I Miss You
ShikamaruXIno
Gendre: Friendship, Romance, family, Angst
Disclaimner: Masashi Kishimoto
Warning: Ooc, Au, typoo, cerita gak jelas, dll..
Udah lama gak nulis, maaf kalo fic saya hasilnya jadi hancur...
SELAMAT MEMBACA MINNA...
GUI GUI M.I.T
Aku bukan orang yang bisa peka terhadap perasaan orang lain, berkali-kali aku telah berhasil membuat banyak pria kecewa padaku, aku memberikan harapan dan tanpa sadar aku akan menjatuhkan semua harapan mereka. Itu adalah sifat jahat yang aku miliki dari dulu sampai sekarang.
Dulu... sebelum bertemu dengan Shikamaru, aku jatuh cinta pada Shino. Teman sekelasku yang begitu perhatian dan sangat menyayangiku. Aku menyukainya dan selalu menunggunya, tapi... aku tidak pernah bisa mengetahui bagaimana perasaan sebenarnya padaku, dia selalu memberi harapan dan kemudian menjatuhkanku.
Sejak itu, aku tidak bisa mengerti perasaan pria lain. Aku tidak bisa berfikir kalau pria itu menyukaiku sebelum dia sendiri yang terang-terangan mengatakannya padaku. Aku tidak pernah bisa...
"Hah... kamu selalu saja naksir pada orang. Hei... sebaiknya dari sekarang kau harus berfikir, kalian sudah begitu akrab. Bagaimana kalau ternyata Shikamaru menyukaimu?"
kata-kata Sakura waktu itu selalu menggangguku dan membuatku kembali memikirkan perasaan orang lain.
Waktu itu, hubungan kami masih sangat akrab. Aku tahu, Shikamaru dekat dengan beberapa orang gadis lain dan aku sangat menyukainya. Ini sungguh, sejak kami mulai kenal... Shikamaru sama sekali tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada seorang wanita, dan dia sama sekali tidak terarik pada istilah pacaran. Itu adalah alasan utama kenapa aku, bisa begitu akrab dengannya.
Tapi, semakin lama aku mengenalnya... rasa khawatir itu muncul. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan Shikamaru nantinya jika dia tidak memikirkan masalah percintaan, apa yang akan terjadi padanya, bagaimana kalau nanti dia jatuh cinta pada seorang gadis dan dia sama sekali tidak bisa mengungkapnya? Aku... khawatir pada Shikamaru.
Pria pemalas yang hanya memikirkan soal tidur dan tidur tersebut, mungkin tidak mau bergerak dahulu, dia mungkin hanya akan menunggu seseorang yang datang padanya. Sungguh, aku menghawatirkannya.
Jika aku dekat dengan pria lain dan jatuh cinta padanya, bisa saja aku melupakan kehadiran Shikamaru. Mungkin setelah itu dia akan kesepian, ah... aku tahu aku memang bodoh karena berfikir seperti itu.
Akhirnya, aku mengatakan kalimat itu padanya.
"Ne Shikamaru, aku tidak akan pacaran sebelum kamu pacaran." Aku menuliskan pesan tersebut padanya dengan hati yang mantap. Aku ingin menemani si tukang tidur pemalas ini sampai dia mendapatkan seorang gadis yang akan menjadi pacarnya.
"Jadi, Kalau nanti kamu sudah punya pacar, kau harus bilang padaku, oke?"
"Mendokusai ne.." Aku hanya tersenyum membaca jawabannya, meskipun aku tahu dia juga tidak berminat dengan yang namanya pacaran, tapi... entah kenapa aku tetap yakin, pria ini pasti akan mendapatkan seseorang yang bisa membuatnya berfikir soal pacaran.
GUI GUI M.I.T
Masalah pertama muncul saat waktu itu aku melihat sisi lain darinya. Sejak itu aku tahu... Shikamaru orangnya selalu serius, dia sulit mendengar alasan, dia lebih tertarik pada jawaban' iya atau tidak', 'bisa atau tidak bisa'. Shikamaru juga selalu menyimpulkan semuanya sendiri tanpa berniat mencari tau apa penyebab semuanya terjadi, dia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya yang aku inginkan, dan ingin aku katakan.
Hari ini hari keberangkatannya ke Suna, dia akan melanjutkan kuliahnya disana dan tidak akan pulang dalam jangka waktu yang sangat lama. Sekarang dia berada di Kiri, tempat dimana aku melanjutkan kuliahku.
Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin melihatnya pergi , aku benar-benar ingin melihatnya.
"Kamu sudah ada dimana?" Aku yang saat itu masih harus bekerja, bertanya padanya lewat pesan.
