Chapter 2
.
Pagi yang cerah di Kontrakan Bangtan. Secerah senyuman Park Jimin yang terlihat asik dengan sarung karet, apron pink milik Seokjin, lalu spon cuci piring yang sudah dipenuhi busa.
Yap, hari ini Jimin bertugas piket untuk cuci piring.
Sesekali kegiatan Jimin yang sedang menggosok piring dengan spon berwarna kuning itu diiringi oleh gerakan random dari pantatnya, mengikuti alunan lagu yang sedang berputar di Hadphone nya.
"Caught in a Lie~~~"
Jimin joget, menghayati alunan suara dari penyanyi favoritnya. Ia pun tanpa sadar menggunakan spon itu sebagai mic.
"..."
Cuci-nyanyi-cuci-nyanyi.
Hingga Jimin tanpa sadar mengangkat satu piring yang masih digosoknya ke udara.
Dan,
"Ow."
Sarung karetnya licin.
Praaaaang
Pecah. Piring biru dari bahan porselen itu sudah tak berbentuk di lantai.
Jimin membulat. *matanya.
"Mampus! Piring kak Seokjin!"
Jimin panik setengah mati. Pasalnya piring yang tak sengaja Jimin pecahkan itu adalah milik si kakak tertua, Kim Seokjin.
Tau sendiri bagaimana sayangnya Seokjin terhadap barang-barangnya. Terutama yang berhubungan dengan peralatan makan.
"Ada apa ri-" ucapan Jungkook terpotong saat ia melihat Jimin sedang berjongkok memunguti beling-beling piring yang pecah.
"Kak Imin! Aish."
Langsung saja Jungkook mencari sapu dan skop di tempat terdekat lalu menyerahkannya pada Jimin.
"Itu piring kesayangannya Kak Seokjin, tau!" lanjut Jungkook.
"Aku tau, diam kau, Jeon."
Sebisa mungkin Jimin tak panik, padahal mengetahui piring ini adalah milik kak Seokjin sukses membuat darahnya habis. Ia tak dapat membayangkan apa jadinya kontrakan diisi oleh lengkingan suara kak Seokjin yang membahana menuntutnya untuk mengganti piring itu.
Jimin mengabaikan Jungkook yang menakut-nakutinya lalu membersihkan sisa pecahan piring itu kemudian membuangnya dalam kantong kresek hitam.
"Jeon, kau harus membantuku."
"Mwo? Shireo! Itu salahmu, aku tidak mau berurusan sama kak Seokjin."
"Hey, percaya padaku, aku punya solusinya."
Jungkook hanya diam. Dia mengamati Jimin yang kembali menyelesaikan sisa cucian piringnya.
"Nah, setidaknya aku tidak memecahkan cangkir kumamon Kak Yoongi."
Ujar Jimin setelah membilas sebuah cangkir yang memiliki gambar tokoh kumamon lalu menggoyangkannya pada Jungkook.
Jungkook tetap diam. Hingga Jimin sudah menyelesaikan sisa cuci piringnya dan menanggalkan sarung karet, apron pink, lalu mengambil Hp nya di dekat wastafel.
"Yuk, cuss."
"Kemana?"
"Mini market."
.
.
Gunanya Jungkook adalah untuk mengantarkan Jimin ke mini market.
Jimin masih takut melewati jalan Raya dengan sepeda motor. Padahal motor itu adalah milik Jimin. Tapi Jimin masih saja memiliki ketakutan untuk mengendarainya. Aneh memang. Tapi sudahlah.
Mereka sampai di mini market. Jimin langsung turun dan membiarkan Jungkook memarkir motornya.
Setelah di dalam mini market Jimin langsung menuju tempat deterjen.
Mata sipitnya langsung memindai seluruh merek sabun cuci yang terpajang disana.
Dari yang paling wangi, paling bersih, bisa buat putih (?), lembut ditangan, plus softener, de el el diabaikan Jimin begitu saja.
Biasanya, Jimin membeli sabun cuci pasti yang wangi atau yang plus softenernya, karna kadang bajunya yang bekas keringat memiliki bau yang tajam. Jadi untuk mengurang-ngurangi bau tajam itulah.
Tapi untuk kali ini, Jimin akan memilih yang...
