Hola saya kembali lagi, baiklah bacalah dengan khimat hasil karya saya ini, okey, habis itu review ya.
Harry : Chap ini isinya gue ya!
Author : Belum tentu Harry, tapie tenang saja ada dirimu kok.
Naruto : Gue di masukkan di mana nieh, Gryfindor kan.
Author : Belum tentu loh, lihat aja, mungkin di chapter depan atau yang ini
Harry : Okey deh, dari pada baca omongan ini, mending baca yang di bawah deh.
Author : Itu gue yang bilang tau *mendorong Harry* ya udah silahkan membaca fanfic ini.
Title : Hogwarts the magic school
Pairing : HarGin, HarCho,VicHarmione,RonLav,RonMione,NarLun,NarGin, berubah-ubah.
Rate : K+ - T
Disclamer : Naruto and Friend milik Masashi-sensei dan Harry Potter milik my teacher J.K Rowling.
Warning : AU,EYD tidak pas (padahal anak guru BI),gaje, bisa berubah n multi POV.
Mauri minna-uchisaso mempersembahkan:
}{Hari keberangkatan dan Seleksi Asrama}{
Sudah tiga minggu Naruto di Uzumaki manor, dia sudah banyak menguasai sihir mulai dari yang kecil seperti mantra pelayang sampai yang susah yaitu mantra perluasan, semua telah di kuasai oleh Naruto. Sekarang Naruto sedang bermain Quiddicth di halaman belakang kastil, sebelumnya dia tidak tahu apa itu Quiddicth, dia baru tahu ketika Jiraiya menjelaskannya. Sebenarnya permainan Quidditch itu sangatlah mudah.
"Tuan, waktunya makan malam!",seru suara nyaring peri rumah.
"Baiklah, aku akan ke sana Pouch",kata Naruto pada peri rumah tersebut.
Naruto pun langsung menuju ruang makan yang jaraknya dua ruangan dari ruang kamar mandi. Naruto pun duduk di dekat perapian dan dia membatu ketika Jiraiya kembali dengan menggunakan bubuk floo, membawa...
"Hinata",seru Naruto girang.
"Ha...hai... Naruto",kata Hinata terbata-bata.
"Hinata akan memasuki Hogwarts juga Naruto",kata Jiraiya sambil tersenyum.
"Beneran, berarti kita akan ke Diagon Aley lagi",terka Naruto.
"Tentu saja Naru, oh ya aku akan pergi dulu ke konoha untuk menjemput Neji dan Lee",kata Jiraiya.
"Neji dan Lee penyihir juga sensei ?",tanya Naruto.
"Iya tetapi Neji sudah kelas dua sedangkan Lee baru masuk sepertimu",kata Jiraiya sebelum dia 'dijilat api' dan menghilang.
"Hinata ayo makan, makanan di sini enak lo, walaupun ga ada ramen sih",kata Naruto sambil memakan steak,ricotto,escadot dan pizza dengan minumnya jus labu,apel,dan timun.
Hinata pun duduk di samping Naruto sambil memakan makanan vegetarian kesukaannya dan dengan meminum jus apel setelah beberapa sendok dan tiga teguk jus apel di makan, Jiraiya akhirnya datang dengan membawa beberapa koper dan tiga orang.
"Tadi katanya Lee dan Neji saja kenapa membawa Tenten?",tanya Naruto.
"Masa sih, aku pikir udah ku bilang deh",Kata Jiraiya bingung.
"Kau tidak bilang apa-apa ero-sensei",seru Naruto kesal.
"Oke kalau begitu sudahku jelaskan",seru Jiraiya.
"Terserahmu saja lah", seru Naruto kesal. "Selamat datang di Uzumaki manor",sambung Naruto.
"Wow, ini sungguh mewah",kata Tenten penuh kekaguman.
"Lee, lihat",seru Naruto pada Rock Lee sebelum merubah rambutnya menjadi berwarna oranye.
"Wow,hebat sekali Naruto",seru Lee.
"Kau metamorpogus Naruto?",tanya Neji.
"Iya Neji",kata Naruto cuek sambil memamerkan lagi sihirnya kepada Lee.
"Oh iya, bagaimana surat kalian dikirimi?",tanya Naruto pada semua yang di ruang makan itu.