"Diperjalanan menuju bandara, Neesan ... kau bisa bertemu dengan Sakura disana."
Aku merasa aneh dengan jawaban yang dia berikan, kenapa dia berfikir... orang yang paling ingin aku temui itu adalah Sakura? Bukankah dari awal aku sudah bilang kalau aku ingin bertemu dengannya? Aku memang juga ingin bertemu dengan Sakura dan keluarga lainnya yang juga mengantarkan Shikamaru ke bandara. Tapi... orang yang paling ingin aku lihat itu adalah dirinya, bukankah sekarang dia yang akan pergi?
Dalam semua pesan yang dikirimnya, pria aneh itu selalu berbicara seolah-olah orang yang paling ingin aku temui itu adalah Sakura, selalu begitu. Tapi... kalau dipikir-pikir itu salahku juga, aku mengatakan padanya bahwa aku ingin bertemu Sakura dan orang tuanya.
Pada akhirnya, aku tidak bisa bertemu dengannya. Bos tempat aku bekerja tidak mengijinkanku untuk pergi, lagi pula aku tidak tahu jalan menuju bandara dan aku tidak punya teman yang bisa aku ajak kesana.
"Neesan tau jalan atau tidak?" Pertanyaan yang lemparkannya saat aku menelepon dan mengatakan kalau aku tidak bisa datang.
"Aku tidak tau." kataku sambil menggeleng pelan.
"Kalau begitu, jawabannya sudah jelas." Aku tidak tahu apa yang dia maksudkan, tapi yang jelas... aku tidak bisa untuk tidak menangis. Hari itu dia menjadi sosok yang benar-benar dingin, dan itu benar-benar menakutkan.
Aku tahu, mungkin dia marah. Dari awal aku yang terlalu kuat untuk bertemu dengannya, tapi pada akhirnya malah aku yang tidak bisa menemuinya. Dia mungkin kesal, dan aku tahu... itu memang kesalahanku.
Sejak dia mulai kuliah di Suna, aku bisa merasakan hubungan kami tidak bisa seperti dulu lagi. Aku mulai menyukai salah satu teman sekelasku dan secara perlahan hubunganku dan Shikamaru bertambah renggang.
Tapi meskipun begitu, kami masih bisa dikatakan sangat akrab. Kami masih sering berhubungan meski tidak lagi sesering dulu.
GUI GUI M.I.T
Akhirnya masalah utamu muncul, pada bulan juni tahun kemarin, aku bercerita padanya soal seseorang yang aku sukai di kelas. Tiba-tiba saja dia mengatakan kalimat itu padaku.
"Bagaimana kalau seandainya aku menyukai Neesan?" Pesan yang kuterima darinya berhasil membuatku tidak bisa berfikir apa-apa, aku terpaku dan hanya bisa menggeleng dengan pelan.
"Neesan menyukaiku sebagai apa? Sebagai seorang adik ataupun seorang laki-laki?"
"Aku ingin jawaban Neesan."
"Jadi, bagaimana?"
semua pesan yang dikirimnya berhasil membuat otakku beku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain membuatnya seperti gurauan. Aku takut... aku tidak mau menanggapinya serius, aku tidak mau... ia akan berpengaruh pada hubungan kami nantinya, aku tidak mau hubungan yang kami jalani selama ini berubah.
Bohong jika aku mengatakan bahwa aku tidak menyukai pesan yang dikirimnya. Aku merasa dia sangat lucu, dan aku tidak bisa berhenti tersenyum... ternyata selama ini, dugaanku terhadapnya salah besar.
Jika dia mampu bercanda seperti ini padaku, berarti dia bisa melakukan hal ini pada orang lain juga, ternyata kekhawatiranku selama ini hanya sia-sia.
Saat itu, aku mengetahui sisi lain lagi darinya. Meskipun dia pintar, meskipun dia punya sifat cuek, meski dia bisa bergurau dengan teman-teman akrabnya, tapi... ternyata dia itu tipe cowok pemalu.
Aku benar-benar menyukai pria ini, kata-katanya yang selalu mempertanyaan perasaan seperti apa yang aku miliki padanya selalu membuat aku ketawa, dan aku sama sekali tidak mau membuatnya menjadi serius. Aku pikir, semuanya akan berakhir sama seperti permainan kami sebelumnya. kelelahan, dan kemudian tertawa.
Tapi aku salah besar, kata-katanya waktu itu ternyata menjadi awal dimana hubungan kami tidak lagi menjadi seperti hubungan yang selama ini ingin sekali aku jaga.
