Let's get him!
By. Hikari 'The Princess Blue'
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Rated : T
Pair : SasuSaku
Genre : Romance
Summary : Aku menyeringai membayangkan apa yang akan ku lakukan selanjutnya. Targetku berikutnya sudah aku tentukan sendiri.
'Sasuke Uchiha, berikutnya adalah kau!'
AU, Sakura POV, Gaje. RnR please.
Chapter 2
Pagi yang suram menyambutku hari ini. Hujan dini hari tadi menyebabkan bau tanah yang basah. Tidak ada sinar mentari cerah yang menyambut pagiku. Hanya sambutan murung dari langit mendung dengan awan hitam berderet yang memayungi sebagian wilayah kota ini. Tak ingin lama-lama kedinginan, aku mempercepat jalanku menuju sekolah. Sepertinya aku akan telat.
Setelah aku sampai di depan kelas, bel masuk berbunyi. Lagi-lagi aku hampir telat. Ku lihat Ino sedang menungguku di depan kelas.
"Ayo ikut!" Ino menarik paksa lenganku.
"Mau kemana?" tanyaku.
"Ke tempat parkir. Kau pasti suka dengan adik kelas yang telah ku carikan,"
"Apa aku belum cerita kalau kemarin aku sudah menemukan targetku sendiri?"
"Kau memang belum cerita. Tapi kau pasti akan suka dengan yang aku carikan," Ino berhenti menyeretku saat kita sampai di dekat area parkir.
"Huh! Tidak ada adik kelas yang lebih menarik dari Sa-" Ino memotong perkataanku.
"Hentikan! Aku tidak mau tahu siapa pun nama anak itu. Sekarang lihat ke sebelah kiri. Dia yang aku carikan untukmu,"
Aku menoleh ke sebelah kiri. Sebuah mobil hitam memasuki gerbang sekolah. Gerbang yang tadinya sudah di tutup oleh seorang satpam kemudian di buka kembali untuk mempersilahkan mobil itu memasuki area parkir. Aneh. Orang di mobil itu kan seharusnya di hukum karena telat! Kenapa dibiarkan begitu saja?
Mobil itu berhenti di area parkir. Seseorang berambut raven keluar dari mobilnya sambil membetulkan letak tas biru selempang di bahunya. Tas itu tampak terisi sedikit sekali buku. Kemejanya berantakan walau pun ini masih pagi. Rambut belakangnya mencuat tinggi menantang gravitasi. Dan satu yang paling membuatku tidak berkedip menatapnya, kacamata kotak yang menghiasi mata indahnya. Dia mengunci mobilnya dan berjalan melewati aku dan Ino tanpa menoleh sedikit pun. Bagaikan tidak melihat tatapan kagumku pada sosoknya, dia melangkah terus tanpa ragu sampai bayangnya menghilang dari area parkir.
"Sasuke…" gumamku pelan saat aku tak melihat sosoknya lagi.
"Eh? Kau mengenalnya, Sakura?" tanya Ino.
"Tentu saja! Kemarin kan sudah ku putuskan untuk memilih dia sebagai targetku. Tak ku sangka kau juga memilihkan dia untukku. Apa ini artinya aku berjodoh dengannya?" aku tersenyum-senyum sambil menatap ke arah tempat Sasuke pergi.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tau seleramu,"
"Haha.. terimakasih. Lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
"Istirahat ini, kita ke perpustakaan!"
"Hee?" aku menatap Ino dengan pandangan bingung. Setahuku Ino bukan orang yang suka ke perpustakaan.
"Ayo ke kelas! Kita sudah sangat terlambat!" ajak Ino.
===000===
"Mencurinya?" kataku dengan sedikit keras.
"Ssstt.. jangan keras-keras. Ini demi keberhasilan kita!" kata Ino.
Sekarang aku, Ino, Hinata, dan Tenten sedang berada di perpustakaan. Kita duduk dengan saling berhadapan. Seperti biasa, Ino selalu duduk di sebelahku.
"Lalu, kenapa aku juga ikut terlibat? Aku kan tidak tertarik dengan adik kelas seperti kalian bertiga," kata Tenten dengan muka sebal.
"Kalau kau mau membantu kami, kami juga akan membantumu mendapatkan Neji-senpai. Bagaimana?" tanya Ino yang membuat muka Tenten sedikit memerah. Tenten diam saja. Dia tidak memprotes rencana Ino lagi.
"Baiklah, itu tandanya kau setuju!" lanjut Ino.
"Tapi, apa kau serius mau mencurinya?" tanyaku.