"Aku di datangi sama seorang penyihir dan dia bilang jika aku penyihir,awalnya aku ga percaya tapi setelah dia yakini aku, aku jadi percaya dan dia memberikan aku uang untuk membeli kebutuhan sekolahku",kata Lee panjang lebar sambil memakan steak dan meminum jus labu dan pernyataan senada juga di ucapkan oleh Ten-ten.
"Kalau aku, a...a...ku dikirimkan surat oleh hogwarts melalui burung hantu",kata Hinata.
"Lee minjam tas mu dong!",seru Naruto sambil berjalan ke arah Lee.
"Untuk apa Naruto?",tanya Lee sambil mengangsurkan tasnya pada Naruto.
"Buat ini",seru Naruto sambil mengarahkan tongkatnya dan membaca sebuah mantra ke dalam tas tersebut. "Aku pikir ini akan berguna nanti",lanjut Naruto sambil mengembalikkan tas itu kepada Lee.
"Apa yang kau lakukan Naruto",tanya Neji penyasaran.
"Aku lakukan mantra perluasan",kata Naruto sambil memakan pudingnya.
"Mantra perluasan?",tanya Neji memastikan apa yang dia dengar.
"Iya, memangnya kenapa sih",tanya Naruto pada Neji.
"Itu pelajaran kelas tujuh Naruto, darimana kau belajar!",jelas Neji pada Naruto.
"Oh, memang iya aku itu sudah banyak menguasainya dari mantra layang sampai mantra perluasan, terus aku juga menguasai ramuan dari obat batuk sampai polyjuice aku sudah menguasai transfigurasi dari meruabah korek menjadi jarum sampai merubah landak menjadi bantal, serta sejarah sihir aku sudah menguasainya",jelas Naruto pada Neji.
"Lebih baik kau masuk Ravenclaw saja kalau begitu Naruto",usul Neji pada Naruto setelah penjelasan panjang Naruto.
"Aku malah berharap masuk Gryfindor, walaupun Ravenclaw juga tidak buruk",kata Naruto.
"Kalian ini lagi bicarakan apa sih?",tanya Lee dan Tenten.
Sebagai penjelasan dari percakapan antara Naruto dan Neji, Naruto pun melemparkan buku sejarah Hogwarts kepada Lee dan Tenten dan seketika merekapun telah paham apa yang dibicarakan oleh Naruto dan Neji.
"Jadi kamu mau masuk mana Naruto?",tanya Lee.
"Aku tidak tahu, kita tidak akan tahu kita akan masuk di asrama mana sampai kita di seleksi",jelas Naruto.
"Apakah kita di seleksi memakai sihir Naruto?",tanya Tenten agak cemas.
"Mungkin saja Tenten",kata Naruto penuh misteri.
"Waktunya tidur anak-anak,kalian harus berangkat ke Diagon Aley besok pagi",perintah Jiraiya.
"Oh ya, perempuan di sebelah kiri sedangkan laki-laki di sebelah kanan",kata Naruto.
"Kau dimana Naruto?",tanya NeLeHiTen.
"Aku, aku di kamarku di tingkat atas",kata Naruto kepada teman-temannya sambil berjalan ke kamarnya yang berada dilantai teratas Uzumaki manor.
Mereka akhirnya pergi ke kamar mereka selama tinggal di Uzumaki manor. Mereka tidak sabar untuk pergi ke Diagon Aley dan merekapun tertidur dengan impian tentang dunia sihir yang akan mereka masuki dan akan mereka jelajahi sebagai seorang penyihir bukanlah seorang Ninja.
~_~+~)+~_~+~)+~_~)~)~))~)~)~))~)~)~))~)~)~((~)~(~)(~~))~)~(~)~)~
Mentari pagi menyinari hari itu dengan semangat yang membara dan cahaya mentari perlahan-lahan membuat seorang anak manusia terbangun dari tidurnya yang nyenyak, anak manusia itu pun bergerak menuju kamar mandinya untuk mandi dan diapun melakukannya dengan cepat, dia memakai pakaian dengan atasan kaos oranye dengan sedikit merah, bawahan celana jeans belel, membawa tas kecil dan syal kuningnya. Dia bergerak menuju ruang makan dengan setengah berlari.
"Pagi",teriak Naruto ceria.
"Pagi tuan, tuan mau sarapan?",tanya peri rumah yang bernama Pouch.
"Tentu saja",kata Naruto sambil memungut buku Sejarah Hogwartsnya dan memasuki ke dalam sebuah tas kecil.
