fic ini menceritakan Hermione dan kawan-kawannya sebagai seorang muggle

non magic dan ada tokoh yg ditambah-tambahin

selamat membaca! :D


Girls at the Rock Show

"Part 2"

Disclaimer: semua nama di sini milik J.K. Rowling. Tetapi jika ada nama yg asing, itu hanya ada dalam imajinasiku

Pairing: guess who? XD

Rating: T

Genre: Friendship

Warning: non magic, muggles, alurnya rada berantakan

Hermione sedang membaca bukunya setelah pulang sekolah di kamarnya. Hari ini, pulang agak awal karena guru-guru ada rapat penting untuk menyambut liburan musim panas yang akan diadakan bulan depan. Tiba-tiba, dering telepon terdengar dari ruang tengah. Hermione berlari menuruni tangga dan buru-buru mengangkat teleponnya.

"Hello, Grangers Family, dengan siapa ini?" Tanya Hermione sedikit terengah-engah.

"Ini Logan. Mrs. Granger ada?" tanya suara di seberang. Suara seorang laki-laki yang sudah agak dewasa. Mungkin usianya baru 20 tahunan.

"Mum sedang sakit. Jadi tidak mungkin untuk menerima telepon. Kalau ada pesan, mungkin bisa disampaikan ke saya saja." kata Hermione sopan. Walaupun sebenarnya dia bingung. Logan siapa?

"Oh, Mum sakit? Baiklah, sampaikan padanya aku sudah ada di bandara. 10 menit lagi mungkin akan tiba di rumahmu." kata laki-laki yang mengaku bernama Logan tersebut dengan aksen seperti bukan orang Inggris. Hermione bengong sambil memegang gagang teleponnya.

"B-b-baiklah."

"Okay, bye." kata laki-laki itu. Hermione tidak sempat menjawab karena telepon sudah ditutup.

Hermione ke kamar ibunya dan didapati ibunya sedang membaca buku juga. Buku yang ada di tangan Hermione langsung diletakkan di meja dan dia duduk di samping ibunya. Dilihat wajahnya sudah agak mendingan karena tadi malam masih sangat pucat. Hermione mengelus tangan ibunya yang membuat ibunya kaget kedatangan Hermione yang mendadak itu.

"Oh, Mione, ada apa?" tanya ibunya dengan suara lemah.

"Er-tadi ada telepon. Dari laki-laki, bernama-er-siapa, ya? Lupa." kata Hermione. Dia menggaruk-garuk kepalanya walaupun sebenarnya tidak gatal. Wajahnya tampak serius seperti sedang mengingat sesuatu.

"Siapa?" tanya ibunya dengan sabar dan lemah.

"Lo-Lo-Longan, eh, Logan. Iya, namanya Logan." Jawab Hermione seperti baru saja mengingat sesuatu yang sangat sulit.

"Oh, Logan. Dia sudah tiba di Inggris?" tanya ibunya. Dahi Hermione semakin berkerut. Kenapa ibunya tahu kalau si Logan itu sudah ada di Inggris? Memang, siapa sih Logan itu?

"Memang Logan siapa, Mum?" tanya Hermione. Tetapi ibunya malah tersenyum. Hermione memajukan bibirnya lima senti yang membuat ibunya tertawa. Akhirnya, Hermione keluar dari kamar ibunya untuk mengambilkan makan siang untuk ibunya.

Dia berjalan ke dapur dan mengambil banyak-banyak makanan yang ada di meja. Untuk persediaan jika ibunya ingin ngemil atau makan. Bagaimanapun juga, ibunya harus makan banyak. Begitu pikir Hermione.

Saat kembali ke kamar ibunya, tiba-tiba ada sebuah deru mobil berhenti di depan rumahnya. Hermione berdiri di dekat dapur dan saat itu juga, terdengar orang menyeret koper juga ada suara langkah kaki. Tak lama kemudian, pintu pun diketuk.

