Cahaya lightstick yang dipancarkan oleh fans terlihat sangat indah. Sinar lampu yang menghiasi panggung mulai tertuju pada mereka. Terutama dua orang dengan perbedaan tinggi yang sangat kontras itu. Baekhyun dan Chanyeol.
Sekarang EXO –group yang menaungi Baekhyun dan Chanyeol yang memiliki sepuluh member –sedang melakukan konser solo –nya yang kedua. Namanya Exo LuXion.
EXO –Nama grup mereka. Luxion –pengganti kata Evolution dan X besar ditengahnya adalah angka romawi yang berarti 'Sepuluh' –menandakan jumlah member.
Kedua pria yang sedang digandrungi oeh seluruh wanita didunia itu tampak sedang berdebat. Mengabaikan teriakan dari fans. Dan mengabaikan member yang lain. Seolah-olah ini adalah konser mereka berdua. "Aku akan menunjukan Abs –ku besok" yang lebih mungil –Baekhyun mulai mengeluarkan suaranya.
Hampir semua member tertawa. Tak terkecuali Park Chanyeol. Baekhyun menahan dirinya agar tidak mengembungkan pipinya dimuka umum karena Baekhyun sadar ia akan tampak seperti Wanita yang merajuk pada kekasihnya. Eww –kenapa diibaratkan wanita?
Baekhyun sangat bahagia ketika member lain tertawa karena –nya. Tetapi tidak untuk pria berpostur tinggi –perbedaan rasio darinya 11 cm. Park Chanyeol. Kekasih yang sesungguhnya sekaligus kekasih rahasianya. Si idiot itu tertawa dengan sudut bibir tertarik hingga menyentuh telinga. Ugh.. sangat idiot.
Baekhyun dapat melihat Chanyeol menutup mulutnya menggunakan punggung tangan-nya. "Sebelum konser dimulai, Baekhyunie memperlihatkan ABS-nya di toilet. Tapi hanya untukku" Baekhyun menolehkan wajahnya kesembarang arah. Tidak mau terlalu fokus pada pria yang sekarang tengah membuat perutnya dihampiri berjuta-juta kupu-kupu imajiner.
"Yach! Chanyeol tidak lucu" Baekhyun memajukan bibir bagian bawahnya. Dan itu membuat Chanyeol semakin gemas.
"Yah... Baekhyun adalah yang tercantik"
Teriakan fans yang mendukung hubungan pertemanan –mungkin mereka yang mulai memenuhi seluruh penjuru stage konser mereka.
...
.
.
Nutella (Sequel Holding hand's)
Cast: BaekYeol/ChanBaek
Rating: PG +17.
Length: Ficlet
Genre: Idol Life, Romance, Drama
PS: Terinspirasi dari salah satu percakapan Chanyeol dan Baekhyun di Exo LuXion yang terdengar Ambigu :D Hope you enjoy it^_^ Bercetak miring menandakan flashback.
.
.
.
2 Jam sebelum Konser
Baekhyun memainkan ponselnya –sambil menunggu gilirannya di make up. Mungkin stalking akun instagramnya tidaklah buruk. Baekhyun mendengus geli saat melihat salah satu postingan fans mengenai Postingan Chanyeol tentang 'Beat Burger Hoodie' yang jika diambil dari huruf depannya menjadi 'BBH' yang juga merupakan singkatan namanya.
'Dasar Park Chanyeol bodoh!' –batinnya
Yang mengherankan adalah... Baekhyun menyukainya. Menyukai disaat Chanyeol yang mulai berani menimbulkan kode tentang hubungan mereka dipublik. Tetapi resikonya, karena postingan –nekat Chanyeol itu, Handpone mereka di gledah habis-habisan oleh manager. Dasar pengatur! Tanpa mereka bersepuluh, Mereka –staff dan segala hal berhubungan dengan agensi jika tidak memiliki artis, itu tidak akan membuat kantong mereka tebal, kan? Dasar tak tau diuntung! –Baekhyun mendesis sekarang.