Perlahan semua penghuni manor itu telah terbangun dan merekapun memakan sarapan dengan enggan, cuma Naruto yang memakan sarapanya dengan senang. merekapun bergerak ke perapian.
"Okey, kita akan pergi melalui bubuk floo, Naruto kau duluan",perintah Jiraiya.
"Siap sensei!",kata Naruto sambil menggengam bubuk floo itu dan dia mulai teriak dengan jelas "Leaky Cauldron", dan dia berputar dengan cepat kedalam lubang yang gelap dan dia pun merasakan kakinya berpijak kembali. Naruto keluar dari perapian ke tempat minum untuk memesan butterber dengan Tom, dan di belakangnya banyak yang sudah tiba dengan selamat dan Jiraiya yang terakhir.
"Pagi Jiraiya mau pesan apa?",tanya Tom ramah.
"Aku mau memesan lima butterber",kata Jiraiya pada Tom.
"Butterber itu apa sih?",tanya NeLeHiTen.
"Butterber itu minuman, enak loh",jelas Naruto sambil meminum beberapa teguk lagi dari cangkirnya.
"Oh iya, aku duluan ya, soalnya banyak yang harus ku beli lagi nieh",kata Naruto sambil berjalan menuju belakang toko tersebut.
"Apa yang ada di Diagon Aley itu Neji?",tanya Lee.
"Isi dari Diagon Aley itu bermacam-macam yang di jual disana,seperti buku,tongkat,sapu,bank,dan masih banyak lagi yang di jual disana",kata Neji sambil meminum Butterbernya lagi.
"Sudah waktunya anak-anak, kita akan pergi ke Gringrots dulu untuk mengantarkan Hinata ke lemari besinya habis itu kalian bertiga akan membeli tongkat,jubah,buku,kuali dan sebagaiannya",seru Jiraiya panjang lebar dan menyuruh mereka ke belakang toko itu.
Mereka berjalan menuju tembok dibelakang Leaky Cauldron, tentu saja Jiraiya melakukan itu seperti waktu bersama Naruto. Ketika sentuhan terakhir dari tongkat Jiraiya itu menyentuh tembok itu, terbentuklah gerbang di sana dan mereka memasuki itu, Lee, Tenten, Hinata terkagum-kagum dibuatnya mereka mengarahkan mata mereka ke penjuru Diagon Aley, dan mereka berhenti ketika mereka sampai ke suatu bangunan megah yang berwarna putih itu.
"Selamat datang di Gringrotts, tempat yang paling aman setelah Hogwarts",kata Jiraiya riang.
Mereka pun berjalan menuju Goblin di sebelah kiri itu.
"Ehm, Miss Hinata Hyuga dan Mrs. Neji Hyuga ingin mengambil uangnya",kata Jiraiya.
"Apakah Miss Hyuga and Mr. Hyuga mempunyai kuncinya sir",cicit goblin itu.
"Ini",kata Jiraiya sambil mengangsurkan kuncinya.
Goblin itu memeriksa kuncinya dengan teliti dan dia menyuruh mereka untuk mengikuti Goblin yang lainnya. Mereka pun menaiki kereta menuju lemari besi keluarga hyuga, mereka bergerak dengan cepat mengarah kedalam perut bumi.
Kita tinggalkan masalah Jiraiya, kita beralih ke Naruto yang sedang berada di Flourish and Blotts dia sedang mencari buku tentang transfigurasi dan dia memilih buku itu bukunya berjudul Cara untuk Menjadi Animagus. Dia mencari yang lain dan itu membuat jubahnya penuh dengan buku, dan dia pun menghampiri sebuah meja untuk membayarnya dan sungguh di luar dugaan sang pemilik toko memandangnya dengan heran.
"Berapa semua ini?",tanya Naruto pada pemilik toko buku itu.
"Hm, 325 galeon 25 sickle dan 31 knut",kata pemilik toko itu.
"Ini ",kata Naruto sambil mengangsurkan uangnya, Naruto memasuki buku-buku kecil itu ke dalam tas kecilnya dan tentu saja itu muat, pemilik toko buku itu terkagum-kagum
Naruto pergi meninggalkan tempat itu dan pergi mengunjungi toko Jubah untuk Segala Kesempatan Kreasi Madam Malkin untuk mengepaskan beberapa jubah sekolahnya.
"Hogwarts nak, ini lagi ngepas satu!",seru Madam Malkin.
"Iya Madam",kata Naruto dan duduk di samping anak berambut hitam.
