"Namamu Do Kyungsoo. Aku adalah Kim Jongin yang telah berani mengambilmu dari keluargamu, karna aku sangat mencintaimu."

"Namamu Kim Jongin. Aku adalah Do Kyungsoo yang telah kau ambil jiwaku bersamamu, tapi aku tetap mencintaimu."


SIDERS GO AWAY FROM MY OWN FICTION

DON'T COPAS

RnR Please!

.

.

.

.

.

Sorry for TYPO

and

Happy reading!

.

.

.

.

_9493 STORY_

.

.

.

Baby gie Present

.

.

SAVE ME, PLEASE

Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara yang ia kenali pemiliknya adalah wanita bersurai hitam, noonanya.

"Apa yang kau lakukan disini adalah suatu perbuatan yang salah, Sehun. Lebih baik kau pulang "

"Apa salahnya jika aku ingin bertemu Kyungsoo, dia adikmu kan, apa salah jika aku berkunjung kesini menemui calon adik iparku."

"Dengar Oh Sehun, kita hanya dijodohkan. Kita hanya korban bisnis antara kedua perusahaan kita demi terciptanya relasi yang lebih kuat,, oleh karena itu kita dijodohkan. Dan ingat, aku adalah adik di rumah ini, tidak ada yang lain, kau salah. Lebih baik kau pulang."

Kyungsoo meraba dinding tepat sebelum ia akan terjatuh, Bibi Ahn telah lebih dulu memegang tubuhnya yang rapuh itu.

Kenapa harus sekali lagi ia mendengar kata-kata menyakitkan dari mulut saudaranya.

Bahkan Kyungsoo masih menganggap wanita yang sedang berteriak di lantai bawah itu adalah saudaranya. Sungguh kejam dunia Kyungsoo.

"Bibi, tolong antar aku ke kamar saja, aku tiba-tiba pusing melihat anak tangga, bilang saja pada Sehun untuk menemuiku lain kali."

Tanpa bertanya Bibi Ahn langsung memapah Kyungsoo untuk kembali ke kamarnya.

Sesampai dikamarnya, Kyungsoo terduduk lemas, sebagian kinerja otaknya melemah dan ia pikir saat ini sebuah stagnasi sedang menghampirinya. Kata-kata Noona-nya yang tajam dan terkesan dingin ternyata masih lebih parah dari sebuah pisau buah yang terletak tak jauh darinya.

Tidak. Kyungsoo tidak berpikir untuk menghabisi hidupnya sekarang. Belum saatnya ia pergi, sebelum menemui wanita itu ia tidak berniat untuk mengakhiri hidupnya.

Namun tanpa sadar ia mendekati pisau itu dan bermain-main dengan pisau buah yang cukup tajam itu hingga sebuah suara mengusik kegiatannya.

Sesosok makhluk bertubuh lebih tinggi darinya sedang tersenyum kearahnya, Kyungsoo mematung.

Bagaimana bisa sosok ini muncul dihadapan Kyungsoo yang sedang kacau secara tiba-tiba?

Bagaimana bisa sosok ini tersenyum padanya?

Bagaimana bisa jantung Kyungsoo berdegup lebih kencang dari biasanya hingga persendiannya juga kaku untuk digerakkan?

Dan bagaimana bisa sosok ini membuat Kyungsoo mengabaikan ketukan keras pada pintu kamarnya?

"Do Kyungsoo! Kyungsoo Hyung! Hei, Hyung buka pintunya, Hyung. Kumohon jangan bertindak bodoh! Hei"

Kyungsoo tersentak dan mengalihkan pandangannya kearah pintu kamarnya yang telah terbuka kasar, menampilkan sosok pria yang bertubuh jangkung dan berkulit putih pucat.

Oh Sehun membelalakkan matanya melihat kondisi Kyungsoo saat ini. Kyungsoo masih belum memberi respon atas kehadiran pria itu di kamarnya dengan perasaan menggebu-gebu, tapi ia hanya mengalihkan lagi pada sudut kamar yang sebelumnya berdiri sesosok makhluk pemilik "senyum indah" itu. Namun yang di dapat hanyalah pemandangan ruang hampa, tangan Kyungsoo yang bebas mencoba menggapai udara kosong itu, tapi Sehun dengan tiba-tiba menepis kasar pisau yang ternyata masih berada ditangan Kyungsoo.

Tuhan, Kyungsoo baru meyadari ternyata ia belum melepas pisau itu karna terpaku pada sosok yang tidak jelas keberadaannya.

