[CHAP 2]


ENJOY STORY!

[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]

LullabyDik

Presents

.

.

"Hyung pulang!"

"Aishhh...haruskah kau teriak tiang?" Kyuhyun menggosok-gosok telinganya dan berjalan melewati Changmin menuju ruang tv. "Siapa suruh kau ikut ke rumahku. Ini kan sudah malam, Kyu. Apa tidak cukup seharian kita bertemu? Ah, atau jangan-jangan kau tidak ingin berpisah dengan k..."

BUGH

Remot tv berhasil menabrak wajah bodoh Changmin XD. Siapa lagi pelakunya jika bukan Kyuhyun yang sudah duduk anteng disofa. Changmin mendengus, "Lalu kau mau apa ke rumahku?"

"Aku ingin..." ragu sejenak. "Aku hanya ingin ke rumahmu. Apa tidak bisa heh?!" ngotot Kyuhyun. Tangannya sudah terlipat diatas dada.

"Tch. Terserahmu sajalah. Aku ke kamar Kibum sebentar, mungkin bocah es itu belum makan."

"Yak! Yak! Tunggu!" merasa mendapat ide brilian, Kyuhyun bangkit dan menahan tangan Changmin. Menatap sahabatnya itu sungguh-sungguh dengan mata membulat sempurna –yang menggemaskan. "Biar aku. Biar aku yang memanggil Kibum. Ok. Ok." Tanpa menunggu jawaban Changmin dengan segera Kyuhyun sedikit berlari menaiki tangga.

Tidak melihat wajah memerah Changmin akibat ekspresinya itu. "Tch, anak itu."

[~KID!DIK~]

Pertama, Kyuhyun menetralisir detak jantungnya dengan menarik dan membuang nafas secara berkala. Kedua, jari-jari panjang Kyuhyun sudah berada dikenop pintu. Ketiga, perlahan sekali kenop pintu itu diputar hingga. CKLEK. Terdengar bunyi pintu terbuka.

Keempat, Kyuhyun menyembulkan kepala terlebih dahulu ke dalam dan menemukan kamar Kibum yang kosong. "E? Dia tidak ada?" sayup-sayup terdengar suara gemerisik air. "Ah, mandi ya." Kyuhyun manggut-manggut.

"Baiklah. Aku akan menunggunya saja." Kyuhyun menutup pintu lalu mengambil tempat duduk diatas tempat tidur milik Kibum. Menyusuri permukaan kasur itu dengan tangannya. Bayang-bayang kejadian sewaktu ia bangun dari sini dalam keadaan telanjang membuat wajah Kyuhyun memerah. Dia tidak habis pikir. Kenapa dia mabuk sampai naik ke atas? Hah. Kyuhyun masih tidak mengingatnya.

"Hyung?" suara berat itu membuyarkan lamunan Kyuhyun.

"Ki-Kibum? Yak! Yak! Kenapa kau tidak pakai baju?!" panik Kyuhyun semakin memerah. Oh, lihatlah penampilan Kibum yang hanya memakai handuk dari pinggang ke bawah –untung saja tidak telanjang. Yang membuat Kyuhyun takjub, bagaimana mungkin bocah SMP bisa terlihat otot-otot manly ditubuhnya? Uh, apa tubuh itu yang menggagahi ia semalam –batin Kyuhyun pervert.

"Aku baru selesai mandi. Hyung kenapa ada dikamarku?" Kibum mulai berjalan menuju lemarinya dan mengambil beberapa pakaian.

Masih memalingkan wajah dari Kibum, Kyuhyun menjawab sedikit terbata, "Hy-hyung ah ani, Changmin menyuruh mu segera makan." Kibum memakai kaos hitam dan celana santai panjang. Kemudian mengambil tempat duduk disamping Kyuhyun.

Merasa Kibum menempati tempat disebelahnya, Kyuhyun memberanikan diri melihat ke arah bocah itu. Kibum yang sedang mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil. Dan itu terlihat sangat...seksi.

"Apa ada yang salah hyung? Aku tadi sudah makan. Sehun yang memasakkannya." Cepat-cepat Kyuhyun menepis rasa kagum sesaatnya tadi. Aura Iblisnya langsung menguar begitu mendengar nama 'Sehun'. –si bocah putih pucat yang Kyuhyun lihat punya wajah uke-uke. -,-

"Memasakkan? Kalian seperti sepasang suami-istri saja."

"Yah...banyak yang mengatakan hal sama. Aku rasa itu bagus juga." Kibum melirik Kyuhyun. Mengangkat sebelah bibirnya, tersenyum menyeringai.