"Hogwarts juga, ku harap aku bisa membawa sapu, kau mau di asrama mana?, kalau aku ingin di Sleytherin coba kau bayangkan jika aku di Gryfindor aku akan minta dad untuk pindahkan aku ke Durmstrang atau Beaubatonx",kata anak itu panjang lebar.
"A...a..aku tidak tahu, dan kita tidak tahu sampai kita di seleksikan!",kata Naruto terpana.
"Iya sih, emang kita tidak tahu di mana kita akan di tempati!",kata anak itu.
"Oh ya, di mana orang tuamu?",tanya anak itu.
"Orang tuaku sudah meninggal",jawab Naruto dingin.
Merasa aura semakin dingin Naruto tidak melanjuti percakapan dengan anak itu, dan jubah anak itu telah usai di buat ole madam Malkin.
"Sampai jumpa lagi!",seru anak itu sambil tersenyum pada Naruto. Naruto mencoba membalas dengan senyuman juga tetapi itu tidak bisa, dan mengakibatkan dia membentuk seringaian saja.
"Hai Naruto, kau di sini",seru Lee ketika melihat Naruto.
"Hn",jawab Naruto.
"Ini nak, ini jubahmu",kata Madam Malkin sambil menyerahkan jubahnya itu.
"Berapa Madam?",tanya Naruto.
"50 galeon, 10 sickle, 25 knut",jawab Madam Malkin sambil mengukur jubahnya LeTeHin.
"Kalian mau kutunggu atau tidak?",tanya Naruto pada LeTeHin sambil mengangsurkan uangnya.
"Tunggu saja lah",jawab LeTeHin.
"Okey, oh ya buku kalian siapa yang beli?",tanya Naruto sambil membuka buku sejarah sihirbya.
"Jiraiya-sensei",Jawab Ten-ten.
"Ooh, Nanti kalau di Hogwarts jangan panggil guru dengan sensei ya",seru Naruto.
"Iyaaaaaaa",jawab Lee dan Ten-ten.
Setelah mengepas jubah mereka, mereka pun pergi menemui Jiraiya dan Neji yang berada di Leaky Cauldron, dan mereka kembali ke Uzumaki manor melalui jaringan floo.
Satu September telah datang dan pada pagi itu Uzumaki manor nampak sibuk, tak terkecuali Naruto, dia sedang mengepak barangnya ke kopernya. Walaupun Naruto menguasai mantra perluasan dia harus membawa kopernya. Naruto membawa bukunya di tas kecilnya, uangnya di tas kecilnya yang lain, dan membawa burung hantu berwarna coklat dengan sedikit garis hitam dibagian leher juga di bagian sayap yang dia beri nama Cercac. Naruto telah selesai mengepak barangnya, dia pun berjalan ke arah ruang tamunya (kopernya di terbangkan pakai mantra peringan) untuk menunggu teman-temannya.
"Duh, lama banget sih!",seru Naruto kesal.
"Oi, Naru Ngapain kau di sana",teriak Neji dari pintu depan.
"Menunggu kalian kan",marah Naruto sambil berjalan menuju pintu depan tersebut.
"Kami sudah disini menunggumu satu jam yang lalu",kata Neji.
"Oh ya, ini kan baru jam tujuh pagi sih",seru Naruto.
"Iya ini baru jam tujuh tapi perjalanan ini memerlukan waktu lebih dari tiga jam",jelas Neji kepada Naruto yang lagi menyangga dagunya dengan kopernya.
"Kalian Ngapain disitu ayo masuk ke dalam mobil",seru Lee dalam mobil chevrolet sedan itu.
Naruto dan Neji pergi menghampiri mobil itu dan memasuki sedan itu, Naruto di depan dan Neji di belakang. Tempat duduk sedan itu telah di sihir oleh Jiraiya menjadi agak luas dan menyediakan minuman untuk mereka. Naruto duduk di sebelah Lee, dia baru akan membaca buku yang berjudul keruntuhan sihir hitam ketika Lee bertanya padanya.
"Naruto, apakah taijutsu berguna waktu penyeleksian asrama?",tanya Lee ketika mobil mereka maju dengan kecepatan yang tinggi yang hampir menabrak balai kota tetapi balai kota tersebut telah melompat.
"Taijutsu tidak akan berguna di penyeleksian Lee",kata Naruto pada Lee.
"Jadi bagaimana Penyeleksian itu Naruto?',tanya Lee.