Kyungsoo mengira disini ada sedikit salah paham, Kyungsoo berpikir Sehun pasti mengira bahwa ia akan bunuh diri, tidak Sehun kau salah paham. Tapi Kyungsoo mengerti, salahnya ia masih memegang sebilah pisau berukuran sedang itu.

Lihat betapa bodohnya Kyungsoo sekarang.

Mengalami stagnasi, kemudian lupa yang berkepanjangan, dan setelah ini apalagi? Mengalami penghentian waktu mungkin?

"Hyung, apa yang kau lakukan huh? Kau sudah gila mengakhiri hidupmu disini tanpa melakukan apapun demi bertemu ibumu?"

Lucu- Pikir Kyungsoo melihat calon kakak iparnya yang lebih muda setahun darinya ini.

Sehun memang mengetahui hal yang terjadi pada Kyungsoo, Kyungsoo memang banyak bercerita pada Sehun mengenai alasannya untuk bertahan dirumah ini, selagi Sehun berkunjung kemari dengan alasan ingin bertemu Hyerim kemudian beralih menjadi berbincang asyik bersama Kyungsoo.

Tidak pernah ada yang tahu bahwa Kyungsoo berteman akrab dengan Sehun, termasuk Hyerim, dan walaupun Hyerim tahu wanita itu tak akan ambil pusing, karna ia malas berurusan dengan Kyungsoo. Ia tak pernah menganggap Kyungsoo ada, sejak kematian ayahnya tujuh tahun lalu.

"Oh Sehun dengarkan aku dulu..."

"...aku tidak mencoba untuk bunuh diri. Walau itu adalah pilihan terakhirku jika aku tidak ada harapan bertemu ibu lagi, tapi kau harus tau bahwa sekarang aku tidak sedang mencoba bunuh diri dan belum..."

"Hyung, kau bicara apa! Kau tidak akan... dan tidak boleh bunuh diri, apapun kondisimu terburuk sekalipun. Oh itu adalah dua kata terbodoh yang pernah kudengar sepanjang hidupku."

Sehun meletakan pisau itu ketempatnya semula, tepat di sebelah keranjang buah-buahan itu terdapat secarik kertas.

Kertas apa itu?

Sebelum sosok misterius pemilik 'senyum indah' itu datang, Kyungsoo yakin bahwa tidak ada kertas disana.

Apa itu memang benar dari sosok misterius itu?

Tapi rasa penasaran Kyungsoo harus tertahan untuk beberapa jam kedepan, karna disini masih ada Sehun. Tidak mungkin Kyungsoo mengungkit sosok misterius yang selalu muncul dihadapannya.

Hampir semua hal pernah Kyungsoo ceritakan pada Sehun kecuali tentang sosok misterius itu. Ya, Kyungsoo merasa itu adalah sebagian kecil rahasianya diantara Sehun. Bukankah setiap individu berhak memiliki privasi?

Sosok misterius itu kini telah menjadi privasi bagi Kyungsoo tanpa ia sadari.

"Apa yang memenuhi pikiranmu sekarang, hyung?" Sehum bertanya dan mengeluarkan sebuah map,

"Apa ini?"

"Ini kumpulan berkas mengenai informasi yang kudapat dari para suruhanku, tentang ibumu, keberadaannya yang semakin lama semakin jelas, namun aku belum bisa menemukan tepat dimana ibumu berada Hyung...maaf."

Sehun adalah seorang mahasiswa hukum, baru setengah tahun ini ia menjadi mahasiswa hukum, entah apa alasannya karna yang Kyungsoo tahu bahwa Sehun lebih menyukai dunia musik dan tari, menjadi seorang artis atau aktor merupakan impian Sehun. Namun Sehun menepis semuanya di hari pertama ia berkuliah di universitas hukum saat Kyungsoo bertanya bahwa tidak seharusnya dia memaksakan kehendak keluarganya, karna yang bersekolah bukan keluarganya tapi Sehun. Sementara Kyungsoo mengomel, Sehun mengatakan pada Kyungsoo bahwa menjadi seorang pengacara bahkan lebih terkenal dari seorang artis, sebuah jawaban yang cukup tidak logis bagi Kyungsoo.

"Sehun-ah, terimakasih atas bantuanmu."

