HaeHyuk
"Baiklah, namaku Lee Donghae." kata namja tampan itu sambil mengulurkan tangannya.
"Lee Hyukjae, panggil saja Eunhyuk." jawab Eunhyuk sambil menjabat tangan Donghae yang terulur.
Eunhyuk bersyukur dia dapat mengendalikan kegugupan nya di hadapan sang namja tampan. Oh, ayolah... terlihat konyol di depan namja yang kau sukai adalah hal yang sangat memalukan.
Dari arah belakang Eunhyuk, Donghae melihat eomma Eunhyuk, Leeteuk, sedang berjalan ke arah mereka dengan seorang wanita.
"Wah, nenek sihir datang. Well Eunhyuk-ah, sampai nanti..." kata Donghae sambil mengedipkan sebelah mata nya dan melambaikan tangan, lalu pergi dengan tergesa memasuki Sapphire Blue Hall.
Eunhyuk hanya bisa membalas lambaian Donghae dengan wajah memerah karena wink Donghae.
"Hyukkie..." panggil Leeteuk yang ternyata sudah berada di belakang Eunhyuk.
"N-ne eomma..." Eunhyuk pun segera berbalik dan menemukan eomma nya sedang berdiri dengan seorang wanita.
Wanita itu sepertinya berusia sama dengan eomma nya, dengan rambut pirang yang di tata dengan rumit. Dari sikap anggunnya dan jas berwarna biru cerah khas Sappire Blue Hall, dapat dipastikan bahwa dia adalah sang kepala sekolah, Kim Heechul seongsanim.
"Kim seongsanim, ini anak saya, Lee Hyukjae." kata Leeteuk memperkenalkan Eunhyuk kepada sang kepala sekolah.
"Hyukjae?"
"Eunhyuk, panggil aku Eunhyuk, seongsanim." ujar Eunhyuk yang memang kurang terbiasa dengan nama aslinya.
Leeteuk hanya bisa menatap Eunhyuk dengan tajam untuk memperingatkan Eunhyuk agar bersikap sopan. Namun sepertinya sang kepala sekolah tidak mempermasalahkannya.
"Baiklah, Eunhyuk. Nah, kalian bukan berasal dari daerah sini, betul?" tanya Heechul, sang kepala sekolah, sambil kami berjalan ke arah Sapphire Blue Hall.
"Bukan." jawab Leeteuk.
"Appa ku berasal dari Seoul, namun eomma ku berasal dari Jepang. Sebelum nya kami tinggal di Jepang, namun sekarang kami memutuskan untuk tinggal di Seoul. Yah, seperti yang anda tahu, Eunhyuk lah alasannya." jelas Leeteuk panjang lebar.
Eunhyuk hanya memutar bola matanya malas. Toh, dia tidak meminta eomma nya untuk pindah kesini. Hanya karena "niat baik"nya yang tidak berjalan mulus, sang eomma, tentu dengan persetujuan appa nya, langsung memutuskan untuk memasukkan nya ke sini.
"Begitu." kata Heechul.
"Dan apa pekerjaan anda, Jungsoo-ssi?"
"Aku seorang guru sejarah di sebuah sekolah menengah." jawab Leeteuk.
Eunhyuk berjalan di belakang mereka sambil meniti anak tangga depan dan memasuki Sapphire Blue Hall.
Eunhyuk bersyukur karena hawa di dalamnya sejuk, artinya mereka sudah jelas punya semacam mantra penyejuk ruangan yang sedang dinyalakan. Ruangan depan itu baunya seperti rumah tua pada umumnya.
Sesampainya di tengah ruangan depan itu, Heechul berbalik dan menatap Eunhyuk.
"Well, Eunhyuk-ssi, selamat datang di Sapphire Blue Hall."
"Siswa-siswi di sini berusia antara dua belas sampai tujuh belas tahun. Begitu ada pelajar yang di hukum ke Sapphire Blue Hall, dia tidak akan diluluskan sampai ulang tahunnya yang ke delapan belas." jelas Heechul panjang lebar.
