Teman Abadi vers.2
Chapter 2
Zaky UzuMo version
Oke, kangen Teman Abadi ? #ngarepXD#
Ini sequel 'Teman Abadi' ku, mian kalo ga sesuai harapan readerdeul~
Jadi, DON'T LIKE DON'T READ ! \(^O^)/
.
.
Pair : KyuHyuk, KiHyuk
Genre : readerdeul aja yang tentuin setelah baca, ne? ^.^)V
Warning : typo(s), alur kecepetan DKL (Dan Kesalahan Lainnya)
Summary :
Kau tau? Tak selamanya kegelapan itu buruk. Karna bintang bisa terlihat saat gelap datang.
Sama seperti bulan yang tersenyum dalam gulita malam.
Happy reding chingu! ^o^/
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
"Kau sudah bangun, Hyukkie?"
'Suara ini..' merasa adanya sosok lain yang dikenalinya berada di sisinya wajah kusut Eunhyuk menoleh dan mendapati Kibum dengan senyum tipis lembutnya, "Bum-mie.."
Lirih suara Eunhyuk membuat untaian senyum Kibum melembut. Tangannya mengusap usap helaian surai coklat lembut Eunhyuk, "Ne, ini aku, Hyukkie."
Tangan kecil Eunhyuk menarik selimutnya sampai sebatas kepala, menutupi keseluruhan tubuh dan wajah berantakannya, "Bummie.."
"Ne, waeyo Hyukkie?" sebelah alis Kibum terangkat heran melihat tingkah laku Eunhyuk.
"Anniyo.." lirih Eunhyuk sambil tetap bertahan dengan posisi sebelumnya, "Kenapa.. kau di sini, Bummie?"
Kibum berusaha menepis segala kebingungannya akan sikap Eunhyuk. Senyuman masih terukir lembut di paras sempurna Kibum, "Karna aku menunggu mu bangun, Hyukkie."
Sejenak hening menyapa ruangan yang ditempati oleh dua namja berbeda marga itu. Hanya denting jarum jam yang berjalan bersama sang waktu yang menjadi tanda tanda kehidupan masih berlanjut di sana dan mengisi kekosongan yang melanda dua namja bermarga Kim dan Lee itu.
"Hyukkie, gwaechanna?" tanya Kibum yang khawatir melihat tingkah Eunhyuk. Kembali senyaplah yang menjawab pertanyaan Kibum di ruangan yang tak terlalu luas itu.
"Hyuk-"
"Aku baik baik saja, Bummie."
Kibum tersenyum kecut mendengar jawaban datar dari namja bernama Lee Hyukjae itu, "Kenapa kau mendiamkan ku, Hyukkie?"
Tak terdengar jawaban dari bibir plum sewarna cherry sang empunya nama. Hanya gerakan kepala kecil bergundukan surai coklat yang terlihat dari balik selimutnya yang menyatakan jawaban, "Tidak."
"Kau marah pada ku, Hyukkie?"
Kembali Kibum mendapati gerakan pantonim yang sama sebagai ganti suara Eunhyuk. Sebuah gelengan kecil dari balik selimut tebal bermotif pisang stroberry Eunhyuk pertanda jawaban, "Tidak."
"Apa aku salah, Hyukkie?"
Dan sepertnya Kibum memang harus lebih bersabar menghadapi pertunjukan pantonim sederhana Eunhyuk. Menghela nafas kecil, Kibum melanjutkan sesi pertanyaannya, "Kau tak suka aku di sini?"
Sebuah gelengan dari Eunhyuk kembali sebagai jawabannya. Namja bermarga Kim itu menatap cemas dan khawatir pada Eunhyuk. Ya, sebagian perasaannya lebih didominasi oleh kekhawatiran dan rasa cemas dari pada gejolak janggal keheranannya pada sikap Eunhyuk.
"Tak ada yang ingin kau ceritakan, Hyukkie?" kali ini tangan Kibum menyibak selimut yang menjadi pembatas maniknya untuk menatap sang Lee muda secara langsung.
"Jawab aku, Hyukkie!" Kibum menatap lekat manik coklat Eunhyuk. Menumpukan fokusnya hanya pada namja manis nan rapuh namun sok tegar di hadapannya.
"Anni. Tak ada apa pun, Bummie." lirih Eunhyuk dengan nada serak lemahnya.
