Sakura no Ai
Disclaimer : Masashi Kishimoto * tidak akan pernah jadi milikku huwahh…
but this fict mine.
Rated : T
Pairing : SasuSaku, SasuHina dll*masih bingung nih
Genre : Romance, Drama, Family
Warning : OC, OOC, TYPO, geje, lebay, aneh.
Don't like don't read. No flame ! !
E
N
J
O
Y
Chapter 2
Summary : sakura kesepian, ia merindukan kehangatan cinta. Ia terasing dalam keramaian. Ketika cinta itu datang, ia harus merasakan kepahitan. Cowok itu mencintai kakaknya. Masih adakah cinta untuk sakura?
Sakura berdiri di depan rumahnya, ia tersenyum bahagia, benar-benar bahagia. Ia memejamkan matanya menvoba menghirup aroma rumahnya kembali. Ia berjalan menelusuri rumah, mencoba mengingat kembali kenangan yang tercipta disana. Mengingat kembali kehangatan yang sempat hilang beberapa waktu.
Sakura menoleh kebelakang, melihat ayahnya yang hanya berdiri di belakangnya. Sakura sedikit terluka melihat tidak ada reaksi apapun dari ayahnya. Tidak ada kebahagiaan dan kesedihan dalam sorot matanya, yang ada hanya tatapan kosong yang entah apa artinya.
Sakura menghela nafas sebentar, lalu ia menarik ayahnya masuk kedalam rumah. Ia tidak perduli atas apapun reaksi ayahnya nanti, itu pun jika ayahnya akan menanggapi Sakura. Sakura berjalan dengan cepat, tidak sabar rasanya untuk bertemu kakaknya, ayolah Sakura begitu rindu dengan kakaknya. Kakak yang selalu ia kagumi. Kakak yang begitu sempurna. Sempurna dalam apapun, entah itu kecantikan atau bidang yang lain.
"Neesaaan." Teriak Sakura dengan semangat. Matanya mengitari penjuru rumah untuk mencari kakaknya. Mendapati kakaknya diruang tamu sedang berbicara dengan seseorang, nampaknya teman kakaknya. Ia melepaskan tangan ayahnya yang sedari tadi ia pegang, dan berlari ke tempat kakaknya. Sakura memeluk kakaknya tanpa melihat teman kakaknya itu.
"Neesan aku kangen, aku kangen." Kembali sakura memeluk kakaknya itu.
"Kkau, kenapa kau kembali?" kalimat yang tidak terduga meluncur dari mulut Hinata, kalimat yang diucapkan dengan keterkejutan yang begitu besar, kalimat yang diucapkan dengan sinis. Mendengar respon Hinata, Sakura beringsut menjauh dari tubuh kakaknya. Ia menatap dengan pandangan minta penjelasan dan pandangan penuh kekecewaan. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Sakura, semuanya terkunci dalam kekecewaan yang mendalam. Well, siapa yang tidak kecewa mendengar orang yang begitu kau kangeni menolak kehadiranmu?.
"Hn Hinata, siapa dia? Dia adikmu? Ku dengar dia tadi memanggilmu neesan." Terdengar suara yang menghentikan kesunyiaan yang sempat tercipta. Suara yang dingin dan tajam namun tegas. Sakura menoleh ke arah suara itu, terpampang dengan jelas rupa yang begitu rupawan. Onix yang begitu tajam dan penuh ketegasan. 'Deg.. deg..' hati Sakura berdesir melihat teman kakaknya itu, entah kenapa jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Ya Sasuke, dia adikku. Hm bagaimana kita lanjutkan diskusi kita di halaman belakang saja, disana lebih nyaman dibandingkan disini tentunya." Jawab Hinata berusaha mengalihkan pembicaraan. Penuturan katanya lembut, sungguh lembut tidak ada kesinisan tentunya. Sakura yang mendengar penuturan kalimat yang begitu lembut, hanya terdiam di tempatnya.
