Falling In Love
Warning! OngNiel!couple, Seongwoo!seme, Daniel!uke and another couple who i like In here~ hope you like it!
.
.
.
All Cast In this Story Is belong to God
.
Tolong yang nggak suka dengan Couple/Pair yang saya suka/buat, beranjak menjauh karena saya nggak mau mengotori fandom ini dengan flame nggak jelas. Thankseu~ *wink ala Jihoon😁
Chapter 2
Namhyung menunjuk geram pada Seongwoo. "Aku ingatkan, ketua kelas atau apapun itu! Jangan pernah campuri urusanku dengan Daniel."
Setelah mengatakan itu, Namhyung langsung meninggalkan Seongwoo disana. Sepertinya Ini seperti ancaman seorang kekasih yang tak ingin kekasihnya didekati orang lain.
Apa yang dipikirkan Seongwoo itu benar?
Jika itu benar, Seongwoo menaikan sedikit sudut bibirnya.
.
.
.
Pagi-pagi sekali, Daniel sudah berdiri di Atap gedung sekolahnya dengan bertumpu pada pembatas Atap. Dia melepaskan Blazer nya dan berbalik duduk. Memikirkan kejadian kemarin di UKS membuatnya frustasi, apalagi tentang kejujuran Namhyung membuatnya semakin kalut. Jujur Daniel tak masalah dengan perasaan Namhyung, tapi kenapa harus Namhyung?
FLASHBACK
"Dan! Berhenti!"
GREP
Namhyung memegang tangan Daniel yang berhasil ia susul. Dia memegang erat tangan Daniel dan langsung menariknya. Daniel yang tertarik begitu saja pun terpaksa mengikuti kemana Namhyung akan membawanya pergi.
Dan sampailah mereka.
"Kenapa kau membawa ku kesini hah?!"
Daniel akhirnya membuka suara ketika Namhyung membawanya ke Toilet pria. Namhyung melepaskan tautan nya dan menahan Daniel pada dinding toilet dengan memegang kedua lengannya, dan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Daniel. Daniel sebenarnya sudah waspada sejak dibawa kesini oleh Namhyung. Oh ayolah, sebenarnya Daniel bisa saja memukul Namhyung, lihat tubuh bongsornya. Tetapi dirinya tak bisa apa-apa jika sedang terdesak sepeti ini.
"Kau benar, Kau benar Dan. Aku tertarik padamu."
Nafas Daniel tercekat mendengarnya, ia membulatkan matanya. Tak lama kemudian, Namhyung melepaskan Daniel dan berjalan keluar dari Toilet tersebut. Meninggalkan Daniel yang terdiam mencerna kata-katanya tadi.
FLASHBACK END
Daniel menggusakkan tangannya pada wajahnya kasar. Dia bangkit dan memakai blazernya, dia melirik jam tangannya yang menunjukkan jam 9 pagi. Berarti pelajaran sedang berlangsung. Dia sudah biasa membolos seperti ini, dan biasanya pun Namhyung ikut membolos. Tapi sekarang sepertinya tidak lagi mengetahui dirinya sendiri disini.
Sepertinya Sendiri tak mengubah apapun saat Daniel memilih untuk meninggalkan atap sekolah. Dia diam-diam menuju ke Ruangan Dance yang biasa ia datangi selain Atap.
Daniel sesekali kesini untuk menyalurkan hobinya. Dia dulunya ketua klub Dance, tapi sekarang tidak lagi karena posisinya tergeser oleh Yang lain. Miris memang. Tapi hal itu tidak mengganggu apapun untuk Daniel. Lagipula tidak dengan menjadi ketua pun dia masih bisa menari disini.
Daniel memutar musiknya yang dia hubungkan ke Speaker yang sudah disediakan disana. Dia berdiri di hadapan cermin besar dan Dia mulai melakukan beberapa gerakan Dance. Mulai dari Poppin, hingga Break Dance. Oh ayolah, siapa saja yang melihat Daniel yang seperti ini pasti akan teriak. Benar saja, Daniel saat melakukan Break Dance sangat lincah dan keren. Memutar tubuhnya yang berada dilantai dengan cepat dan Dengan posisi kepala di bawah. Itulah mengapa Daniel kerap kali dipanggil dengan sebutan B-Boy.
Daniel masih saja menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik, Tak sadar jika peluh sudah membanjiri tubuhnya. Dan dia sepertinya tak juga sadar jika diambang pintu ada seseorang yang tengah memperhatikannya sedari tadi dengan senyuman tak pupus dari bibirnya.
