Title: My Special Day

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 2 / ?

Main Cast: Hangeng & Kim Heechul.

Other Cast: Sibum & Zhoury.

Rated: T.

Genre: Romance, Little Angst.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Alur kecepetan, EYD, No Lemon, Don't Like Don't Read.

Summary: Hangeng meninggal karena kecelakaan. Dan pesan terakhirnya itu menyuruh Heechul untuk mencari hadiah yang mau dia berikan. Tapi selama pencarian Heechul terus di gangu oleh seseorang yang sangat mirip dengan Hangeng. Siapa dia sebenarnya? Hanchul, BL, rated T.

Note: ini ff udah pernah aku posting d blog jadi jangan heran kalau kalian bernah ngerasa baca ini ff oke… yg ga suka yaoi jgn baca. Don't like, Don't Read…!


Heechul Pov

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang menuju tempat yang di katakan Gege dalam surat yang ia tinggalkan. Setelah sampai ditempat itu aku segera turun dari audi hitamku. Ku langkahkan kakiku pelan memasuki sebuah taman. Yah… ditaman kota inilah tempat aku bertemu untuk pertama kalinya dengan Gege.

Dari pertemuan pertama itu lahirlah pertemuan-pertemuan berikutnya hingga kami mulai mencoba membuka diri dan mulai menerima cinta yang telah tumbuh dihati kami berdua. Dan sekarang, disaat rasa cinta itu tumbuh semakin dalam dan besar. Ia malah meninggalkan diriku sendiri.

~Flashback~

Heechul Pov

"Host… Hots…." Ku coba untuk mengatur nafasku yang berat setelah berlari cukup lama. Untuk kesekian kalinya aku melarikan diri dari sekolahku yang sangat membosankan. Yah, walau pun sebenarnya tadi aku sempat ketahuan oleh salah seorang sonsaengnimku yang bertampang killer, bukan tampangnya saja yang killer tapi kelaukannya juga sama saja. Ia suka sekali menghukumku, bahkan mungkin itu sudah jadi hobbynya.

Ngomong-ngomong yang lain lari kemana ya? Tadi aku sempat kabur bersama keempat sahabatku, atau bisa dibilang anak buahku. Yah sepertinya sebutan itu yang lebih tepat. Kami sempat janjian berkumpul ditaman ini. Tapi sepertinya mereka tak ada disini. Apa mereka berempat sudah berada di game center? Ya… hari ini seperti biasanya aku melarikan diri dari sekolah lalu bermain game sepuasnya digame center.

Ku putuskan untuk menghubungi mereka saja. Ku rogoh saku celana sekolahku mencari Handphone yang sejak tadi memang berada didalamnya. Aku langsung menekan beberapa digit nomor lalu mendekatkan handphone ketelingaku.

"Yack… kalian dimana?" teriakku saat telephone-ku diangkat. Aku tak memeperduliklan telinga mereka yang akan sangat sakit mendengar teriakan ku tadi.

"…"

"Aku di taman kota" kataku sambil melihat sekelilingku yang cukup sepi. Di jam segini biasanya taman kota memang sedikit sepi.

"….."

"Ne… aku ketempat kalian sekarang. Tunggu dan jangan kemana-mana" aku mematikan sambungan telephone tadi dan segera menuju ke tempat anak buahku berada. Aku berjalan sambil berusaha memasukan ponselku kedalam tempatnya tadi dengan sedikit susah.

Brukkk….

Aku terjatuh menabrak seseorang yang tadi sedang asik mengambil beberapa foto disekitar dengan kameranya. Aku menabrak seorang namja. Aku mengerang sakit saat tubuhku membentur tanah. Aku menatap orang yang tadi ku tabrak. Ternyata ia juga ikut terjatuh sama sepertiku.

"Yack.! Kalau jalan pakai mata dong" kesalku sambil berdiri dan merapikan bajuku yang terkena debu dari tanak. Namja tadi tak mengubris kata-kataku ia malah fokus memeriksa kameranya yang sempat ikut terjatuh ketanah bersama kami berdua.

"Aish, Kamu tuli apa. Aku ini sedang bicara padamu" kataku semakin kesal. Aku menatap namja didepanku ini dengan teliti dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sepertinya dia bukan orang korea asli. Turis kah? Tapi kenapa ada disini. Jangan-jangan dia nyasar lagi.

