Kakinya berhenti meloncat di atap-atap rumah penduduk, ketika mata sekelam langit malam milik Itachi menangkap sekelebat warna terang yang begitu dikenalinya berada bukan pada tempatnya. Rambut pirang. Bayi. Kitsune. Mate Sasuke.

Seketika itu pula sharinggan Itachi langsung aktif dengan tiga tomoe yang berputar memfokuskan pada satu objek bergerak tersebut.

Tak ada masalah besar sebenarnya. Bayi yang Itachi amati adalah bayi yang begitu ia kenali, karena ia adalah mate dari adiknya. Bayi hiper akut yang begitu terlihat menggemaskan diantara kostum yang sedang ia kenakan. Masalahnya, bayi itu sedang berada pada tempat yang bukan seharusnya ia berada, terlebih dengan siapa.

"Kau mau selingkuh dari Sasuke, Naruto?" Itachi menyipitkan mata begitu melihat objek yang diamatinya mengeluarkan tawa bayi manis menggoda andalannya.

.

.

Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Sasuke-teme tgl 23 ultah ya?! Pibesdeiii seme-nya Narutooo. Nih kado dari Nate. Telat oyyy

NATE ALERTS!

Nate balik! Abal, BB [babyxbaby] , BL babys Love (?), failed genres, bahasa amburadul, all the amateur warnings applied. Chibi!Itachi OOC nyempil. SASUNARU!

Humor? As if

.

.

Siang itu, Itachi baru pulang dari misi solonya ke luar desa yang sudah berjalan selama tiga hari. Dan jelas begitu sampai di wilayah hutan Konoha Itachi langsung mempercepat larinya diantara pepohonan, sembari menikmati kesejukan yang ditawarkan disekitarnya. Batinnya sudah berlalang buana membayangkan ada yang menunggunya dirumah. 'Anikimu pulang, Sasukeeeee' Batin Itachi menjerit.

Oh, Itachi sudah pengen cepet-cepet pulang kerumah! Otoutonya pasti sudah begitu merindukan aniki keren tersayangnya ini. Itachi bahkan sudah punya rencana buat mandi bareng Sasuke, gantiin popok Sasuke, ciumin pipi Sasuke, gigitin kaki mungil Sasuke, mainin pantat Sasuke, pake cologne Sasuke, jawilin pantat Sasuke. Bagian yang terakhir harus diulang tujuh kali sehari, tapi hari minggu libur. Kasian pantat Sasuke dinistain terus sama Itachi, lagian tousan suka mantengin Itachi terus. Itachi kan jadi malu kalau kemesraannya dengan Sasuke dilihat sama otousan-nya.

Semua agenda-nista-penuh dengan Sasuke sudah tercatat rapi di otaknya. Pokonya semua harus sama Sasuke-nya. Anikiable kan Itachi itu, cuma sama dan tentang Sasuke, Itachi bisa ooc begini. Kalau diluar lingkup itu Itachi udah kayak triple. Putih dan datar.

Diantara derapan lari diatas rumah penduduk, sambil membuat agenda berisi Sasuke di tiap katanya, Itachi terhenti. Berdiri tegak diatas atap, dengan mata menyipit. Muka sedatar papan pengilasannya tapi tetap terlihat tampan itu sedikit mengerut.

Yang benar saja!

Matenya Sasuke. Si kitsune. Kuning nyentrong. Apapun itu. Itu Naruto.

Parahnya Naruto ada di salah satu rumah yang bukan miliknya, tanpa bibi Kushina atau Minato-jisan. Bukan diculik, si kuning tak terlihat tersiksa malah tertawa-tawa tanpa beban. Bayi itu mengenakan baju hangat kyubii oren yang membalut tubuh mungilnya lengkap dengan ekor tapi cuma empat buah di belakang pantatnya. Sumpah manis banget Naruto, persis chibi kurama. Hoodie dengan dua telinga kyubii yang tak terpakai menampilkan rambut pirang kuning, yang membuat sensor Itachi berdering mengenalinya tadi.

'tutututucucocu' Tangan kecil Naruto mengapai-ngapai anjing yang menjulang dihadapannya. Ingin menyentuh moncong menggemaskan sang husky.

Bayi kitsune itu asik bermain dengan bayi lain seumurannya dan seekor anjing husky. Itachi tau itu adalah kediaman Inuzuka. Dan bayi dengan tato segitiga terbalik yang sedang berada diatas anjing husky itu adalah salah satu anggota baru clan Inuzuka. Inuzuka Kiba adik dari Inuzuka Hana teman seangkatan Itachi di akademi dulu.