Hermione sedikit menggerutu karena dia sedang membawa banyak makanan. Dia agak kesal lalu menaruh makanannya kembali di meja makan. Dia berjalan malas menuju pintu depan. Saat sudah tiba di pintu depan, dia membuka pintu tersebut. Saat dibukanya, terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan dengan senyum mengembang membuat dia sangat tampan.

Rambutnya agak berantakan tetapi membuat dia terlihat sangat tampan. Warnanya cokelat tua atau bahkan mendekati hitam. Matanya cokelat madu. Sama seperti matanya. Badannya tinggi tegap dan bidang. Hermione terpana sejenak melihatnya. Bahkan dia mengakui bahwa dia memang sangat tampan. Tetapi, siapa dia? Sekilas senyumnya mirip ibunya.

"Maaf anda siapa?" tanya Hermione yang sudah sadar dari keterpanaannya itu. Senyum laki-laki itu terus mengembang membuat Hermione tak sanggup menahan debar jantungnya.

"Logan. Logan Diamond." kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya mengajak Hermione bersalaman.

"Maaf? Logan Diamond? Belum pernah dengar." kata Hermione berusaha sesopan mungkin.

"Mungkin aku akan menjelaskan padamu jika kau mengizinkan aku masuk." kata Logan yang masih tersenyum terus itu. Hermione menepuk dahinya lalu tertawa. Dia lupa untuk menyuruh laki-laki super tampan ini masuk.

"Oh, aku lupa. Mari masuk." kata Hermione sambil mempersilahkan Logan masuk. Laki-laki itu akhirnya masuk dan duduk di ruang tamu. Hermione masuk ke dalam. Dia ingin memberi tahu kepada ibunya bahwa si Logan itu sudah sampai di rumahnya.

"Mum, Logan itu sudah datang." kata Hermione setelah sampai di kamar ibunya. Ibunya terlihat sumringah mendengar berita dari Hermione. Dia berusaha berdiri dan langsung dibantu oleh Hermione.

Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Dilihatnya Logan sedang asik dengan ponselnya. Kopernya masih bertengger manis di dekat kaki Logan.

"Logan," panggil ibunya. Laki-laki yang dipanggil itu menoleh. Wajahnya terlihat sangat gembira melihat ibu Hermione itu. Hermione mengangkat alis. Dia benar-benar tidak mengerti tentang asal-usul Logan ini.

Dia menyuruh ibunya duduk terlebih dahulu lalu dia duduk di samping ibunya yang terlihat sangat sumringah ini. Hermione gugup dipandangi terus oleh Logan ini sampai akhirnya, ibunya angkat bicara.

"Mione, kau sudah kenal dengan laki-laki ini?" tanya ibunya. Hermione mendongakkan wajahnya yang dari tadi menunduk. Dia memandang ibunya dan menggeleng.

"Baiklah, Mum akhirnya harus menceritakan ini juga." lanjut ibunya. Alis Hermione naik tinggi sekali. Dia semakin penasaran. Maksudnya apa?

"Jadi, dulu sebelum Mum memutuskan untuk pindah ke Inggris, Mum sudah menikah dengan pacar Mum di perguruan tinggi. Waktu itu, kami baru lulus perguruan tinggi. Pacar Mum langsung melamar Mum dan beberapa bulan kemudian kami menikah. Setelah tiga bulan menikah, Mum mengandung seorang bayi yang kata dokter bayi laki-laki. Bayi tersebut adalah Logan. Tetapi, baru lima bulan Logan di dalam kandungan Mum, suami Mum kecelakaan truk dan akhirnya meninggal. Setelah Logan lahir, Mum menitipkannya kepada adik ayah Logan. Uncle Joe. Setelah itu, Mum pindah ke Inggris dan bertemu dengan ayahmu yang sama-sama menjadi dokter di rumah sakit tempat Mum bekerja." jelas ibu Hermione itu. Hermione melongo mendengar cerita itu. Logan pun mengangguk-angguk tanda bahwa itu benar.