Tangan Kyuhyun terkepal, "Oh! Nikah saja sana!" –Kyuhyun benar-benar terbakar cemburu entah-apa-itu. Seringai Kibum semakin lebar, "Kami masih SMP hyung."

"Apa ada yang salah kalau masih SMP?"

"Tentu saja. Kami belum siap melakukan 'itu'."

Perempatan muncul di dahi Kyuhyun. Dia ingin berteriak sekencang-kencangnya dan memukul keras wajah sok polos Kibum. Kyuhyun sangat yakin bocah ini mengetahui tentang malam itu. Hanya saja, Kyuhyun tidak tahu harus memulai darimana. Terselip juga rasa cemas jika sebenarnya bukan Kibum yang memperkosa Kyuhyun dan hebatnya mungkin saja Kyuhyun yang menelanjangi bocah itu.

Kesimpulannya, Kyuhyun frustasi!

'Berpikir dewasa. Dewasa. Dewasa.' Ujar Kyuhyun dalam hati berulang-ulang bagai mantra.

"Ok. Lupakan. Eum, Kibum. Apa kau ada dirumah sewaktu kami berpesta kelulusan semalam?"

"Ya."

"Apa kita ada bertemu?"

"Ya."

"Apa kau dikamar sepanjang kami pesta?"

"Ya."

Urat kesal Kyuhyun mencuat ke permukaan. Apa salahnya mengatakan hal lain selain 'Ya'?!

"Apa kita ada berinteraksi?"

"Ku rasa iya."

"Apa itu?" tanya Kyuhyun antusias.

"Hey Kibum. Hey Kyuhyun hyung." Kibum menirukan percakapan mereka.

"ARGGHHH! Maksudku bukan itu, bocah! Interaksi lain, misal seperti... seperti..." –akal sehat Kyuhyun untuk tidak menjambaki Kibum semakin menghilang. Apa dia harus mengatakan SEX? S-E-X?

"Hah! Lupakan! Lalu, apa hyung ada ke kamarmu dalam keadaan mabuk?" tanya Kyuhyun hati-hati.

Kibum tidak langsung menjawab. Kyuhyun sudah menggigit bibir karena gugup. Lama berselang sampai akhirnya Kibum menggerakkan mulut dan berkata...

.

.

.

.

"Tidak."

"E? Ti-tidak? Ja-jadi, apa kau masih ingat keadaanmu..."

"HEY! Kenapa kau memanggil Kibum lama sekali, Kyu! Kau sudah makan Bum? Biar hyung menyiapkan makan malam." Tiba-tiba saja Changmin sudah nongol didepan pintu.

"Aku belum makan." Sahut Kibum. Changmin mengangguk. Sementara Kyuhyun memandang Kibum horor.

"Hey, Kyu! Apa kau ada urusan dengan Kibum?"

Kyuhyun menoleh, segera dia menggeleng. "Aku akan pulang saja."

"Kenapa?" (ala iklan biskuat XD)

"Kau banyak tanya tiang!" setelahnya Kyuhyun bangkit dan berjalan cepat keluar dari kamar Kibum. Pikirannya kacau dan Kyuhyun tidak punya harapan lagi tentang kejadian yang sebenarnya. Berharap saja dia tidak hamil sehingga kejadian itu tidak perlu dipermasalahkan.

Yah, itulah kesimpulan Kyuhyun untuk saat ini. Sebelum hasrat menguliti wajah sok polos Kibum kembali membara dihatinya.

[~KID!DIK~]

Siang ini tuan Cho menitip pesan kepada Kyuhyun agar datang ke kantor untuk membahas sesuatu. Kyuhyun tahu membahas apa itu. Tentu saja tidak jauh dari rencana setelah kelulusan.

Berpakaian rapi tapi tidak terkesan formal. Kyuhyun mengetuk pintu kantor sang appa dan masuk setelah mendapat sahutan dari dalam. "Annyeong appa. Appa sudah makan?" sapa Kyuhyun sembari duduk disofa ruangan itu disusul tuan Cho yang bangkit dari tempat duduk kebesaran presdir nya.

"Nde. Kau sendiri sudah makan kan?"

"Tentu saja. Jika tidak nenek sihir itu pasti sudah mencekik ku." Lontar Kyuhyun hiperbola tentang eomma nya atau nyonya Cho. Membuat tuan Cho terkekeh kecil karenanya. Siapa yang tidak tahu sifat possesive Heechul sebagai nyonya rumah?