"Nggak usah teriak-teriak juga kali" kata namja itu sinis. Beraninya dia berkata padaku dengan nada seperti itu. "Seharusnya aku yang marah sama kamu. Kan kamu yang nabrak aku tadi" kata namja itu lagi. tampannya memnag bukan seperti orang korea. Tapi dia bisa bahasa korea. Yah, walaupun masih standar sih.

"Aish… kamu yang nabrak aku tahu" kekehku yang tak mau di salahkan. Ia tertawa kecil sambil menatapku angkuh. Ku tatap ia balik.

"Aku dari tadi diam disini mengambil beberapa foto tanpa melangkah. Dan tiba-tiba kamu menabrak aku sampai terjatuh. Dan anehnya lagi, kenapa malah kamu yang marah-marah sambil nuduh aku yang menabrak kamu. Padahalkan jelas-jelas kalau kamu yang tadi menabrak aku" kata namja itu membuat aku tak bisa berkata apa-apa lagi karena apa yang ia katakana itu benar semua. "Dan sekarang lihat hasil perbuatanmu tadi, kameraku jadi rusak. Kamu harus bertanggung jawab mengantikannya" kata namja itu membuatku terbelalak. Ganti katanya? Aish…. Seharusnya tadi aku langsung kabur saja kalau tahu semua akan jadi begini.

"He.. He.. He.. Mianhae tapi aku nggak bisa ganti kamera kamu. Mianhae… bye…" kataku yang langusng berlari pergi meninggalkannya yang masih meneriakiku. Bodo ah… dengan namja satu itu. lebih baik aku pergi aja sekarang. Teman-temanku kan sudah menungguku di game center.

~End Flashback~

Aku tersenyum-senyum sendiri kalau mengingat saat-saat itu. aku yang masih sangat bandel bertemu dengan Gege yang sangat baik. Pertemuan pertama kami itu lalu menimbulkan pertemuan-pertemuan berikutnya yah… walau pun awalnya kami masih sering bertengkar karena aku kekeh tak mau ganti rugi atas kerusakan kameranya.

Aku mengitari taman ini mencari barang yang di maksud Gege. aku berhenti tepat di bangku taman waktu itu. di sana terlihat sebuah kotak berwarna pink yang diatasnya bertuliskan 'untuk my lovely kim Heechul'.

Ku langsung menghampiri kotak itu dan membuka isinya. Didalamnya terdapat tiga buah potongan puzzle, setangkai mawar merah dan selembar surat. Aku langsung membuka surat itu dan membaca isi didalamnya.

Dear my lovely heenim…

Chagy… kamu suka mawar pemberianku?

Semoga saja….

Mulai penasaran dengan hadiah yang ingin kuberikan?

Kalau ia datanglah ketempat dimana aku menyatakan perasaanku padamu.

Kamu tahu tempat itu kan? Tempat yang sangat ramai. Tempat yang menjadi kenangan terindah kita berdua.

Chullie saranghae.

*isi surat.a gx bgt. Gx dpt ide wktu ngetik.a sih*

Setelah membaca surat itu aku langsung berlari dengan sangat cepat ke tempat yang Gege maksud apa lagi kalau bukan taman bermain. Di sanalah untuk pertama kalinya Gege menyatakan cintanya padaku. Aku terus berlari menuju mobil ku tanpa hati-hati hingga aku jatuh menabrak seorang namja.

Namja itu mengerang saat tubuhnya terhempas dengan keras ketanah sama sepertiku. Aku langsung berdiri dan meminta maaf padanya. Aku membungkukan badanku berkali-kali sebagai tanda kalau aku menyesal karena telah membuatnya terjatuh.

"Aish…. Kalau jalan hati-hati dong jangan main tabrak aja" katanya sambil membersihkan tubuhnya dari debu-debu yang menempel. Aku terdiam sejenak mendengar kata-katanya. Kenapa suaranya mirip sekali dengan seseorang. Aku pun menatapnya…. Astaga…. Ini nggak bohongkan. Dia… dia…. Wajahnya itu, mirip sekali dengan Gege.

"Gege…." kataku pelan. Tampak ia aneh memandangiku. Aku langsung memeluknya dengan sangat erat dan tak terasa air mataku mulai menetes. "Gege… ini kamukan…. Benar ini kamukan" kataku yang terus memelukinya.