"Sangat serius! Dan bukan mencuri, kita hanya meminjamnya," jawab Ino dengan sangat yakin.
"A-aku sih setuju saja. Asal tidak ketahuan," kata Hinata.
"Baiklah, kita mulai aksi kita sekarang! Mumpung sekarang perpustakan sedang ramai! Ingat! Sasaran kita buku tebal berwarna merah itu!"
Ino mengajakku bejalan mendekat ke meja petugas perpustakaan. Sementara Hinata dan Tenten memperhatikan orang-orang disekitar aku dan Ino apa mereka melihat aksi kami atau tidak.
Perlahan tapi pasti aku mengambil buku tebal berwarna merah itu saat petugas perpustakaan sedang sibuk mengurus siswa-siswa yang akan mengembalikan buku.
Buru-buru aku pergi dan duduk di sudut ruang perpustakaan. Lalu yang lainnya menyusulku.
"Bagaimana? Berhasil ya?" tanya Tenten.
"Tentu! Ayo kita selesaikan dengan cepat!" kata Ino.
Buku tebal berwarna merah itu berisi data pribadi siswa baru. Itu artinya mudah saja bagiku untuk mendapatkan semua data tentang Sasuke Uchiha.
.
Personal Data
Uchiha Sasuke
Tempat, tanggal lahir : Konoha, 23 Juli 1994
Usia : 16
Golongan darah : AB
Tinggi : 172 cm
Berat : 53,2 kg
Anak ke : 2, dari 2 bersaudara
Nama orang tua : Fugaku Uchiha dan Mikoto Uchiha
Nama saudara kandung : Itachi Uchiha
Alamat : Komplek Uchiha No.45, Konoha
Telp : (0002) 100123
Hp : 085723000723
.
Okeh, cukup data itu saja yang aku catat. Ku lihat Hinata dan Ino juga sudah selesai mencatatnya.
"Kau sudah selesai mencatat data dari Sai?" tanyaku pada Ino.
"Ya. Bagaimana denganmu, Sakura?"
"Sudah. Hinata bagaimana?" tanyaku lagi.
"Sudah juga," jawab Hinata.
"Okeh, segera kita taruh buku ini sebelum ada yang menyadari kalau buku ini hilang," kata Ino.
===000===
Aku memandang langit-langit kamarku dengan pandangan gusar. Berguling kesana kemari di ranjangku. Sesekali ku tendang-tendang selimutku. Haaah.. aku bingung. Ingin mendekati Uchiha Sasuke, harus mulai dari mana? Buru-buru ku ambil handphone-ku. Ku ketik sebuah pesan singkat untuknya. Mudah saja bagiku mengirim pesan padanya, mengingat baru saja aku mendapatkan nomer ponsel beserta data pribadinya dari perpustakaan. Tidak peduli tanggapan dia nantinya bagaimana terhadapku. Yang jelas aku harus berusaha mendekatinya.
.
To. Sasuke_glasses
Hey
.
Dengan wajah gugup aku terus menatap layar ponselku dan berharap Sasuke segera membalas pesanku. Beberapa saat kemudian aku menerima balasan pesan dari Sasuke. Buru-buru aku baca pesan itu.
.
From. Sasuke_glasses
Siapa?
.
To. Sasuke_glasses
Haruno Sakura. XI ipa3.
.
From. Sasuke_glasses
Hn. Ada urusan apa?
.
To. Sasuke_glasses
Lima puluh delapan langkah dari gedung utama, ada matahari terbit. Dibawah keteduhan, sekumpulan awan terlihat marah.
.
Sasuke tidak membalas pesanku lagi. Aku harap dia langsung mengerti maksud kata-kata sederhanaku tadi.
Lima puluh delapan langkah dari gedung utama, ada matahari terbit.
Matahari terbit di sebelah barat, sehingga arti dari kata-kata itu adalah sebelah barat dari gedung utama.
Di bawah keteduhan, adalah di bawah pohon akasia besar yang letaknya beberapa langkah dari sebelah barat gedung utama. Sekumpulan awan terlihat marah, adalah awan merah di langit senja.
Arti dari itu semua adalah aku menunggunya sore ini di bawah pohon akasia yang berada di sebelah barat dari gedung utama.
Semoga besok Sasuke mau datang menemuiku.
