyum sangat manis lalu beranjak dari tempatnya untuk memeluk Yoongi.

"ayo kita mulai dari awal Yoongi, akan ku buat kau juga mencintai ku seperti aku mencintai mu"

.

.

.

Setelah sarapan, Yoongi mengantar Jimin pulang untuk ganti baju sebentar lalu mereka berdua berangkat ke apartement Kim Siblings, lagi pula di sana ada Namjoon jadi Yoongi bisa bertemu Namjoon untuk membicarakan proyek mereka.

"hai eonnie" ujar Jimin ceria saat Seokjin membukakan pintu apartemennya.

"Jiminie~! Aku kangen sekali pada mu, sepertinya lama sekali kita tidak bertemu, ayo masuk masuk" Seokjin menyerbu Jimin dengan pelukan yang sedikit brutal lalu menariknya masuk kedalam tanpa memperdulikan Yoongi.

"kau tidak perduli pada ku Seokjin?" Yoongi ikut masuk ke dalam.

"kenapa kau juga ikut? Aku kan hanya mengundang Jimin" jawab ketus Seokjin.

"apa salah aku mengantarkan pacar ku, lagi pula Jimin menginap dia rumah ku semalam, sekalian saja ku antar, lagi pula aku ingin bertemu dengan Namjoon bukan dengan mu" Yoongi berjalan ke sofa ruang tengah dimana Namjoon berada.

"Jimin menginap? Tumben sekali" Jin menatap wajah Jimin dan betapa kagetnya dia melihat mata Jimin yang sedikit bengkak. "Jiminie, mata mu kenapa? Kau habis menangis semalaman? Apa yang pria berengsek itu lakukan pada mu, hah? Aku akan memukul kepalanya, ayo bilang sama eonnie"

"tidak eonnie… Yoongi tidak melakukan apa apa" jawab Jimin dengan senyuman agar Jin percaya.

"tidak mungkin, pasti Yoongi melakukan sesuatu yang jahat pada mu. Apa dia menghajar(?) mu kasar sekali sampai kau menangis semalaman?" pertanyaan aneh keluar dari mulut Seokjin yang sukses membuat Namjoon tertawa, Yoongi melotot geram, dan Jimin tersipu.

"hey hey hey, apa apaan itu, kau menuduh ku seperti pria mesum tidak punya hati" Yoongi melemparkan bantal Sofa pada Seokjin.

"kau memang pria mesum tidak punya hati" Seokjin mengambil bantal yang di lempar Yoongi dan ganti melempar Yoongi dengan bantal itu.

"eonnie, Yoongi tidak melakukan apa apa. Aku menangis karena membahas sesuatu yang sensitive semalam, dan sepertinya aku terlalu terbawa suasana sampai menangis" Jimin menarik Seokjin untuk duduk di meja makan agar Seokjin tidak melompat menyerang Yoongi.

"jika dia menyakiti mu, bilang pada ku Jiminie, aku yang akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri" Seokjin berdiri untuk mengambil buah yang tadi sudah dia potong untuk di makan bersama Jimin.

"eonnie jangan berkata seperti itu, Yoongi tidak menyakiti ku" Jimin menarik Seokjin untuk duduk kembali.

Jimin dan Seokjin akhirnya mengobrol santai sambil makan buah buahan di di meja makan, namun Jin sadar akan sesuatu, Yoongi sering sekali mencuri pandang kea rah Jimin dan menatap Jimin dengan seyuman hangat terpatri di wajahnya.

"Jimin-ah, apa yang sebenarnya terjadi pada mu dan Yoongi semalam? Kenapa Yoongi aneh sekali. Pertama, dia memanggil mu pacarnya tadi padahal selama ini tidak pernah, dia juga mau repot repot mengantar mu kemari, dan yang paling aneh adalah dia sering mencuri pandang ke arah mu sambil melemparkan tatapan memuja, dia kerasukan sesuatu atau apa" bisik Seokjin pada Jimin.

"dia bilang ingin berubah eonnie, dia bilang ingin memulai semua dari awal" bisik Jimin dengan wajah malu malu.

"akhirnya sadar juga, aku sudah akan merencanakan drama special agar dia sadar dan menyesal telah menyakiti mu selama ini, eh malah sudah sadar, tidak asik" ujar pelan Seokjin sambil cemberut.

