Bluntly


Hari itu hari Selasa yang menyedihkan. Bahkan pasukan hujan pun turun untuk menambah suasana sedih hati Baekhyun.

Tadi siang, ia melihat dengan dua bola mata yang ada di kepalanya sendiri. Chanyeol dan Yuan saling bercanda dan tertawa mengenai hal - hal asing yang Baekhyun tidak ketahui saat pelajaran matematika.

Otaknya panas.

Hatinya juga.

Oh, menyusul matanya yang memanas.

Memang sih, semenjak Baekhyun tahu ada perasaan lebih pada Chanyeol, Baekhyun tidak berharap banyak untuk menjadi pemenang yang melewati batas garis 'teman' dari lintasan lomba yang ada di hati Chanyeol.

Awalnya, ketika pertama kali Baekhyun masuk SMA, ia sendiri merasa asing dengan lingkungan baru. Lalu Baekhyun mulai memberanikan diri untuk berkenalan dengan beberapa orang. Untuk yang terakhir, sesosok lelaki yang berdiri menghadap jendela kelas. Terlihat seperti kesepian. Baekhyun menghampiri sosok itu dan mengajak berkenalan.

"Hai! Aku Byun Baekhyun!"

"Park Chanyeol."

Sudah, hanya itu saja yang keluar dari mulut lelaki itu. Lalu Baekhyun berinisiatif mengangkat tangan kanannya, mengajak yang satunya untuk berjabat tangan. "Senang bertemu denganmu Park Chanyeol-ssi!" ucap Baekhyun ceria.

Tidak. Jangan berharap tangan lentik Baekhyun disambut tangan raksasa Chanyeol. Baekhyun hanya ditinggal dan dibiarkannya tangan itu menggantung. Tapi itu tidak berlangsung lama ketika Chanyeol memberikan sarung tangan berwarna cokelat muda.

"Pakailah, tanganmu pucat sekali warnanya."

Kemudian Baekhyun ditinggalkan lagi bersama sarung tangan cokelat muda dan jantung dengan tempo EDM, sudah keras juga cepat.

Kalau bahasa sulit menjelaskan, maka akan berbicara tentang seorang lelaki bernama Park Chanyeol yang memang terkenal pendiam namun kadang juga bisa menjadi mood maker sesuai kebutuhannya. Otaknya juga kadang tidak masuk akal. Di pelajaran biologi Guru Kim yang berbicara secepat mobil balap, mejanya bersih tidak ada buku untuk mencatat. Tapi ketika sesi bertanya dilakukan, Park Chanyeol selalu menjadi manusia yang memiliki jawaban yang tepat. Bahkan Baekhyun yang mencatat pun kadang tidak bisa menjawab. Selain itu, seorang Park Chanyeol juga sangat perhatian terhadap semua orang. Karena sifatnya yang sudah seperti es krim cabai, dingin namun hangat, pendiam namun perhatian, Park Chanyeol memiliki banyak peserta yang sudah mengantri panjang untuk menjadi kekasih pertamanya.

Kalau bahasa mudah untuk menjelaskan sesosok Park Chanyeol, maka Baekhyun dengan tegas menjawab Park Chanyeol adalah pemberi harapan palsu terhadap orang – orang yang memiliki hati yang mudah jatuh.

Termasuk Baekhyun.

Hatinya sudah jatuh lagi hanya karena tatapan yang didapatinya dari Chanyeol, yang pergi keluar kelas bersama Yuan.

Bodohnya hati Baekhyun.