"Aku sengaja membuat permainan ini agar Neesan tidak mencintaiku."
"Aku tidak mau Neesan sampai jatuh cinta padaku?"
Sejak saat itu aku berfikir, apa aku menyukai Shikamaru? Bukankah selama ini, aku selalu mencintai Shino?
GUI GUI M.I.T
Pada bulan agustus ditahun yang sama, hari itu datang, hari dimana aku mengetahui sisi lain lagi darinya.
Dia membuat aku dekat dengan seorang gadis, gadis itu selalu mengirimiku pesan dan aku benar-benar menyukai gadis itu. Temari, dia gadis yang sangat baik dan entah kenapa terlihat begitu polos dibayanganku.
Sejak aku mengenal gadis itu, aku merasa dia benar-benar cocok dengan Shikamaru dan aku berniat menjodohkan mereka secara diam-diam. Aku dan Temari selalu membicarakan soal Shikamaru, dan dari sana aku tau... Gadis itu menyukai Adik kecilku. Aku memang tidak bisa peka terhadap perasaan pria lain, tapi aku bisa sangat peka pada perasaan gadis lain. Karena itu, aku bisa menebak dengan mudah bahwa gadis itu menyukai Shikamaru.
"Ini adalah permainan kami." Aku hanya bisa terpaku saat membaca pesan singkat yang baru saja aku terima. Jantungku seakan ingin meledak dan aku ingin sekali menampar wajahnya. Shikamaru kembali membuat permainan dan kali ini tanpa sepengetahuan diriku.
Ternyata, Shikamaru dan Temari berpacaran dan mereka membuat sebuah permainan khusus untuk memberitahukannya padaku. Tepat sebulan mereka berpacaran, aku mengetahui semuanya. Shikamaru yang selama ini aku pikir tidak akan menyakiti perasaanku, Shikamaru yang aku kenal sebagai sosok pria cuek yang selalu menyebutku merepotkan, Shikamaru yang selama ini selalu menjadi tempat dimana aku mencurahkan semua kisahku, Shikamaru yang begitu baik, Adik kecil yang selalu bilang aku ini adalah kakak cerewet dan aneh tiba-tiba mengecewakanku, dia membuat permainan kejam ini, disaat aku begitu antusias menjodohkan mereka, disaat mereka berdua saling mengirimkan pesan padaku, disaat aku berfikir bahwa mereka adalah pasangan serasi yang sangat polos.
Ternyata... semua itu hanya sebuah permainan, dibelakangku, Adik kecil yang sangat aku sayangi menjadikanku bahan permainan. Dan dia bilang, itu adalah pemainan yang menarik.
"Kami ini adalah trouble maker." Kata-kata yang tidak pernah bisa aku lupakan.
Aku memaafkannya, aku berfikir Shikamaru itu masih belum dewasa, dia itu adik kecilku makanya dia suka main-main.
Tapi, sejak permainan itu berakhir, jarak diantara kami semakin lebar. Hubungan kami tidak lagi seakrab dulu dan aku benar-benar merasa bahwa dia semakin dia menjauhiku.
Sifatnya berubah drastis dan itu benar-benar membuatku terkejut. Tidak ada lagi pesan darinya dan aku benar-benar merasa sendirian... meskipun saat itu aku sudah mulai menjalin hubungan dengan seseorang yang aku sukai tapi tetap saja, Aku merasa kesunyian tanpa Shikamaru.
Akhirnya, disaat pikiranku sedang kacau saat aku tidak tau perasaan apa yang saat ini sedang aku alami. Aku mengatakan perasaanku padanya.
"Shikamaru, aku menyukaimu!" Pesan itu terkirim dan aku benar-benar tidak berharap dia akan memberikan balasan. Tapi kemudian...
Drrttt...
Ponselku berbunyi dan aku mendapatkan balasan darinya.
"Sebagai?" Balasan yang aku terima. Aku memejamkan mataku, mengetik dengan cepat dan membalas pertanyaannya.
"Perasaan seorang wanita terhadap Pria, bukan perasaan adik pada kakaknya." Balasan terkirim dan aku benar-benar ingin mengubur diriku hidup-hidup.
"Kenapa Neesan baru mengatakannya sekarang?"
Dan aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku benar-benar tidak tau karena waktu itu... sungguh, aku tidak bisa berfikir apa-apa.
Berbagai alasan aku tulis dan saat itu aku berharap agar hubungan kami kembali seperti dulu. Aku menginginkan Shikamaru yang dulu..