Hermione masih melongo. Memang sih, ada kesamaan antara dirinya dan Logan, yaitu memiliki mata cokelat madu dan senyum seperti ibunya.

"Usiamu berapa?" tanya Hermione kemudian menanyakan Logan.

"20." jawab Logan singkat sambil nyengir membuat Hermione semakin terpana. Sayang, dia itu kakak tirinya.

"So, you are my stepbrother?" tanya Hermione agak gugup. Logan mengangguk ceria. Hanya terpaut dua tahun dengan usia Hermione. Saat ini, dia berusia 18 tahun dan sedang menyelesaikan tahun terakhirnya di St. James Sciences School.

"Aku akan meneruskan kuliahku di Inggris. Karena Uncle Joe bulan lalu meninggal, dan aku tidak mau menyusahkan Aunt Marry, jadi aku memutuskan untuk pindah ke Inggris. Ikut ibu kandungku. Kata Mum, ayahmu sudah memperbolehkan aku tinggal di Inggris." Kata Logan semangat. Hermione mengangkat alis lagi. Dilihatnya, tipikal orang cerdas. Sama seperti dirinya yang selalu menduduki peringkat teratas di sekolahnya.

"Oke. Mungkin kau bisa menggunakan kamar di sebelah kamarku." Kata Hermione yang sudah tidak penasaran lagi. Semuanya sudah terjawab. Tetapi, kini masalahnya adalah, bagaimana dia minta izin kepada ibunya untuk menonton konser di Milton Keynes nanti malam.

Akhirnya, mereka mengobrol biasa. Tentang sekolah, kabar, dan Hermione masih lucu mendengar aksen Logan sebagai orang Amerika tulen. Walaupun ibunya dulu sempat di Amerika lama, tetapi aksen Inggrisnya masih sangat kental. Berbeda dengan Logan yang memang benar-benar Amerika. Sepintas, Hermione agak kurang suka dengan cara bicara Logan yang terdengar sok keren. Tetapi, memang begitu aksen orang Amerika.

Hermione juga sudah mengontrol emosinya. Jantungnya sudah tidak berdegup lagi jika melihat senyum Logan merekah yang mampu membuat wanita manapun melayang. Mungkin Pansy atau Ginny akan berebut untuk minta dikenalkan dengan Logan jika sudah melihatnya. Ah! Dia hampir lupa dengan Pansy. Tetapi, dia tidak terlalu memikirkan konser nanti malam itu.

Akhirnya dia mengajak Logan untuk melihat kamarnya. Sekalian untuk meneruskan bacaannya yang tadi sempat terhenti gara-gara telepon Logan.

.

.

.

"Logan, mau tidak kau menemani Mum malam ini?" tanya Hermione saat sore hari. Logan sedang bermain game di kamarnya.

"Memang kau mau kemana?" tanya Logan sambil terus fokus terhadap game nya.

"Aku akan menonton konser di Milton Keynes. Aku sudah janji kepada teman-temanku. Mau ya?" pinta Hermione setengah merujuk. Logan mengangkat alis. Lalu ada seringai menyebalkan di wajahnya mengingatkan sahabat Hermione yang selalu menyeringai seperti itu. Harry Potter.

"Ada syaratnya." kata Logan dengan seringai nakalnya membuat dia semakin tampan. Hermione sudah menyilangkan tangannya di depan dadanya dan manyun.

"Apa?" tanya Hermione yang sudah mulai dekat dengan Logan.

"Ajak aku keliling Inggris naik mobilmu dan traktir aku makan di manapun kau mau." kata Logan dengan seringai menyebalkan. Hermione terbelalak lalu melotot mendengarnya. 'Ganteng tapi matanya hijau!' gerutu Hermione dalam hati. Mengingatkannya kepada Pansy yang sifatnya memang agak mirip Logan ini.

"Baik." jawab Hermione kesal. 'Kalau bukan kakakku, sudah ku bunuh kau.' Gerutu Hermione dalam hati.

