"Aku membunuh orang tuaku,"
Sayonara, Sasuke
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru
Rate : T
Warning : AU, gaje, abal, OOC, Typo, shounen-ai, dll
Sasuke POV
'apa dia tidak salah bicara? Atau aku yang salah dengar?'
Si pemuda pirang ini hanya tersenyum ketika mengucapkannya. Meskipun senyumannya itu, tidak bisa dikatakan sebagai sebuah senyum. Hendak aku ingin bicara, namun pemuda pirang itu membuka suara terlebih dahulu.
"Apakah kau ingat sebuah kasus yang terjadi tahun lalu, sebuah kasus dimana seorang anak yang namanya tidak dipublikasikan membunuh orang tuanya?"
Aku mulai berpikir sejenak, dan bila kuingat lagi, memang ada sebuah kasus seperti itu sebelum kasus pembunuhan keluargaku. Mengerti bahwa aku sudah mengingat kasus itu, dia kembali berbicara.
"Pelaku dari kasus itu adalah aku. Aku dituduh membunuh kedua orang tua yang sangat ku cintai itu. tidak adil memang, tapi itulah kenyataannya, aku di fitnah tanpa bukti yang jelas dan dipenjarakan begitu saja,"
"Bagaima-"
"Ketika itu umurku sudah cukup untuk masuk penjara, hahaha, aku sangat beruntung karena Tsunade-baachan terus mencarikan bukti bahwa aku tidak bersalah, dan sekarang, disinilah aku, menikmati udara segar berkat dirinya," tawanya miris yang membuatku mengingat kejadian keluargaku.
"Kenapa kau bisa tertuduh seperti itu?"
Mendengar pertanyaanku, ia menundukkan kepala dan mulali bercerita,
Flashback
Naruto POV
Aku saat ini tengah terduduk didalam mobil tahanan bersama beberapa penjahat lainnya. Bagaimana bisa aku berada disini? Aku sendiri tak mengerti kenapa. Yang kutahu hanyalah aku pulang ke rumah menemukan orang tuaku terbunuh dan tiba-tiba saja muncul seorang wanita tua yang langsung berteriak akulah pembunuhnya. Dengan berbagai tuntutan yang akhirnya menyebabkanku berada di sini sekarang.
Aku sudah tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun sudah berulang kali kejelaskan bahwa bukan akulah pembunuhnya tetap saja tak ada yang mempercayainya. Rasanya begitu sakit ketika tidak ada yang mempercayaiku. Yang ada mereka hanya meneriaki kata-kata kotor padaku dan mencelaku. Dunia ini... menyakitkan.
Tidak perlu waktu lama, aku dan tahanan lainnnya masuk dan melewati sebuah lapangan dengan pagar disamping kanan dan kiriku yang terlihat disana para tahanan penjara yang sudah lebih dulu berada dipenjara ini.
"Quick, look! Fresh meat has arrived!"
"Hey you, be my sissy, 'kay! I'll look for you later! Cain't stand it no more! Just wanna fuck you now!"
Hanya teriakkan-teriakan seperti itu saja yang mereka ucapkan ketika aku dan tahanan baru yang lainnya tiba.
"Hey you, blond kid! Lil' yellow skinned lady!," terdengar teriakkan seseorang.
Merasa hanya akulah yang berambut pirang, aku pun menghentikan langkahku dan melihat siapa yang berbicara, aku pun bertemu padang dengan orang itu. Seorang pria berbadan kekar dengan kulit yang cukup hitam tengah menatapku dengan tatapan lapar.
"I've never banged you yellows before. Won't you let me have some? Let me shovemy giant meat stick up your pretty lil' ass!" ucapnya dengan memperagakan hal itu dengan jemarinya.
Mendengar ucapannya itu hanya membuatku risih dan memutuskan untuk menghiraukannya saja dan kembali melangkah mengikuti tahanan baru yang lainnya. Setelah beberapa tahap akhirnya aku digiring menuju sel tempatku tinggal nanti. Aku dan seorang petugas terus menaiki tangga hingga menunju lantai empat. Tak kupedulikan tatapan lapar yang terus saja tertuju kepadaku.
"Disini tempatmu akan tidur bersama seorang tahanan lain, sekarang ia sedang tidak ada, kau gunakan saja tempat tidur atas, karena yang bawah sudah digunakannnya," jelas petugas yang kemudian pergi meninggalkanku.