GUI GUI M.I.T
Waktu berlalu dan hubungan kami semakin berubah drastis, berkali-kali aku mencoba membuat hubungan kami menjadi seperti dahulu dan terus saja aku gagal. Shikamaru bukan lagi sosok Shikamaru yang dulu aku kenal, dia berubah...
"Aku hanya alat kan?"
"Neesan selalu menggunakanku untuk bertemu dengan orang lain."
"Aku hanya akan mengganggu."
Setahun berlalu, dan aku selalu dihantui oleh kata-kata itu...
Selama ini, aku tidak pernah bermaksud untuk menjadikannya alat untuk bertemu orang lain. Saat aku mengatakan ingin bertemu, aku memang ingin bertemu dengannya aku ingin berkumpul dengannya bersama dengan teman-teman lain.
"Shikamaru, video call yuk? Aku ingin berbicara denganmu."
Beberapa hari lalu, aku ingin mencoba untuk kembali berhubungan dengannya, aku mengirim pesan singkat padanya dan berharap kami bisa kembali seperti dulu.
"Aku tidak suka dijadikan bahan percobaan."
Balasan yang aku terima darinya. Shikamaru, yang dulu bisa mengerti diriku sekarang sudah tidak ada lagi...
"Jangan berfikir yang tidak-tidak, kakak tidak seperti yang kau pikirkan!"
Aku kesal padanya yang selalu saja menyimpulkan semuanya sendiri, kau memang pintar Shika, tapi seharusnya kau bisa mengerti bagaimana perasaanku. Kenapa dari dulu, kau selalu berfikir seperti itu?
GUI GUI M.I.T
Hari ini ku kirimkan sebuah surat untuknya, berharap agar dia tidak berfikir yang macam-macam lagi padaku, berharap agar dia tidak salah faham, mungkin dengan itu, tidak ada kecanggungan lagi diantara kami nantinya.
Dear Shikamaru
Aku tau, kau pasti terkejut saat membaca surat ini.
Tapi ne, aku harus menjelaskan semuanya padamu Shika...
Aku tahu, selama hampir setahun ini kau mungkin berfikir bahwa aku benar-benar menyukaimu bahkan mungkin sampai jatuh cinta padamu.
Mungkin kau dan aku sama-sama merasa canggung, kau merasa bersalah padaku karena telah menolakku dulu kan?
tolong, jika itu yang menjadi alasan kenapa hubungan kita bisa jadi serenggang ini...
Kau tidak perlu merasa bersalah Shika, sungguh.
Disini aku yang bersalah, aku membuat pengangkuan palsu padamu. Jujur... aku menyayangimu, benar-benar menyayangimu hingga aku takut, kau akan membenciku.
Rasa sayangku padamu, bukan rasa sayang seorang kakak pada adiknya tapi lebih dari itu. perasaanku padamu, adalah perasaan seorang sahabat yang takut akan kehilangan sahabat yang sangat disayanginya. Aku benar-benar menyayangimu...
Rasa suka dan rasa cinta itu berbeda, aku merasakan rasa suka yang amat besar padamu, tapi aku tidak bisa merasakan rasa cinta... waktu itu aku salah Shika, waktu itu aku mencoba untuk membuat rasa itu menjadi cinta dan aku mengatakannya padamu, aku tahu aku jahat... aku melakukan itu, karena aku tidak mau kehilangan sahabat sepertimu, aku tidak mau kau sampai menjauhiku.
Shikamaru, jangan salah faham, selama ini... aku tidak pernah sama sekali menganggapmu sebagai bahan percobaan, atau sebagai alasan agar aku bisa bertemu dengan orang lain.
Saat aku mengajakmu bertemu, dan mengatakan aku juga ingin bertemu dengan Sakura yang kebetulan rumahnya berdekatan denganmu, itu memang benar... tapi, waktu itu aku benar-benar ingin bertemu denganmu.
Kita jarang bertemu, sangat jarang malah... apa tidak pernah terlintas dipikiranmu, bahwa aku sengaja jauh-jauh datang ke konoha agar bisa bertemu denganmu?
Sakura saja bisa menyadari itu, kenapa kamu tidak? Aku... tidak pernah berfikir seperti apa yang pernah kau pikirkan terhadapku. Aku menyayangimu, Kau sahabat terindah yang pernah hadir dalam hidupku. Untuk sekali ini, aku ingin kau kembali mengerti apa yang ingin kusampaikan padamu... kau bilang kau memang tidak peka, tapi juga kau tidak bodoh untuk menyadari perasaanku kan?
Tapi mungkin juga aku pernah melakukan itu, aku pernah menjadikanmu 'alat' meski waktu itu aku tidak sadar. Aku memintamu untuk menemaniku bertemu dengan pria lain, aku memintamu menemaniku agar aku tidak canggung. Maaf jika sifatku ternyata menyakiti perasaanmu...