Akhirnya, Hermione mengirim pesan kepada Pansy bahwa dia bisa ikut dengannya. Pansy pun menjawab akan menjemputnya pukul 7 bersama Ginny, Harry, dan Ron. Hermione memutar bola matanya, kenapa dia harus membawa Ron? Mantan Hermione yang dia putuskan tahun lalu gara-gara sifat cemburunya yang sangat tinggi membuat Hermione malas untuk berhubungan dengannya lagi.

Hermione mencari baju yang sesantai mungkin. Dua jam lagi Pansy akan menjemputnya bersama sahabat-sahabatnya. Logan sudah asik membaca koleksi buku-bukunya yang ada di rak buku tinggi milik Hermione. Ternyata, ini juga salah satu kesamaan mereka berdua. Sama-sama kutu buku.

"Hei, kau banyak juga buku tentang kedokteran." Kata Logan saat mengecek rak buku Hermione lagi.

"Aku memang ingin menjadi dokter." jawab Hermione sekenanya lalu memilih baju lagi.

"Sama! Aku juga ingin jadi dokter." kata Logan dengan nada ceria. Hermione mengangkat alis lagi lalu meneruskan mencari baju. Logan sepertinya sedang asik mencari buku yang menurutnya menarik.

Akhirnya, Hermione memutuskan untuk memakai celana jins dan kaos lengan panjang berwarna merah dan emas. Entah mengapa dia menyukai kaos itu untuk bepergian. Bukan karena hadiah dari Ron saat natal. Tapi, terasa pas saja untuk dipakai.

.

.

.

Mobil Pansy berhenti tepat di depan rumah Hermione. Harry, Ron, Pansy, dan Ginny keluar dari dalam mobil dan mengetuk pintu rumah Hermione. Lama mereka menunggu, sampai akhirnya, Logan membukakan pintu untuk mereka.

Pansy dan Ginny terpana melihat Logan yang sangat tampan itu. Ditambah lagi senyum mautnya yang membuat para gadis itu terbengong-bengong. Beda dengan Harry dan Ron yang memandang sebal pemuda Amerika itu. Ditambah lagi, Logan hanya memakai kaos tanpa lengan juga celana pendek yang menambah kesan kerennya. Harry dan Ron sudah berpikiran macam-macam.

"Oh, kalian teman Hermione?" tanya Logan ramah. Ginny dan Pansy mengangguk semangat ditanyai Logan. Beda dengan Harry dan Ron yang malah mencibirnya.

"Ayo masuk. Hermione sedang siap-siap." kata Logan lagi. Tanpa disuruh dua kali, Pansy, Ginny, Harry, dan Ron masuk ke ruang tamu rumah Hermione. Ginny dan Pansy masih terpana melihat Logan. Tetapi, muka Ron sudah merah.

Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu datang juga. Hermione memakai kaos yang tadi sore sudah dipilihnya. Walaupun itu pemberian Ron, tetapi masa bodoh lah. Ron terbelalak melihat Hermione memakai kaos pemberiannya. Tetapi, Hermione tetap cuek walau muka Ron sudah kepedean.

"Hermione, itu tadi siapa?" tanya Ginny yang langsung mendapat anggukan dari Pansy. Hermione mengangkat alis.

"Siapa? Laki-laki tadi? Logan." jawab Hermione sekenanya.

"Logan?" tanya Ginny dan Pansy berbarengan.

"Setengah jam lagi konser dimulai. Sebaiknya kita cepat-cepat." kata Harry. Dia sebenarnya cemburu karena pacarnya-Ginny-menanyai Logan, padahal ada dirinya. Semuanya melirik Harry dan terkikik melihat tingkah Harry.

Logan keluar lagi dari ruang tengah sambil membawa buku yang tadi sedang dibacanya. Dia melihat teman-teman Hermione dan tersenyum.

