Lolly :Kembali lagi dengan Lolly disini!

Ichigo :Kenapa kamu kembali? Kenapa ga disana aja?!

Lolly :Berarti nasibmu akan terus menggendong suster ngesot.

Ichigo :Ah! Ogah!

Lolly : Aduh! Maaf ya kalau jelek, apalagi tanda bacanya.

Ichigo :Ya ampun! Belum sembuh juga…

Rukia :Ichigo! Cepat!

Diclaimer :Tite Kubo.


"Aduh! Kamu berat buanget!!" kata Ichigo yang sudah keberatan.

"Ada masalah? Ini kan tugasmu!" kata Suster ngesot dengan santai.

"Enak aja! Sekarang gatian! Kamu yang gendong aku!" kata Ichigo yang melepaskan suster ngesot begitu saja.

"Aduh! Adau! Widih! Sakit banget!" kata Suster ngesot.

"Udah ah! Aku mau ke kelas!" kata Ichigo santai.

"Woi! Kepala duren! Pertanggung jawabkan kelakuanmu!" kata suster ngesot tidak terima.

"Aku melakukan apa? Aku hanya menjatuhkanmu keatas tetapi kamu malah ke bawah!" kata Ichigo santai.

Kata- kata suster ngesot juga mengundang para hantu untuk menonton.

"Cepat gendong aku ke kelasmu~!" kata Suster ngesot dengan tegas.

"Enak aja nyuruh-nyuruh! Jalan ndiri dong, huuu! Masa kalah dengan shinigami!" kata Ichigo sebel.

"Weh! Namanya aja suster ngesot!" kata Suster ngesot itu lagi.

Tiba-tiba…

"Awas!!!" kata suara itu yang berhasil membuat suster ngesot dan Ichigo menghadap ke belakang.

Bruak! Gedubrak! Prang! Desing! Piur! Byar! Byur!

"Eh! Ati-ati dong kalau jalan!" kata Ichigo kesel.

"Aduh sorry ye! Aye ga bisa nge rem!" kata seorang yang merupakan kembarannya suster ngesot.

"Aduh! Kepala ku sakit!" kata Suster ngesot memegangi kepalanya.

"Ya ampun! Sejak kapan kamu pakai mahkota?" heran Ichigo.

Ternyata kepala suster ngesot ketiban pot yang didalamnya terdapat bunga kaktus yang durinya super tajam dengan dipenuhi ulat bulu dan di atas nya terdapat sarang burung pelatuk.

Dari atas, "Sorry! Aku kaget! Jadi jatuh dhe pot nya!" seru si Kepala buntung.

"Ya sudahlah! Aku maafkan!" kata Suster ngesot pasrah.

"Tapi di kaktusnya…" kata Ichigo dengan kurang yakin.

"Kenapa?" heran Suster ngesot.

"Ada ulat bulu dan burung pelatuknya!" kata Ichigo bergidik.

"Ya! Ampun! Kamu kemana aja!! Udah berapa tahun kita ga ketemu!" kata suara itu lagi.

"Ya ampun! Patah tulang aku!" kata suster ngesot.

"Ya ampun! Kamu gapapa?" tanya suara itu.

"Gapapa! Eh! Suster ngepot!!"kata suster ngesot dengan senyum yang berbinar.

"Ya ampun! Cowok ini pacar kamu? Ya ampun! Ganteng! Kapan nikah? Mau punya anak berapa?" tanya suster ngepot dengan antusias.

"Stoooooooooop!"sahut Ichigo hingga mulutnya berbentuk seperti mulut bebek.

"Pertama aku udah punya pacar namanya Kuchuki Rukia! Kedua, aku ga suka sama suster cerewet ini!" kata Ichigo sambil buang muka.

"Betul!" kata suster ngsot sambil nganngguk-ngangguk sendiri.

"Udah! Aku mau ke atas aja!" kata Ichigo yang langsung kabur dengan shunponya.

"Sepertinya dia sudah lupa apa yag tadi aku katakan!" batin Ichigo.

Di kelas…

"Eh! Ichigo! Gimana?" kata Kenpachi yang sedang mengikat pocong seperti babi mau dipanggang hidup-hidup.

"Tau ah! Gimanapun aku ga mau jemput hantu lagi…" kata Ichigo yang duduk di tempat duduknya kembali.

"Kenapa?" tanya Rukia agak khawatir.

"Gila! Suster ngesot tuh genit!! Cerewet! Berat lagi!" kata Ichgo marah-marah sendiri.

"Yaah! Padahal aku mau nyuruh kamu buat jemput suster ngepot juga!" kata Kenpachi lagi mempersiapkan perapian.

"Ogah! Aku bisa patah tulang dan masuk ke rumah sakit selama sebulan kalau gitu! Eh! Pocongnya mau diapain?" tanya Ichigo heran.

"Oh! Ini mau dibuaat pocong bakar, supaya gosong!" kata Kenpachi sambil tertawa simpul.

"Lha? Sadis banget sih sensei!" kata Ichigo heran.

"Kata Yumichika kulitnya terlalu pucat, bahkan lebih pucat dari Vampire, jadi digosongin supaya matching sama bajunya yang nanti juga mau diganti!" kata Kenpachi.

"Supaya kaya Demi Lovato!!" kata Renji sambil nyengir.