"Lalu siapa Kyuhyun itu, Hyukkie?"
Pertanyaan Kibum kali ini membuat Eunhyuk terdiam. Bibirnya merapat, suaranya terkunci dan tenggorokannya terasa tercekat gumpalan besar kapas padat yang menghentikan laju nafas dalam nadinya. Paru parunya seakan menyempit dan lehernya seolah dililit tambang tebal berlapis. Satu kata pun terasa sangat berat untuk meluncur dari bibir plum ranum Eunhyuk.
"Dia.." dan kembali diam mengunci lisan Eunhyuk, mengambil nafas secukupnya dan suara itu kembali mengalun.
"Kau tak perlu tau siapa dia, Kibummie." jawab Kibum dengan nada datarnya sambil berdiri dan berlalu meninggalkan Kibum.
"Hyukjae.." bisik Kibum lirih.
x.x.x
x.x.x
Buruk. Memburuk. Semakin memburuk.
Desahan frustasi Kibum menguar bebasentah untuk berapa kali hari ini takala namja yang duduk di sebelahnya tak ubahnya dengan patung, batu atau malah tembok di sisinya. Matanya melirik ke arah Hyukjae, dan kembali helaan nafas penuh beban meluncur bebas dari bibir tipisnya.
"Hyukkie.."
Tak ada respon.
"Hyukkie.."
Tak ada respon.
"Hyuk-"
"Wae Kibummie?" nada datar yang memotong panggilan Kibum disertai senyum kaku yang sangat jelas dipaksakan oleh si empunya nama.
"Kau mendiamkan ku, Hyukkie!" desis Kibum separuh miris dan kesal.
"Mianhae." ucap Eunhyuk lirih, nyaris tak bersuara, "Aku sedikit kurang sehat, Bummie. Aku akan ke UKS sebentar."
"Ne, Hyukkie." Kibum hanya bisa pasrah melihat punggung Eunhyuk yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu kelas.
'Ku kejar pun kau takan mau kembali kan, Hyukkie?' lirih batin Kibum nelangsa.
Mau menghindar, eoh?
x.x
Tap tap tap tap
Langkah ringan namun terkesan mengambang menggaung di sepanjang lorong lorng yang dilewati Eunhyuk. Jejaknya membekas tanpa arah mencari tempat yang sekiranya nyaman baginya. Fikiranya kosong, menggantung disapu angin.
'Kyuhyunnie..' manik coklat kembar Eunhyuk menerawang jauh ke dalam lautan biru langit berhias juntaian awan di atas sana.
'Kyu.. di mana kau?' Eunhyuk memejamkan matanya saat desir halus angin membelai pipinya.
'Kyu.. aku..' iris yang bersembunyi sejenak tadi menampakan dirinya bersamaan dengan helaan nafas ringannya, 'Aku..'
"Membutuhkan mu.." gumam Eunhyuk hampa tanpa suara, "Kyuhyunnie.."
'Apa yang harus ku lakukan, Kyu?' tanpa sadar wajah Eunhyuk menengadah menatap terpaan sinar matahari.
'Aku mwmbutuhkan mu, Kyu.. sangat membutuhkan mu..' aroma rumput dan hijau dedaunan memasuki rongga penciuman Eunhyuk saat kaki kakinya menjejaki taman belakang sekolah yang cukup tak terurus dan tentunya jarang dikunjungi staf kebersihan maupun guru apa lagi siswa.
'jongmal bogoshippo..' lutut yang sedari tadi menopang berat badan Eunhyuk bergetar, "Bogoshippoyo, Kyu.."
Bruk!
Lutut Eunhyuk melemas, kaki kakinya tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya yang seolah mengganda berkali kali lipat. Bibir Eunhyuk bergetar bersamaan dengan lirih suara yang terdengar.
"Bogoshippo... bogoshippo.. Kyu.." dentuman dalam dada Eunhyuk kian mengeras dan membuat matanya memanas menahan desakan butir beningnya.
"Kapan kau akan melupakan ku, Hyukkie?"
Suara baritone yang mengusik pendengaran Eunhyuk sontak membuat tubuh kecil itu berbalik guna mendapati sosok tubuh tinggi tegap Kyuhyun yang menatap lurus ke arahnya. Menghentikan matanya yang sudah memanas dan siap menumpahkan kelebihan produksi dari kantung air matanya itu.