"Semuanya sudah aku siapkan. Kalau kau mau makan, ambil saja di meja makan. Kalau kau mau baca lagi, ambil saja di kamarku. Kalau kau mau main game lagi, di kamarku saja. Game-gamenya ada di rak atas dekat rak buku." celoteh Hermione. Logan hanya menguap dan mengangguk tanda mengerti. Pansy dan Ginny dari tadi terbengong melihatnya.

"Aku bukan anak umur 7 tahun lagi, Mione! Ya sudah, selamat bersenang-senang!" kata Logan sambil mencubit pipi Hermione yang membuat mukanya bersemu merah. Keempat temannya hanya memandang curiga dua orang ini. Apalagi Ron yang sudah tidak suka sejak pertama kali melihat Logan.

Akhirnya, 5 remaja tersebut masuk ke mobil Pansy. Hermione sempat melambaikan tangannya kepada Logan. Pemuda Amerika itu hanya mengangguk dan tersenyum seraya melambaikan tangannya.

Pansy dan Ginny yang dari tadi penasaran siapa itu Logan akhirnya bertanya juga. Harry dan Ron sudah kesal dengan Logan gara-gara berhasil menarik perhatian kekasihnya, walaupun sebenarnya Pansy dan Ron tidak ada apa-apa. Tetapi, Ron tidak suka saja jika Pansy seperti itu. Wah, Ron, sepertinya ada sesuatu.

.

.

.

"Selamat malam, Milton Keynes!" seru vokalis The UnderPants dari mikrofonnya. Semua gadis yang menonton depan sendiri langsung berteriak begitu melihat sosok tinggi tegap berambut pirang platinum dan kulit putih pucat juga tak kalah tampan dari Logan. Gadis-gadis tadi langsung histeris begitu sang vokalis mendekati para audience yang berdiri dekat panggung yang super besar.

Intro lagu pembuka dimainkan. Semua penonton berjingkrak mengikuti irama yang dimainkan. Band beraliran rock ini memainkan lagunya dengan baik. Lagu pertama yang dibawakan berjudul Closer to the Edge *1) yang berhasil membuat koor raksasa para penonton. Terutama Pansy dan Ginny. Hermione hanya ikut berjingkrak saja walaupun dia kurang suka lagu tersebut. Harry dan Ron juga sama saja histerisnya saat lagu kedua dimainkan.

Lagu kedua yang dinyanyikan adalah lagu yang agak slow. Mungkin mendekati ke pop berjudul Always *2). Hermione menyukainya karena lagunya tidak terlalu keras seperti sebelumnya. Dia juga tidak betah mendengar vokalisnya selalu berteriak-teriak.

Akhirnya, sampai lagu ke 5 band tersebut break sebentar. Pansy dan Ginny langsung menarik Hermione untuk ke belakang panggung. Dalam pikiran Hermione, kedua gadis ini terlalu nekat mau mendekati personil band-nya langsung. Hermione sempat menolak karena melihat tidak ada celah di antara penonton-penonton itu.

Hampir setengah jam mereka menembus kerumunan manusia itu sampai akhirnya, tiba di belakang panggung. Dua bodyguard besar-besar sebesar kingkong itu menjaga pintu masuk salah satu tenda. Pansy sudah mengeluarkan pena dan CD original The UnderPants.

"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya bodyguard 1.

"K-k-kami, k-k-kami, kami mau bertemu dengan Draco." Jawab Pansy terbata-bata. Kedua bodyguard ini menyeringai.

"Berani sekali kau." Kata bodyguard 2.

"Kami memang berani. Kami kan sekolah di-" kata-kata Ginny terputus gara-gara Hermione menyenggol pinggang Ginny yang langsung mendapat protes.

"Jangan bawa-bawa sekolah." bisik Hermione sangat lirih sehingga hanya Ginny yang mendengarnya.

"Ayolah, kami ingin sekali bertemu dengan Draco." rujuk Pansy. Bodyguard itu semakin tersenyum menyebalkan. Tetapi, bodyguard 1 lebih baik. Dia masuk ke dalam sedangkan ketiga gadis itu menunggu di luar. Walaupun agak kesal menunggu seperti itu, tapi, demi Pansy dan Ginny, dia mau-mau saja.

