Enjoy Every Last Breath

(Menikmati Setiap Nafas Terakhir)

Created By : WijayaKim17

Main Cast : Kyungsoo, Chaenyeol (CHANSOO)

Cast : Suho (Kyungsoo's Father), Irene (Kyungsoo's Mother), You'll be find more.

Genre : Family, Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Drama

Synopsys :

Cerita ini mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang anak bernama Kyungsoo. Ia menderita salah satu penyakit mematikan di dunia yaitu Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Otak). Dokter menyatakan bahwa usianya hanya beberapa bulan lagi. Bagaimanakah perjuangan Kyungsoo melawan kanker? Bagaimana ia menghabiskan sisa waktunya? Silahkan simak ceritanya sampai chapter terakhir ya...^_^"

Read to the end, then you can know whether you like this story or not?

This is my first story, hope you'll be like it.

NO PLAGIAT

Enjoy and Happy Reading ^-^


Previous cahpter :

"Apa penyakit itu datang kembali?", ibunya menahan tangis.

"Aniyo, penyakit itu tidak akan pernah datang kembali. Ini hanya mimisan biasa eomma. Aku pasti hanya kelelahan saja", jawab kyungsoo menahan tangis.

"Kita kedokter sekarang juga nak"

"Tidak perlu appa, aku baik-baik saja"

"Cepat bersiap!", paksa ayahnya.


Mereka sampai di rumah sakit dan langsung menemui dokter Kai yang merawatnya dulu. Dokter Kai sangat dekat dengan keluarga ini dan menganggap mereka seperti keluarganya sendiri. Kyungsoo masuk kedalam ruang pemeriksaan. Sementara keluarganya menunggu diluar. Cukup lama dokter memeriksa Kyungsoo, sampai akhirnya ia keluar dari ruang pemeriksaan.

"Bagaimana keadaan Kyungsoo?"

"Bisa kita bicara di ruangan saja?"

Sesampainya diruangan.

"Kenapa Kyungsoo baru diperikasakan sekarang?"

"Apa maksudmu Kai? Kyungsoo kami selalu terlihat bahagia setiap hari", tanya ayah.

"Sangat berat untuk menyampaikan ini, tapi, kalian memang harus mengetahuinya"

"Ada apa? Jangan membuat kami cemas"

"Kanker itu datang kembali"

"APA?!" sontak ibu kaget sambil menahan tangis.

"Benar. Kemotrapi dan radiasi yang kita lakukan dua tahun lalu, ternyata hanya menghilangkan sel kanker itu sementara dan tidak membunuhnya secara total"

"Astaga..." tangis ibu.

"Apa masih ada kemungkinan untuk disembuhkan?"

"Ini sangat sulit. Kanker yang datang untuk kedua kalinya pasti akan lebih ganas. Dan aku bisa memastikan bahwa kemo dan radiasipun tidak akan memberikan efek apapun, yang ada hanyalah akan menyiksa Kyungsoo"

"Apakah kau yakin akan hal itu?, lantas bagaimana dengan kehidupan Kyungsoo?" tanya ayah sambil menangis memeluk sang istri.

"Mianhe. Tapi tidak ada cara lain. Karena Kyungsoo terlambat diperiksa, kankernya sudah cukup menyebar. Kita harus mencegah penyebaran kanker ini agar tidak sampai menyentuh jantung. Karena jika itu terjadi, kanker itu akan menghentikan detak jantungnya."

"Astaga... Kyungsoo tidak pernah menunjukkan tanda bahwa ia sakit. Ia selalu terlihat bahagia. Semenjak ia dinyatakan sembuh, kami sudah tidak pernah melihat penderitaan lagi dalam dirinya", ibu menangis.

"Berapa lama kemungkinan dia bisa bertahan?"

"Mianhe , tapi, melihat kondisinya sekarang aku bisa memprediksi bahwa usia Kyungsoo mungkin hanya tersisa 3 sampai 5 bulan saja. Aku akan memberikan obat penahan rasa sakit dan pencegah agar kanker itu tidak menyebar parah, semoga obat ini bisa memperpanjang usia Kyungsoo. Kita semua harus tabah, Kyungsoo membutuhkan dukungan kita semua"

Ruangan dokter Kai sangat penuh dengan tangisan. Tanpa mereka semua sadari, Kyungsoo mendengarkan percakapan mereka di belakang pintu, ia menangis mengetahui usianya yang tak lama lagi, dan memaki dirinya sendiri yang lagi-lagi merepotkan dan membuat orang tuanya sedih.

Mereka keluar dari ruangan dokter Kai dengan membawa selembar kertas resep obat. Saat keluar, mereka kaget melihat Kyungsoo yang duduk menangis dan sadar bahwa Kyungsoo pasti mendengar semua percakapan di ruangan tadi. Merekapun langsung memeluk Kyungsoo.

"Kenapa kau menyembunyikan rasa sakitmu nak? Kenapa kamu tidak mengatakan rasa sakitmu kepada kami?"

"Sejak aku dinyatakan mengidap penyakit itu, aku sudah tidak pernah melihat kebahagiaan dalam diri kalian. Tapi ketika aku dinyatakan sembuh aku bisa melihat kebahagiaan di mata kalian, sejak saat itulah aku berfikir bahwa aku harus terus sehat. Agar selalu bisa membuat kalian bahagia. Maaf aku kembali membuat kalian sedih, aku memang tidak berguna"

"Jangan katakan itu nak, kau anakku yang paling hebat di dunia ini, eomma sangat bangga padamu", ibu mengecup kening Kyungsoo.

"Kami semua selalu mendukungmu nak, jangan menyerah", semuanya memeluk Kyungsoo.

Sepulang dari rumah sakit, merekapun langsung beristirahat. Kyungsoo terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara orang yang sedang berdebat. Ia keluar kamar dan mencari sumber suara itu, yang ternyata itu adalah suara kedua orang tuanya. Ia pun menyimak pembicaraan orang tuanya.

"Usia Kyungsoo hanya tinggal beberapa bulan lagi", ucap ibu.

"Kai itu bukan tuhan, Kyungsoo pasti bisa bertahan lebih lama dari itu"

"Tapi semakin lama ia bertahan, ia akan semakin tersiksa!"

"Jadi kau ingin anakmu segera mati? HA?"

"Tentu saja tidak! Aku hanya tidak ingin melihatnya menderita", menangis.

"Kai bilang sangat sulit untuk mengobati kanker yang datang untuk kedua kalinya. Dan semua metode pengobatan hanya akan menyiksa Kyungsoo, akupun tak sanggup melihatnya menderita. Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi", menangis memeluk sang istri.

"Kyungsoo menyembunyikan rasa sakitnya demi membuat kita bahagia. Sekarang sudah saatnya kita yang menutup rasa sakit kita untuk membuatnya bahagia disisa hidupnya ini"

Kyungsoo yang mendengar itu semua langsung menangis, ia benar-benar tersentuh melihat kasih sayang orang tuanya yang begitu besar padanya. Iapun masuk menghampiri mereka.

"Eomma, Appa"

"Kyungsoo. Kau belum tidur nak?", tanya ibu sambil mengusap air matanya.

"Bagaimana aku bisa tidur saat aku mengetahui usiaku tidak lama lagi?", menangis.

"Jangan berkata seperti itu nak, kau anak yang hebat. Kau pasti bisa melawan penyakit itu"

Mereka menangis sambil berpelukan penuh dengan rasa haru.

-To be Continued-


Gimana ceritanya?

Jangan Lupa review yaaa.. ^_^