"Hn." Jawab Sasuke singkat, jawaban yang diartikan Hinata persetujuan atas ajakannya. Tanpa banyak bicara lagi, hinata segera mengajak Sasuke pergi ke halaman belakang, berjalan melewati Sakura yang masih terdiam ditempatnya berdiri.
Sasuke melewati Sakura, sambil menyeringai tipis. Nampaknya ada sesuatu hal yang terfikir di otak Sasuke. Entah apa itu, tapi nampaknya hal itu akan memulai pertualangan cinta yang rumit.
Sakura hanya menatap kepergian kakaknya dengan sedih, ia kecewa kakaknya tidak memberikan senyuman hangat lagi seperti yang dulu sering ia dapatkan. Sakura hanya terseyum kecil.'Mungkin neesan lagi ada masalah.' Fikir hati Sakura, memberi semangat untuk dirinya sendiri walau ia tahu alasan sebenarnya dari sikap kakaknya itu.
Sakura berjalan lunglai menuju kamarnya, menutup pintu dengan pelan lalu menguncinya. Air mata Sakura menetes perlahan. Ia terisak, air matanya tetap keluar walaupun berusaha ia tahan sedari tadi. Inikah balasan atas kesalahannya dulu?. Tidak diperdulikan oleh keluarganya, diabaikan dan diacuhkan. Air mata Sakura menetes semakin deras, ia tidak berniat untuk menghapusnya, sama sekali tidak berniat.
Sakura berjalan menuju tempat tidurnya, duduk disana sambil membuka laci yang berada disamping kasurnya. Sakura mengambil sesuatu didalamnya, membuka perlahan dan begitu hati-hati. Air mata Sakura mengalir semakin deras tatkala sesuatu itu telah terbuka dengan sempurna. Sesuatu yang memamerkan kehangatan yang begitu hangat, penuh kasih sayang dan cinta. Sesuatu yang membekukan semua kenangan manis yang pernah tercipta. Sesuatu itu adalah album keluarga yang sengaja Sakura minta dulu, dulu sebelum malaikat maut merenggut nyawa ibunya dalam peristiwa itu.
Sakura melihat album itu dengan sorot mata kesedihan, sorot mata yang menampilkan harapan besar kejadian itu akan terulang. Kejadian dimana ia, kakaknya, ibunya, ayahnya tersenyum bahagia sambil menatap penuh kehangatan satu sama lain. Ia ingin itu kembali terulang, ia ingin merasakan kembali kehangatan ayahnya ketika memeluknya. Ia ingin merasakan kembali ocehan Hinata ketika ia meletakkan susu yang tidak habis ia minum ke gelas kakaknya itu. Tapi, nampaknya itu hanyalah angan yang tidak akan terwujud. Angan yang jauh untuk digapainya.
'Aku harus kuat, tidak boleh menangis lagi. Aku harus kuat, ada atau tidak kehangatan dari tousan dan neesan. Mungkin mereka butuh waktu untuk bisa memaafkan kesalahanku. Sampai waktu itu tiba, aku akan terus menunggu dengan senyuman ceria untuk mereka.'
Sasuke hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah laku Hinata, senyuman yang jarang ditampakkan oleh seorang Uchiha Sasuke. Senyuman yang tentunya tidak akan di sadari oleh Hinata karena begitu tipis. Sasuke bisa tersenyum hanya karena melihat Hinata yang dengan semangat mencoba menangkap seekor kupu-kupu yang kebetulan hinggap di salah satu bunga mawar milik keluarga Haruno. Sasuke kembali tersenyum tatkala Hinata dengan muka cemberut menghampirinya karena tidak bisa menangkap kupu-kupu itu.
"Sasuke-kun, kau tahu kupu-kupu begitu cantik tapi ia memiliki sayap yang bisa terbang dengan mudah. Ia begitu cantik tapi begitu sulit digapai. " Hinata bercerita dengan semangat. Sasuke hanya mendengar dengan seksama, berusaha untuk tidak melewatkan satu huruf pun yang keluar dari mulut mungil Hinata.