Tak lama kemudian, bodyguard 1 itu keluar dan tersenyum menatap ketiga gadis itu. Dia memperbolehkan mereka masuk asal hanya 10 menit. Pansy dan Ginny bersorak gembira tetapi Hermione hanya memandangnya datar.

Saat memasuki ruang make up itu, terlihat seseorang yang diketahui Hermione sebagai vokalisnya itu sedang duduk di sebuah sofa empuk nyaman berwarna hijau zamrud dan sedang meminum sebotol air mineral. Dia juga menggenjreng gitarnya seperti sedang mencoba sebuah lagu untuk penampilan selanjutnya.

"Draco!" pekik Pansy histeris. Orang yang dari tadi diperhatikan Hermione itu menoleh. 'Oh, namanya Draco,' batin Hermione dalam hati. Draco tersenyum melihat ketiga-atau mungkin kedua-fans nya. Pansy langsung berlari menuju Draco dan memeluknya erat.

"Boleh aku meminta tanda tanganmu di cover CD mu?" pinta Pansy sambil menyodorkan pena dan CD yang tadi dibawanya. Tanpa segan, Draco langsung saja membubuhkan tanda tangannya di atas cover CD Pansy yang langsung membuat Pansy berteriak histeris saking senangnya.

Tanpa Hermione sadari, ternyata Draco melirik ke arahnya. Hermione yang dari tadi memasang tampang datar dan tanpa ekspresi itu kaget dilihat seperti itu dengan Draco. Vokalis pirang itu menyeringai. Persis seperti Logan yang langsung membuat Hermione kesal. 'Kenapa semua orang itu suka sekali menyeringai menyebalkan?' gerutu Hermione dalam hati.

Tiba-tiba, Draco mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Sambi memberi Hermione sebotol air mineral, mereka mengobrol di sofa hijau zamrud yang tadi di duduki Draco dan gitarnya.

Draco tercengang melihat Hermione. Dia belum pernah melihat gadis secantik dia. Tinggi, langsing, berkulit putih, matanya yang sangat indah, dan rambutnya yang ikal membuat dia semakin tertarik. Saat itu juga, Draco merasa ada sebuah getaran. Tetapi, dia masih belum terlalu merasakannya karena ini baru pertama kali.

"Jadi, siapa namamu?" tanya Draco hangat. Pansy dan Ginny juga sudah duduk di sofa kecil-kecil berwarna perak di sebelah Hermione.

"Pansy Parkinson, ini Ginny Weasley. Dan yang duduk di sebelahmu Hermione Granger." kata Pansy pede. Draco memandangnya dengan pandangan heran. Sekilas, ada pandangan tidak suka di mata pemuda yang mungkin seumuran dengannya.

"Oh, kau Hermione Granger. Kalian bertiga sekolah di mana?" tanya Draco lagi. Kali ini, Ginny yang menjawab dengan semangat.

"St. James Sciences School." jawab Ginny membuat Hermione geleng-geleng kepala.

"Aku dan Mione ada di kelas Biologi, sedangkan Pansy di kelas Kimia." Jelas Ginny lagi yang mendapat anggukan mengerti dari Draco.

"Kau bersekolah di sekolah asrama pria yang ada di Manchester itu, kan?" tanya Pansy.

"Iya. Dan aku berniat untuk pindah ke sekolah lain." Jawab Draco santai sambil menawarkan sekotak cokelat kepada fans beratnya ini-kecuali Hermione yang dari tadi diam.

"Hei Draco, lagu ke enam menunggu." Teriak seorang crew dari balik pintu yang tadi untuk masuk Hermione, Pansy, dan Ginny. Draco menolehnya dan memberikan isyarat sebentar lagi.