"Nanti kamu juga tahu Lee",seru Naruto.
Sehabis memberi penjelasan pada Lee, Naruto kembali membaca bukunya itu dia terus membaca buku sampai akhirnya mereka sampai di stasiun King's Cross. Jiraiya menurunkan koper mereka dan menaiki ke troli sampai mereka pada palang rintangan yang memisahkan peron sembilan dan peron sepuluh. Neji memasuki palang rintangan itu dengan jalan yang santai Neji menembus palang rintangan itu, Lee dan Tenten terpana dengan apa yang mereka lihat, sehabis itu Naruto berlari menembus palang rintangan itu, dan dia melihat papan nama yang bernama Hogwarts Expres peron 9 ¾,akhirnya dia melihat Hogwarts Expres itu, kereta api uap tua. Naruto memasuki kereta api itu dan memasuki salah satu kompartemen dan meletakkan kopernya di tempat penyimpanan barang itu. Makin lama kompartemennya di penuhi dengan anak-anak yang tidak di kenalnya.
"Halo, boleh kah kami duduk di sini",seru anak berwajah bulat di dalam sekerumunan orang.
"Tentu saja, silahkan",seru Naruto sambil menggeser tubuhnya mendekat jendela.
"Namaku Neville Longbottom, namamu siapa?",tanya anak itu pada Naruto.
"Aku Naruto Uzumaki",seru Naruto.
"Uzumaki!,kau kelahiran mugle?",tanya Neville.
"Bukan Neville, aku kelahiran penyihir dari ibuku maupun ayahku",jelas Naruto pada Neville.
"Uzumaki ya, keluarga penyihir satu-satunya yang mempunyai dua garis keturunan, garis keturunan dari ayah dan garis keturunan ibu dan memiliki harta kekayaan yang berlimpah, tak ku sangka keluarga ini masih ada",seru anak perempuan yang duduk di depan Naruto.
"Memangnya kenapa?",tanya Naruto pada anak itu.
"Ya ampun, kamu gak tau, keluargamu itu termasuk keluarga penyihir yang hampir punah, karena perlawanan antara keluarga Uzumaki dengan pelahap maut yang membuat sebagian mati",jelas anak wanita itu.
"Aku tidak tahu itu, tetapi jika buku-buku semacam ini aku lebih suka",seru Naruto sambil mengambil semua buku yang ada di tas kecilnya itu yang membuat penuh kompartemen itu.
"Maaf ya",kata Naruto ketika dia melihat penuhya kompartemen itu oleh bukunya dan dengan lambaian kecil, buku-buku itu kembali ke tas kecilnya itu, tentu di dalam tas itu dipenuhi oleh laci-laci.
"Itu sihir yang sulitkan bagaimana kau pelajari itu?",tanya Neville, Seamus,Dean,Hermione, dan Lavender.
"Tidak begitu sulit tuh, seperti ini juga tidak sulit",seru naruto sambil mentransfigurasi kodoknya Neville menjadi cangkir mewah.
"Woah itu sangat mewah",seru Seamus dan Dean . Neville terlihat sedih atas 'hilangnya'kodoknya.
"Tidak usah sedih Neville,ini aku kembalikan kodokmu",kata Naruto sambil melambaikan lagi tongkatnya dan mengembalikkan kodoknya Neville.
"Naruto ayo pamitan pada Jiraiya-sensei dulu",teriak Tenten sambil menyari Naruto.
"Aku di sini Tenten",teriak Naruto sambil berdiri menuju pintu kompartemen sambil berkata pada teman-teman barunya itu. "Kalian tidak berpamitan pada orang tua kalian".
"Jiraiya-sensei habis ini langsung pulang ke Konohakah?",tanya Lee.
"Tidak Lee, aku kembali kepekerjaanku sebelumnya di kementerian sihir",kata Jiraiya.
"Jadi anda bekerja di kementerian sihir sensei",seru Tenten.
"Iya Tenten,oh ya apakah liburan natal kalian di Uzumaki manor?",tanya Jiraiya.
"Sepertinya tidak sensei",seru NaNeLeHiTen.
"Dah anak-anak",kata Jiraiya sambil menuruh mereka naik lagi.
