Nananaa~Author udah update~ lama banget ini updatenya... abisnya alurnya susah...

Oke lah, saya gak usah curhat di sini... langsung liat aja Lucy's wedding party!

A/N : Author gak tau persiapan pernikahan itu kayak apa. Tapi kira-kira kayak ginilah...

Selamat membaca!

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Genre : Humor-Time Traveling (?)

Disclaimer : Hiro Mashima

Warning : Lucunya dikit, OOC, Typo(s), GaJe, Bahasa nyampur, alur gak jelas.

Siang hari yang terik di kediaman Natsu Dragneel.

Lucy mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat sekeliling. Ada Natsu yang duduk di sampingnya. Mereka sekarang sedang duduk di ruang tengah kediaman Dragneel. Awalnya Lucy berpikir tidak ada yang terjadi. Namun pikirannya itu berubah ketika melihat dekorasi rumah yang berbeda, juga dengan dua orang separuh baya yang sedang duduk menghadap mereka. Di depan mereka ada sebuah meja yang terbuat dari kaca. Dan di atas meja itu banyak foto, majalah, dan album berceceran.

"Ini... ?" Tanya Lucy sambil melihat wanita paruh baya di depannya, Nyonya Dragneel.

Nyonya Dragneel tersenyum sambil memiringkan kepalanya. "Ada apa? Kau tampak bingung? Bukankah tadi kau sangat antusias, Lucy?" Tanya Nyonya Dragneel sambil tersenyum ramah.

Lucy tergagap. Ia masih belum menyadari kalau dirinya telah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu. Tepat seperti apa yang ia harapkan.

Nyonya Dragneel membuka salah satu album yang ada di depannya dan memperlihatkan beberapa dekorasi pesta pernikahan yang amat megah dengan tempelan harga yang beragam.

Barulah Lucy menyadari kalau ia ada di waktu dimana ia akan memilih dekorasi untuk pesta pernikahannya. Lucy berteriak kecil sambil mundur ke belakang. Natsu dan orang tuanya heran melihat Lucy.

"Ada apa?" Tanya Natsu sambil menatap Lucy heran.

"Ah? Eh—tidak! Dekorasinya sangat bagus! Aku jadi bingung mau pilih yang mana... " Kata Lucy yang berusaha agar tidak salting sambil membolak balikkan halaman album yang sedang ia pegang.

"Aah... aku tau, pasti kau gugup kan, harus mempersiapkan pesta pernikahanmu?" Tanya Nyonya Dragneel dengan senyum licik. Lucy mengadah sebentar kemudian menutup seluruh wajahnya dengan album itu.

"A-aku... ada di masa lalu?!" Batin Lucy agak gemetar.

"Oi!" Panggil Natsu sambil menepuk bahu Lucy. Lucy tersentak kaget dan segera berteriak. Saking kagetnya, album yang menutupi wajahnya sampai terlempar.

"Uwa!" Teriak Natsu yang menghindari album yang sedang melayang bebas itu. Natsu yang sedang dalam posisi telentang di sofa itu pun menatap Lucy bingung. Tidak hanya Natsu, tapi juga kedua mertuanya.

"Kau... kenapa?" Tanya Natsu kaget. Wajah Lucy mulai memerah akibat dia yang salah tingkah. Seketika suasana menjadi hening. Natsu dan Lucy saling bertatap-tatapan. "Aduh! Hancur sudah masa lalu ku!" Batin Lucy malu.

"AHAHAHAHAHA!" Tawa Nyonya Dragneel. Semua menengok ke arahnya.

"Lucy, Lucy! Jangan gugup begitu! Santai saja! Sini! Biar aku yang pilihkan untuk kalian berdua!" Katanya sambil memungut album yang ada di pangkuan Natsu yang masih tiduran di sofa.

Nyonya Dragneel pun memilah-milah dengan senyum riang. "Coba kira lihat... " Gumamnya. "Ada yang bertemakan coklat, ada juga yang bertemakan valentine... " Nyonya Dragneel terus membalik halaman demi halaman.