"Nev, kita mainkan The Rock Show *3) saja, ya?" kata Draco kepada seorang yang agak gembul yang diketahui Hermione sebagai drummer saat pertunjukan tadi.

"Bukannya kita akan memainkan lagu So Far Away *4) Drake?" jawab pemuda tambun itu.

"Sudah diam saja. Aku ingin membawakan lagu tersebut!" jawab Draco keras kepala. Hermione menggelengkan kepala.

"Di mana rumahmu?" tanya Draco kepada Hermione. Hermione menaikkan alisnya heran.

"5 blok dari sini." Jawab Hermione canggung.

"Kau can-" kata-kata Draco terpotong gara-gara personil band lainnya sudah mulai keluar dari ruangan tersebut. Hermione juga sudah digandeng Pansy dan Ginny yang mengajak Hermione kembali ke tengah area penonton.

.

.

.

"Baiklah. Lagu kami yang satu ini, akan kami bawakan karena saya sendiri, sedang mengalami hal tersebut." Kata Draco dari mikrofonnya. Semuanya bersorak kecuali Hermione yang memang sudah kesal gara-gara Draco menyeringai terus.

"The Rock Show!" teriak Draco. Semua penonton langsung bersorak mendengar judul lagu yang akan dinyanyikan Draco.

"Lagu ini juga untuk salah seorang penonton yang tadi nekat masuk ke ruang make up kami. Dan dia ada di depan saya saat ini." Kata Draco tenang. Ginny dan Pansy pun melongo karena Draco memang sekarang berdiri di depan Hermione. Hermione yang dari tadi melamun juga kaget mendengarnya. Semua penonton ber-huuu ria mendengar kata-kata Draco.

Setelah kata-kata tersebut, band memainkan musiknya. Semuanya berjingkrak mengikuti irama lagu. Draco juga tak henti-hentinya berdiri di depan Hermione yang membuat Hermione salah tingkah.

"I fell in love with the girl at the rock show, She said 'what?' and I told her that I didn't know" begitu lirik itu dinyanyikan Draco, tak henti-hentinya Draco mengedipkan sebelah matanya sambil terus memandang Hermione yang langsung membuat Hermione sebal karenanya.

"Black and white picture of her on my wall, I waited for her call, she always kept me waiting." Nyanyian Draco malah membuat Hermione risih karena berkali-kali Draco mengedipkan sebelah matanya membuat Hermione muak. Dia menyesal menonton konser malam ini.

"I'll never forget tonight, I'll never forget tonight." kata-kata tersebut mengakhiri lagu tersebut yang berhasil membuat koor raksasa di lapangan tersebut. Muka Hermione sudah merah padam gara-gara perilaku Draco.

'Jangan mentang-mentang kau artis terkenal jadi seenaknya seperti itu!' geram Hermione dalam hati. Harry dan Ron yang baru menyadari bahwa yang dimaksud Draco adalah Hermione langsung merangkulnya.

Lagu demi lagu dinyanyikan. Dari lagu bertema cinta sampai yang kasar-kasar dinyanyikan. Semua penonton puas dengan penampilan The UnderPants malam ini. Lagu penutup yang sangat lembut dinyanyikan dengan gitar solo Draco yang berhasil membuat banyak gadis berteriak histeris. Lagu berjudul Time Of Your Life *5) berhasil menyihir Milton Keynes menjadi tenang.

.

.

.

"Kalau aku bertemu dengan Draco lagi, aku sihir dia menjadi Ferret!" gerutu Hermione di dalam mobil. Pansy dan Ginny tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

"Sejak kapan kau bisa menyihir manusia menjadi binatang. Imajinasimu terlalu tinggi, Mione. Makanya jangan terlalu banyak membaca novel tentang Wizards!" kekeh Harry sambil merangkul Hermione yang ada di antara dirinya dan Ginny. Ron di depan bersama Pansy yang sedang menyetir.

"Lihatlah, Mione, mesra sekali dia. Bahkan dia rela mengubah lagu yang akan dinyanyikan demi dirimu." Kata Ginny kai ini mulai menggoda Hermione. Hermione hanya mendengus kesal digoda teman-temannya itu sepanjang perjalanan.