Merekapun melambaikan tangan mereka kepada Jiraiya ketika kereta itu bergerak,dan merekapun berpencar kembali ke kompartemennya masing-masing. Naruto kembali menyapa Neville,Seamus,Dean,Hermione dan Lavender. Mereka terus membicarakan berbagai topik dari masalah keluarga sampai pelajaran, tetapi seketika itu berubah ketika kodoknya Neville menghilang dari kompartemen mereka. Jadilah mereka mencari kodoknya Neville ke seluruh kompartemen, Dean ke arah kakak-kakak kelas yang memakai jubah yang dibelakangnya berwarna biru,Seamus mencari Trevor ke arah segerombrol orang yang kita tahu anak-anak Ravenclaw, Neville mencari Trevor ke arah kakak-kakak Gryfindor, Hermione mencari ke tempat anak-anak baru seperti mereka di depan sedangkan Naruto bergerak ke belakang. Baru satu kompartemen yang di jelajahi Naruto ketika dia bertemu anak berambut hitam yang bertemu dia di Madam Malkin's dengan segerombolan anak berbadan kurus dengan gendut.
"Hai, bukannya kamu yang bertemu denganku di Madam Malkin's?",tanya anak itu.
"Iya, aku sedang mencari katak temanku Neville",kata Naruto riang.
"Perkenalkan aku Zabini Blaise, yang ini Draco Malfoy,ini Crabe,ini Goyle",kata anak itu memperkenalkan dirinya dan ketiga temannya.
"Aku Naruto,kalian nampak Kodoknya Neville",kata Naruto,
"Kami tidak melihat satu kodok pun di sini",kata Draco mengejek.
"Terima kasih kalau begitu",kata Naruto menatap mereka semua.
"Apakah orang tua mu penyihir?",tanya Draco pada Naruto.
"Tent...",kata-kata Naruto terhenti ketika kereta itu bergerak menyamping yang membuat bibir Naruto dan bibir Draco 'menempel', dengan cepat Naruto menarik dirinya dari kompartemen itu.
]Draco Pov[
Aku masih terpaku ketika Zabini menepuk punggungku.
"Bagaimana rasanya Draco?",tanya Zabini.
"Apa?",tanyaku balik pada Zabini.
"Ciumannya!"seru Zabini.
"Tidak ada apa-apa Blaise",kataku dingin setelah aku duduk di sebelah Crabe.
"Apakah kalian lihat kodok bernama trevor miliknya..",kata seorang laki-laki berkulit gelap.
"Neville, temanmu tadi sudah bertanya pada kami, pergi kau dari sini",kataku dingin sambil mendorong orang tersebut dan menutup pintu kompartemen itu keras. Setelah laki-laki itu pergi mereka melanjuti perbicaraan mereka.
]Normal Pov[
Naruto telah mencari Trevor ke seluruh penjuru gerbong tetapi tidak dia temui, akhirnya Naruto memutuskan kembali menuju kompartemennya. Dia menemukan teman-temannya sudah berada di dalam kompartemen.
"Apakah kau sudah ketemu Trevor?",tanya Neville.
"Tidak ketemu Neville, aku sudah mencarinya ke seluruh gerbong",kata Naruto muram.
"Kau masih mending Naru, aku malah di marahi oleh anak yang berambut pirang",kata Dean sambil makan cokelat kodok.
"Malfoy, bukan begitukan",kata Naruto dan Hermione bersamaan.
"Jadi nama anak itu Malfoy",kata Neville sambil menutup pintu kompartemen.
"Iya, nama dia adalah Malfoy",kata Naruto.
"Sepertinya sifatnya sama saja dengan Malfoy senior, congkak, sombong dan haus kekuasaan",kata Neville sambil menatap kosong ke depan, mata Neville menggelap ketika membicarakan Malfoy.
"Haus kekuasaan?",tanya Dean dan Naruto.
"Iya, Malfoy senior itu adalah mahluk yang haus kekuasaan, buktinya dia berpihak dengan -kau tau siapa- ketika masa yang kelam, dia itu termasuk salah satu pelahap maut",jelas Neville.
"Pelahap Maut?",tanya Dean dan Naruto lagi.
"Pelahap maut itu adalah pasukan yang di buat oleh pangeran kegelapan, tetapi sebagian anggota pelahap maut kembali ke penyihir normal ketika -kau tahu siapa- jatuh di tangan Harry Potter",kata Neville sambil menatap kacang segala rasanya.
"Ngomong-ngomong soal Harry Potter, aku bertemu dengannya ketika aku mencari Trevor",kata Hermione mencairkan suasana.