Semua terdiam menunggu Nyonya Dragneel. Nyonya Dragneel adalah wanita yang keras kepala, jika ia tidak suka, dia akan menentangnya dengan keras. Dan jika ia suka, ia akan mempertahankannya. Jadi biarlah dia yang memilih.

"Nah!" Teriak Nyonya Dragneel dengan senyum lebar. Dia meletakkan album itu di atas meja agar semuanya bisa melihat pilihannya.

"White... Like... Angel... " Gumam Lucy sambil menyeret telunjuknya menyusuri kata yang menjadi judul tema dari dekorasi itu.

Terserah mau di outdoor atau indoor, dengan dekorasi berwarna putih dan tambahan bunga berwarna pink dan kuning, dekorasi inilah yang telah memikat hati seorang Nyonya Dragneel. Semua melihat foto dekorasi itu bersama-sama.

"Tidak buruk juga." Kata Tuan Dragneel. Natsu mengangguk setuju. Lucy terdiam. Dia memang sudah tau kalau dekorasi itulah yang akan digunakannya nanti.

"Bagaimana menurutmu Lucy?" Tanya Natsu.

"Eh? Ya... dekorasinya bagus. Kita kan juga pakai dekorasi ini saat menikah—" Lucy menutup mulutnya dengan mata membulat. Dan perkataannya itu berhasil mengundang perhatian keluarga Dragneel.

"Apa?" Tanya Natsu.

"Saat menikah?" Ulang Nyonya Dragneel dengan mata mengintrogasi.

Lucy gugup saat semua mata melihatnya. Ia pun cepat-cepat mencari alasan.

"Eh! Maksudku, kita akan menggunakan dekorasi ini untuk menikah! Hahaha!" Jawab Lucy sambil tertawa garing. Lagi-lagi, wajahnya memerah.


"Whoaa..." Gumam Natsu.

"Itu Lucy?" Tanya Gray.

"Dia ada di dalam bola kristal?" Tanya Erza.

Mavis yang lagi kurang kerjaan mencolek pipi Lucy yang sedang tertidur di sofa. Sementara yang lain menonton Lucy yang sedang berada di masa lalu lewat bola kristal itu.

"Dia salting ya?" Tanya Erza. "Iya tuh... salting... " Dukung Gray. "Kira-kira ada apa ya?" Tanya Jellal yang menonton dari paling belakang. "Kita tidak bisa mendengar suaranya... " Gumam Natsu.

Mavis yang sudah bosan bermain dengan orang yang sedang tertidur pun ikut bergabung menonton perjalanan Lucy.

"Itu Lucy?" Tanya Mavis.

"Dia lagi liat album apaan tuh?" Tanya Erza sambil memicingkan matanya.

"Gak tau... apa lagi liat album foto?" Tanya Gray.

"Bisa jadi... " Jawab Jellal.

Mavis nyelip di antara manusia yang sedang berdesakkan itu. dan sekarang, ia berada tepat di depan bola kristal itu.

"Itu..." Gumam Mavis. "Dekorasi pernikahan... " Lanjutnya.

"HAAAAAH!?" Teriak Natsu, Gray, dan Erza.

"Ja-ja-jadi, dia berharap balik ke pesta pernikahan?!" Tanya Natsu dengan mulut menganga.

"Wa-wah! Di sini kan Erza—"

BUK

"Diem lu! Atau gua botakin!" Kata Erza sambil menjitak kepala Gray. Gray yang berjongkok sambil menahan sakit.

"Pestanya akan seperti apa?" Tanya Erza penasaran.

"Apa maksudmu? Tentu saja seperti dulu... " Jawab Natsu.

"Bukan, masalahnya Lucy yang ada di situ bukanlah Lucy dari masa lalu... " Kata Erza. Semua kembali menonton bola kristal itu dengan serius.


"Uuuh... " Desah Lucy sambil berjalan masuk ke mobil.

"Setelah kita menentukan dekorasi pesta, kita akan ke toko kue!" Kata Nyonya Dragneel yang duduk di depan.