Baekhyun melangkahkan kakinya ke toilet saat merasa ia harus membasuh wajahnya agar tetap terlihat segar. Sambil bersenandung kecil, Baekhyun masuk ke dalam toilet dan membuka keran wastafel. Dan kemudian membasuh wajahnya. Baekhyun kembali mengerutkan keningnya saat mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat Xiumin memamerkan Abs –nya. Baekhyun menunduk menatap perutnya dan kemudian mengusapnya memutar –yang malah terlihat seperti wanita sedang mengusap perutnya yang telah terisi Bayi mungil. "Kapan aku punya Abs?" lirih Baekhyun.
Satu detik kemudian Baekhyun kembali menyemangati diri sendiri. Melompat-lompat kecil dan menggerakkan badannya kekanan dan kekiri. "Semangat.. aku pasti bisa" Baekhyun terus melakukan hal aneh yang tanpa ia sadari bahwa kekasih –rahasianya sedang berdiri bersandar di pintu kamar mandi.
"Baekkie. Jangan terlalu banyak bergerak."
Suara hushky itu mulai terdengar ditelinga mungilnya. Baekhyun menoleh dan tersenyum polos saat Chanyeol berjalan mendekatinya. "Yeollo..." Baekhyun menurunkan tangannya yang masih berada di sekitar perutnya. Chanyeol mendengus. Baekhyun benar-benar menggemaskan. "Apa yang kau lakukan? Kau menginginkan Abs ya?" Baekhyun merona kecil saat mendengar penuturan Chanyeol.
Tapi dengan segera, Baekhyun mengangkat dagunya. Menatap Chanyeol angkuh. "Untuk apa aku menginginkan abs? Aku sudah mempunyai Abs" Chanyeol tertawa geli. Kekasihnya sedang bermimpi. Hey, bahkan mereka sering melakukan hal 'kutip' yang berarti Chanyeol sudah melihat seluruh bagian tubuh Baekhyun. Dan faktanya.. sama sekali tidak ada lekukan Abs. Mulus. Sangat mulus. "Bermimpi"
"Arssh!" Chanyeol meringis saat merasakan pukulan dikepalanya. Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Aku membencimu, Yeollo" Chanyeol tertawa dan menarik tubuh Baekhyun untuk masuk kedalam dekapannya. Baekhyun hanya memejamkan matanya menikmati aroma mint yang menguar. "Sebenci apapun kau terhadapku.. aku akan tetap mencintaimu, sayang" Baekhyun hanya terdiam menyembunyikan rona diwajahnya.
Chanyeo melepaskan pelukannya dan bergerak untuk menatap dalam kekasih mungilnya yang tampak seperti peterpan –neverland karena rambutnya berwarna emas. Sangat menambah kesan cute. "Nah.. agar aku percaya, bisa kau berikan bukti padaku?" Baekhyun mengetukkan jari telunjuk lentiknya ke dagu runcing miliknya. Dan kemudian menjentikan jarinya setelah mendapat ide. "Tunggu sebentar, Yeollo"
Chanyeol hanya menggeleng menatap tingkah hyper aktif sang kekasih.
.-.-.-.-.-.
Baekhyun berlari kecil menuju ruang kostum-nya. Mata bulan sabitnya bergerak keseluruh ruangan mencari tasnya. Baekhyun berbinar. Saat telah menemukan tas –nya. Ruangan EXO memang benar-benar berantakan. Seperti kapal pecah.
Tangannya bergerak untuk mengobrak –abrik tas berwarna coklat miliknya. Baekhyun tersenyum lebar saat mendapatkan barang yang ia cari. "Suho hyung!" Baekhyun beteriak saat mata bulan sabitnya dapat melihat hyung tertua di EXO –K sedang memainkan ponselnya disudut ruangan. Suho menoleh dan tersenyum singkat saat sang vitamin –julukan Baekhyun sedang tersenyum kearahnya. "Ada apa?"
Baekhyun menggaruk tengkuknya. "eung.. apa hyung mempunyai tali?" Suho menyernyitkan dahinya. "Mungkin Soobin noona ( staff –make up) punya" Baekhyun mengucapkan terimakasih dan segera mencari keberadaan Soobin noona.
.-.-.-.-.