"Benarkah itu!",tanya Neville,Seamus,Dean dan Naruto antusias
"Iya, dia lima kompartemen dari sini",jawab Hermione.
"Benarkah apa yang kalian bicarakan itu",kata seseorang di pintu kompartemen.
"Tentu saj..",jawab Naruto melihat orang itu. "Ngapain kau di sini Malfoy",sambung Naruto dingin.
"Tidak ada apa-apa, sepertinya kau takut Uzu",kata Malfoy mengejek.
"Takut apa Malfoy, lagi pula nama keluargaku Uzumaki",marah Naruto.
"Takut mereka tau kalau kau tadi melakukan ini denganku",bisik Malfoy sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto. Naruto dengan refleks menggunakan rasengan.
"Wow, kau hebat Naruto",seru Neville dengan senangnya sambil bertepuk tangan.
"Ugh, awas kau Uzu",seru Malfoy sambil berdiri dari pecahan kaca yang di lakukan oleh Naruto.
"Reparo!",seru Naruto. Pecahan kaca kompartemen itu kembali pada asalnya.
"Aku mau tidur, jangan ganggu aku",kata Naruto sambil menghempas dirinya ke kursi kompartemen dan memantrai telinganya.
"Sungguh hebat dia ya",gumam beberapa orang di dalam maupun di luar kompartemennya.
Waktu begitu cepat berlalu, sekarang awan-awan telah berubah menjadi gelap dan di dalam kompartemen satu orang anak manusia berusaha di bangunkan oleh teman-temannya.
"Naruto!",teriak Neville memakai matra sonorus yang baru dia baca dalam salah satu buku Naruto.
"Hm, huah",teriak Naruto dan dia mengarahkan tonkatnya ke arah telinga.
"Akhirnya kau bangun Naru",kata Dean,Seamus,dan Neville lelah.
"Emangnya kenapa?",tanya Naruto terheran-heran sambil melihat teman-temannya itu telah memakai jubah.
"Sebentar lagi kita sudah sampai di Hogwarts",kata Hermione dan Lavender membuka pintu kompartemen itu.
"Benarkah itu?",tanya Naruto memastikan.
"Tentu saja",kata semua orang yang ada di kompartemen itu.
"Kalau begitu berarti aku harus menggunakan mantra ini",kata Naruto melambaikan tongkatnya dan dengan cepat dia menggantikan bajunya dengan jubah sekolah.
Kereta api itu mulai melambat, dan mulai berhenti. Mereka semua bergerak meninggalkan kompartemen dan menurunkan kereta api merah itu.
"Kelas satu sini kelas satu",seru seseorang memanggil mereka.
Mereka lalu mengikuti raksasa itu sampai ke arah danau. Raksasa itu menyuruh mereka menaiki perahu mereka pun menaiki perahu itu dan mengikuti raksasa itu sampai ke sebua gua di situ ada semacam pelabuhan dan mereka pun berhenti di pelabuhan itu, mereka turun dari situ dan akhirnya tidak ada tersisa lagi. Raksasa itu memeriksa lagi dan dia menyerahkan trevor kepada Neji, mereka mengikuti raksasa itu dan pergi melewati suatu aula ke sebuah ruangan.
"Kelas satu sir",seru raksasa itu.
"Terima kasih Hagrid, masalah ini biar aku yang menghadapi",kata perempuan itu pada Hagrid.
"Terima kasih profesor",ucap Hagrid dan dia membungkuk pada profesor itu, setelah itu dia berjalan ke dalam pintu itu.
"Baiklah namaku profesor Mcgonagall, sehabis ini kalian akan di seleksi untuk menentukan di asrama mana kalian akan tinggal. Jika kalian terpilih kalian harus mengharumkan nama asrama kalian di akhir semester angka yang kalian dapat akan membuat asrama kalian memenangkan piala asrama",kata profesor itu dia melihat ke seluruh ruangan itu seperti siap menerkam.
"Bersiap-siaplah dan kami akan mengecek apakah kami siap",sambung profesor Mcgonagall dan dia meninggalkan mereka di ruangan itu.
Sebuah keributan mulai, keributan itu di sebabkan Malfoy mengejek Harry Potter mereka saling menatap sinis ketika profesor Mcgonagall datang.
"Ikuti aku",ucap profesor Mcgonagall kepada mereka.