Sebelumnya, Lucy sudah pulang ke rumah orang tuanya untuk berganti pakaian. Ya, sama seperti kediaman Dragneel, dekorasi rumah kediaman Heartfilia juga berbeda dengan yang sekarang. Akan tetapi Lucy bisa menyesuaikan sikapnya itu.

Sekarang Lucy duduk dengan lemas. Ia memakai rok berlipat di atas lutut berwarna merah marun dengan pita berwarna pink di bagian kiri atas, juga dengan kemben (?) dengan potongan seperti kemeja yang dipasang renda di tengahnya. (Halah susah jelasinnya)

Sedangkan Natsu sedang berkutat dengan handphonenya. Ia memakai kemeja putih dengan jaket berwarna merah, juga dengan celana jeans panjang.

Tuan Dragneel pun mulai melajukan mobilnya. Selama perjalanan mereka hanya diam. Natsu masih berkutat dengan handphone-nya dan Lucy memilih untuk tidur.

"Hey, kalian berdua. Kita sudah sampai." Kata Nyonya Dragneel sambil menengok ke belakang. Nyonya Dragneel berdecak melihat Natsu yang masih sibuk dengan handphone-nya. "Natsu. Bangunkan Lucy sana." Perintah Nyonya Dragneel. Natsu mengadah lalu mengantongi handphone-nya.

"Lucy... " Panggil Natsu sambil mengguncangkan bahu Lucy. Lucy yang merasakan sentuhan langsung di kulitnya langsung terbangun. Setelah menyisir rambutnya dengan jari-jemarinya, Lucy dan Natsu pun keluar.

Di pintu masuk toko, mereka berempat disambut hangat oleh pelayan.

"Silahkan... " Kata pelayan itu sambil tersenyum ramah.

Mereka berempat pun duduk bersama dan tak lama, datanglah seorang wanita yang terlihat punya jabatan tinggi.

"Apa ini calon pengantin wanita untuk Natsu-san?" Tanyanya sopan. Ia duduk di sofa yang dikhususkan untuk satu orang. Kemudian ia mengeluarka buku-buku yang dia bawa, lebih tepatnya album.

4 orang yang menjadi kliennya, melihat ke arah beberapa album yang telah dibuka itu. kemudian, Nyonya Dragneel mengangat salah satu album dan melihatnya sendiri. Begitu pun Tuan Dragneel. Lucy dan Natsu hanya melihat satu album yang tersisa dari kursi. Tak lama Natsu mengambil album itu dan melihatnya berdua dengan Lucy.

Natsu membalik satu per satu halaman album. Belum ada satu pun kue pernikahan yang membuatnya tertarik. Natsu membalik halaman demi halaman terlalu cepat, sehingga Lucy tidak dapat menikmati gambar kue di dalam album itu.

"Aaah! Sini! Biar aku yang lihat!" Lucy pun dengan kasar mengambil album itu dari genggaman Natsu. Natsu hanya mendengus sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa.

Lucy melihat gambar-gambar kue itu dengan teliti. Ia melihat gambar itu dari atas sampai bawah, juga dekorasi yang ada di tiap kue dengan teliti.

Tiba-tiba Lucy teringat sesuatu.

"Rainbow Cake... " Gumam Lucy. Ya, Rainbow Cake. Sangat jarang sekali ada yang menggunakan kue itu sebagai kue pernikahan. Dan Lucy ingin membuat pesta pernikahannya sedikit berbeda dari yang dulu.

"Apa di sini menyediakan Rainbow Cake?" Tanya Lucy pada pegawai yang sedari tadi menunggu kliennya memutuskan. Dahi pegawai itu mengerut.

"Nona ingin menggunakan Rainbow Cake untuk pesta pernikahan nona?" Tanya pegawai itu heran. Lucy mengangguk kecil. Natsu, Nyonya Dragneel, dan Tuan Dragneel mengalihkan pandangan mereka ke arah Lucy.

"Ada... tapi... karena jarang, kami harus memesannya langsung dari negara asalnya. Lagi pula kue itu masih tergolong baru tahun ini... " Jelas pegawai itu.