"Kyu!" bola mata Eunhyuk membulat senang melihat namja yang selalu dicarinya ada di depan matanya. Lemah di kaki Eunhyuk seakan lenyap seketika dengan berdirinya Eunhyuk dengan binar bahagia dalam pancaran matanya.
"Kyu! Bogoshippoyo~" tangan tangan mungil Eunhyuk berusaha meraih Kyuhyun yang ada di depannya, menyalurkan segenap rindunya dalam satu pelukan hangat.
Tap!
Manik Eunhyuk menyipit kaget sekaligus sakit saat Kyuhyun melangkah mundur menghindarinya. Bibirnya kembali bergetar menggumamkan nama Kyuhyun-nya dengan lirih dan perih. Rasa sakit kembali dalam sekejap merajainya bersamaan dengan jemarinya yang mengepal menahan pedih.
"Kenapa kau tak bisa melupakan ku, Hyukkie?" manik tajam Kyuhyun seakan menusuk dalam hati Eunhyuk. Menusuk begitu dalam, menciptakan koyakan lubang gelap nan perih dari luka lama tersayat di batin Eunhyuk.
"Aku.. tak bisa melupakan mu, Kyu.." Eunhyuk menundukan kepalanya, menyembunyikan paras penuh perih dan kecewanya dari Kyuhyun.
"Aku tak akan bisa.." getar getar pedih dalam luka batinnya bak merasakan siraman garam dari tatapan tajam Kyuhyun. Membuat dirinya tercekat dalam kata tak terbentuk.
"Lupakan aku, Hyukkie." nada tenang dalam rangkaian kata Kyuhyun kembali mencabik goresan goresan luka dalam diri Eunhyuk. Namja manis itu semakin tertunduk dalam. Meresapi rasa pahit tak terkira dalam raganya.
"Lupakan semua tentang ku, Hyukkie. Lupakan semuanya."
"TIDAK!" emosi yang menumpuk dalam batinnya luap sudah. Kumpulan sesak dan rasa sakitnya meledak dalam satu jeritan penolakan telaknya. Geram terlukis jelas dalam raut wajah Eunhyuk.
"Aku.. Tak akan pernah Melupakan mu, Kyu!" tekan Eunhyuk dengan wajah merah padam disertai tumpahan lahar bening dingin produksi kantung mata Eunhyuk.
"Aku tak bisa menghapus kenangan tentang mu, Kyu. Itu terlalu menyakitkan.." lirih Eunhyuk dengan suara seraknya, "Semua ingatan bersama mu.. terlalu berharga bagi ku.."
Jemari lentik itu meremas kasar bagian dada kiri seragam sekolahnya saat pedih itu merasuk kembali semakin dalam, "Ku mohon.. tetaplah bersama ku, Kyu.."
Permohonan Eunhyuk kian merobek tekad bulat Kyuhyun untuk membuat dirinya hilang dalam fikiran sang manis Lee Hyukjae, "Aku tak bisa."
Genggaman yang sedari tadi mengepal, mengerat saat suaranya harus membentuk satu bait kalimat ini, "Jika bersama ku kau tak akan bahagia."
"Aku tak peduli, Kyu!" pandangan Lee manis itu sudah terhalang butir beningnya sendiri. Namun nafas beratnya masih melanjutkan kalimatnya, "Aku tak peduli.. tak peduli apa pun resikonya, jangan pernah tinggalkan aku, Kyu.."
Kini ke dua bola mata itu saling beradu, membuat duel tersendiri baik dalam batin maupun dengan lawan bicara di depan mereka.
"Bersama ku kau tak bisa melihat cahaya, Hyukkie." lirih Kyuhyun sambil tetap memaku matanya pada iris coklat Eunhyuk yang memancarkan hal yang sama namun berbeda dari dirinya.
Helaian coklat itu bergerak kala Eunhyuk menggelengkan kepalanya, "Annie. Kau akan tetap bersama ku, Kyu.."
Ke dua tangan kecil Eunhyuk menggenggam jemari besar Kyuhyun , "Kau tetap bagian dari diri ku." senyum kecil tersungging pada bibir plum Eunhyuk. "Kau berarti bagi ku, Kyu."
"Kau sangat penting bagi ku.. sangat penting.."