"Yack.! Lepaskan, siapa itu Gege. Aku nggak tahu dia siapa. Cepat lepaskan aku" katanya sambil menjauhkan tubuhnya dari tubuhku.

"Nggak, kamu pasti Gege. aku yakin kamu belum mati. Dan ternyata benarkan kamu masih hidup" kataku lagi yang berusaha memeluknya kembali namun ia langsung menagkis tanganku yang berusaha meraihnya.

"Yach.! Aku nggak kenal kamu. Dan aku juga nggak kenal siapa itu Gege. aku ini Hankyung bukan Gege. mengerti?" katanya dengan nada sedikit membentak.

"Bohong, ini kamu kan Gege. masak kamu nggak ingat aku. Ini aku Chullie pacar kamu" kataku menyakinkan dia. Aku yakin dia itu Gegeku. Namja yang sangat aku cintai.

"Udah aku bilangkan, nama aku itu bukan Gege tapi Hankyung. Kamu maksa banget sih. Aku akui kamu memang cantik tapi aku nggak tertarik dengan seorang namja" katanya yag mendorong tubuhku dengan keras hingga membentur tanah. Ia lalu pergi meninggalkanku yang masih terus menangis.

Apa benar dia bukan Gegeku. Kalau dia bukan Gege kenapa wajah dan suaranya sangat mirip. Apa dia Hanya mirip saja dengan Gege. yah mungkin saja. Pasti itu semua karena aku yang masih berharap kalau Gege itu masih hidup.

Aku berdiri dari posisi dudukku di tanah akibat dorongan namja tadi. Ku bersihkan debu-debu yang menempel di tubuhku lalu beranjak pergi sambil menghapus air mataku. Aku tak mau menangis lagi. aku harus kuat demi aku dan semuanya. aku masuk kedalam mobilku lalu beranjak pergi menuju taman bermain tempat dimana Gege dulu menyatakan cintanya padaku.

Sesampainya di sana aku langsung membeli tiket dan mengelilingi taman bermain yang ramai dengan pengunjung. Aku segera menuju tempat dimana dulu Gege menyatakan cintanya. Tempat itu adalah di depan sebuah kedai eskrim. Karena waktu dia menyatakan cintanya kami sedang menikmati eskrim setelah bermain cukup lama.

~Flasback~

Aku dan Hangeng sudah merencanakan akan pergi bermain sepuasnya di taman bermain pada hari ini. sejak pagi kami sudah mengelilingi taman bermian ini dan kami juga sudah mencoba begitu banyak waHana permainan.

"Han capek. Istirahat dulu ya" kataku sambil menghempaskan tubuhku di sebuah kursi yang ada di depan sebuah kedai eskrim.

"Ne… Kita istirahat dulu. Aku juga capek" katanya sambil terus tersenyum dengan senyuman yang sangat menawan. "Mau eskrim?" tawarnya., aku pun menganggukan kepala dengan cepat.

"Tunggu di sini ya" ia langsung pergi dan membelikan ku eskrim coklat. Yah… dia tahu kalau aku snagat menyukai coklat karena itu dia membelikanku eskrim rasa coklat. Banyak hal yang sudah ia ketahui tentangku begitu juga denganku. Banyak hal yang sudah ku ketahui tentangnya. Termasuk semua yang ia suka dan ia benci padahal kami baru kenal selama empat bulan, tapi aku selalu merasa nyaman bila berada di dekatnya. Mungkin karena aku menyimpan perasaan lebih padanya.

"Ini dimakan eskrimnya" kata Han yang menyerahkan eskrim coklat di tanganya. Aku langsung menraik eskrim tadi dan memakannya dengan sangat lahap sampai-sampai eskrim itu blepotan di sudut-sudut bibirku.

"Pelan-pelan aja. Lihat…. Jadi belepotan eskrim kayak gini kan" kata Han yang membersihkan sela-sela bibirku dengan tangannya. Gerakannya terhenti saat aku menyentuh tangannya. Mata kami saling menatap dengan tajam seolah-olah menusuk jauh kedalam raga kami masing-masing.