"Baru... ?" Tanya Lucy heran. Sekali lagi, barulah Lucy menyadari di tahun berapa dia berada. "O-oh... ya, kau betul... " Kata Lucy sambil tersenyum miris.

"Wow... Lucy... pesta pernikahan kita akan menjadi pesta yang paling unik!" Kata Natsu dengan senyum khasnya.

"Tentu saja! Pernikahan anak laki-laki ku haruslah menjadi yang paling mewah, meriah, dan tidak akan pernah dilupakan!" Kata Nyonya Dragneel sambil tertawa.

"Tapi kue ini harus diimpor dulu... jadi—" Kata pegawai itu agak khawatir. Kemudian Tuan Dragneel memotongnya. "Jangan khawatir. Harga bukanlah masalah untuk kami... " Katanya sambil tersenyum.

"Baiklah! Sudah diputuskan! Rainbow Cake akan menjadi kue pernikahan kita!" Kata Natsu semangat. "Baiklah, dekorasi seperti apa yang ingin anda pasang di kue anda?" Tanya pegawai itu.

"Krim putih dengan bunga warna pink dan kuning." Jawab Nyonya Dragneel sedetik setelah pegawai itu selesai bertanya. Semua ber'wow'ria melihat kecepatan menjawab Nyonya Dragneel. Setelah sepakat, mereka pun meninggalkan toko itu.

"Kita lanjut ke fitting baju pengantin." Kata Nyonya Dragneel di dalam mobil.

2 jam kemudian.

"Pasangan Natsu Dragneel dan Lucy Heartfilia!" Panggil pegawai dari dalam ruangan. Lucy dan Natsu pun berdiri dan masuk ke ruangan terpisah untuk memilih baju pengantin yang akan mereka pakai. Tuan dan Nyonya Dragneel mendampingi mereka.

Di dalam ruang fitting room wanita.

Lucy dan Nyonya Dragneel berjalan di belakang seorang pegawai wanita yang menjadi pendamping mereka selama memilih gaun pengantin.

"Silahkan... " Ujar pegawai itu sambil menunjuk deretan gaun putih dengan telapak tangannya yang terbuka. Lucy dan Nyonya Dragneel berjalan ke depan. Nyonya Dragneel mulai memilih-milih berbagai potongan gaun pengantin yang indah. Dan dia melihat di deretan gaun dengan harga sewa 500 juta Yen ke atas.

Lucy memilih dengan santainya sambil mengingat-ingat gaun pengantin yang ia pakai dulu.

"Oh ya... " Gumam Lucy saat melihat sebuah gaun putih dengan bunga-bunga kecil di bawahnya. Gaun itu juga memiliki ekor sepanjang 3 meter. Gaun itu juga dipasang renda berwarna pink dan berlian asli di sekelilingnya.

Tapi Lucy mau pesta pernikahannya sedikit berbeda. Ia memutuskan tidak akan menggunakan gaun seharga 1,3 Miliyar Yen yang dulu ia pakai itu. Lucy berpikir sejenak. Ia berpikir gaun seperti apa yang jarang atau bahkan tidak ada yang pernah memakainya. Tapi tentu harus mengikuti hukum alam, gaun pengantin haruslah berwarna putih.

Setelah mondar-mandir selama 30 menit, Nyonya Dragneel mengambil gaun pengantin yang dulu Lucy pakai. Tapi Lucy tidak menyetujuinya seperti yang ia lakukan dulu. Ia mau yang berbeda.

Ia melihat rok yang ia pakai. Lucy terdiam. Sepertinya ia telah menemukan gaun pernikahannya yang baru.

"Baiklah. Aku pilih yang itu saja." Kata Lucy sambil menunjuk gaun pengantin yang dibawa Nyonya Dragneel. Pegawai pun datang untuk membungkusnya.

"Tapi aku mau itu dipotong."

Pegawai dan Nyonya Dragneel tersentak kaget dan menengok ke arah Lucy. Lucy tersenyum kemenangan. "Bukankah pernikahan anakmu haruslah pernikahan yang tidak akan pernah dilupakan?" Tanya Lucy pada Nyonya Dragneel. "...Pfft... " Nyonya Dragneel pun menepuk-nepuk punggung Lucy pelan sambil menahan tawa.