KLEK
Daniel berhenti dari pergerakannya dan menoleh kearah soundsystem yang berhenti tiba-tiba. Mengerutkan dahinya ketika melihat seorang yang tengah berdiri disana dan yang pasti dia adalah yang mematikan musiknya.
"Seongwoo?" Ujarnya.
Seongwoo tersenyum menampilkan deretan giginya. "Tak disangka skill menarimu masih patut diacungi jempol." Ujar Seongwoo mendekati Daniel.
"Tidak apa-apa jika aku gabung?"
Daniel menatap datar Seongwoo, "Kau tak perlu bertanya padaku, kau juga punya wewenang untuk memasuki ruangan ini sesuka hatimu."
Seongwoo terkekeh, "sepertinya kau masih kesal gara-gara aku menggeser posisimu."
Daniel hanya terdiam dan melirik Seongwoo sekilas lalu dia mengambil blazernya dan tasnya berniat untuk pergi dari sana.
"Besok Club Dance akan mengadakan acara lomba tahunan."
Daniel menghentikan langkahnya mendengar ucapan Seongwoo.
"Dan aku selaku Ketua klub Dance, sudah mengirim surat izin pada OSIS untuk meminta persetujuan dari Ketua OSIS dan guru."
Seongwoo melipatkan tangannya dan bersandar pada dinding.
"Aku akan menjadi sangat terhormat jika kau mau berpartisipasi."
Daniel terdiam sejenak sebelum akhirnya dia tak menghiraukan perkataan Seongwoo.
Seongwoo mendengus pelan,
"Memang sulit sekali menangkap seekor tupai. Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga kan?"
Ong Seongwoo, sepertinya kau mulai merasakan sesuatu pada Daniel.
.
.
.
"Samuel, kau sudah mengirimkan surat untuk OSIS dan guru kan?" Ujar Seongwoo pada Juniornya yang merupakan salah satu anggota Klub Dance.
"Sudah Hyung, dan OSIS juga sepertinya tidak mempermasalahkan itu."
Seongwoo tersenyum dan mengangguk, "Bagus kalau begitu. Nanti sore kumpulkan anggota Klub Dance."
"Ne Hyung."
Seongwoo keluar dari Ruang Dance dan menuju Kelasnya yang sepertinya sebentar lagi akan Masuk. Dalam perjalanan ke kelasnya, dia bertemu dengan Namhyung dan dia memanggilnya. "Namhyung!"
Namhyung yang sama akan kekelas pun menoleh mendengar panggilan Seongwoo. Dahinya berkerut.
"Kau mantan anggota Klub Dance kan?"
Namhyung membalikkan badannya dan menatap Seongwoo tak suka.
"Wae?"
Seongwoo tersenyum dan memberikan pamflet yang berisi tentang Perlombaan yang akan diadakannya. Namhyung masih saja menatap Seongwoo tak suka kemudian menerima pamflet tersebut.
"Aku akan sangat senang jika kau mau berpartisipasi dalam perlombaan ini."
Namhyung membacanya sejenak dan menatap Seongwoo lagi.
"Thanks." Ujar Namhyung singkat sebelum meninggalkan Seongwoo disana dan memasuki kelasnya.
Seongwoo tersenyum dan dia mengikuti Namhyung dari belakang.
.
.
.
04.15 p.m
Seongwoo menatap keseluruh anggota yang telah berkumpul sore ini. Totalnya ada 60 anak yang ada di Club Dance. Dan dari 60 siswa itu merupakan dari tingkat 1-3.
Seongwoo berdiri di depan semuanya dengan senyuman percaya dirinya.
"Ekhem- aku bisa meminta perhatian kalian? ... Ah terimakasih."
Seongwoo mengambil kertas yang berisi Konsep serta nama-nama panitia pelaksana lomba ini.
"Yang pertama, Aku akan mengumumkan siapa yang akan menjadi panitia Lomba disini. Panitia lomba akan diambil dari kelas 3. Yang Kedua, ada 3 juri yang akan menilai perlombaan ini yaitu, Dari kelas 3 Noh Taehyun, Dari kelas 2 Kim Samuel, dan yang terakhir Saya sendiri."
Semua orang yang berada di ruangan Dance tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Ada lagi, Jadi Kelas 1 dan 2 yang tidak menjadi panitia bisa mengikuti perlombaan ini dan Wajib untuk menentukan grupnya. Satu grup maksimal 7 orang. Tidak lebih."