"eonnie ini bisa saja"

"tapi Jiminie, aku masih belum puas, masa Yoongi begitu saja berubah dan dia tidak merasakan penyesalan sama sekali, benar benar tidak seru"

"dia sudah menyesal eonnie"

"belum cukup Jiminie, setidaknya buat dia tergila gila pada mu. Dia sekarang sepertinya sudah mulai suka dengan mu, sekarang tugas mu buat dia tergila gila pada mu Jimin" senyum jahat mulai muncul di wajah cantik Seokjin.

"bagaimana caranya eonnie?" Jimin sedikit takut sekarang melihat senyum Seokjin.

"jadilah gadis idaman Yoongi, dia itu suka gadis yang modis dan sexy, dan aku akan mengubah mu menjadi gadis idaman Yoongi, hahahaha" Seokjin mulai tertawa jahat.

"iya… aku mau eonnie… aku mau jadi gadis idaman Yoongi…" tersirat sedikit kesedihan dalam senyum Jimin.

Di sela obrolan serius Jimin dan Seokjin tiba tiba muncul Taehyung yang baru saja keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk mengambil air minum.

"oh ada Jiminie, pagi Jiminie…" Taehyung berjalan mendekat pada Jimin untuk memeluk Jimin ringan.

Taehyung cukup dekat dengan Jimin karena mereka seumuran walaupun beda kampus, dia juga dekat dengan Jimin karena kakaknya sayang sekali dengan Jimin, dan Taehyung berterimakasih karena Jimin Yoongi tidak terlalu menempel dengan kakaknya.

"pagi Tae, tidur mu nyenyak?" Jimin membalas pelukan Taehyung dan sukses membuat Yoongi menatap tajam ke arah nya.

"hey Taehyung, kenapa kau main peluk Jimin seenaknya" tegur Yoongi.

"memang kenapa hyung? Aku memang sering memeluk Jimin jika bertemu, dia imut sih" Taehyung makin memeluk Jimin dengan erat dan Yoongi langsung menghadiahinya dengan leparan bantal yang mendarat mulus di kepalanya.

"kau cari pacar sendiri sana jangan main peluk pacar orang, dan Jiminie jangan mau kalau di peluk Taehyung, dia itu tidak normal" ujar Yoongi dengan penuh penekanan.

"kau sendirikan yang jarang memeluk pacar mu hyung, makanya aku peluk Jimin" Taehyung akhirnya melepaskan pelukannya dan beralih mengambil air minum.

"lihat saja nanti, aku akan sering memeluk Jimin di depan wajah mu, puas" sahut Yoongi.

Taehyung menatap Seokjin seakan bertanya 'Yoongi hyung sudah sadar?' dan Seokjin memberi tatapan seolah menjawab 'nanti aku ceritakan padamu', sedangkan Jimin hanya tersenyum, baru pertama ini Yoongi bersikap posesif seperti ini.

.

.

.

Tiga hari kemudian, Seokjin dan Taehyung sengaja menjemput Jimin di kampusnya karena akhir akhir ini Yoongi sulit di pisahkan dari Jimin, kemarin saja Yoongi mengantar jemput Jimin dan kemudia menginap di rumah Jimin, Seokjin jadi tidak bisa menculik adik kesayangannya itu. Seokjin akan melakukan rencana makeover Jimin hari ini karena Jimin sudah ijin dengan Yoongi jika dia akan belanja bersama Seokjin dan akan di antar Taehyung, Yoongi sendiri tidak bisa protes karena hari ini jadwal kuliahnya full dan nanti malam dia harus tampil di bar.

Pertama tama Seokjin menyeret Jimin ke dalam salon langgan biasa dia mengganti warna rambut. Taehyung yang berperan jadi supir mereka hanya menunggu di sofa yang ada di salon itu sambil memainkan hp nya chatting dengan seseorang, hari ini Taehyung hanya ada kuliah pagi setelah itu kosong, sama seperti Seokjin dan Jimin yang juga hanya ada satu mata kuliah saja hari ini, sedangkan Namjoon jadwalnya padat sampai sore nanti, makanya Taehyung yang jadi supir. Sebenarnya Seokjin mulai curiga dengan adiknya itu, dia jarang menganggu nya dan selalu sibuk sendiri dengan hp nya, lain kali Seokjin akan mencari tau tentang adiknya itu.