"Kau memang calon menantuku!" Kata Nyonya Dragneel sambil pergi ke ruang ganti. Lucy pun mengikutinya dari belakang.

Di ruang fitting room pria.

"Silahkan Tuan Dragneel... " Kata pegawai pria mempersilahkan. Natsu dan Tuan Dragneel berjalan menuju deretan jas pria dengan berbagai merek dan model.

"Wah... banyak sekali... " Kata Natsu sambil menyusuri rak-rak jas yang ada di sana.

"Pilihlah yang kau suka. Harga bukanlah masalah... " Kata Tuan Dragneel sambil menepuk bahu anak tunggalnya itu. Natsu mengangguk, kemudian ia berjalan dan mulai memilah-milah baju.

"Kira-kira gaun seperti apa yang Lucy pakai ya?" Gumam Natsu bertanya-tanya.

"Hey, yang putih itu bagus... " Kata Tuan Dragneel sambil menumpu-kan lengannya di bahu Natsu. Sementara tangan satunya menunjuk sebuah jas berwarna putih dengan warna silver di bagian tepi kerah dan lengan.

"Selera ayah lumayan... " Natsu pun memanggil pegawai dan membawanya ke ruang ganti.

Tak butuh waktu lama, kedua calon mempelai ini sudah siap dengan pakaiannya masing-masing.

Nyonya Dragneel berlari ke ruang fitting room pria sambil menarik tangan Lucy yang masih memakai gaun pengantinya. Dia mendobrak pintu dengan keras membuat Natsu dan Tuan Dragneel segera menengok.

Mata Natsu membulat ketika melihat sosok wanita yang memakai sebuah gaun putih. Tapi—

"Kok gaunnya dipotong?" Tanya Natsu sweatdrop melihat Lucy yang memakai gaun pengantin dengan panjang hanya sampai lutut. Lucy hanya tersenyum sambil menggaruk pipinya. Pipinya merona merah, membuatnya terlihat seperti memakai pemerah pipi.

"Oi... kenapa gaunnya di potong?" Tanya Tuan Dragneel pada istrinya. Nyonya Dragneel hanya tersenyum jahil. "Tentu saja! Pernikahan anakku haruslah pernikahan yang tidak akan pernah dilupakan!"

Mendengar itu, Tuan Dragneel hanya menunduk sambil memijat batang hidungnya kemudian menghela nafas. Kemudian ia terdiam sebentar.

"Apa perlu kita potong juga celana untuk mempelai pria-nya?" Tanya Tuan Dragneel.

"Ayah!" Teriak Natsu.

"Haah? Natsu dengan celana se-lutut... berjalan bersama Lucy dan menyapa para tamu undangan?!" Tanya Nyonya Dragneel dengan wajah menahan tawa. Ia sudah memegangi perutnya sejak tadi.

"Ibu!" Teriak Natsu lagi.

"A... ahahaha... sudah sore... sebaiknya kita pulang... hari pernikahannya kan beberapa hari lagi... " Kata Lucy sambil tertawa miris.

Mereka pun berjalan ke mobil dipimpin oleh Nyonya Dragneel. Di dalam mobil, Nyonya Dragneel terus membayangkan Natsu yang memakai celana ¾ untuk pesta pernikahannya nanti. Benar-benar tidak akan pernah bisa dilupakan! Bisa-bisa disiarkan di televisi! Tapi si Pemakai, Natsu, tidak mengizinkan hal itu.

Sekitar jam 6 sore, mereka sudah sampai di kediaman Dragneel. Lucy masuk ke dalam rumah dan segera duduk disofa layaknya rumahnya sendiri.

"Wah wah, sepertinya Lucy lelah sekali ya... " Sindir Nyonya Dragneel. Lucy terkejut dan segera bangun dari sofa itu. sekali lagi, dia baru ingat kalau dia dan Natsu belum menikah. Jadi sopan santun sangatlah penting sekarang.