Sementara Naruto duduk dibawah sambil mengapai-ngapaikan tangan mungilnya pada sang anjing yang juga penjaga dua bayi untuk sementara waktu, Kiba asik menunggangi husky tersebut. Berpegang erat pada leher anjing milik keluarganya. Biar masih bayi, begitu-begitu Kiba yang paling jago ngerecoki anjing.

'mamaananagagagagagagaghahagagagagag' Merasa iri pada Kiba yang bisa menaiki punggung anjing besar bewarna kelabu tersebut. Naruto mengelantung di kaki sang husky, berusaha memanjat. 'retototoot'

Naruto dan Kiba tertawa keras, ketika sang husky mencoba berjalan kepayahan dengan dua bayi yang mengelayutinya. "Heh, bocah kalian berisik. Grrrrrrr." Desis sang anjing.

'Safaratauttuuu~~'Kata Kiba menimpali.

'Kujukllkhajajau.. Grrrrrrrr~~~~.' Naruto ikut-ikut, sambil mencoba menirukan geraman anjing. Bibir kecilnya manyun-manyun. Berkali -kali mencoba mengeram memasang wajah seram, tapi yang terlihat malah wajah ketika kebelet buang air.

Pantatnya ia naikin lagi, karena sempat melorot. Terus naik lagi, melorot lagi, naik lagi, melorot lagi. Dengan tak berdosannya si kitsune narik ekor sang Husky biar kuat dan gak melorot.

Anjing husky itu mendesah. Menundudukkan diri, sakit semua badannya. Ia membiarkan Naruto turun dan mendekati moncongnya yang sedari tadi dijauhakan dari jangkauan Naruto yang kelewat usil. Kiba merosot dari punggung anjing tersebut. Dia ikut bersama Naruto menariki moncong dan mulut sang husky.

'bubuwiwjwuwh' Gumam Naruto tersenyum lebar. Jarinya masuk kelubang dihidung sang husky, sebelum keluar lagi karena si anjing menjauh. Lalu didekatkan lagi. Moncong itu hangat, Naruto jadi suka masukinnya. 'Uwaaaooo'

Belum puas Naruto menarik moncong anjing tersebut mendekat. Mata biru bundarnya menatap Sang Husky dari dekat. Membuat anjing tersebut tersenyum melihatnya, mengendus pelan wajah dan rambut sang blonde, membuatnya tertawa geli.

'huajahaahagagagag' Kiba ikut-ikutan mendekat. Cengirannya keluar. Pipinya dan Naruto tertempel. Meminta si Husky juga mengendusnya juga.

Dua bayi beda warna itu saling menempel. Mukanya menghadap sang Husky sambil masang wajah keenakan-mata terpejam, sambil nyaris ngiler- keasyikan di endusin anjing. Enaknyaaaaaa Batin dua bayi itu bersamaan.

Napas hangat sang husky benar-benar bikin fly. 'Tototooooo~'

Tapi tanpa suara dengan tiba-tiba Itachi muncul dari kehampaan. Mengendong Naruto kepelukannya, menjauhkan si kuning dari Kiba dan Huskynya. "Kau mau selingkuh dengan bayi bau anjing, huh?" Tanya Itachi pada bayi yang ada di dekapannya.

Naruto diam dalam kekagetan, karena tiba-tiba melayang di gendongan Itachi, dengan kakinya yang menjuntai bebas. Uwooo Terbang, batinya.

Sang husky berdiri siap tempur, gara-gara tugas menjaga bayi. Sensor baunya jadi kurang peka. Bau ompol Kiba yang paling jelas. Jadi sang husky gak fokus. "Uchiha." Geramnya.

"Sudah bisa bicara kau, Akame. Sudah besar eh?"

Geraman mengintimidasi keluar. Husky bernama Akame itu maju membuat perlindungan untuk Kiba, seraya menatap nyalang. Siapapun akan merasa terancam ketika berhadapan dengan sharingan aktif.

"Kuambil bayi pirang ini. Aku yang urus." Ujar Itachi datar.

"Heh... Tidak bisa. Aku diutus menjaga bocah itu sampai Hana-sama pulang."

"dia tak akan protes."

Mata tajam Akame menyipit. "Dia dititipkan disini. Jadi dia tidak-"

Kalimat itu terputus begitu saja, karena Itachi sudah menanamkan genjutsu-nya pada sang husky. Membuatnya terdiam seperti patung tapi masih sadar.