"Dan terakhir, bagi panitia yang bertugas di bagian pendaftaran pasang pamflet disetiap Mading. Atau bisa diberikan langsung pada Siswa. Pendaftaran akan dilakukan disini, dan sudah tertera di pamflet. Lomba ini akan diselenggarakan satu pekan kemudian, jadi kami memberikan waktu bagi peserta lomba untuk mempersiapkan semuanya. Ingat, Lomba ini terbuka dan kelas tingkat 1-3 bisa mengikuti perlombaan ini. Terima Kasih."
Seluruh siswa klub Dance tersenyum dan bertepuk tangan setelah sang ketua Seongwoo mengakhiri perkataanya.
"Baiklah, bagi panitia bagian pendaftaran silahkan lakukan pekerjaan kalian. Panitia seksi perlengkapan dan panggung mohon segera pikirkan apa yang harus kalian persiapkan untuk pembuatan panggung. Dan Untuk juri, Mari kita berkumpul untuk merundingkan apa yang patut kita nilai besok."
Anggota yang merasa dirinya terpanggil akan interupsi dari Seongwoo langsung berdiri dan melakukan pekerjaan mereka. Seongwoo dan kedua temannya yaitu Taehyun dan Juniornya Samuel mulai merundingkan kriteria-kriteria dan poin-poin yang akan mereka nilai. Sementara Anggota yang lain mulai sibuk dengan memilih anggota tim masing-masing.
.
.
.
"Heol Daebak, Hyung. Tim yang ikut dalam perlombaan sangat banyak." Ujar Samuel yang menatap tak percaya tumpukan kertas ditangannya.
Seongwoo melongok pada kertas yang dipegang Samuel, "Berapa totalnya?"
"29 tim."
Seongwoo, Taehyun dan yang lainnya kecuali Samuel terkejut.
"Woah, tahun ini adalah tahun yang memiliki tim terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya." Kata Taehyun yang masih saja dalam keterkejutannya.
Seongwoo mengangguk-anggukkan kepalanya setuju.
"Ah Ya Seongwoo Hyung, aku sudah menerima surat balasan dari Kepala sekolah dan beliau menyetujui nya." Ujar Jihoon dengan memberikan suratnya pada Seongwoo.
"Benarkah? Yaa terimakasih Jihoon-ah." Seongwoo menerima surat tersebut.
"Aku juga menerima persetujuan dari Guru pembimbing Club Dance kita, dan beliau menyetujui nya."
Semua yang berada di ruangan OSIS tersenyum lega dan ada beberapa yang bertepuk tangan.
"Eum, Jihoon-ah. Banyak yang bilang kau itu juga bisa menari." Ujar Taehyun. Samuel pun sepertinya menyetujui apa yang dikatakan Taehyun.
"Benar, Jihoon memang pintar menari. Tapi kenapa kau tidak ikut saja? Ayolah jangan membuang waktu."
Jihoon tertawa pelan dan dia meletakkan sehelai kertas dimeja yang langsung dibaca oleh Samuel. Dan pada saat itu juga Samuel menutup mulutnya yang menganga.
"Omo! Kau juga mendaftarkan diri?"
Jihoon tersenyum lebar sambil melipatkan tangannya kedada dan menyandarkan tubuhnya. Sedangkan semua orang yang berada di ruangan OSIS tersebut juga menganga tak percaya. Seongwoo tertawa pelan melihat rekan Club Dance nya dan Anggota OSIS yang ada disana Terkejut.
"Jadi ada 30 tim?" -Taehyun
"Heol..." -Samuel
"Aku ingin melihat sepeti apa Jihoon sang Ketua OSIS menari diatas panggung. Untuk yang pertama kalinya."
Jihoon tertawa dan memukul pundak wakilnya. Lihat, wakilnya Daehwi pun tak tahu jika Seorang Jihoon bisa menari.
Seongwoo tersenyum kecut, perasaan yang ganjal tiba-tiba muncul saat mengetahui bahwa nama seseorang yang dia pikirkan untuk ikut tak terdaftar disana. Ya, Kang Daniel. Seongwoo tidak menemukan nama Kang Daniel disana alias tidak mendaftarkan diri di perlombaan ini dan itu membuat Seongwoo sedikit kehilangan semangat.
Eh? Tunggu, semangat?
Apa Daniel adalah penyemangatnya?
Seongwoo menggerakkan kepalanya cepat mencoba membuang pikiran tersebut.
"Baiklah, kurasa sudah cukup. Jihoon-ah, terima kasih atas kerjasamanya." Ujar Seongwoo seraya mengulurkan tangannya pada Jihoon.
"Ya, santai saja." Jihoon menerima uluran tangan Seongwoo dan berjabat tangan.
"Kami pergi dulu." Ujar Seongwoo yang diangguki oleh Jihoon.
.
.
.