Nyonya Dragneel tertawa kecil. "Tidak papa... toh nanti rumah ini akan menjadi rumah orang tuamu... dan kau akan tinggal bersama Natsu di satu rumah... " Kata Nyonya Dragneel sambil membayangkan anaknya akan tinggal bersama wanita di depannya itu.

Lucy hanya berdiri sambil tersipu malu. "Bibi, a-aku pulang dulu..." Kata Lucy salah tingkah. "Bukan 'bibi' Lucy! Tapi 'mama'!" Teriak Nyonya Dragnel pada Lucy yang sudah hilang di balik pintu.

Lucy berlari pulang melewati Natsu dan Tuan Dragneel yang sedang mencuci mobil. Mereka menatap Lucy yang berlari semakin jauh.

Di kediaman Heartfilia.

"Aku pulang!" Teriak Lucy.

"Selamat da—"

BLAM

"—tang... " Ujar Nyonya Heartfilia yang sedang menyiapkan makan malam. Tentu dia heran dengan Lucy yang pulang tiba-tiba dan langsung berlari ke kamarnya.

Di dalam kamar Lucy.

Gadis berambut blonde ini tidur tengkurap di atas kasurnya.

"Uuh... padahal dia itukan sudah jadi ibuku! Tapi kenapa rasanya begini!" Gerutu Lucy sambil membenamkan wajahnya ke dalam bantal. Jantungnya berdetak sangat kencang sekarang.

"Aah... " Lucy menghela nafas. "Astaga... rasanya tidak berbeda saat aku menikah... padahal aku sudah pernah melakukannya... " Gumam Lucy. "Uuh...!" Ia pun membenamkan wajahnya lagi ke dalam bantal.

"Saat pilih kue, saat pilih baju pengantin, saat—tunggu..." Lucy teringat sesuatu. Ia mengeluarkan wajahnya. "Natsu... gak mabuk kendaraan?" Gumam Lucy. Ia pun merubah posisinya menjadi duduk sambil memeluk bantal.

"Apa ini juga salah satu dari keinginan ku?" Tanya Lucy.


"Lucy malu-malu kuciiiiing!" Kata Mavis gregetan.

"Dia... memotong gaunnya... " Kata Erza. Poninya menutupi matanya. Kita tidak tau seperti apa tatapan matanya sekarang.

"Rainbow Cake... astaga... aku jadi mau ke sana... " Gumam Gray sambil mengelap mulutnya yang berair.

"Pestanya jadi berbeda ya..." Kata Zeref.

"Aku jadi ingin lihat!" Kata Wendy antusias.

"Oh, sudah pagi... " Kata Jellal. Semua pun kembali menonton bola kristal itu.

"Udah pagi? Cepet banget... kayak nonton film aja... " Kata Gray.

"Dijeda gitu ya...?" Gumam Jellal.


Skip hari pernikahan Lucy.

"A-aduh... aku deg-deg-an gini ya...?" Tanya Lucy sambil memegang dadanya. Sekarang ia ada di ruang rias pengantin wanita dan telah memakai gaun pengantinnya. Rambutnya pun sudah disanggul ke atas dengan mahkota bunga berwarna kuning dan pink.

KLEK

"Lucy... ayo, sudah saatnya kau keluar... " Kata Nyonya Dragneel dengan gaun panjang berwarna putih. Rambut merah mudanya yang panjang dibiarkan tergerai. Membuatnya terlihat seksi. Di belakangnya juga ada Nyonya Heartfilia dengan gaun putih panjang yang sama dengan Nyonya Dragneel. Rambut panjangnya disanggul ke belakang dan ia terlihat sangat cantik.

Lucy pun keluar sambil tertunduk.

"Ayo, kenapa menunduk? Angkat wajahmu supaya semua bisa melihat wajah cantikmu..." Kata Nyonya Dragneel.

Lucy pun mengangkat wajahnya. Sekarang kedua wanita paruh baya itu bisa melihat wajah cantik Lucy dengan rona merah di pipinya.

"Ayo... " Kata Nyonya Heartfilia dengan lembut.

.

.