Itachi menyeringa lebar. Enak aja main ambil mate-nya Sasuke. Pakai acara tempel pipi dan endus-endus segala lagi. Itachi yang bertindak loh ya kalau sudah ada yang macem-macem dengan mate-nya Sasuke.

Lalu Itachi berjalan menuju meja di pojok timur ruang, sedikit membungkuk untuk melakukan sesuatu, masih dengan Naruto di gendongannya. Ia lantas meninggalkan pesan tertulis diatas meja kecil tak jauh dari Akame. "Tak perlu kuatir. Sampaikan saja pesanku."

Itachipun menghilang bersama Naruto dari hadapan Akame dan Kiba yang memegang erat ekor sang anjing penjaganya. Teman mainnya diambil, Kiba mewek. "Uwaaaaaaaaah..."

Dan Akame hanya bisa melirik tuanya yang menangis, karena masih dalam genjutsu Uchiha, yang baru bisa terlepas semenit lagi. Sementara ekornya sudah sakit digigiti Kiba yang meraung-raung di tinggal teman sepermainan berisiknya.

'Uchiha bangkeeeeee' Bisa putus nih ekor!

.

.

Nate Xavela

.

.

Itachi berhenti melompat di salah satu pohon. Alisnya terangkat, merasa ada yang salah karena sedari tadi tak ada suara dari bayi yang biasanya berisik. Dia tak salah membawa kan?

Ditundukkan kepalanya. Melihat gumpalan orange yang diam. Iris sapphire biru itu masih terbuka, tidak tidur. "Naruto? Ini Itachi-nii."

Kok diam sih nih bocah?! Kan Itachi jadi horror kalau liat si pirang diam begini.

Tanggan mungil itu mendekat ke arah wajah Itachi. bibirnya sedikit mengkerut, 'nininini...'

Itachi tersenyum mendengar Naruto yang mulai mengeluarkan suara, sekalipun tidak seceria biasanya. Dan sentuhan tangan mungil itu berhenti pada kedua kelopak mata Itachi, menutupinya meskipun hanya sebagian.

Lalu tangan itu berpindah untuk menutupi matanya sendiri sambil menggeleng-geleng keras. 'Ninininin.., hikssss.. Dadadada.'

Mendengar ada isakan disana, Itachi mendekap Naruto. Menenangkannya. "Kok nangis? Cup...cup...cup.." Menepuk pelan pantat Naruto.

Naruto masih mengeleng-geleng keras seraya bergumam yang Itachi tak paham.

"Kamu pipis?"

'tatatatatatat' Mengeleng lagi.

"Mau nenen?"

'tatatatatatatata' Mengeleng lagi, tangan kecilnya masih setia menutupi iris biru bundarnya.

"Kebelet beol?"

'tatatatatata' Menggeleng lagi.

Itachi bingung. Sekalipun tak tahu bahasa absrak milik Naruto, tapi ia seperempat yakin kalau maksud Naruto bukan apa yang Itachi ucapkan. Ia turun dari atas pohon. Isakan kecil masih lolos sesekali dari bibir plum Naruto. Penduduk yang berada di sekitar mereka sedikit mencuri pandang dan ikut mendengarkan tapi tetap acuh.

Sambari menepuk pantat Naruto pelan, Itachi berjalan menuju rumahnya. Sesekali mengangguk pada penduduk yang menyapa atau dikenalnya.

"Kangen Sasuke?"

Naruto tak menjawab selain terisak pelan tanpa menangis. "Kamu nangis apa cegukan sih, Naruto?" Itachi gemas sendiri dengernya. Suaranya putus-putus ambigu gimana gitu. 'Gak lagi bengek kan?' Pikirnya menebak jenis suara Naruto.

Tangan mungil Naruto tak lagi menutup matanya, mengenggam erat baju itachi. Pipi Naruto memerah, diikuti dengan terbukanya kelopak mata tan itu. 'ninikikiagagag'

Lagi, alis Itachi mengkerut mendengarnya. Naruto seolah menasehatinya, tapi dengan pelupuk mata yang hampir basah. Dan di saat Itachi hendak bertanya, kedua mata Itachi sudah diculek oleh Naruto. 'tatatataya!'

Itachi mengerang, matanya pedih. Oyy oyyy kenapa nih? Biar jari-jari Naruto kecil tapi rasanya sakit. Perlahan Itachi mulai membuka mata, mengerjap beberapa kali menghilangkan perihnya.