Entah apa yang terjadi hingga aku berani mendekatkan wajahku pada wajahnya. Aku mengecup bibirnya lembut. Ia yang awalnya terkejut menerima perlakuanku pun dengan perlaHan membalas melumat bibirku lembut. Kami berciuman selama beberapa menit hingga merasa kekurangan oksigen. Kami melepaskan ciuman itu untuk menghirup oksigen lagi. muka ku memerah seperti kepiting rebus. Aku menundukan wajahku tak berani menatap wajahnya.

"Chullie…" Han menyentuh daguku dengan tangannya. Ia membuatku menatap tajam pada wajahnya. "saranghaeyo" katanya tegas. Aku tersenyum tak percaya kalau dia ternyata mencintaiku sama seperti apa yang kurasakan. Jadi, selama ini perasaanku terbalaskan.

"Nado saranghae…" kataku tersenyum manis padanya.

"Kita pacaran?" tanyanya. Aku menagngguk pelan dia langsung memelukku mesra. Aku membenamkan wajah bahagiaku di dadanya. Aku sangat bahagia mengetahui ternyata dia juga mencintaiku. Sama seperti aku yang memang mencintainya entah sejak kapan.

~End Flashback~

Aku terus berjalan ke tempat itu sambil mengingat-ingat semua kenagan bahagia kami itu. ahk… Gege… aku tak rela kamu meninggalkanku begitu saja. Aku berharap aku masih terlelap dalam mimpiku dan segera bangun. Aku masih berharap kamu masih hidup Gege. saranghaeyo.

Sesampainya di tempat itu aku segera mencari-cari sesuatu yang mungkin di tinggalakan Gege disana. Aku mencari di setiap sudut yang bisa ku akhirnya aku bisa melihat sebuah kotak berwarna pink tepat di attas sebuat bangku yang dulunya di sanalah aku dan Han saling menyatakan perasaan masing-masing.

Aku segera menuju tempat itu dan mengambil kotak yang tadinya ada disana. Ku buka kotak itu. isinya tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Didalamnya terdapat tiga buah potongan puzzle, setangkai mawar merah dan selembar surat. Aku pun langsung membaca surat itu.

Dear my lovely heenim…

Chullie saranghae….

Itu dulu kalimat yang ku ucapkan dengan susah payah disini. Disini merupakan tempat bersejarah bagi kita berdua. Kamu ingat itu bukan? Kalau kesini lagi aku ingin sekali memakan eskrim bersamamu dan mengucapkan beribu-ribu kata cinta untukmu Chullie.

Chullie saranghae….

Sudah tak sabar menati hadiah yang akan ku berikan padamu? Kalau begitu datanglah ketempat kita pertama kali berkencan. Kamu masih ingat dengan tempat itukan? Tempat dimana kita bisa melihat banyak bintang bertaburan di malam hari.

Datanglah kesana. Aku disana mentikamu bersama hadiahku.

Itulah isi surat Gege yang membuatku sedih tapi aku tak mau menangis. Aku pasti bisa jadi namja yang kuat. Aku tak akan jadi namja yang cengeng dan mudah meneteskan airmata. Aku tak mau Gege sedih melihatku dari atas sana. Aku mau dia tenang dialam barunya itu. Gege nado saranghae… kamu akan selalu ada didalam hatiku.

Ku paksakan sebuah senyuman yang sangat manis walaupun sedikit susah melakukannya karena hatiku sedang menangis saat ini. aku berjalan menuju kedai eskrim yang tak jauh dari tempatku berdiri ini. ku putuskan untuk membeli eskrim dan mengingat-ingat moment yang sudah berlalu itu. walaupun perih… aku tetap ingin merasakan saat-saat itu. saat-saat bahagia bersama Gege….

"Eskrim coklatnya satu" kataku dan seorang namja di sampingku. Aku tak mau ambil pusing dengan namja itu. aku terus emnciumi mawar merah yang baru saja kudapatkan. Aku masih sedikit penasaran kenapa di dalam kotak itu terdapat puzzle? Sebenarnya itu untuk apa.

"Maaf eskrim coklatnya tinggal satu" kata yeoja yang menjaga kedai eskrim iitu.

"Itu untukku" kata namja yang ada di sampingku sambil mengeluarkan selembar uang dari dalam dompetnya.