"nah Jiminie, kau harus mengubah warna rambut mu agar terlihat lebih segar dan modis" Seokjin mendudukan Jimin di kursi salon.

"hai Jinnie, apa hari ini kau mau mengubah warna rambut mu lagi?" ujar pegawai salon menyapa Seokjin.

"tidak bukan aku yang akan mengubah warna rambut, tapi adik kesayangan ku ini. Tolong ubah warna rambutnya agar dia terlihat lebih dewasa dan menawan" kata Jin riang.

"tenang saja, aku bisa membuat keajaiban, bagaimana dengan blonde? Kurasa adik mu yang manis ini cocok dengan warna terang"

"blonde juga bagus, Golden Blonde sepertinya cocok untuknya" sahut Jin.

"ide bagus, baik lah nona manis, aku akan menyiapkan pewarnanya dulu ya" pegawai salon itu pergi kedalam menyiapkan sesuatu.

"Eonnie, aku mau di apakan?" Tanya Jimin polos.

"tenanglah Jimin, kau akan cantik, tidak masalah kan jika kau mengganti warna rambut?" Seokjin balik bertanya.

"tidak masalah sih… tapi apa ini tidak terlalu berlebihan?"

"kita harus membuat manusia es itu tercengang Jimin, nanti malam dia akan pergi ke bar untuk perform, kita akan kejutkan dia di sana" jawab Jin dengan semburat senyum licik di wajahnya. "setelah ini kita belanja beberapa baju, makeup dan asesoris untuk mu"

"terserah eonnie saja" jawab Jimin pasrah, kakak cantiknya ini tidak akan bisa di tentang.

.

.

.

Setelah berkeliling mall membeli beberapa fashion item dan cosmetic, Jin langsung membawa Jimin ke rumahnya untuk memberikan Jimin Beautyclass singkat, setidaknya agar Jimin bisa mengaplikasikan makeup natural sehari hari. Dan tidak terasa acara pelajaran makeup ini sudah berlangsung cukup lama sampai hari mulai petang, bahkan Taehyung yang tadi setelah mengantarkan mereka pulang sempat tiba tiba menghilang sekarang sudah kembali, dan lagi… itu membuat Seokjin penasaran mangapa akhir akhir ini adiknya itu sering tiba tiba keluar rumah.

"nah Jimin, sekarang kau coba dulu baju yang ini" Seokjin menyerahkan satu setel baju pada Jimin. "ini baju untuk ke bar setelah ini, dan nanti makeupnya tidak perlu berlebihan, hanya ganti lipstiknya dengan warna yang lebih cenderung merah"

Jimin menurut dan mulai membuka bajunya, dia menanggalkan kaos dan celana Jeans yang dia pakai sampai meninggalkan bra dan celana dalam saja, dan mengambil baju yang di berikan Jin.

"Ya Tuhan Jiminie, aku baru tau jika kau itu sexy sekali, kau punya dada dan pantat yang sintal. Yoongi itu memang sialan, pacarnya sexy begini mengapa dia baru tobat sekarang" Seokjin menghentikan tangan Jimin yang ingin memakai baju yang ia berikan.

"Yoongi tidak pernah melihat tubuh ku eonnie" ujar Jimin malu malu.

"kalian sudah pernah melakukannya kan? Bagaimana bisa dia tidak pernah melihat tubuh mu"

"dia selalu mabuk saat melakukannya, jadi dia tidak pernah ingat" Jimin menunduk sedih.

"memang keparat Yoongi itu, awas saja akan ku buat dia menyesal. Tenag saja Jimin, mulai sekarang akan ku jamin Yoongi akan tergila gila pada mu, bahkan dia akan sujud di kaki mu" ujar Seokjin berapi api.

"Eonnie, Yoongi itu sahabat mu tapi kenapa kau malah membela ku"

"dia itu yang salah, aku tidak akan membela orang yang salah Jim"

Jimin hanya membalas Jin dengan senyuman kemudia dia beralih memakai pakaian yang di berikan Jin. Setelah selesai dengan outfit dan beberapa Acessories, Jin mulai memoleskan makeup natural pada Jimin.