"Nah... Ini dia." Jimin langsung mengambil satu merek deterjen tertentu disana. Senyum manis terkembang dibibirnya.
Hingga Jungkook sudah berada di sampingnya.
"Kenapa kak?" Jungkook memandang aneh pada Jimin yang nyengir sendiri.
"Yuk ke kasir." ajak Jimin.
"Udah ini aja?" Jungkook menyerngit.
"Lha iya."
"Lah, beliin es krim kek, haus tauk."
"Ye ye dah. Dah sana ke kasir."
Jimin dan Jungkook langsung ke kasir, tak lupa Jungkook menyambangi box tempat eskrim untuk mengambil sesuai janji Jimin tadi.
"Ambil yang 3 ribu aja ya Kuk."
Baru aja tangan Jungkook mengambil m*gnum, Jimin langsung menginterupsi.
"Huh pelit."
"Udah syukur dibeliin."
Jungkook mendengus, lalu mengambil es krim yang harganya tiga ribu rasa coklat.
Mereka benar-benar menuju kasir.
.
.
Nuna penjaga kasirnya nyengir,
"Berhadiah piring cantik ya, dek." ujar nuna itu dan langsung menunduk untuk mengambil hadiah piring cantik dari deterjen yang dibeli Jimin di bawah konter kasir.
Dan terjawab sudah tujuan Jimin. Ia membeli deterjen yang punya label berhadiah piring cantik 😘
"Eh kamvret. Pantesan." celetuk Jungkook pas tau Jimin beli deterjen cuma buat dapetin hadiah piring cantiknya. Ckckck
Setelah mengambil piring cantik, membungkusnya dalam kresek dan mentotal belanjaan, Jimin dan Jungkook langsung keluar dari mini market. Sesekali Jungkook mengemut eskrimnya.
"Nih, liat Kuk, miripkan piring yang pecah tadi sama piring ini." ujar Jimin membuka kresek tadi dan memamerkan pada Jungkook piring cantik hadiah deterjen tadi.
"Wih iye bener. Lha trus, kenapa mesti beli deterjen sih kak, kenapa ga beli piringnya aja di toko Shin Ahjumma."
"Ngirit lah Kuk, lagian deterjen gue habis."
"Semvak."
"...Eh jangan-jangan kak Seokjin ngoleksi piring hadiah deterjen selama ini deh kak."
Jimin dan Jungkook seketika saling berpandangan.
Kriik
Kriik
"Buakakaka."
"Buahahaha. Dapuk emang kak Seokjin mah. Diem-diem ngoleksi piring deterjen. "
Mereka tertawa. Setelah itu memutuskan untuk pulang ke kos.
.
.
Jimin mengendap masuk ke kos. Was-was semoga kak Seokjin belum pulang.
Setelahnya Jimin meletakkan piring hadiah tadi ke rak piring.
Beres. Aman.
Jiminpun kembali ke kamarnya dengan hati yang lapang.
.
.
"Kakak pulaaang."
Itu suara kak Seokjin yang di dengar Jimin dari kamarnya. Ia cekikikan sendiri trus melanjutkan mengetik tugasnya. Di ranjang sebelahnya Jungkook sedang telungkup sambil baca trus dengerin lagu dari headset, sepertinya Jungkook gak denger kak Seokjin udah balik. Yah, si bontot lagi makai kasur milik kak Hoseok karna sang empu belum pulang. Lagian cuma dia dan Jimin yang di kontrakan tadi.
"Kak, gue tadi beli batagor. Maam yuk."
Itu suara kak Namjun.
"Yuuk kuy."
"Njiir. Mereka makan ga bagi-bagi." sungut Jimin.
Kalau ga ingat nih tugas kudu selesai sebelum jam 12 siang mungkin Jimin udah menerobos pintu kamarnya.
Namuun.
Praaaaanggg
"Kim Namjuuun! Piring kesayangan gue! Ganti!"
Buakakakka
Sepertinya tidak perlu dijelaskan siapa yang tertawa sekarang.
Mungkin Jimin akan membagi tips dan trik nya jika ada yang memecahkan piring kesayangan kak Seokjin lagi.
Sekian.
Percayalah. Ff ini berdasarkan pengalaman pribadi