Chanyeol mulai bosan menunggu sang kekasih. Dengan seluruh pertimbangan, Chanyeol melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar dari toilet. Tapi baru sampai tepat didepan pintu, sang kekasih –Baekhyun telah berdiri dengan tangan yang menutupi perutnya. "Kau lama sekali, Baby." Baekhyun tersenyum aneh. Baekhyun menarik pergelangan tangan Chanyeol untuk kembali masuk kedalam toilet. "Aku akan menunjukan Abs ku" Chanyeol menggigit bibirnya menahan tawa. Tapi kemudian ia mengangguk.
"Ta.. daa"
Chanyeol mengerutkan keningnya saat melihat Baekhyun mengangkat bajunya sebatas dada. Dan kemudian menahan tawanya.
Sekaleng selai cokelat bernama 'Nutella' telah merekat disekitar perut simungl. Setau Chanyeol, Baekhyun hanya memiliki selai stawberry yang akan selalu Baekhyun bawa kemana-mana. "Apa maksudmu, Baekkie? Kau bilang akan menunjukan Abs mu..." Baekhyun mencebikkan bibirnya. –ia kesal.
"Aku pernah membaca sebuah artikel di internet..."
Baekhyun menghentikan ucapannya dan kembali menatap Chanyeol yang sedang menatapnya. Baekhyun menggigit pelan bibir bawahnya "... Salah satu blog mengatakan bahwa.. produk nutella jika dimakan akan bisa membuat bentuk tubuh menjadi lebih bagus." Chanyeol tercengang mendengar perkataan Baekhyun. Kenapa kekasihnya ini begitu polos?
"...Tapi aku tidak begitu menyukai cokelat. Jadi aku tidak menggunakannya. Aku memakainya dengan melulurkan cokelat itu disekitar tubuhku. Aku tidak salah, kan?"
Baekhyun tersentak saat melihat Chanyeol menatap intens dirinya. Baekhyun terus bergerak mundur saat Chanyeol mendekatinya. Sampai ketika Chanyeol menahan bahu Baekhyun. Mencengkramnya erat. Dan menatapnya intens "Baekkie.. kenapa kau begitu polos?" Baekhyun mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Chanyeol. Baekhyun meringis pelan saat Chanyeol menarik toples selai 'Nutella' miliknya.
Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun dan mendudukannya di samping wastafel. Chanyeol membuka perlahan tutupp toples selai itu. Mengambilnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengangkat kaos Baekhyun. Baekhyun hanya diam. Ia tau kemana arah perbuatan Chanyeol.
"Baekkie.. aku lebih suka perutmu tidak memiliki Abs.. karena.. itu samasekali tidak cocok untuk wajah Cantikmu." Baekhyun mendesah pelan saat Chanyeol mulai membaluri perutnya menggunakan Cokelat itu. Membalurinya dengan gerakan sensual yang membuat simungil mabuk -tulang leher Baekhyun melemas ketika ia mendapatkan sentuhan disekitar tengkuknya. "Yeollo.. nanti ada member yang mas –ah" ucapan Baekhyun terpotong ketika Chanyeol menjilat sensual lehernya. Menjauhkan wajahnya dan mulai turun kearah perut datar milik Baekhyun.
Baekhyun merasa perutnya benar-benar lengket. Chanyeol mendekatkan wajahnya keperut datar milik Baekhyun. Mulai menjulurkan lidahnya dan mulai menjilati selai cokelat yang menempel disekitar perut sang kekasih. Menyesapnya penuh dengan kegiatan sensual. Membuat simungil sangat frustasi. Chanyeol dapat merasakan Baekhyun meremas rambutnya. Menandakan ia menikmati setiap sentuhan sang kekasih. Baekhyun menggigit bibir bawahnya pelan saat lidah Chanyeol bergerak menggelitiki pusar-nya. Perlahan, coklat mulai menghilang dan digantikan oleh bercak-bercak merah karya Chanyeol. Tubuh Baekhyun menjadi lebih mengkilap karena air liur Chanyeol. Baekhyun terengah. Nafasnya membara. Membuat libido Chanyeol naik. Sangat naik. Tapi setelah perut sang kekasih bersih dari noda coklat, Chanyeol segera menjauhkan wajahnya. Menatap Baekhyun yang sedang terengah. Cantik sekali.