"Nggak bisa dong. kan aku deluan yang memesan eskrin coklat itu" kataku yang tak terima. Aku menatap najam yang ada di depanku dengan tatapan tajam. Namja itu tak memandangku, ia memalingkan wajahnya hingga aku tak bisa melihat wajahnya yang sedikit tertutupi oleh topi yang ia kenakan. Tapi, entah kenapa aku seperti pernah melihat namja yang ada didepanku ini. namja itu tak menghiarukan kata-kataku, ia malah sudah mau membayar eskrim coklat tadi.

"YACK.! kamu dengar kata-kata aku nggak sih. Eskirm itu punya aku" kataku sambil mencengkram tangannya. Agar ia ta langsung membayar pada yeoja pelayan tadi. Namja itu terdiam lalu memandangku. Omona… di… dia… ternyata dia namja tadi yang ada di taman. Dia namja yang sangat mirip dengan Gegeku. Kenapa aku bisa bertemu dengan dia lagi? ini pertanda apa.

"Aish… kamu lagi, sial banget aku seharian ini harus ketemu dengan kamu lagi. dasar namja aneh, lepaskan tanganku" kata namja itu yang kalau tak salah namanya Hankyung. Ia.. namanya Hankyung. Namja itu menepis tanganku yang memegangi lengannya. Ia kemudian pergi menjauhi ku dengan sebelumnya membayar eskrim yang ada di tangannya.

"Hei.." panggilku ke namja itu. ia menoleh dan memandangiku.

"Kenapa lagi sih?" tanyanya dengan nada sinis sambil menatapku aneh. "mau mengila dengan menyangka aku Gege lagi" katanya. Aish… wajah, bentuk tubuh bahkan suara boleh sama dengan Gege. tapi, sifatnya beda banget. Aku lebih suka Gege. aku nggak suka sama namja yang bernama Hankyung ini. dasar namja sombong. Aku jadi membencimukan.

"Nggak bukan itu kok. Aku baru sadar kamu bukan Gege. Gege itu lebih baik dari kamu" kataku dengan dingin.

"Oh gitu. Bagus deh" katanya lalu beranjak pergi lagi.

"HEI… TUNGGU" teriaku mencegahnya pergi. Ia pun kembali menatapku dengan wajah jengkelnya.

"Apa lagi sih" tanyanya dengan sangat kesal.

"Itu… itu…." kataku sambil menunjuk eskrim coklat yang ada di tangannya.

"Ini…" katanya sambil menunjuk eskrim yang ada di tangannya. Aku mengangguk mengiakan. "memangnya kenapa denga eskrim ini" tanyanya heran.

"Itu milikku" kataku tegas. Ia tertawa pelan membuatku heran melihatnya. "yack… kenapa tertawa?" tanyaku. Memangnya ada yang aneh ya dari sikapku tadi.

"Kamu bilang eskrim ini punya kamu?" aku mengangguk. "Sejak kapan. Faktanya tuh, ini eskrim aku yang beli dengan uangku sendiri. Jadi, ini milikku dong" katanya dengan amat sombong.

"Tapikan tadi aku yang memesannya deluan" kataku membela diri.

"Siapa bilang. Kita memesanya bersama-sama. Tapi aku deluan yang membayarnya jadi eskrim ini milikku sekarang" kata namja itu dengan sangat angkuh. Aku membenci namja ini. walau pun wajahnya mirip Gege tapi tingkahnya ini sangat berbeda dengan Gege.

"Nggak bisa. Pokoknya eskrim itu punyaku" kataku ngotot.

"Oh ya… kalau begitu coba ambil saja. Hemmm. Enak lho" katanya menantang lalu menjilati eskrim itu dengan tampang menjijikannya.

"Yack.! beraninya kamu" marah ku sambil menunjuk wajahnya.

"Sudah ya bye…" katanya yang langsung pergi begitu saja meninggalkanku yang sedang marah besar padanya.

"Yack.! beraninya namja itu padaku. Akh…. Kalau saja wajahnya tak mirip dengan Gege pasti aku sudah menghajarnya sejak tadi" aku pun meninggalkan tempat itu dengan terus mengomel-olem hingga aku sampai di dalam mobil. Aku meletakkan kado berwarna pink yang tadi aku dapat di jok sebelahku. Aku langsung pergi ke tempat ketiga yang di suruh Gege tadi.


^_^ TBC Again… ^_^

Yg baca tinggalkan jejak ya…..