Disclaimer : ©Square-Enix.

Timeline : Final Fantasy VII arc.

POV: Cloud's POV.


Time Hover


Aku

Aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku tidak sanggup mengorbankan harga diri berkata jujur padanya bahwa aku telah gagal menjadi SOLDIER.

Yang sebenarnya aku takut melihat kekecewaannya.

Awan (cloud)

Dalam kondisi mabuk, sulit mengontrol seluruh bagian diri, jadi biasanya ada yang ikatannya sedikit kendor; itu adalah mulutnya. Kebingungan akan jati dirinya terlontar begitu saja.

Suara wanita yang familiar menjawab, "Sebenarnya secara teknis awan itu mendispersikan cahaya, bukan menutupi bumi darinya. Kupikir kau ada di dunia ini untuk alasan itu…Tanggung jawab yang luar biasa."

Ia hanya punya ingatan samar akan jawaban itu, ingatan samar dalam mimpinya. Yang ia tahu, ia sedang terlibat misi menyelamatkan Gaia.

Dia

Dia adalah masa lalunya, masa sekarang, dan masa depannya. Tapi ia tidak pernah bisa mengungkapkannya dengan benar.

Apa yang salah dengan dirinya?

Hampa

Ia tidak sadar; tubuhnya dirantai kelumpuhan, jiwanya terkungkung dalam hamparan gelap. Lama ia terpenjara di sana dan mungkin untuk selamanya.

Matahari

Lalu cahaya lembut, yang bukan matahari tiba-tiba berpendar di kejauhan. Menuntun jiwanya dari kesesatan gelap, perlahan namun pasti mematahkan rantai kelumpuhannya. Hingga sekali lagi ia melihat sumber cahayanya sebagai sosok yang nyata dan tidak pernah meninggalkannya.

---HF-Smile---

Author's note: funny, when it happen to be Cloud, a sentence is just not enough*sheepish grin*. Anggaplah ini adalah kata hatinya, dunia di mana Cloud bisa membedah isi kepalanya. Tema Hampa dan Matahari ada korelasinya, settingnya adalah waktu Cloud terbius konsentrasi mako yang sangat besar dan menjadi lumpuh. Sulit menceritakan setting bila tuntutannya adalah minimalis kata D:*biarpun ga dituntut harus sekalimat*