===000===
Aku merapikan rambutku yang sedari tadi tertiup angin kesana kemari. Ku rapikan bajuku. Hari ini aku memakai dress biru muda dengan sweeter putih. Sesekali ku lihat jam di tanganku. Jam lima sore. Sudah satu jam aku berdiri disini. Di bawah pohon akasia, menanti Sasuke. Apa Sasuke tahu maksud dari kata-kataku? Emm, satahuku dia sangat pintar. Mudah saja baginya mengetahui kata-kata sederhana seperti itu. Tapi masalahnya, apa dia mau datang? Bukankah ku dengar Sasuke selalu menganggap orang yang mengaguminya adalah seorang pengganggu? Hufth.. sepertinya aku harus cari cara lain. Sasuke terlalu sulit ditebak.
"Haruno Sakura?" ku dengar suara seseorang di depanku.
"Eh?" mataku terbelalak melihat sosok sempurna di depanku. Sungguh aku tak percaya dia datang kemari, Sasuke Uchiha.
Dia memakai celana jeans panjang berwarna hitam lengkap dengan kaos putih berjaket abu-abu. Sepatu kets-nya berwarna putih. Rambut yang tetap memukau dengan gaya pantat ayamnya. Serta kacamata kotak yang selalu dipakainya. Dia berdiri di depanku dengan kedua tangannya masing-masing dimasukan kedalam saku celananya. Matanya lurus menatapku. Seketika tubuhku seperti mati rasa saat ditatap olehya. Akh, Kami-sama, sepertinya aku benar-benar terpesona dengan makhluk di depanku ini.
"Hn. Ada urusan apa denganku?" tanyanya.
"Sakura. Haruno Sakura. Kau?" aku mengulurkan tanganku.
"Cih. Apa kau menyuruhku kemari hanya untuk berkenalan?"
"Setidaknya aku hanya ingin mengenalmu secara langsung, Uchiha-san,"
"Hn. Menggelikan!" Sasuke memutar bola matanya, kemudian menyambut uluran tanganku untuk sekedar berjabat tangan sebagai simbol perkenalan.
"Uchiha Sasuke," lanjutnya.
Aku tersenyum senang. Ku rasakan jantungku berdegup kencang saat Sasuke menyentuh tanganku. Yah, walaupun hanya sebatas perkenalan saja sudah membuatku berdebar-debar.
"Arigatou, Sasuke-san,"
"Hn,"
"Apa kau sedang sibuk?" tanyaku.
"Tidak juga,"
===000===
"Jadi, kenapa kau mau datang menemuiku?" tanyaku pada Sasuke.
Sekarang kami ada di sebuah café. Ku putuskan untuk mengajaknya berbincang sebentar disini. Dia duduk di depanku sambil mengaduk secangkir cappuchino miliknya. Matanya terpaku pada cappuchino yang sedang diaduk olehnya.
"Entahlah," jawab Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ku dengar Sasuke Uchiha menganggap semua fans-nya sebagai pengganggu. Apa kau menganggapku pengganggu juga?" tanyaku lagi.
Pertanyaanku kali ini membuat Sasuke menatapku.
"Apa baru saja kau menyatakan bahwa kau salah satu fans-ku?" tanya Sasuke.
"Yah. Sangat sulit untuk tidak menjadi fans dari Sasuke Uchiha," kataku sambil tertawa kecil.
"Apa aku semenarik itu?" Sasuke mengalihkan pandangannya menuju jendela di sebelah tempat duduk kami.
"Entahlah. Aku hanya merasa kau berbeda," jawabku sambil mengaduk orange jus milikku.
"Cih. Jawaban yang pasaran,"
"Setidaknya aku tidak menggunakan cara yang pasaran untuk mendekatimu. Seperti dengan berteriak histeris di depanmu dan memberimu surat cinta misalnya. Hanya orang bodoh yang melakukannya," kataku sambil meminum minumanku sedikit.
"Well, kau cukup berbeda, Nona Haruno,"
"Ya. Jika kau merasa cukup mengenalku," aku mengedarkan pandanganku ke semua sisi café. cukup ramai.
Sesaat kami berdua tenggelam dalam kebisuan. Terlarut dalam pikiran masing-masing. Entah apa yang Sasuke pikirkan sekarang.
"Hujan," kata Sasuke tiba-tiba.
Aku menoleh ke jendela di sampingku. Iyah, hujan. Sepertinya aku harus pulang naik taksi.
"Kita harus pulang," kata Sasuke sambil beranjak dari kursinya.
"Ya. Hati-hati," kataku.
"Apa kau tuli? Aku baru saja menyebut kata 'Kita',"
"Eh?" aku menatap bingung pada Sasuke.