Shikamaru, aku harap kau mengerti apa yang ingin aku sampaikan padamu.
Terima kasih karena selama ini selalu ada saat aku membutuhkanmu, dan maaf kalau selama ini aku selalu membuatmu kerepotan. Aku sama sekali tidak menyesalinya, aku menikmati saat-saat kau harus repot karena ulahku. :D
Aku minta maaf, karena telah membuatmu merasa bersalah. Aku sungguh-sungguh minta maaf...
I love you, kau adalah adik tanpa ikatan, dan sahabat yang tidak akan pernah bisa tergantikan.
Regard: Yamanaka Ino.
GUI GUI M.I.T
"Haahhh..." Rasanya begitu lega, surat yang baru saja aku tulis tersebut langsung kumasukkan dalam amplop pink dan kemudian kumasukkan dalam saku bajuku. Kualihkan pandanganku ke samping kanan, menunggu seseorang datang menjemputku.
Hahh... aku disini duduk sendirian, hanya ditemani oleh ice cream yang hampir saja mencair. Dia pasti telat, katanya dia akan datang jam tujuh, tapi sekarang sudah lebih dari jam delapan. Menyebalkan... apa dia tidak tahu, sudah hampir satu jam aku menunggunya.
"Yo..." Suara itu, aku mengenalnya.
Dia berjalan mendekatiku, tersenyum manis dan melambaikan tangannya padaku. Aku balas tersenyum padanya, Tuhan... terima kasih.
"Sudah lama?" Pria itu langsung duduk didepanku dan menatapku dengan senyum tipisnya.
"Kau telat..." kataku padanya.
"Gomen... tadi hujan dan aku harus mencari tempat berteduh!"
"Hm... iya, aku mengerti."
Dia, adalah sosok pria yang saat ini benar-benar aku cintai...
Meskipun nanti, aku akan melihat sisi-sisi lain darinya, meski nanti dia memperlihatkan sifat dinginnya padaku, marah padaku dan membuatku ketakutan, meski nanti dia menyakitku... Aku tidak peduli, aku mencintainya dan sebisa mungkin akan menerima semua sifat yang ada padanya.
"Ne... Sasuke-kun, nonton film horror yuk? Aku ingin melihatku kembali berteriak ketakutan seperti waktu itu."
"He?"
"Hm... "
Ne Shikamaru,Aku benar-benar mencintai Sasuke-kun...
Jadi, jangan merasa bersalah lagi padaku. Aku minta maaf karena selama ini telah membuatmu salah faham. Hounto ni gomenasai... Aku harap kau bisa bahagia bersama Temari, kapan-kapan... jika ada waktu, kita bisa berkumpul lagi kan? Kau bawa kekasih, dan aku akan membawa orang yang sangat aku sukai ini.
Terima kasih, saat ini aku benar-benar bahagia...
Owari
Minnaa... Ini, update-an tercepat yang pernah gui gui lakuin kan? :3
Hohohohohoho gak nyangka, ternyata gui gui bisa ngelakuin ini. Hm...
Rasanya masih agak janggal. Memaksakan diri untuk menulis dalam keaadaan WB tinggkat tinggi yang gui gui alami benar-benar terasa menyebalka. Tapi gui gui senang, rasanya benar-benar lega.
Balesan review:
Aoi: gomen ne aoi-chan... shikaInonya emank angst, tapi disini... mereka sama-sama bahagia, jadi.. ini gak termasuk angst kan? #ngarep
AzuraLunatique: iya, gomen... itu kesalahan gui gui. Gomen...
Miyoko Kimimori : Hola miyoko-chan... :D iya, Shika sifatnya emank manis bangetttt... Shika gitu lo. :3 eh, emank sebelumnya miyoko-chan gak suka Shikaino ya? sukanya Shikatema? Terima kasih atas concritnya... tadi pas ngedit, gak terlalu diperhatikan soalnya. #alasan
VeeA: Makasih... ini kelanjutannya udah ditulis, cepat kan? :3
Coccoon: Zena lega, tapi saya gak legaaaa... zena, cepet kembali ke ffn... bikin Shikaino lagi donk.. :3 makasihhh! Tenang, update nya benar-benar asap lo.. :3
MINNA! Makasih udah ngereview fic gui gui. Gak nyangka dalam beberapa jam, udah ada lima yang baca. Hehehehehe
Pokoknya makasihhhh! *ciumsemuayangudahngereview* :D
Mind to RnR again?