"Jadi, aku akan di kurung di sini selama dua tahun? Great!" gumam Eunhyuk.
"Seperti apakah kelas-kelas disini?" tanya Leeteuk mengalihkan pembicaraan, tidak lupa dia memberi tatapan tajam kepada Eunhyuk.
"Sekolah berasrama primer untuk penyihir, peri, dan shpeshifter, sesuai dengan urutannya. Kelas-kelasnya dibuat baik berdasarkan usia pelajar maupun kesulitan tertentu yang dimiliki oleh pelajar yang bersangkutan dalam berbaur dalam dunia manusia."
Kemudian dia menatap ke arah Eunhyuk.
"Kurikulumnya bisa menantang, tetapi aku tidak meragukan bahwa Eunhyuk akan dapat mengikuti pelajaran disini dengan baik."
Tidak pernah rasanya Eunhyuk mendengar sebuah dorongan yang terdengar seperti ancaman.
"Asrama perempuan terletak di lantai tiga," kata Heechul, sambil melambaikan tangan ke arah tangga.
"Laki-laki di lantai dua. Kelas-kelas diselenggarakan disini, di lantai satu dan di bangunan-bangunan luar di sekeliling bangunan ini." lanjut Heechul sambil menunjuk ke arah kiri dan kanan tangga tempat lorong sempit dan panjang.
Dengan menunjuk-nunjuk dan jas biru cerah nya itu, Heechul mengingatkan Eunhyuk kepada seorang pramugari. Eunhyuk menyangka dia akan mendengar Heechul mengatakan bahwa dalam keadaan darurat, blazer Sapphire Blue baru nya dapat digunakan sebagai alat pelampung.
"Lalu, apakah para pelajarnya dipisahkan oleh...ehm..." Leeteuk tampak ragu meneruskan kalimatnya.
Heechul tersenyum maklum. Dia tahu apa yang dimksudkan oleh Leeteuk.
"Dengan kemampuan mereka? Tidak, tentu saja tidak. Salah satu alasan utama didirikannya Sapphire Blue Hall adalah agar para muridnya dapat belajar hidup berdampingan dengan ras Prodigium lainnya."
Heechul kemudian berjalan menuju serambi. Leeteuk dan Eunhyuk mengekori di belakangnya. Dari serambi itu, Eunhyuk dapat melihat halaman luas, tempat anak-anak berkumpul di bangku-bangku di bawah pohon. Eunhyuk tidak bisa membedakan ras mereka. Mereka semua terlihat sama, kecuali para peri yang terlihat mencolok dengan sayap di punggungnya.
Tiba-tiba Eunhyuk merasakan sesuatu yang dingin mengusap lengan nya. Eunhyuk pun terlonjak mundur, kaget, sementara sesosok perempuan berpakaian biru melayang melewatinya.
"Ah, dia Kim Sohyun, salah satu makhluk halus penghuni disini." jelas Heechul dengan senyum kecil.
"Seperti yang aku yakin kalian pernah dengar, Sapphire Blue Hall adalah rumah bagi sejumlah makhluk halus, semuanya hantu Prodigium. Mereka tidak berbahaya, meskipun mereka mungkin bisa membuatmu sesekali ketakutan, tapi hanya itulah yang bisa mereka lakukan, karena mereka benar-benar tidak bisa disentuh." sambung Heechul.
"Tinggal bersama hantu? Bagus." ucap Eunhyuk sarkastik.
Saat menoleh ke arah tangga, Eunhyuk melihat seorang namja sedang berdiri di kaki tangga. Namja itu sedikit lebih tinggi dari Eunhyuk, berambut ikal, berkulit pucat, dan berwajah tampan dan imut sekaligus.
"Kyuhyun-ssi, kemarilah!" kata Heechul.
Pemuda itu pun beranjak mendekati Heechul dengan senyum yang terlihat dipaksakan.
"Ini Cho Kyuhyun. Kau akan sekamar denganya semester ini. Kyuhyun-ssi, dia Lee Hyukjae."