Chanyeol menutup kembali perut Baekhyun yang sempai ia singkap. Chanyeol mengusap pelan pipi merona sang kekasih. Dan kemudian mengecup bibir Baekhyun singkat untuk beberapa detik. "Jadilah dirimu sendiri, Baekkie." Baekhyun mengerutkan keningnya dan mengalungkan tangannya ke leher jenjang sang kekasih. Chanyeol mendekatkan wajahnya hingga kening mereka bersentuhan. "Semua orang menyukai kau yang manis. Terutama aku. Jadilah dirimu sendiri. Karena aku mencintaimu bukan karena fisikmu. Aku mencintaimu karena itu kau. Lagipula..."
Chanyeol mendekatkan wajahnya ketelinga Baekhyun. "Tubuh mulusmu yang tanpa lekukan itu.. membuat kau terlihat semakin menggairahkan.." Chanyeol meringis saat merasakan Baekhyun memukul kepalanya. Chanyeol tertawa saat melihat kekasih –rahasianya cemberut. "Yach! Pervert" Chanyeol kembali membungkam bibir tipis Baekhyun dengan bibir plum kebanggaannya. Chanyeol menggerakan bibirnya pelan. Menyalurkan perasaannya yang tulus kepada Baekhyun. Tidak ada nafsu diantara ciuman mereka. Hanya ada cinta disetiap alunan gerakan mereka. Chanyeol kembali menarik wajahnya dan kemudian mengecup singkat puncak kepala Baekhyun. "Aku sangat mencintaimu.." Keduanya tersenyum.
.-.-.-.-.
Konser mereka telah selesai sekarang. Mereka telah bersiap untuk pulang. Baekhyun dan Chanyeol masih tertawa satu sama lain. Mereka sedang bermain games di psp kesayangan sang maknae –Sehun. Hingga Chanyeol berhenti tertawa dan mulai menjatuhkan kepalanya di tempat paling nyaman setelah pelukan orang tuanya yaitu
–Bahu Baekhyun.
Baekhyun masih asik memainkan psp Sehun dan mengabaikan Chanyeol. Chanyeol yang merasa diabaikanpun mulai mencari cara. "Baekkiee.. aku sangat mencintaimu" Chanyeol mulai berbisik.
Baekhyun mengedikkan kepalanya. Geli karena hembusan nafas Chanyeol. " –Hm" Chanyeol mengembungkanpipinya saat mendengar respon Baekhyun. "Aku menyukai nafasmu dan suaramu" Baekhyun masih tidak peduli. "Aku merindukan tubuh kita yang bersentuhan dan kau mendesahkan nama –aw" Chanyeol tersenyum sumringah melihat Baekhyun merona. Dan kemudian tangannya diulurkan untuk merangkul pinggang Baekhyun. Baekhyun yang menyadari itu langsung mengangkat kedua kakinya sehingga membentuk sudut lancip yang dapat menutupi rangkulan Chanyeol.
"Baekhyun.. Chanyeol"
Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatap datar seseorang yang berada dihadapannya sekarang. Manager EXO. Pengganggu –desisnya.
"Percakapan kalian dikonser tadi.." Chanyeol bangkit dari duduknya hingga ia berhadapan dengan manajer-nya sekarang. "Kenapa? Kami sama-sama lelaki. Itu tidak masalah, kan?"
Manajer mengerutkan keningnya kesal. "Untuk malam ini, Kalian pisah kamar. Kau, Baekhyun dikamar Sehun sedangkan kau," Jari telunjuk sang manajer menunjuk tepat didepan hidung Chanyeol. ".. Kau dikamar Kyungsoo dan Kai"
Baekhyun dan Chanyeol membolakan matanya.
FIN
.
.
Review?
Peteryeol
[21 Maret 2015]
.
.
.
Aku membawakan sequel :D aku bisa gila karena moment Chanyeol dan Baekhyun di EXO LuXion benar-benar.. arrghhh~ mulai dari moment Baekhyun nangis dan Chanyeol seperti biasa menyentuh lehernya dan sampai berganti baju berdampingan saat menyanyi Lucky. Itu benar-benar membuatku gilaa~~
Dan semakin gila karena pathcode EXO benar-benar rumit;(