Kyungsoo tersenyum manis kearah Sehun, membuat pria berkulit seputih susu itu memegang dada sebelah kirinya, seperti ada sesuatu yang membuat jantungnya menjadi berdetak sangat kencang.

"Kyungsoo hyung, aku tidak tahu...

...bagaimana bisa kau menyembunyikan seorang pria asing di kamarmu?"

Kyungsoo mengernyit heran, sementara mata sipit Sehun terpaksa melebar demi melihat pemandangan di belakang Kyungsoo tepat di samping jendela kamar milik Kyungsoo itu berdiri sesosok makhluk misterius berkulit gelap sangat berbeda dari Sehun. Sosok misterius itu menyandarkan tubuh rampingnya dengan santai.

"Hei, sejak berapa lama kau disini? Kau melihat ia memegang pisau dan kau tidak bergeming sedikitpun untuk mencegahnya? Siapa kau ini sebenarnya?" Sehun bertanya antusias, ada nada amarah terselip di setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Kyungsoo membalikkan tubuhnya, seketika lututnya melemas, ia lupa bagaimana caranya menggerakan anggota tubuhnya, persendiannya telah kaku lebih dulu.

Sosok misterius ini telah muncul dihadapannya, dan...Sehun.

Itu yang menjadi pertanyaan Kyungsoo, mengapa sosok ini muncul disaat ada Sehun, sementara biasanya sosok ini selalu menghilang sebelum kehadiran orang lain kecuali hanya Kyungsoo sendiri.

Apa sosok ini mengenal Sehun?

Waktu berhenti.

Tidak ada Sehun.

Tidak ada...Robert yang biasa duduk didekat jendela kamarnya? hei kemana perginya boneka kayu kesayangannya sejak kecil itu?

Yang ada sekarang hanyalah sosok misterius ini.

Manik matanya yang tajam membuat Kyungsoo beberapa kali menelan saliva dengan susah payah.

Sunyi.

Hampir tak ada satupun suara yang terdengar.

Hei. Apa yang terjadi?

Apa ini?

Siapapun tolong jawab pertanyaan Kyungsoo.

Tidak mungkin ini adalah penghentian waktu.

Kyungsoo tidak benar-benar memikirkan akan mengalami penghentian waktu, tapi yang terjadi saat ini adalah semua hal kecuali ia dan sosok misterius itu, berhenti.

Kyungsoo tak percaya tapi melihat jam dinding dikamarnya, ia percaya...

waktu berhenti. Benar-benar berhenti.

"Hai. Namaku Kai."

Kyungsoo berani bersumpah bahwa ia masih sadar seratus persen, ia sangat yakin bahwa yang sedang berbicara barusan adalah sosok misterius yang ternyata memiliki nama.

Betapa senang Kyungsoo mendengar alunan suara yang memabukan baginya.

Kyungsoo bisa gila, ia ingin mendengar suara itu lebih banyak, namun si pemilik suara menghilang selanjutnya tergantikan oleh suara angin yang berhembus cukup kencang, terbukti dengan bergeraknya tirai putih dikamar Kyungsoo, dan jam dinding yang memutar pada porosnya kembali.

"Kai..."

"Makhluk apa kau sebenarnya?"

T B C


A/N: Hollaaaa saya update lagi chapter 2 nyaaa saya juga ga begitu paham makhluk apa sebenarnya Kai itu /plak/ tapi melihat review readers sebelumnya ada yang pikir Kai hantu, ya bisa dibilang iya, tapi bisa dibilang juga tidak. Hehehe silahkan readers berpikir sendiri ya, selain baca juga kita bisa main tebak-tebakan (hayoooo)

YEHEEET welcome Oh Sehun hahaha saya akhir-akhir ini melihat betapa manja sang maknae ini sama Kyungsoo entah kenapa jadi pengen munculin tokoh Sehun di ff ini, bagaimana pun tetep Kaisoo yang punya ini cerita tapi sedikit bumbu SeSoo tak apalah ya readers wakakaka (walau sebenernya saya lebih suka SeKai/KaiHun daripada SeSoo *lol)

Dan terimakasih buat readers yang sudah review di chapter sebelumnya, maaf saya belum bisa menyebutkan nama kalian dan membalasnya, bukan tidak mau membalas tapi saya tidak bisa membalasnya karna ffn sulit untuk dibuka melalui pc (curhat dikit boleh dong) tapi saya janji suatu hari akan membalas review kalian, saat di END cerita maybe :)))

Mohon sabar menunggu kelanjutan ff ini...

XOXO