"Jadi... apakah tendangannya sekuat tendangan gadis barbar yang ada di sebelahku ini?" tanya Sougo melihat ke arah kamera sembari menunjuk Kagura yang ada di sebelahnya.

Juru kamera menggeleng pelan.

"Tidak pernah merasakan tendangan dari Kagura-chan."

"Mau mencoba?" Sougo mulai memasang tampang sadis.

"Tidak."

"Kalau tidak mau kau kami anggap tidak ada lagi."

"Lebih baik begitu."

**** PLEASE WAIT.


.

..

...

"And, action."

Balik ke topik awal.

"Umurmu 15 tahun tapi rumah sendiri tidak tahu?"

"Rumahku bukan di Edo."

"Lalu?"

"Aku tidak tahu."

Sougo dan Kagura saling pandang.

"Aku tidak peduli dimana rumahnya yang penting aku akan membawa Sakura ke Yorozuya."

"Tunggu."

Sougo memegang bahu Kagura, menahannya mengambil langkah.

"Apa?"

"Kau tidak takut?"

"Takut apa?"

"Kalau anak ini datang ke Yorozuya lalu diserang oleh Danna atau si kacamata?"

"Aku sudah beratus-ratus tahun disana dan tidak pernah terjadi apapun padaku," kata Kagura dengan nada lebay.

"Maksudku, lihat perbedaan kalian."

Sougo menunjuk ke arah yang di atas perut dan di bawah leher Sakura.

Hening.

Kagura yang langsung mengerti maksud Sougo, ya, milik Sakura terlihat lebih berisi daripada miliknya, kontan melempar kedua sendalnya. Beruntung, Sougo kali ini bisa menghindar.

"Ayo, Sakura. Tinggalkan laki-laki yang sudah menyakiti hati seorang gadis ini," kata Kagura sambil menarik tangan Sakura, yang jarang akan dialog.

Sougo tetap mengikutinya dari belakang. Tapi Kagura tetap melongos tak peduli.


Wednesday, 01:23 PM


Gintoki dan Shinpachi memandang bingung kepada 2 orang yang dibawa Kagura siang itu.

Gintoki kemudian bertanya, "jadi, Kagura-chan, apakah pangeran sadis ini bernama Sadaharu #10454 dan yang perempuan ini berama Sadaharu #255435?"

Kagura memukul meja hingga retak, "Sadaharu #27 tidak akan pernah lagi tergantikan, Gin-seng. Lagipula, aku tidak mau kalau orang sadis itu jadi Sadaharu!" sambil kemudian menunjuk ke arah Sougo.

Sementara itu Sadaharu #27 tengah menguap tak peduli.

"Aku juga tidak mau jadi salah satu koleksi Sadaharu-mu," cowok yang berambut warna coklat pasir itu berbicara sambil mengangkat salah satu tangannya.

Memecahkan suasana OOT #1, Sakura kemudian berjalan mendekati Gintoki dan Shinpachi.

"Perkenalkan. Namaku Sakura," katanya memperkenalkan diri sambil membungkukan dirinya.

"Sakura-chan, ada yang bisa kami bantu?" tanya Shinpachi ramah.

Gintoki dan Kagura meledek keramahan Shinpachi, yang membuat sang kacamata itu langsung mengelak sebal.

Sakura kembali memecahkan suasana OOT #2

"Sebenarnya... keluargaku terlibat hutang, kemudian para amanto mengejar ayah dan ibuku dan kemudian membunuh mereka. Sebelum mereka berniat membunuhku, aku segera kabur hingga kesini, kemudian bertemu beberapa laki-laki TUA dan bertampang HENTAI. Lalu Kagura-chan-lah yang menyelamatkanku,"

Sambil curhat Sakura kemudian memutar lagu sedih dari iPod-nya.

"Kagura-chan kemudian bilang kalau orang-orang dari Yorozuya mungkin bisa membantuku lari dari para amanto."

"Begitu," kata Gintoki sambil memegang dagu sembari menggoyangkan kepalanya ke depan-ke belakang. Ia kemudian bertanya, "lalu, kenapa pangeran dari planet sadis ini juga ada?" kemudian menunjuk ke arah Sougo.

"Dia yang mengikutiku," Kagura dengan wajah sebal.

"Sebagai polisi aku harus yakin kalau warga Edo selamat," Sougo dengan wajah standar.

"Mungkin maksudmu harus yakin kalau KAGURA selamat," Gintoki dengan nada usil, disertai dengan ujung pedang Sougo yang dengan cepat sudah ada di depan lehernya.

"Tidak Danna," Sougo tersenyum ala pangeran sadis, otomatis membuat pria berambut keriting itu tak berdaya melakukan apapun selain memasang wajah pasrah.

"Tidak salah," ia kemudian melanjutkan dengan volume yang paliiing minimal, yang tidak terdengar oleh orang lain selain dirinya dan tidak akan pernah diakuinya meski harus melepas jabatan sebagai pangeran sadis.

Kali ini Kagura yang menghentikan suasana yang semakin OOT antara duo sadis tersebut, dengan memasang wajah serius.

"Gin-chan, Shinpachi, mumpung belum terlalu OOT #3 aku mau fanfict ini serius dulu. Aku tidak memaksa kalian untuk menolong Sakura. Tapi biarkan aku yang menolong Sakura."

Gadis itu kemudian membungkukan badannya. Sakura ikut melakukan hal yang sama.

Gintoki dan Shinpachi saling pandang. Sougo tidak ada teman untuk diajak saling pandang akhirnya hanya memandang aksi Kagura dan Sakura.

Gintoki menghela nafas, "hah. Tidak ada yang bilang kalau kita tidak mau membantumu, kok."

Shinpachi ikut mengangguk, dengan senyum di wajahnya.

"Biasanya aku minta DP. Tapi karena ini klien yang khusus dibawa oleh Kagura, kuberi kau pengecualian."

Kagura dan Sakura memasang wajah gembira. Sougo tetap datar (?).

"Makasih, Gin-chan! Shinpachi!"

"Tapi, Kagura. Gajimu dipotong, ya," pemilik julukan Shiroyasha itu memasang wajah paling kobe sedunia.

"Ah gaji di Yorozuya itu sejak awal eksistensinya tidak ada," Kagura memasang wajah sebal sambil menarik tangan Sakura keluar rumah, diikuti oleh Sougo.


To Be Continued


Pendek-pendek ya XD biarin ah biar banyak hahaha.

OOT = Out of Topic, keluar dari topik utama. Ya gitu lah

Kobe = Kontrol Beungeut = Kontrol Muka = Mukanya sok-sok an dibagusin padahal sebenernya engga yah sekitar itulah.