Sorot mata penuh sakit Kyuhyun tercermin dalam manik obsidiannya. Sang iris gelap seakan mempertanyakan kenapa dalam lirih tak terucapnya.
"Karna kau teman abadi ku, kan Kyu?"
Manik Kyuhyun melebar tercengang mendengar apa yang dikatakan Eunhyuk. Jari jarinya mulai membalas tautan lembut jemari Eunhyuk.
"Karna itulah, kau tak boleh meninggalkan ku.." ucap Eunhyuk mantap.
Meski masih sedikit meragukan ucapan Eunhyuk, Kyuhyun tetap menautkan jemari mereka. Menyalurkan sebagian rasanya pada namja manis dihadapannya. 'Jadi kau tak kan mau terbangun dari malam mu, Hyukkie?'
"Aku kegelapan mu, Hyukkie. Sisi kelam mu. Sedih mu, sepi mu. Aku-"
"Matahari tak kan berjaya tanpa bulan, Kyu." senyuman termanis Eunhyuk mengembang melihat gurat cemas dan gelisah Kyuhyun, "Karna bulan lah yang menunjukan besarnya matahari dengan menjadi pemantul sinarnya saat pagi hilang."
"Jangan pergi, Kyu.. kau lah bulan ku, Kyu.. kau yang membuat ku percaya harapan dari Kibummie.." kini manik yang awalnya menghujamkan tatapan kuat itu meredup dengan sorot penuh harapan akan jawaban namja ikal semampai di depannya.
"Ku mohon.." lirih Eunhyuk nyaris putus asa, "Ku mohon.. kau.. kau bukan sisi gelap ku, Kyu.."
"Kau penerang ku.." Kyuhyun jelas bisa merasakan adanya remasan pada tangannya. Dadanya kian menyesak mendapati hal yang berbanding terbalik dengan harapannya. "Kau selalu di sisi ku saat aku bimbang.."
"Kau teman ku.." jutaan harapan yang terhias di depannya perlahan jatuh bebas dengan bungkamnya suara Kyuhyun yang tak terdengar barang sedengung pun.
"Kau yang terakhir kan? Kau berjanji akan terus ada di sisi ku kan, Kyu? Kau akan ada untuk ku sampai akhir kan, Kyu?"
Ingin rasanya Kyuhyun menjawab semua deretan pertanyaan Eunhyuk dengan satu kata, "Ya" namun bibirnya kaku bersamaan kelunya lisan Kyuhyun oleh ketidak percayaannya. Keraguannya. Bimbangnya pada kemungkinan hilangnya sepercik cahaya dalam diri Eunhyuk. Dalam Eunhyuk-nya yang baru.
"Kau.." wajah manis itu tertunduk dengan sinar harapan yang pupus sudah.
"Teman abadi ku, kan?" nada menyayat hati itu lebih mengarah pada pernyataan dari pada pertanyaan di telinga Kyuhyun.
"Ya, aku teman abadi mu, Hyukkie." Tangan Kyuhyun menyentuh dagu Eunhyuk lembut, membuat namja manis bermarga Lee itu mendongak menatapnya.
"Aku akan tetap abadi bersama mu, Hyukkie." Pahit masih terasa bagi Kyuhyun. Kelu masih bermain dalam latar di sini, "Aku abadi selama kau menginginkanku."
Getar sesak tak tergambarnya kini merambat dalam sentuhan lembutnya pada Eunhyuk. "Waktu tak akan mampu menghapusku."
"Saat kau mengingatku, saat itulah.." lengan kekar Kyuhyun mendekap erat tubuh kecil Eunhyuk dalam dekapan hangatnya. "Aku berada di sisi mu, Hyukkie. Tepat di sisi mu."
Senyuman bahagia Eunhyuk turut menarik untaian serupa di paras elok Kyuhyun.
Hyukkie..
Ingatlah ini, Hyukkie..
Seberat apapun, kau yang memilih, kau juga yang akan yang menjalaninya. Karena ini hidup mu. Bukan hidup orang lain.
~The End~
Hiyaaa~~~
Tamaaatt~
Mianhae chingudeul, minna-san~ mungkin end-nya ga sesuai harapan kalian u_ua
jongmal mianhaeyo~ m(_ _)m
Oia, terakhir~ RnR + RCL, yaa~~ ^0^)/
Salam manis,
ZUM