"nah sekarang kau luar biasa, ayo kita minta tanggapan Taehyung, dia pasti terkejut" Jin menarik Jimin yang sudah cantik untuk keluar kamarnya dan memanggil Taehyung. "Tae, sini sebentar"

"iya Noonna" Taehyung keluar dari kamarnya, betapa terkejutnya dia melihat penampilan baru Jimin.

"bagaimana menurut mu Tae? Jimin cantik kan?" Tanya Jin.

"cantik… cantik sekali… sial Yoongi hyung beruntung sekali, kau pacaran dengan ku saja Jim" umpat Taehyung.

"kau ini bicara apa sih Tae, tapi terimakasih akan pujiannya" Jimin tersenyum manis pada Taehyung.

"cantiknya, sini ku peluk dulu mumpung tidak ada Yoongi hyung, aku tidak tahan tidak memeluk gadis secantik ini" Taehyung menarik Jimin dalam pelukannya.

"kalian tunggu sebentar ya, aku akan ganti baju dandan sebentar dan kita bersiap berangkat ke bar" Jin masuk kembali ke kamarnya dan mulai bersiap.

.

.

.

Taehyung bahagia sekali sekarang, dia sudah serasa menjadi raja dengan dua wanita yang luarbiasa cantik berdiri di samping kiri dan kanannya dengan tangan Taehyung yang bertengger di pinggang mereka, Taehyung merasa memang banyak. Mereka melihat Yoongi, Namjoon dan Hoseok tampil di samping dekat meja bar dengan tenang, karena mereka tau di dekat panggung pasti akan sedikit rusuh jadi mereka memilih tempat yang agak sepi. Setelah membawakan beberapa lagu akhirnya penampilan mereka selesai, dan Taehyung pun membawa kedua gadis ini untuk menemui pacar pacar mereka, sepertinya kesenangan Taehyung berakhir.

"Namjoonie… kau keren sekali" Jin langsung melompat kepelukan kekasihnya, dan karena keributan yang di buat Jin, Yoongi dan Hoseok menoleh kearah mereka.

"Jimin…" Yoongi tak sanggup berkata kata melihat penampilan Jimin sekarang.

Jimin menggunakan mini dress ketat berwarna putih yang dengan jelas mengekspose lengkuk tubuhnya juga sedikit memperlihatkan belahan dadanya dan pahanya yang mulus, di tambah dengan jaket kulit hitam dan angkle boots yang juga berwarna hitam, jangan lupa red lipstick yang menyempurnakan penampilan Jimin malam ini, sungguh Jimin terlihat sangat cantik dan Sexy.

"Seokjin, apa yang sudah kau lakukan, kau kemanakan Jimin ku yang polos" Yoongi masih manatap Jimin kagum.

"cantik kan? Sekarang kau tidak bisa macam macam lagi dengannya" ujar enteng Seokjin.

"cantik, sangat cantik sampai rasanya aku ingin menyeretnya ke atas ranjang sekarang juga, untung saja aku melihatnya setelah selesai tampil, bisa hilang focus ku jika aku melihatnya sebelum tampil" kata Yoongi masih dengan raut wajah kagum.

"tenang Yoon, bar ini punya kamar untuk di sewa" sahut Namjoon.

"sial kau Yoon, kau beruntung punya pacar secantik dan sexy Jimin, tau begitu dulu ku tembak Jimin duluan" Hoseok ikut menyahut, dan cemberut iri.

"ku bunuh kau kalau berani mendekati Jimin, sudah kau pacaran saja sama Taehyung saja sana, kalian sama sama Jomblo kan" Yoongi menarik Jimin untuk mendekat padanya agar dia berhenti di pandangi teman temannya yang mesum itu.

"hi… kalaupun aku homo aku akan pilih plih hyung, mana mau aku dengan Hoseok hyung dengan muka kudanya itu" Taehyung bergidik geli.

"siapa juga yang mau dengan alien aneh yang hobi incest seperti mu" sahut Hoseok tak terima.

"kalian lanjutkan saja ributnya, aku dan Jimin mau pulang" Yoongi sudah akan menarik Jimin pergi.