'Kita'? Apa dia bermaksud mengajakku pulang? Atau dia akan mengantarku?
"Ayo pulang," Sasuke berjalan menuju ke luar café.
Aku beranjak dari kursiku dan berjalan menyusul Sasuke. Ku lihat Sasuke sedang akan masuk ke dalam mobilnya. Aku masih menatap Sasuke dengan pandangan bingung.
"Ku kira kau cukup pintar mencerna kata-kataku," kata Sasuke sambil masuk kedalam mobilnya.
Apa maksud Sasuke adalah mencerna kata 'Kita' di kalimat yang Sasuke katakan beberapa saat tadi. maksudnya adalah kita pulang bersama?
"A-aku hanya sedikit bingung," kataku sambil masuk ke dalam mobil Sasuke.
Aku duduk di sebelah Sasuke yang sedang menyetir. Di dalam perjalanan kami hanya terdiam. Sasuke fokus menyetir. Hujan sudah berhenti dan jalanan licin. Aku sekarang hanya sedang menatap sepatuku. Entah apa yang ku lakukan. Bukan karena sepatuku menarik, hanya saja aku malu jika harus menatap Sasuke. Aku hampir tidak menyangka aku bisa berada sedekat ini dengannya. Ini seperti mimpi.
"Di sini, belok kanan," kataku.
Sasuke hanya terdiam. Aku selalu ingin tahu apa yang sedang dia pikirkan. Rasanya siapapun tidak bisa menebaknya.
"Rumah nomer 32. Iyah, ini," kataku lagi.
Sasuke menghentikan mobilnya dan menatapku.
"Arigatou, Sasuke-san. gomen, hari ini aku menyusahkanmu," aku melepas sabuk pengaman yang ku pakai.
"Hn," jawab Sasuke.
Aku keluar dari mobil Sasuke. Ku lihat Sasuke menurunkan kaca mobilnya.
"Sampai jumpa, Sakura-senpai," sejenak aku terdiam mendengar kata-kata Sasuke.
Sasuke menutup kaca mobilnya dan segera menjalankan mobilnya meninggalkanku.
Mataku membulat. Oh, Kami-sama, apa aku sedang bermimpi? Atau telingaku yang salah dengar?
Dia mengatakan 'Sampai jumpa'! Itu artinya dia masih mau menemuiku lagi! Kyaaaa~ dan tadi dia memanggilku 'Sakura-senpai'.
Oh Sasuke... sepertinya aku benar-benar menyukaimu. Besok di sekolah, apa yang harus aku lakukan jika bertemu denganmu?
===000===
TBC
Gomen chap ini pendek banget. Chap berikutnya saya akan menampilkan Sasuke POV dan sedikit mengungkap alasan mengapa Sasuke datang ke tempat itu. Apa menurut kalian itu ide yang bagus?
.
Bales ripiu dulu
.
Miss Uchiwa SasuSaku
Tsuki.. arigatou udah ripiu.. *hug* ^^
VamPs 9irL
Iyah, Arigatou. . . ^^
Rievectha Herbst
Haha.. ini fic terburuk saya, Rie..
Saya sedang berusaha memperbaikinya. Arigatou..
Grth
Kacamata yang biasa. Yang kotak. Hihihi keren bangetlah. Abang Sasu pake kacamata.
Yupi -AkaiYuki- Kurosaki
Yups. Sasu-cakep disini pake kacamata. Hehe ^^ gomen apdetnya lama.
Kuroneko Hime-un
Iya! Tepat sekali. Saya juga merasa ini fic terburuk saya. Makanya, saya sedang berusaha memperbaikinya. Arigatou.. ^^
4ntk4-ch4n
Gomen apdetnya lama.. gomen yaaa~
Ame chochoSasu
Hiksuh.. bukannya saya gamau apdet pas puasa, waktu itu tugas kuliah saya numpuk banget. Ini baru sempet ngetik lagi. gomen yaa~ *hug*
Cyfz Harunoo
Fidy… *hug* ini ide awalnya di chap 1 emang cerita saya sendiri. Tapi di chap 2, sudah saya rubah beberapa adegan. Hehehe
Lho? Fidy bikin fic apa? Ntar saya baca deh.. ^^
Aya-na rifa'i
Nee….. *hug* gomen yaa, hika apdet lama bgt.. ^^
Yunacha' Zaitte
Waaaaaaaaa~ di fav? *histeris*
arigatou… *hug* salam kenal yaaa… ^^
.
Sorry for typo. Saya tidak terlalu memperhatikan sih.
Okeh.. mind to ripiu?