"Eunhyuk saja." koreksi Eunhyuk, membuat namja itu pun mengangguk.
"Annyeong Eunhyuk-ssi, aku Kyuhyun." kata namja pucat itu sambil mengulurkan tangannya.
"Annyeong. Cukup Eunhyuk saja, kukira kita akan menjadi teman."
"Baiklah Eunhyuk-ah."
"Nah, itu lebih baik."
Di sebelah Eunhyuk, Leeteuk terlihat senang karena anaknya telah memiliki teman, dan dia pun menjabat tangan Kyuhyun.
"Senang bertemu denganmu. Apakah kau, ehm, apakah kau juga seorang penyihir seperti Hyukkie?"
"Eomma." bisik Eunhyuk, tapi Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
"Bukan ahjumma, aku seorang vampir." kata Kyuhyun.
Eunhyuk bisa merasakan bahwa Leeteuk menegang disebelahnya, begitu pula dengan Eunhyuk. Walaupun Eunhyuk malu kepada teman barunya, Kyuhyun, tapi Eunhyuk juga merasakan ketakutan Leeteuk. Penyihir, shapeshifter, dan peri adalah satu hal, namun vampir itu monster.
"Oh, ba-baiklah." kata Leeteuk sambil berusaha memulihkan diri dari keterkejutannya.
"Aku tidak menyangka bahwa vampir juga bersekolah disini." ujar Leeteuk lagi.
"Itu program baru kami disini." kata Heechul sambil mengelus rambut Kyuhyun.
"Setiap tahun, kami memerima vampir muda dan menawarkan kesempatan untuk belajar hidup berdampingan dengan Prodigium lainnya, dan kami berharap dapat menolong makhluk-makhluk malang ini." jelas Heechul.
Eunhyuk melirik Kyuhyun. Makhluk malang? Eunhyuk merasa dirinya lah yang pantas mendapat sebutan makhluk malang, karena dia akan sekamar dengan makhluk yang kapan saja bisa menghisap darahnya saat dia tertidur.
"Dan Kyuhyun ini adalah satu-satu nya vampir yang ada disekolah ini." lanjut Heechul.
"Kyuhyun-ssi, silahkan ajak teman barumu ke kamar kalian."
"Ayo Eunhyuk-ah!" kata Kyuhyun sambil mengambil alih koper Eunhyuk dari Leeteuk.
"Ikutlah dengannya. Eomma harus mendiskusikan beberapa hal dengan Kim seongsanim. Setelah itu eomma akan naik ke kamarmu untuk berpamitan, ya?" ujar Leeteuk sambil menatap cemas ke arah punggung Kyuhyun yang berjalan menjauh sambil membawa koper Eunhyuk.
Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia memberanikan diri menyusul Kyuhyun yang sudah lumayan jauh dengan berlari kecil.
"Kau sebenarnya tidak perlu membantu..." kata Eunhyuk setelah dia berada sejajar dengan Kyuhyun.
"Bukan masalah. Bonus dari menjadi makhluk penghisap darah adalah tubuh bagian atas jadi kuat."
Eunhyuk tidak yakin harus berekspresi seperti apa. Keduanya hanya terdiam, sampai langkah mereka berhenti di depan sebuah pintu yang bertuliskan "WATCH OUT! VAMPIRE AREA!"
"Maaf, nanti akan ku lepaskan. Tadinya ku kira, aku tidak akan pernah mendapat teman sekamar lagi. Well yeah, ternyata dugaanku salah." kata Kyuhyun.
Lagi? Eunhyuk langsung berpikir bahwa teman sekamar Kyuhyun yang lama, mati dengan tragis karena kehabisan darah saat tidur siang, atau semacamnya.
Kyuhyun yang melihat wajah ketakutan Eunhyuk langsung manjelaskan.
"Bukan. Tidak seperti yang kau pikirkan. Tadinya teman sekamarku seorang shapeshifter. Namun setelah beberapa lama status kami berubah menjadi sepasang kekasih. Namun sejak itu aku tidak bisa mengikuti pelajaran lagi."