Mata yang menjadi aset berharga milik Uchiha itu berkedip kepayahan. Itachi pingin marah. Tapi dasarannya Itachi itu cinta semua yang berhubungan dengan Sasuke-nya maka Itachi terima-terima aja, setelah di culek mate-nya Sasuke. Sabar mulu hidupnya.

Dilihatnya Naruto ada di depannya, tak lagi mengeluarkan suara ambigu terputus-putusnya.

Bayi pirang itu mendekat kearahnya, memegang pipi Itachi dengan lembutnya, sampai Itachi nyaris mimisan liat wajah imut Naruto. Matanya langsung tak perih lagi dijamu pemandangan indah.

Semua orang disekitar menahan napas. Itachi memandang iris biru bundar itu lekat lekat. Semua diam menahan napas ditempat, melihat apa yang akan dilakukan bayi yang mungil yang mengenakan kostum kitsune itu.

'nininikih chi ' Ujar Naruto. Bibir plum mungilnya maju, mengecup kedua mata Itachi.

Itachi cuma kedip-kedip di tempat. Naruto tersenyum lebar sambil tepuk tangan.

Wuusssssssss angin berhembus kencang. Itachi udah mimisan.

.

.

"Hoo... Mau sampai kapan diam begitu, Itachi? Sharinganmu tadi masih aktif sebelum Naruto mencolok matamu." ujar seseorang berambut perak dengan masker di wajahnya, yang lagi nemplok diatas pohon.

"eh," Itachi cuma merespon singkat pada lelaki tersebut.

Oh Naruto dari tadi takut sama sharingan nya yang masih aktif. Duh bikin kaget pakek acara nyium Itachi segala. Bahaya nih mate Sasuke, main sosor, Itachi jadi nyaris belok pedophile kan kalau gini.

"Kamu sih tadi hampir selingkuh dari Sasuke. Niisan jadi lupa sama sharingan."

.

.

Sumber kebahagiaan Uchiha Itachi adalah adik tersayangnya. Itachi tak peduli seberapa besar harapan clan Uchiha padanya. Dalam hidupnya Itachi dituntut untuk jadi pewaris Uchiha karena dia adalah anak sulung dari ketua clan Uchiha. Monoton. Hidupnya monoton.

Lalu Sasuke lahir, mengenggam jemari Itachi untuk pertama kalinya. Adiknya tersayang.

Dan lihat apa yang apa yang menyambutnya saat pertama kali masuk ke rumah setelah menyelesaikan misi rank-B solo selama tiga hari ini.

"Chiii!"

"Otouto-kuuuuuuu..."

'Chiii~'

"Anikimu pulang, Sasukeeeeee"

"Ratatarararararararraaaaaa~" Teriakan paling keras keluar dari bayi lain, yang ikut nimbruk di acara perdana temu-kangen antara duo adik-kakak raven tersebut.

Naruto itu tipe pemeriah, taunya mah yang penting ramai, dan dia senang. 'Darararatatatatatattatatajajakakakakkkkkk' Teriaknya lagi sambil merentangkan tangan lebar-lebar minta di peluk. Hooo minta pelukannya siapa, Naruto?

Kediaman sepi Uchiha jadi berisik lagi. Itachi mah masa bodoh, dia udah gedebukan cepat-cepat melepas sendal ninjanya. Naruto tepuk tangan, dia suka banget kalau bisa liat atraksi uget-uget dari Itachi yang kelimpungan pingin cepet-cepet, sampai kesandung.

Dalam sekali loncatan Itachi berdiri menjulang di hadapan Sasuke. "Kok bisa sampai pintu depan, Sasuke? Batinmu sudah merasakan keberadaan Aniki ini ya?" Tanyanya berbinar.

Sasuke sampai silau melihat kilauan Anikinya. Itachi berjongkok dan mengendong Sasuke dengan sebelah tangannya yang bebas. Membawa dua bayi raven dan pirang bersamaa. "Tadaima, Sasuke." Ujarnya sembari mengecup lembut dahi adiknya.

Tangan mungil pucat milik Sasuke memegang pipi Anikinya. Mencubitinya kesal karena ditinggal lama.

'papapayayau' Katanya seolah menasehati Itachi.

Itachi manggut-manggut sok ngerti. Bibirnya bergerak untuk mengecup Sasuke lagi, kangennyaaa...