"Appa menyuruhmu datang untuk mempertanyakan langkah selanjutnya yang kau pilih lulus SMA ini. Appa memberimu dua pilihan. Setelah mendapat persetujuan eomma mu tentu saja." Kata Hankyung –si tuan Cho to the point.

Kyuhyun manggut-manggut, "Pilihan itu?"

"Yang pertama kau kuliah di London dan dilatih menjadi presdir pengganti appa. Ingat, itu memang kewajibanmu sebagai anak tunggal."

Kyuhyun menghela nafas. Tidak. Tidak. Itu bukan pilihan terbaik untuk menikmati hidup. Berkutat dengan segala dokumen-dokumen yang berisi tulisan semua, bukankah itu memuakkan?

Hankyung menyeringai tipis saat Kyuhyun langsung memasang wajah letih, lesu, dan derita 5L lainnya. Setelah ini Heechul harus berterima kasih padanya. "Yang kedua. Kau harus segera menikah dengan namja dan nantinya suami mu itu yang menjadi presdir."

"MWO?! Appa sudah gila? Aku ini namja..."

"Kyu. Berapa kali appa mengingatkan untuk tidak menyinggung soal hubungan gay? Buktinya appa dan eomma mu berjalan lancar hingga sekarang. Lagipula kau mempunyai rahim. Jadi soal keturunan tidak dipermasalahkan. Appa lihat tidak ada salahnya juga kan, kau bisa mengambil salah satu dari KyuLine. Changmin misalnya."

"Changmin?! Tch. Tidak ada satupun yang bagus dari KyuLine. Mereka hanya anak-anak labil." Sungut Kyuhyun tidak tahu diri.

"Kalau begitu kau harus mau dijodohkan oleh eomma mu. Eomma mu punya banyak calon."

"Aisshhhh! Ini pasti ide eomma. Appa dan eomma memang suka menyiksa anak."

"Ya sudah. Artinya kau memilih option pertama." Hankyung bangkit dari duduknya. Merapikan apa saja yang menurutnya berantakan dalam penampilannya. Menghitung detik demi detik saat Kyuhyun akan berteriak dan meminta waktu.

"APPA! Aku minta waktu 2 minggu untuk memikirkannya! Jebal!"

Seringai puas terukir indah dibibir Hankyung.

"1 minggu atau tidak sama sekali."

Kyuhyun mendengus kesal. Mengepal tangan seakan-akan ingin memukul appa nya sendiri. "ISH! TERSERAH!"

"Kau bisa pulang sekarang Kyu. Dan appa titip salam pada eomma mu." kata Hankyung mengakhiri pembicaraan mereka.

"Kenapa tidak menitipkan ayat pengusir iblis saja."

[~KID!DIK~]

"Yuhuuu... anak ku yang manis." Seru nyonya Cho dipagi buta. Membangunkan sleeping beauty kita dikamarnya. "Aishhh... bisa tidak eomma diam?"

PLAKKK

Jitakan sayang sukses diterima Kyuhyun. "A, mian Kyu. Eomma terlalu excited membangunkan koala sepertimu. Hohohohoho." Kyuhyun hanya bisa bersungut ria melihat iblis sudah nongol pagi-pagi dikamarnya. Mungkin Kyuhyun kelupaan baca doa sebelum tidur semalam.

"Cepat mandi. Eomma ingin kau ikut ke studio hari ini."

Masih bertopengkan wajah tidur, Kyuhyun mengangguk saja dan bangkit menuju kamar mandi.

[~KID!DIK~]

Barulah Kyuhyun sadar dirinya telah dibodohi oleh eomma Iblis nya sendiri. Mendatangi studio milik eomma nya sama dengan masuk ke kandang para 'gay'. Tidak diketahui dunia luar bahwa diam-diam Heechul si nyonya Tan adalah pemilik majalah Gay di Seoul.

Heechul sibuk memperkenalkan para modelnya dengan Kyuhyun. Menggoda anaknya sendiri dan terkadang sengaja meninggalkan Kyuhyun bersama mereka. Heechul benar-benar niat menjadikan Kyuhyun seorang gay. Impiannya dari dulu mempunyai cucu dari rahim Kyuhyun sendiri. Anggap saja Heechul itu Fujodan akut.

"Aku normal. Dan eomma tidak normal." Ketus Kyuhyun. Model tampan berlesung pipi yang banyak digilai para yeoja juga namja berstatus uke dan kebanggaan Heechul itu hanya tersenyum simpul. Heechul sudah banyak menceritakan tentang anak semata wayangnya. Ia tidak pernah tahu namja bernama Kyuhyun itu sangat lucu dan menggemaskan seperti ini.