"Kenapa?" tanya Eunhyuk penasaran.
"Dia memiliki nafsu yang besar dan sangat buas diranjang. Tiap malam aku dihabisinya, sampai akhirnya Kim seongsanim mengambil tindakan dengan memisahkan kamar kami." jelas Kyuhyun dengan santai sambil membuka pintu kamarnya.
"Ayo masuk!"
Eunhyuk hanya bisa memerah mendengar penjelasan Kyuhyun, namun dia cukup penasaran.
"Kekasihmu itu, dia apa?"
"Shapeahifter, serigala."
"Lalu apa sekarang kalian masih bersama?"
"Tentu saja. Kami saling mencintai."
"Lalu, yah kau tadi bilang kalau nafsunya besar, bagaimana kalian... Maksudku..." Eunhyuk tidak bisa meneruskan kalimatnya dan wajahnya sudah sangat memerah.
Kyuhyun pun tersenyum maklum.
"Kami masih bisa bertemu kapan pun, tapi aku membatasi nya untuk hal yang satu itu. Satu minggu sekali." jelas Kyuhyun lagi.
Eunhyuk yakin wajahnya pasti sangat memerah saat ini. Di usia yang sama-sama enam belas tahun, namun pengalaman hidup mereka sungguh berbeda. Eunhyuk merasa malu, jangan kan kekasih, bahkan berteman pun sulit untuk nya karena dia dikenal sebagai si pembuat onar. Sedangkan Kyuhyun, dia bahkan sudah sering bercinta.
"Eunhyuk-ah, kamar ini hanya ada satu ranjang besar. Kau tak apa?" tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Eunhyuk.
"Oh, tidak apa-apa."
"Bagus. Silahkan beristirahat, jangan sungkan, ini juga kamarmu." kata Kyuhyun sambil merebahkan badannya di ranjang.
"Tapi aku ingin membersihkan tubuh dan berganti pakaian dulu, sangat tidak nyaman beristirahat dengan tubuh berkeringat."
"Terserah, kamar mandinya berada di sebelah kananmu."
Eunhyuk pun mengambil handuk dari kopernya dan memasuki kamar mandi.
Setelah cukup lama berendam dan membersihkan diri, Eunhyuk pun keluar kamar mandi dan dia memekik kecil melihat pemandangan di atas ranjang. Kyuhyun sedang ditindih oleh seorang namja, dan mereka sibuk saling melumat. Mendengar pekikan Eunhyuk, Kyuhyun pun mendorong pelan dada namja yang menindihnya itu sehingga dengan tidak rela namja itupun berdiri dari tubuh Kyuhyun. Setelah namja itu bangkit, dia menatap tidak suka ke arah Eunhyuk karena telah mengganggu kegiatannya.
Eunhyuk dapat dengan jelas melihat bahwa kekasih Kyuhyu sangat tampan. Teman barunya itu sangat pandai memilih kekasih. Namja itu memiliki tinggi yang sama dengan Kyuhyun, tubuhnya kekar dan Eunhyuk cukup yakin dia memiliki abs di perutnya, rambutnya sehitam arang dan wajah tampannya terlihat dingin. Jadi ini dia si serigala kekasih Kyuhyun.
Kyuhyun pun bangun dan menggandeng kekasihnya menuju Eunhyuk.
"Bummie, kenalkan, ini Eunhyuk, dia teman sekamarku mulai hari ini. Eunhyuk-ah, dia Kibum, kekasihku." kata Kyuhyun.
Kibum menadang Eunyuk dengan lekaT namun kemudian dia hanya mengaggukan kepalanya sedikit, lalu dia beralih menoleh kepada Kyuhyun yang masih menggandeng lengannya.
"Nanti malam, tempatku." Kibum berucap singkat, dan Kyuhyun yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya.
Cupp.
Setelah memberi kecupan singkat di bibir Kyuhyun, Kibum pun keluar kamar. Eunhyuk hanya bisa memerah melihat adegan mesra tepat dihadapannya itu.
"Nanti malam?" tanya Eunhyuk.