Jadi sekarang aku harus berbagi sel yang cukup kumuh dan suram dengan tahanan lainnya yang sudah lebih lama dipenjara dibandingkan aku yang wajahnya pun tidak aku ketahui. Aku akan tidur diruang yang sama dengan orang asing. Memikirkannya saja sudah membuatku sangat frustasi.
Dan saat itu pun aku memulai hari-hariku dipenjara. Ketika waktu makan tiba, aku turun dan mengantri makanan. Setelah mendapatkan makanan, kududuki tempat duduk yang kosong. Kucicipi makanan yang rasanya tak layak untuk disebut sebagai makanan. Aku heran dengan mereka yang memakan makanan seperti ini setiap hari dan aku pun sepertinya juga harus memakannya dengan terpaksa.
Ketika itu seorang dengan tato segitiga terbalik dan seorang pria berambut coklat panjang menghampiriku. Mereka cukup ramah karena menjelaskan hal-hal mengenai penjara ini. Kuketahui nama mereka adalah Kiba dan Neji. Kiba adalah orang yang menurutku baik karena ia menjelaskan padaku semua hal tentang penjara ini. Sedangkan Neji, ia hanya diam saja yang kemudian kuketahui bahwa ia adalah teman satu selku.
Sedang asiknya berbicara, sebuah suara mengintrupsi kami. Suara itu, miliki pria kekar tadi.
"Hey, what's your name? I'm Bob. Hm... this bastard smells so good. He's a top grade lady," ucapnya dengan mencengkram erat bahuku dengan mendekatkan wajahnya ke telingaku menghirup rambutku.
Dengan cukup kuat kutepis tangannya, "Jangan kau sentuh diriku dengan tangan kotormu itu!"
Anak buahnya tampak kesal dengan perbuatanku terhadap bos mereka tersebut hendak menghajarku. Untung saja petugas tiba dan aku pun terhindar dari baku hantam. Namun hal itu tidak menutup masalah. Beberapa kali aku dipukuli oleh mereka dalam kurun waktu seminggu. Kiba dan Neji hanya dapat membantuku. Bahkan aku pernah hampir di perkosa ketika mandi jika saja Kiba tidak datang menolongku dan memanggil petugas.
Tidak perlu waktu cukup lama, tiba-tiba saja aku dibebaskan dan bertemu dengan Tsunade-baachan yang langsung berlari memelukku ketika melihat diriku.
End Naruto POV
End Flashback
Sasuke POV
"Kau pernah dipenjara?" tanyaku kaget mendengar ceritanya.
"Ya, dan itu sangatlah tidak menyenangkan," ucapnya sebal.
"Bagaimana dengan pelaku sesungguhnya?" tanyaku.
"Ternyata pelakunya adalah seorang rekan kerja ayahku yang tidak suka dengan kesukseskan keluargaku. Dan karena hal seperti itu, saat ini aku... sendirian,"
"Kau bilang, kau hampir diperkosa? Apa kau gay?"
Wajahnya memerah mendengar pertanyaanku. Oh... apakah pertanyaanku tepat sasaran?
"I,i,iya, a-aku g-gay. A-apa kau merasa jijik?" tanyanya gugup.
"Tidak," jawabku singkat. Bagaimana aku bisa mengatakan ia menjijikan sedangkan diriku sendiri juga seorang gay.
"Terima kasih, aku sangat sedih karena kau tahu semua orang menatap benci dan jijik kepadaku, tapi kau tidak. Aku... senang. Sebenarnya sebelum kejadian dipenjara itu, aku juga pernah sekali hampir di... kau tahu, oleh seorang pria aneh, untung saja seseorang cepat datang dan meneriaki nama pria aneh itu yang membuatnya langsung lari,"
"Jadi kau tahu nama pria yang hampir mem'itu' mu?"
"Iya, seingatku namanya adalah.. Itachi," ucapnya tertunduk.
Tbc
Huuaa... maafkan aku bila cerita ini semakin tidak jelas dan aneh X'(
Apakah ceritanya aneh? Gak jelas? Bagus#ppllaakkkk
Review, please...
Terima kasih juga bagi yang sudah bersedia membaca^^