"Tapi Demi Lovato kan ngga gosong!!" kata Ichigo kaget mendengar alasan Renji.

"Versi pocong gitu!! Atau bisa kita bilang versi Yumichika collection!" kata Renji sambil nyengir lagi, beberapa saat kemudian kepala Renji benjol gara-gara ditimpuk Demi Lovato.

"Terus suster ngesotnya gimana?" tanya Kenpachi yang sudah menyiapkan hal-hal yang disuruh Yumichika.

"Garam udah, gula 5 sendok, wortel, apel, seledri, paprrika sudah semua!!" kata Yumichika sambil mencentrang selembar kertas yang seperti nya penuh tulisan.

"Suruh yang lain aja!" kata Ichigo ga mau tau.

"Kenapa pelajarannya jadi begini sih??" heran Hitsugaya.

"Lumayan! Aku juga bosan kalau ga ada praktek!" kata Kenpachi.

"Renji! Semoga aku mirip Demi Lovato ya!?" seru Pocong seperti mengucapkan selamat tinggal.

"Amin!" kata Renji.

"Yaudah! Yumichika tolong bakar dia! Biar Hanatarou dan Kira yang menjemput ya??" seru Kenpachi.

"Sip boss!" kata Kira dan Hanatarou secara bersamaan.

"Ok! Kita tunggu ya!" kata Kenpachi sambil mengelap keringatnya dari dahinya.

"Aduh! Panas! Bisa ga Hyourinmaru atau Shirayuki menjadi pendingin ruangan disini!?" tanya Renji sambil kipas-kipas.

"Ga sudi!!" sahut Hitsugaya dan Rukia secara bersamaan.

"Diluar hujan lagi! Kalau buka jendela sejuk sih, tapi basah semua!" kata Ishida yang kecamatanya sudah mengkilap karena kepanasan(?)

"Sejak kapan hujan!? Tadi pas di gerbang ga hujan!?" tanya Ichigo heran.

"Sejak lima menit tiga puluh detik yang lalu Ichii!" kata Rukia sambil menghela nafas..

"Oooh!" kata Ichigo yang beroh-ria.

"Gini! Sini dong!" kata Kenpachi yang sedang mengajak guru matematika bermuka rubah itu.

"Enak aja! Ada apa?" tanya Gin yang masih senyum dan akan selalu tersenyum.

"Matsumoto nyariin kamu!!" kata Kenpachi sambil tersenyum.

"Wah! Bapak fitnah! Fitnah lebih dosa dari pembunuhan! Wah!" kata Matsumoto yang agak blushing.

"Ya! Fitnah lebih dosa dari ga Fitnah tau!" kata Kenpachi yang bener-bener bosan.

"Yah! Terserahlah!" kata Matsumoto pasrah.

"Ada apa Rangiku!?" tanya Gin.

"Ya ampun! Kan udah dibilang Kenpachi sensei tuh fitnah!" kata Matsumoto yang udahh kaya tomat lagi duduk.

Tiba-tiba Yumichika datang dengan muka sedih..

"Kenapa Yumichika?" tanya Kenpachi heran.

"Hua!! Aku gagal! Pocong nya udah kaya orang negro sekarang!!" kata Yumichika menangis.

"Bagaimna penampilanku? Mirip Demi Lovato kan??" kata pocong yang lagi lompat-lompat.

"Iya! Mirip banget! Kamu mirip banget!" kata semuanya dengan nada yang kurang yakin.

"Oh! Bagus dong!!" kata pocong yang beranjak keluar sambil senyum-senyum.

"Cari mati kalau bilag ga mirip" kata Renji yang hanya geleng-geleng,.

"Iih! Kita susul aja dhe!" kata Ichigo suntuk.

Pada saat sampai tempat tujuan…

"Jiaah! Malah ngerumpi mereka!" kata Renji kaget.

"Oh! Kalian! Kita belajar disini aja!" kata Kira sambil tersenyum.

"Ya ampun! Suster ngesot ga pake mahkota kaktus lagi…" kata Ichigo dengan santai.

"Oh! Iya! Abisnya kata Hanatarou sepertinya lebih bagus Bunga Raflesia Arnoldi buat dijadikan mahkota.." kata Suster ngesot nyengir sendiri.

"Woke!" kata Renji sambil mengacungkan jari jempolnya.

Semuanya langsung sweatdrop menatap Renji.

"Oh ya! Kalau mau belajar disini tolong panggilin kuntilanak dong!" kata Kenpachi yang sepertinya sudah mau bergabung dengan group ngrumpi tadi.

"Baik!" kata Hanatarou yang beranjak pergi.

"Yang disuruh siapa? Yang nurut siapa?" kata Kenpachi sambil menghela nafasnya.

"Eh! Hanata! Bukan kamu tahu yang disuruh!" kata Suster ngesot memperingatkan.

"Oh! Baiklah!" kata Hanatarou yang duduk kembali.

"Bukan! Bukan! Kamu kok yang disuruh!" kata Kenpachi.

"Ih! Kan pak guru mulai bohong!" kata Suster ngesot.

"Huh! Siapa dhe yang jemput kuntilanak!" kata Kenpachi.

To be continued.


Lolly :" Gyaa!! Maaf ya kalau garing!!"

Renji :"Ternyata nasibku tak sesial yang aku duga!"

Please Review ya!!