"kau tidak minum minum dulu Yoon, mumpung kita sedang kumpul di bar lebih baik kita pesta dulu" cegah Namjoon.

"akan sia sia jika aku mabuk, aku ingin menghajar Jimin di ranjang dalam keadaan sadar 100%" seringai sexy muncul di wajah Yoongi.

"Yoongi…" wajah Jimin memerah malu.

"dasar mesum, awas saja jika kau menyakiti Jimin, akan kubawa Jimin pergi yang jauh sampai kau tidak bisa menemukannya" ancam Seokjin.

"mana tega aku menyakiti bidadari ini Seokjin, ayo sayang kita pulang saja, Taehyung dan Hoseok tidak bisa berhenti melihat belahan dada dan paha mu yang sexy membuat ku sangat ingin menendang wajah mesum mereka" Yoongi merangkul pinggang Jimin dan membawanya pergi.

"rencana mu sepertinya berhasil sayang" bisik Namjoon pada Seokjin.

"perlu sedikit usaha untuk membuat manusia es itu sadar" jawab Jin.

.

.

.

Sesampainya di apartemennya, tanpa banyak bicara Yoongi langsung membaringkan Jimin di ranjangnya lalu menindih badan Jimin.

"Yoongi, tidak usah terburu buru, aku tidak akan pergi kemana mana" Jimin memegang tangan Yoongi yang sudah meremas payudara nya pelan.

"akan ku pastikan kau tidak akan pernah pergi kemana mana Jim" Yoongi melahap bibir Jimin rakus.

"Yoongi, pelan pelan…" Jimin sedikit mendorong tubuh Yoongi.

"sekarang tidak ada alasan lagi untuk aku tidak jatuh cinta pada mu Jim, kau sangat cantik, maafkan aku dulu aku terlalu buta untuk tidak melihat betapa indahnya dirimu" Yoongi menatap Jimin dalam.

"sejak kapan kau pandai sekali menggombal"

"sejak kau muncul dalam hati dan pikiran ku sayang. Jangan pakai baju seperti itu lagi di depan orang lain selain ku, kau milik ku dan hanya aku yang boleh melihat seluruh keindahan ini" Yoongi menyentuh drees ketat Jimin.

"tapi, aku juga ingin pantas bersanding dengan mu, itulah tujuan ku mengubah penampilan ku, aku ingin kau bangga memiliki kekasih seperti ku"

"aku sudah sangat bangga dengan mu Jim, tanpa mengubah penampilan pun kau sudah cantik" sangkal Yoongi.

"tapi aku bukan tipe mu"

"sekarang kau tipe ku dan tipe semua pria di luar sana, pasti setelah ini banyak yang menggoda mu dan aku tidak suka itu, lebih baik kau jadi Jimin yang dulu" kata kata Yoongi membuat Jimin menggeleng heran, belum belum Yoongi sudah sangat posesif padanya.

"percayalah Yoon, aku sudah terlalu buta untuk melirik pria lain, aku sudah terlalu mati rasa untuk mencintai pria lain selain diri mu" Jimin membelai rahang Yoongi.

"kalau begitu tinggalah dengan ku di sini agar aku tenang, dan aku juga akan mudah untuk melihat mu"

"rumah mu jauh dari kampus ku"

"aku akan mengantar mu setiap hari ke kampus, sekalian untuk mendekralasikan jika kau milik ku" Yoongi tetap ngotot, dia ingin Jimin terus ada di sampingnya agar tidak ada pria yang mendekati Jiminnya.

"aku tidak ingin kau gempur setiap malam"

"mau bagaimana lagi sayang ku, kau terlalu sexy mana tahan aku tidak mengempur mu"

"dasar mesum"

"aku mesum juga karena mu" Yoongi mencium bibir Jimin dan mulai melanjutkan kegiatannya yang tertunda terhadap JImin.

.

.

.

Sampai di sini saja teman teman, Jun tak kuat bikin NC

Kayaknya FF ini kurang di minati ya, kalau gak banyak yang minat ya Jun gak bakal lanjut.

Tolong tinggalkan jejak ya teman teman, kalau bisa sempat kan review

Bakal update cepet kalau banyak review

Sampai ketemu di chapter selanjutnya

XOXO

Junra