CKLEK
Daniel menoleh kebelakang mendengar pintu atap terbuka. Dan menampilkan orang yang ia kenal, Namhyung. Dia berbalik dan menatap kedatangan Namhyung, Namhyung tersenyum kecil dan bersandar pada pembatas atap di samping Daniel. Menyalakan pematiknya dan membakar ujung rokok yang ada dimulutnya.
Daniel mencoba biasa saja dan ikut bersandar disana.
Namhyung memberikan pamflet yang diberikan Seongwoo kemarin.
"Kau sudah tau?" Tanya Namhyung.
Daniel menerimanya dan membacanya sebentar. "Ya, aku sudah tahu." Jawabnya.
"Kau berencana untuk ikut?"
Daniel menghela nafas, dan menjawabnya singkat.
"Tidak."
Sisi bibir Namhyung terangkat, ada setitik kelegaan dalam dadanya mengetahui Daniel tidak mengikuti perlombaan itu. Jadi dirinya tak perlu khawatir jika orang itu mencampuri urusan mereka lagi.
Ya, Orang itu.
Namhyung tau, yang mengajaknya ikut dalam perlombaan adalah Seongwoo. Dia pada saat itu menguping pembicaraan Seongwoo dan Daniel diruang Dance. Pada saat itulah Namhyung tahu ada yang aneh dengan tatapan Seongwoo ke Daniel.
"Uhm, ngomong-ngomong lupakan saja yang waktu itu Dan."
Daniel menoleh pada Namhyung yang tengah menatapnya. Sedikit kurang mengerti apa yang dikatakan oleh Namhyung. Tapi melihat gelagat Namhyung sepertinya Daniel mengerti dia sedang membicarakan apa.
"Lupakan malam itu dan lupakan semua yang kukatakan waktu itu di Toilet." Namhyung masih saja menatap lekat Daniel. Dan Daniel masih terjaga dari posisinya. Dan pada saat itulah Namhyung meraih tangan Daniel. Daniel sedikit terkejut sekaligus menegang ketika jemari tangannya dikaitkan dengan jari tangan Namhyung.
"Aku tidak ingin merusak pertemanan kita hanya gara-gara kau mengetahui bahwa aku punya perasaan terhadapmu. Aku ingin kita tetap seperti yang dulu,"
Daniel berkedip dan menelan ludahnya. Daniel kenapa kau jadi gugup eoh?
Daniel melepaskan tautan tangannya dengan Namhyung dan menatap kearah lain dengan mengusap tengkuknya. Heol, apa-apaan ini.
"Sudahlah, ayo masuk kelas."
Namhyung menyeretnya keluar dari sana dan menuju Kelasnya.
(Kirain mau bolos lagi-_- #plak :'v)
.
.
.
Daniel dan Namhyung berjalan beriringan menuju Kelasnya, dan Seongwoo kebetulan juga tengah menuju kesana. Seongwoo yang melihat Daniel dan Namhyung bersama memelankan lajunya dan mengerutkan keningnya, berfikir apa mereka sudah tak ada apa-apa? Sepertinya kemarin mereka bertengkar.
Seongwoo berjalan cepat menuju Daniel dan Namhyung, Seongwoo dengan cekatan menarik tangan Daniel yang berbalik menatapnya bingung. Namhyung yang disampingnya pun ikut terkejut karena perlakuan Seongwoo.
Daniel menatap Seongwoo, "Apaan kau."
Seongwoo menunduk dan melihat tangannya yang memegang erat tangan Daniel. Sedikit bingung dengan sikapnya sendiri yang blak-blakan pada Daniel. Ong Seongwoo apa yang kau lakukan?
Seongwoo dengan kaku melepaskan tangan Daniel, "Maaf maaf."
Sedangkan Namhyung yang disamping Daniel menatap Seongwoo tak suka.
"Aku cuma mau menanyakan, kau tidak ikut perlombaan Dance?"
Baru saja Daniel akan menjawab, tapi Namhyung sudah keburu menjawabnya.
"Tidak. Apa sih urusan mu? Dia tidak mau ikut, dan dia tidak akan ikut."
Daniel menatap Namhyung tak percaya. Kenapa Namhyung tiba-tiba bersikap seperti ini?
Seongwoo tersenyum pada Namhyung, "Aku tidak bertanya padamu Namhyung, aku menanyakannya kepada Daniel."
"Sama saja, ah sudahlah. Dan, ayo masuk."
Namhyung menyeret Daniel ke dalam kelas meninggalkan Seongwoo. Dan sama seperti ekspresi Namhyung padanya, Seongwoo menatap tak suka pada Namhyung. Entah kenapa perlakuan Namhyung pada Daniel sedikit berbeda, dan itu membuat Seongwoo kesal.