"Lucy mana? Belum datang?" Tanya Gray-masa lalu- pada Erza-masa lalu-. Erza menggeleng.

Sementara Natsu hanya berdiri di pelaminan. Angin berhembus pelan membuat rambut Natsu bergoyang. Penikahan mereka memakai tema Like An Angel di outdoor. Langit sangat cerah. Sangat mendukung acara pesta pernikahan mereka.

Tak lama, piano dimainkan oleh pianis profesional. Semua melihat ke belakang.

Telah berjalan seorang wanita dengan gaun putih selutut sambil memegang bunga di dampingi oleh ayahnya. Wajahnya ditutupi oleh kain tipis yang menyatu dengan mahkotanya. Di depan Lucy, Mavis dan Wendy menebar bunga berwarna kuning dan pink sembarangan di karpet berwarna merah. Saat jarak Lucy dan Natsu sudah hampir dekat, Wendy, Mavis, dan Tuan Heartfilia pun meninggalkan Lucy berjalan sendiri.

Setelah berjalan beberapa langkah, Lucy menghadap Natsu. Awalnya mata Natsu sempat membulat ketika melihat Lucy. Kemudian matanya pun meredup sambil tersenyum. Perlahan dan dengan hati-hati ia menyingkirkan kain tipis yang menutupi wajah cantik Lucy. Lucy pun menatap Natsu dengan mata yang bercahaya. Sangat cantik.

Kemudian mereka menghadap ke arah pendeta. Pendeta pun membuka sebuah buku kecil.

"Natsu Dragneel, bersediakah kau menjadi suami Lucy Heartfilia di saat senang maupun sedih?" Tanya pendeta.

"Ya, aku bersedia." Jawab Natsu tegas.

"Lucy Heartfilia, bersediakah kau menjadi istri Natsu Dragneel di saat senang maupun sedih?" Tanya penderta itu lagi.

"... Ya, aku bersedia... " Jawab Lucy sambil tersenyum.

"Sekarang kalian telah dipersatukan dengan sebuah ikatan pernikahan. Dan hanya mautlah yang dapat memisahkan." Kata pendeta. "Sekarang, pasanglah cincin di jari manis pasangan kalian." Kemudian pendeta itu membuka kotak berisi sepasang cincin yang terbuat dari emas putih. Kemudian Natsu mengambil salah satu cincin yang berukuran lebih kecil.

Ia mengangkat tangan kiri Lucy kemudian memasangkan cincin itu.

RING

Cincin itu terjatuh. Menggelinding dan berhenti di antara kursi para tamu. Natsu melihat ke arah cincin itu dengan mulut terbuka. Para tamu pun terdiam dan melihat ke arah cincin yang jatuh itu.

Cincin itu diambil oleh orang terdekat. Gray Fullbuster. Gray pun berlari kecil ke arah Natsu dan memberikan cincin itu. sebelum kembali duduk, Gray menepuk-nepuk bahu Natsu. Natsu langsung membungkuk beberapa kali sambil menggaruk kepalanya diselingi dengan tawa yang hambar.

Para tamu undangan pun ikut tertawa melihat tingkah Natsu. Kemudian ia melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.

Ia kembali mengangkat tangan kiri Lucy. Kemudian ia memasukkan cincin itu ke jari manisnya. Setelah itu Lucy mengambil cincin dengan ukuran lebih besar. Dan sama seperti Natsu, Lucy mengangkat tangan kiri Natsu dan memasang cincin itu di jari manisnya.

"Sekarang, kau diperbolehkan mencium istrimu." Kata pendeta. "Kau tau di mana tempatnya kan?" Bisik pendeta itu.

Natsu pun menatap Lucy. Begitu juga Lucy. Kemudian Natsu menggandeng kedua tangan Lucy. Ia mendekatkan wajahnya, dan—

Cup.

Kecupan pertama di dahi.

Cup.

Kecupan kedua di pipi kiri.

Cup.

Kecupan ketiga di pipi kanan.

Natsu menjeda kecupan terakhirnya. Ia menatap Lucy lekat-lekat. Lucy tersenyum melihat Natsu.