"Yup, ini sudah seminggu, dan dia menagih jatahnya." ujar Kyuhyun dengan santainya.
Eunhyuk yakin wajahnya tidak bisa lebih merah dari ini. Kyuhyun maklum dan hanya terkekeh pelan.
"Well, Eunhyuk ah, maaf untuk yang tadi. Sebetulnya aku sudah bilang padanya akan menemuinya nanti malam, namun sepertinya dia sengaja kesini karena ingin melihatmu langsung. Dan melihat reaksi Kibum tadi, kurasa dia tidak masalah aku tidur seranjang denganmu."
"Kenapa begitu?" tanya Eunyuk bingung.
"Kerena kau sama dengan ku, seorang uke." jawab Kyuhyun santai sambil kembali berbaring di ranjang dan memejamkan mata.
"Yak! Kau ini..."
Kyuhyum hanya bisa terkekeh.
Well, Eunhyuk pun ikut terkekeh, sepertinya sekamar dengan vampir tidak buruk. Dia merasa cocok berteman dengan Kyuhyun.
Eunhyuk pun menyusul Kyuhyun menaiki ranjang, namun dia tidak ingin tidur. Masih banyak yang ingin dia tanyakan mengenai tempat ini.
"Hei, Kyuhyun-ah... Ini masih sore dan kau mau tidur? Ayolah temani aku ngobrol..." kata Eunhyuk sambil mengguncang pelan tubuh Kyuhyun.
"Aku ini vampir, kalau kau lupa. Aku tidur di siang hari dan beraktivitas di malam hari." kata Kyuhyun sambil menatap Eunhyuk.
Eunhyuk pun hanya bisa mempoutkan bibirnya dengan imut. Melihat itu, Kyuhyun tertawa pelan.
"Yak! Kenapa malah tertawa?"
"Hahaha... Pantas saja Kibum dengan mudah mengizinkanku untuk tidur seranjang denganmu, kau sama sekali bukan saingannya. Meskipun kelak aku tergoda olehmu, akan ku pastikan kalau aku yang menjadi semenya." ujar Kyuhyun dan kembali tertawa.
Eunhyuk semakin merengut mendengar perkataan Kyuhyun. Kyuhyun pun merasa kasihan pada teman barunya itu, dan dia pun menghentikan tawanya.
"Baiklah..baiklah... Kau ingin mengobrol tentang apa?"
Eunhyuk menjadi kembali bersemangat mendengar pertanyaan Kyuhyun.
"Nah, Kyuhyun-ah, kau kan sudah lama berada disini, beritahu aku apa saja yang harus aku hindari disini. Setidaknya aku tidak ingin membuat masalah di hari pertamaku bersekolah besok."
"Sebetulnya banyak hal yang bisa membuatmu terkena masalah sekalipun kau telah berhati-hati. Namun hal yang wajib kau jauhi ada dua."
"Apa itu?" tanya Eunhyuk penasaran.
"Kim Heechul dan Lee Donghae."
Deg.
Lee Donghae?
T.B.C
Ada apa dengan Lee Donghae? Kkk
Balasan review:
Jiae-haehyuk : ini udah lanjut ^^
Phocut : ini udah lanjuttt, iya akun IG ku loeloe07
Juma Park : gomawo Bellen...
7D : thanks ^^
r .1 : segini udah panjang kan? Kkk... ^^
jewELF : abang ikan memang mempesona sih, kkk...
EunhyukJinyoung02 : ini udah lanjut, gomawo... ^^
Lee Haerieun : ini udah lanjut, semoga suka ya... ^^
Arum Junnie : inu udah lanjut...
eunhaejunior55 : ini udah lanjut beb, enceh mah masih jauh kayaknya, kkk
LeeDHKyu : ini udah lanjut, semoga suka ^^
Isroie106 : ini udah panjang kan? Kkk...
makasih buat yang udah nge-fav, nge-follow, nge-review, atau bahkan yang cuma baca doang...
jangan lupa reviewnya lagi ya...
gomawo~