Mereka mengikuti profesor Mcgonagall ke suatu ruangan yang sangat megah dan banyak siswa di situ, Naruto sempat mendengar jika Hermione mengatakan pada teman-temannya. Mereka bergerak menuju sebuah kursi yang di sana di letakkan sebuah topi kumal yang mempunyai banyak tambalan. Topi itu bernyanyi dan setelah topi itu berhenti bernyanyi semua yang ada di aula itu bertepuk tangan.
"Siapa yang di panggil maju ke depan, Abouth, Hannah",Ucap profesor Mcgonagall.
Hannah pun berjalan ke arah kursi itu dan topi itu di letakkan diatas kepalanya dan topi itu berteriak "Hufflepuff",meja Hufflepuff pun bersorak kegirangan. Beberapa anak telah di panggil Seamus di Gryfindor, Neville di Gryfindor dan Hermione di Gryfindor. Sedangkan malfoy dan teman-temannya memasuki Slyteherin.
"Nobi, Nobita",seorang anak berkacamata berjalan ke arah kursi itu, cukup lama topi itu memutuskan di asrama mana Nobi itu di letakkan sampai akhirnya topi meneriakkan "GRYFFINDOR".
Semakin lama barisan itu mulai berkurang dan anak bernama Harry potter di tetapkan memasuki Gryfindor ada lima anak yang di panggil setelah Harry dua di Slytherin satu Ravenclaw dan dua di Hufflepuff.
"Uzumak Naruto",kata profesor Mcgonagall.
Naruto bergerak ke arah kursi itu dan terakhir yang dia lihat semua orang di aula itu melihat ke arahnya.
"Hm, sungguh berat memutuskannya otak encer keberanian tinggi keliahain yang di butuhkan Gryffindor,Ravenclaw,Hufflepuff dan Slytherin ini sungguh membingungkan",kata suara itu.
"Please Gryfindor",kata Naruto memelas.
"Kau yakin kau bisa terkenal di Ravenclaw dan namamu akan termasyur di Slyteherin, kalau kau yakin begitu maka kau di letakkan di...", kata-kata terakhir di ucapkan keras, "GRYFFINDOR". Naruto pun meghela nafasnya lega dan dia bergerak menuju meja Gryfindor yang sedang bertepuk tangannya. Dia bergerak menuju tempat Neville.
"Akhirnya kita bersama lagi Naru",kata Neville senang.
Seleksi itu akhirnya berakhir dan profesor Dumbledore berdir dan menyuruh mereka makan. Makanan muncul di piring-piring itu Naruto pun memakan apa saja yang ada di situ kecuali babi dan permen pedas. Setelah makanan terakhir lenyap profesor Dumbledore menyampaikan pidatonya dan dia menyuruh mereka tidur ke asrama masing-masing, mereka mengikuti prefek menuju asrama mereka yang berada di lantai tujuh. Prefek itu mengatakan fenelix kepada lukisan itu dan mereka mengikuti prefek itu.
"Laki-laki sebelah kanan dan perempuan sebelah kiri dan jangan sekali-sekali laki-laki pergi ke kamar perempuan",kata prefek itu.
Naruto bergerak menuju kamarnya, kali ini dia tidak sekamar dengan Neville tetapi dia sekamar dengan Lee,Nobita,Dekisugi,Takeshi,dan Suneo. Naruto pun mencoba basa-basi kepada mereka dan dia pun tidur melewati malam itu dengan mimpi yang indah.
NAURI MINNA -UCHISASO
AUTHOR : Akhirnya selesai juga.
Naruto : Hueks, awas kau Author gila.
Draco : Bibirku, dasar kau author tengik
Nobita,Giant,Suneo,Dekisugi : Akhirnya kami muncul.
Author : Kok jadi Yaoi ya, eh gak deng Cuma ending tadi aja kok.
Harry : Kenapa aku ga ada.
Author : Kamu kan udah ku sebutkan sih.
Harry : Tapi cuma sebutkan.
Edward : Waktunya REVIEW.
Author : Hei lo belum gue bikin, lagi pula lo udah ada di sini, ntu si Cedric kan Loe Ward, lagi pula gue males bikin fic Twilght karena gue baru baca, tapi Hunger games dan Doraemon gue bbaru mau.
Edward :Ya lu ga pre gitu, bikin fic aku donk *Sambil Nangis darah*
Nobita,Giant,Suneo,Dekisugi : Please Review ya.
NB : Ini sudahku re writen lagi baru ku terbitkan, please reviewnya ya, review itu pejamin akan berlagsung lama ni fic.
REVIEW.