"Siwon-ssi. Jangan berharap banyak dariku, heh. Aku pernah punya kekasih yeoja." Lanjut Kyuhyun.

Siwon mendiamkan saja keluhan Kyuhyun. Melihat wajah Kyuhyun lebih menarik daripada lainnya. Kyuhyun mendelik, "Kau tidak boleh tertarik padaku! Jadi, jauhkan tatapan mesum mu itu Siwon-ssi."

"Nde. Kyuhyun-ssi." Nada suara Siwon mendayu. Mengusap rambut Kyuhyun dan berlalu darisana. "Ah, Kyuhyun-ssi." Siwon berbalik. "Bagaimana jika besok kita pergi? Kau bisa terlepas dari Heechul hyung. Karena aku yakin, Heechul hyung pasti menyuruhmu datang ke sini lagi."

Kyuhyun tampak berpikir sejenak. "Apa kau modus?" tatap Kyuhyun mengintimidasi.

"Entahlah."

Kyuhyun menggeleng, berbagai spekulasi sudah bersarang dikepalanya dan ia membenarkan soal sang eomma yang akan membawanya ke sini bertemu para gay, tapi Kyuhyun juga tidak boleh jatuh pada Siwon. "Eum, begini Siwon-ssi. Aku masih tidak percaya jika pergi berdua. Bagaimana kalau aku membawa seorang teman?" tawar Kyuhyun. Bagaimanapun dia harus memanfaatkan Siwon melihat sang eomma yang begitu menyukai namja tampan itu.

"Sebagai awal ku rasa tidak masalah." Balas Siwon. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. "Baiklah Kyuhyun-ssi. Aku akan menjemputmu dirumahmu besok pukul 10 pagi. Ku harap temanmu sudah disana."

Kyuhyun mengangguk.

[~KID!DIK~]

Heechul bersenandung ria begitu pulang dari studionya. Mendapat kabar terbaik yang tidak pernah ia duga sebelumnya. "Kyuhyun! Kau harus memakai baju yang eomma belikan itu besok! Aih, eomma memang tidak salah pilih. Siwon itu sudah tampan, sopan, baik, cocok sekali denganmu!"

Kyuhyun menggerakkan bibir seolah mengikuti perkataan eommanya –tanpa suara. Telinga nya sudah panas mendengar pujian Heechul kepada Siwon dari pertama ia memberi kabar akan pergi besok –tentu saja Kyuhyun belum mengatakan ia akan mengajak seorang teman. Biarkan saja malam ini atau mungkin sampai pagi sang eomma menjadi sosok malaikat sementara.

Menyiapkan menu makan malam spesial. Bergelayut manja pada suaminya –Tan Hankyung. Berceloteh riang soal pernikahan bahkan tentang bayi juga sudah dibahas. Kyuhyun tidak bisa menebak apa reaksi Heechul saat tahu Changmin datang besok.

Kyuhyun mengetikkan pesan singkat kepada temannya itu. Siapa lagi yang ia harapkan selain si tiang. Jonghyun, Minho, dan Suho sudah sibuk dengan 'rencana masa depan' mereka. Hanya Changmin yang masih dalam tahap pembahasan dengan appanya –begitulah yang Kyuhyun duga.

Hingga pesan masuk yang menyatakan Changmin akan senang hati datang. "Tck. Diajak makan saja selalu semangat." Gumam Kyuhyun. Ia memang tidak mengatakan alasan sebenarnya.

[~KID!DIK~]

Bel mansion keluarga Cho berbunyi pada pukul 9 pagi. Sesuai waktu yang diberikan Kyuhyun pada Changmin, sialnya, Heechul tepat berada diruang tamu yang dekat dengan pintu utama. Kyuhyun yang berlari tergesa-gesa dari lantai atas hanya bisa menahan nafas saat-saat eommanya yang mungkin mengira itu Siwon seolah dengan gerakan slow motion membuka pintu.

"Nde. Siwon..." perkataan Heechul terhenti begitu melihat sosok yang sebenarnya datang. Bukan Siwon seperti yang ia duga, bukan pula Changmin seperti yang Kyuhyun duga.

"Kibum?" serempak Heechul dan Kyuhyun yang melihat sang tamu.

Kibum membungkuk hormat. "Annyeong haseyo ahjusshi."

-To Be Continued-


Note's : Karena Repost, note sebelumnya gak Dik ikut kan. Berlaku untuk chapter ke depan.

[Thanks For Review]

Important!

Make A Review Please?

Anggap review itu hadiah buat FF abal-abal Dik.

[Thanks For Reading]

Jja!