.
.
.
00.30 a.m
DRRRTTT
DRRRTTT
DRRRTTT
Daniel tersentak kaget mendengar handphonenya berdering kuat diatas kepalanya. Dia mengangkat kepalanya dan tangannya mencoba meraih handphonenya. Dia mencoba membuka mata sipitnya untuk melihat siapa yang menelepon nya tengah malam begini. Dan alisnya menaut ketika nomor tak dikenal masuk dalam handphonenya.
Gila, tengah malam seperti ini siapa yang menelepon. Pikirnya.
KLEK
"Yeoboseyo?" Jawab Daniel dengan suara seraknya.
Bukannya menjawab, malah orang yang menelponnya hanya diam. Daniel memeriksa handphonenya apakah sambungannya terputus, tapi tidak.
"Yeoboseyo?"
Masih tetap sama, tak ada jawaban.
"Hallo?" Ucapnya sekali lagi. Dan jika kali ini tidak menjawab, ia bersumpah akan mematikan sambu-
"Hallo."
Daniel mengurungkan niatnya dan menautkan alisnya mencoba mengenali suara itu.
"Siapa?" Ujar Daniel dengan nada sedikit ketus. Orang yang yang ada didalam telpon terkekeh mendengar nada ketus Daniel yang membuat Daniel mengerutkan dahinya.
"Haha, Aku Seongwoo."
Mata Daniel hampir keluar dari tempatnya saat mendengar pengakuan seseorang dari teleponnya. Apa? Seongwoo?
Dia bangkit dan duduk.
"Gila kau! Ada apa menelpon ku tengah malam begini!"
"Ya Ya... Kau lucu ya jika sedang kesal."
Daniel meringis dan menjauhkan handphonenya dan menatap nya jijik.
"Katanya kau tidak ikut lomba Dance, baiklah aku bisa memaklumi. Tapi setidaknya kau datang kesana." Ujar Seongwoo.
Daniel melongo bingung. "Hey, kau kenapa antusias sekali mengajaku untuk ikut ha?"
"Tidak ada, hanya saja aku suka-"
Tunggu, suka apa? Apa Daniel tak salah dengar?
"Maksudmu-
"Ah! maksudku itu aku suka, emm... aku suka tarianmu. Iya iya, Kau itu berbakat. Dan mungkin saja kau itu bisa jadi pemenang." Jelas sekali jika Seongwoo mengatakannya dengan gugup.
Ingin sekali Daniel melempar handphonenya. Orang yang berbicara didalam telponnya hanya ingin mengatakan ini? What the fuck man! Ini buang-buang waktu! Dan Daniel sudah membuang 7 menitnya hanya untuk meladeni orang yang sok kenal dengannya.
"Dasar aneh!"
KLEK
Daniel memutuskan sambungannya.
.
.
.
"Dasar aneh!"
KLEK
Daniel memutuskan sambungannya.
Seongwoo yang mendengar nada sambungan terputus pun mengatupkan matanya erat. Dia menepuk dahinya sendiri merutuki apa yang dia lakukan tadi. Perkataannya tadi yang asal ceplos mungkin membuat Daniel ifeel terhadapnya.
"Ahh yaampun."
.
.
TBC
.
Annyeonghaseyo ^°^
Pertama-tama, Author mau minta maaf karena updatenya yang super duper lelet. Heuh, karena ini rated M dan berhubung ini dibuatnya pada saat Ramadhan, jadi Author mau kurangain adengan ++ nya :'v tapi enaena masih ada kok tenang aja, tapi Author saranin bacanya abis buka yaaa hm :D dan Author juga jarang buat ff siang2 karna Author kan lagi puasa, nanti pikirannya nyrempet2 ke yg nggak-nggak gimana? Batal dong :'v
Kedua, aakkkhhh makasihhh buanyakkk yang udah mau REVIEW huhu~ ternyata banyak yang suka OngNiel :D
Dan makasih juga uang udah ngasih koreksi buat Author maniz ini kkk~ *colekHeterochromer °^° makasih mastahh~ *sungkem
Ini masih permulaan Daniel Ama Seongwoo ne, nanti di chap-chap berikutnya OngNiel bakal banyak scene kok :D
ah iya, Cast makin bertambah, dan semoga dengan bertambahnya cast makin rame dan nggak ngebosenin '-' Semoga juga ceritanya ngefeel huhu~
Thank ya'll !
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA^^
See You In the Next chappie!
And
MIND TO REVIEW?
