Balasan...

San sipp lanjut

Ozlen wah sama nih kita ffn kamu juga bagus tuhh up date cepet juga yaa

Urara sipp

Delo wah up date cepet aja dah wkwk

Echo wahh m akasih kita sama rupanya wkwk itu reborn

.

.

.

.

( Di Dalam mimpi tsuna)

Tampa tau dia berada dimana Tsuna kebingungan mencoba mencari jalan keluar dari sana yang tsuna ketahui tempat dimana dia berdiri sekarang seperti labirin gelap yang hampa setelah tsuna kelelahan karena tidak dapat mememukan jalan keluar tsuna hanya duduk dan pasrah akan nasibnya nanti.

Tsuna !

Boss !

Nii-san !

Omnivora !

Dan pangilan- pangilan lainya yang tiba- tiba datang bersama cahaya yang menyilaukan dan membuat hatinya tenang, tsuna pun langsung bangkit dari tempatnya dan berjalan ke arah cahaya yang memanggilnya dengan hangat.

(udah bangun ceritanya nih)

"uhh.."

Hanya itu yang bisa tsuna katakan ketika ia membuka mata dengan tangan kanannya yang sepertinya ingin meraih sesuatu dan akhirnya tsuna sadar bahwa itu adalah mimpi, tampa sadar tsuna meneteskan air matanya.

Setelah tsuna selesai menangis yang ia juga tidak tau kenapa tsuna sendiri menangis setelah mendapatkan mimpi itu mencoba berdiri untuk segera ke sekolah setelah tsuna mengobati dan menutupi luka- lukanya karena jika teman- temanya melihatnya dengan penuh luka itu hanya membuat mereka senang dan semakin keras dalam membullynya, dalam diam tsuna mencoba menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya di lantai 4 yang sebenarnya adalah atap yang seharusnya adalah gudang tapi karena nana tidak mau memberikan kamar yang wajar untuk tsuna maka tsuna pun akhirnya menjadikan gudang tersebut sebagai kamar.

"ouch !"

Tsuna yang membasuh lukanya terus merintih karena banyaknya luka yang di berikan nana padanya, tsuna hanya memandang kosong cermin yang merefleksikan dirinya yang penuh luka dengan darah yang terus mengalir, merasa sudah cukup tsuna membalut semua luka – lukanya yang untunglah tidak sebanyak yang biasanaya, setelah merasa cukup tsuna melihat ke arah jam yang menunjukan jam 4 pagi lalu tsuna kebawah untuk membuat sarapan untuknya dan nana, tsuna yang sudah membuat sarapan langsung menghabiskanya dengan cepat sebelum nana bangun karena tsuna tidak mau menjadi amukan nana seperti kemarin.

( di jalan )

"Ohayou tsuna !"

Merasa familiar dan kaget ada yang memanggilnya tsuna segera berbalik dan melihat bintang baseball yang popoler di sekolahnya Takeshi Yamamoto, tsuna yang kaget hanya bisa membalas.

"o..ohayou juga yamamoto-san "

Takeshi yang mendapatkan balasan dari tsuna hanya tertawa

"hahaha kau lucu sekali tsuna panggil saja aku takeshi kita kan teman, ohh.. aku duluan yaa tsuna "

Tsuna hanya terdiam di tempat selagi takeshi berjalan melewatinya ke arah sekolah

"teman yaa... arigato takeshi"

Tsuna yang masih berdiri di sana hanya membuat senyum kecil dan melanjutkan perjalananya ke sekolahnya...

Di suatu tempat di sebuah ruangan yang besar ada 2 laki- laki yang sedang berdebat mengenai sesuatu..

"jadi apa tindakan mu Vongola Nono ?"

Pria tua yang kita ketahui sebagai Vongola Nono hanya menutup mata dan mengatupkan tanganya di depan mulutnya sambil berfikir untuk tindakanya lalu membuka matanya.

"terus awasi dia, aku akan segera mempersiapkan semuanya !"

Lawan bicaranya tampak seperti bayi tapi tdak terlihat seperti bayi yang normal karena pakaiannya yang serba hitam dan sekor bunglon di atas topinya

"hmm.. baiklah nono.. tapi jangan terlalu lama"

"jadi kau sudah tidak sabar untuk melatihnya yaa ? bukan kan begitu reborn "

Bayi yang tampak berbeda itu ternyata bernama reborn yang merupakan Arcobaleno dan pemegang dot Kuning dari Matahari. Setelah percakapan tersebut berakhir reborn keluar dari ruanagan sang vongola nono dan pergi ke suatu tempat..

Di sisi lain tsuna yang sudah berada di depan lokernya hanya bisa terdiam melihat isi dari lokernya yang terdapat sesuatu yaitu ayam putih yang mati karena penuh dengan tusukan dari pisau yang masih menancap di kepala ayam tersebut, orang- orang yang melewati lokernya hanya tertawa dan berlalu, tsuna yang sudah merasa cukup memperhatikan ayam tersebut langsung mengambil ayam tersebut dan membuangnya ke tong sampah lalu segera memersihkan tangan dan lokernya yang terkena darah ayam sebelum waktunya masuk tiba..

REVIEW

.

.

REVIEW