"Hn, Hinata. Toilet dimana?" Tanya Sasuke datar seperti biasanya, datar seperti tidak ada emosi dalam setiap kalimatnya. Hinata yang mendengar hal itu, kembali cemberut. Ia tidak menyukai tidak ada emosi dalam kalimat seseorang, karena menurut Hinata emosi mencerminkan perasaan seseorang itu sendiri. Tapi coba Hinata meneliti dengan cermat kalimat demi kalimat yang dikeluarkan Sasuke, ada emosi yang terselubung di setiap kalimat itu, emosi yang memang sengaja di tekan untuk tidak keluar. Sasuke tentu tidak mau menghancurkan imagenya selama ini bukan?.
" Sesudah lewat ruang tamu, belok ke kanan nah disana ada toilet. Perlu aku antar Sasuke-kun." Tawar Hinata.
"Hn." Jawab Sasuke sebelum ia berjalan mengikuti petunjuk Hinata, jawaban yang di artikan Hinata sebagai penolakan.
Puas menangis di kamar, Sakura berjalan keluar menuju dapur, mengambil minuman yang bisa menyegarkan tenggorokannya yang terasa kering.
Sakura berpapasan dengan Sasuke di ruang tamu, Sakura tersenyum kepada Sasuke yang ditanggapi dingin oleh Sasuke. Mendapat tanggapan seperti itu, Sakura semakin mempercepat langkahnya, ia tidak mau berurusan dengan makhluk dingin seperti itu. tapi langkahnya terhenti ketika tangan besar Sasuke memegang pergelangan tangannya dengan erat, menahannya untuk tidak pergi. Sakura menoleh dengan cepat dan menatap Sasuke dengan heran meminta penjelasan.
"Jadilah pacarku!"
TBC
Bagaimana jawaban Sakura? Tolak atau terima?
Apa maksud dari pernyataan tersebut?
Apa yang sedang direncanakan Sasuke?
Terus ikuti fict ini ya,, dan temukan jawabannya. :D
Mau balas review dulu ah disini…
Kikyo fujikazu : emang sengaja dibuat dingin kikyo biar menambah kesan kesengsaraan Sakura gitu alasannya gara-gara secret donk,, *biar penasaran dan terus baca kan gg asik udah dikasih tahu duluan, tapi yang pasti menyangkut sebuah peristiwa. RnR terus yah ;D
Me : tidak tidak, bukan jahat tapi teeet*rahasia donk biar penasaran dan tetap setia dengan fict chissi ini., hahaha , RnR terus yah,,, :D jangan lupa baca kelanjutannya..
Uchiha eky-chan : nih udah di update,, baca terus ya, yaya,,, and RnR please!:D
Sakura-chanNoRuffie-chan : huwah makasih senpai udah mau baca fict aneh dan ngereview pula. *peluk peluk. Makasih atas sarannya senpai, akan ku perhatikan lagi dengan seksama,.. :D.. RnR terus ya senpai. Because your review give me support*plak ditampar, sok inggris padahal nilai bahasa inggrisnya kecil. Hehehe. :D
Hallo hallo, chissi datang kembali dengan kelanjutan fict gaje ini, Chissi harap semuanya bisa suka dengan fict aneh ini..
Chissi boleh minta review kalian kan, chissi tahu kalian orang-orang baik yang tidak pelit ngasih review.
Chissi juga sangat berharap senpai-senpai mau ngereview fict Chissi, biar Chissi bisa menulis dengan lebih baik lagi nantinya.
Tapi maaf, Chissi gg terima flame, entah kenapa kayaknya chissi tidak kuat menerima flame. Hehehe :D
Review, go review.. pengen banget baca review para reader semua. :D
Kata teman Chissi, " hargailah kerja keras orang lain,"
So….
R
E
V
I
E
W
Please!