Hermione akhirnya memilih bungkam daripada harus diledek sahabatnya terus.

Akhirnya, perjalanan menyebalkan itu berakhir juga. Hermione turun dan mengucapkan selamat malam dengan nada agak jengkel kepada 4 sahabatnya yang diikuti kekeh Harry saat Hermione melambaikan tangannya.

Hermione berjalan memasuki rumahnya dan di dapati rumahnya gelap dan sepi. Mungkin sudah tidur semua. Pikir Hermione. Dia melangkah menuju tangga dan ke kamarnya.

Tetapi, dari bordes sudah terlihat bahwa masih ada cahaya lampu dari kamarnya. Dia membuka knop pintu perlahan lalu mendapati Logan masih asik membaca. Padahal, saat ini sudah pukul setengah sebelas malam. Hermione geleng-geleng kepala melihat kakak tiri yang baru dikenalnya tadi sore.

"Kau sudah berapa lama membaca buku tentang pembedahan itu?" tanya Hermione sambil meletakkan tasnya di meja belajar. Logan sedang duduk di kursi santai Hermione dekat TV kamarnya.

"Setelah kau pergi, aku memberi makan Mum lalu membaca. Lihatlah." kata Logan sambil menunjuk sebuah tumpukan buku di dekatnya. Sekitar ada 4 buku besar-besar kesayangan Hermione mungkin sudah dilahap kakak tirinya itu. Ternyata, kakaknya ini lebih parah dari pada dirinya.

Kebanyakan yang dibaca adalah tentang ilmu kedokteran atau antariksa. Hermione diam-diam mengagumi selera baca kakak tirinya ini. Dia mengamati Logan dengan seksama. Dia gembira dalam hati, bisa memiliki seorang kakak yang sehobi dengannya. Dia juga senang, karena dia akan memiliki teman berbagi kisah mulai saat ini. Sejak dulu, Hermione memang menginginkan seorang kakak laki-laki. Makanya dia selalu iri dengan Ginny yang memiliki Ron, Fred, George, Bill, Percy, dan Charlie.

"Bagaimana konsernya, Mione?" tanya Logan sambil menutup buku tentang bedah tubuh manusia. Hermione duduk di ranjangnya yang tidak terlalu besar itu lalu menghela nafas.

"Buruk!" gerutu Hermione mengingat gaya centil Draco saat menyanyikan lagu The Rock Show.

"Bagaimana bisa? Tadi aku melihat sebentar di Televisi kalau The UnderPants memang band yang sangat keren. Personilnya yang bernama Draco, Neville, Vincent, dan Theo itu kan?" tanya Logan sambil duduk di sebelah Hermione. Gadis jenius itu hanya mengangguk sebal.

"Sudahlah, aku lelah. Aku mau tidur. Kalau kau tidak keberatan, bisakah kau meninggalkan kamarku?" pinta Hermione. Logan mengangguk lalu mencium rambut Hermione dan mengucapkan selamat malam. Pemuda Amerika itu keluar dari kamar Hermione dan mematikan lampu kamarnya.

-To Be Continued-


*1) Closer to the Edge lagu 30 Seconds To Mars (lagu ini asli keren!)

*2) Always lagu Blink 182 (inspirasi fic Always :D)

*3) The Rock Show lagu Blink 182 (inspirasi fic ini :D)

*4) So Far Away lagu Avenged Sevenfold (buat yg pacaran jarak jauh :p)

*5) Good Riddance [Time of Your Life] lagu Green Day (emang suka aja sm lagu ini hehe)

ya mungkin itu aja. sorry kalo jelek dan mungkin lagunya yg lagi gak ngetrend

tp itu usaha aku. smoga kalian suka dgn fic non magic dari fandom Harry Potter ini.

mohon dgn sangat review nya jd aku bisa tau komentar para readers :D