Cup.

Kecupan terakhir di bibir.

Dan, kecupan ini adalah kecupan yang paling lama diantara ketiga kecupan diawal. Para tamu bersorak gembira dan bertepuk tangan.

Lucy melepas gandengan tangannya dan merangkulkannya di leher Natsu.

Para tamu membulatkan matanya sambil menganga. Tapi setelah itu, mereka berdiri sambil berteriak juga bertepuk tangan. Nyonya Dragneel masih menganga melihat gerakan Lucy yang mendadak itu.

30 detik kemudian, mereka melepaskan ciuman itu.

"Ehem! Baiklah, saatnya lempar bunga." Kata pendeta itu sambil berdehem. Lucy dan Natsu berbalik membelakangi para tamu.

Erza dengan semangat berlari ke depan bersama para gadis yang lain.

"Hey, ikut sana... " Kata Gray sambil menyikut Jellal. Jellal pun berjalan ke arah kerumunan orang yang ingin menangkap bunga itu. siapa tau setelah menangkap bunga itu, mereka langsung dapat jodoh. Menurut legenda sih gitu.

"Satu... "

"Dua..."

.

.

.

"TIGA!"

HYUUUUNG

"Awas! Sana!"

"Pergii!"

"Aku! Aku!"

BUK

"Aww!"

SRAAAAAK

Bunga itu sudah tertangkap. Tapi bukan seorang wanita yang menangkapnya.

"Je-Jellal?!"

"Lho? Aku dapat bunganya?" Tanya Jellal sambil melihat buket bunga yang ia pegang. Erza melihat Jellal dengan wajah tidak percaya sekaligus marah.

"Ini... " Kata Jellal. "Sepertinya kau sangat menginginkannya... " Kata Jellal. Erza pun menerima bunga itu dengan wajah merah padam. Sementara Jellal hanya mengusap-usap kepalanya.

"A-a-a-a...! Jangan-jangan Erza dan Jellal akan—" Gray pun menggeleng dengan cepat.

Setelah itu, para tamu pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang ada.

Skip

Malam hari. Di kediaman Dragneel.

Lucy sedang duduk di tepi kasur. Sementara Natsu baru selesai berganti pakaian.

Lucy menelan ludah memikirkan sesuatu tentang dirinya. "A-aku kan sudah menikah dan sudah punya anak... a-aku tidak perawan lagi... " Batin Lucy.

"Aku serahkan pada Lucy masa lalu saja!" Lucy pun memejamkan matanya ketika Natsu mengelus pipinya.

"Aku ingin kembalii!" Teriak Lucy.


"Aaah!? Kenapa kembali?!" Teriak Gray dan Erza.

BUK

"Gak baik kalo ditonton Mavis dan Wendy!" Kata Natsu.

"Eeh! Aku kan udah besar!" Protes Mavis.

"Ng..." Lucy perlahan membuka matanya. Ia pun duduk di sofa sambil mengucek-ngucek matanya. "Apa?" Tanya Lucy.

Yang lain menggeleng dengan cepat. Sementara Jellal menjawab, "Kami melihatmu dari bola kristal ini... " Katanya sambil menunjuk bola Kristal.

"A-apa?!" Teriak Lucy.

"Ja-jangan marah Lucy! Bukan kita yang minta!" Kata Natsu.

"Uuh..." Gerutu Lucy dengan pipi memerah.

"Baiklah! Sekarang giliran siapa?!" Tanya Erza.

Semua melihat ke arah Erza.

"Apa?"

To Be Continued


FUUUAAAAH! Udah update! Udah selesai! Ini adalah kreasi author bersama dengan asisten author! In-chan!

In-chan : Salam kenal, saya asisten Lacie-chan yang baru! Yoroshiku onegaishimasu! :D

Satu hal yang ingin dikatakan author.

Saya gak tau persiapan dan tahapan pernikahan itu kayak apa. Jadi saya kira-kira aja. Jangan komentar soal proses pernikahannya! Ingat! Saya gak tau dan hanya kira-kira aja!

Oke, akhir kata,

Jangan lupa review! :D