Sasuke kegelian, dia balas mengecup hidung Anikinya dengan bibir mungil tipisnya. Senyumnya terkembang sembari mengesekakn wajahnya pada sang juga kangen, Itachi!

'GARATATATAUUUUU' Naruto berisik lagi. Dia juga mau di cium! Rusuh, rusuh, mereka semua rusuh.

Bertiga, mereka bersatu, menapaki ruang tamu. Menuju dapur, mencari Kaasannya sekedar untuk memberitahukan bahwa anak gantengnya sudah pulang.

Mikoto menoleh. Nyaris melotot, wuiss Itachi udah berbinar lagi. Pasti Kaasan-nya kaget liat ketampanan Itachi yang sudah lama tak muncul ini. Perlahan rambut raven yang diikatnya digerakkan, berusaha menebar pesona. Padahal selama misi dia belum sempat keramas.

"Hieee, Sasuke kok bisa keluar kamar? Pintunya kan Kaasan tutup." Ibu dua anak tersebut berlarian kearah anak bungsunya. Memeriksa apakah si kecil ada yang terluka.

Menepuk-nepuk pantat Sasuke khawatir. Padahal tadi Sasuke ada di kamarnya tertidur, setelah puas main sendirian. Dan sekarang bisa ada di sini, astaga.

'Mamakotototoa~"

"Uwahh ada Narutooo..." Kali ini fokus Mikoto berpindah pada Naruto imut yang lagi tertawa lebar merentangkan tangan. Digendongnya kedua bayi tersebut, sembari mengecup satupersatu antara Sasuke dan Naruto. "Aduh calon mantu-ku.."

"Habis ini kalian harus nenen bareng! Biar so-sweet." Mikoto tersenyum lebar sampai matanya menyipit.

'kakasahaha' Balas Sasuke pada kaasannya.

Naruto senyum lebar sembari menjambaki rambut Sasuke. Naruto kangen si teflon! Hahahaha.

Hampir seminggu Mikoto tak bertemu Naruto, karena MinaKushi sedang menjalankan misi. Dan dikira Naruto dibawa juga, ternyata ada disini. Senangnyaa. Tau gitu Naruto ia culik dari dulu, di kawinin sama Sasuke.

Mikoto tak menoleh, terus nyeloyor jalan kedepan sembari menimang.

Itachi mlongo. Dia sama sekali tak digubris Kaasannya. Di lirikpun tadi tidak! Hell, Itachi anak siapa?!

Sang master genjutsu pundung. Tapi seketika bugar kembali, SasuNaru-nya di culik dari hadapan Itachi. Tak terima, dua bayi itu punya Itachi!

Kakinya mengambil ancang-ancang hendak menyusul Kaasan-nya. Sebelum-...

"ITACHI MANDI DULU! JANGAN DEKAT-DEKAT. SASUKE BISA GATAL-GATAL DEKET SAMA KAMU.."

...-Teriakan Kaasan, meruntuhkannya.

Heyy, jangan salah paham selamat Itachi misi, dia mandi tiga kali sehari. Tapi waktu mau pulang Itachi belum mandi sama sekali. Semua gara-gara Sasuke. Kan diawal Itachi sudah menjabarkan agenda nistanya sekilas. Dan di urutan pertama ada agenda mandi bareng Sasuke! MANDI SAMA SA-SU-KE-NYA!

Kaasan-nya jahat, menggagalkan agenda Itachi. Tapi Itachi juga takut kalau nanti, Sasuke benaran gatal nantinya. Kaasan juahattt Itachi kesal.

Itachi bergegas ke kamar mandi tanpa bawa handuk dan baju ganti sangking kesalny, karena tak bisa mandi bareng Sasuke. Biar nanti selesai mandi dia bugil ke kamar, kalau perlu bugil keliling kampung biar kesalnya hilang. Masa bodo, Itachi PMS. Fugaku di kantor kepolisian Uchiha merasakan firasat buruk, tentang anaknya di rumah. Gagak bermonolog ria. Ini fic apaan-,-

?

?

.

.

Tak butuh waktu lama untuk mandi bebek. Pakai pakaian dengan kecepatan 500 cahaya/jam, Itachi sudah siap tempur dengan otouto kesayangannya. Bocah sembilan tahun itu berlari, sembari mengebrak pintu kamar.

Tak memedulikan Kaasan-nya yang kaget. Itachi langsung gelundungan menuju Sasuke yang duduk diatas tatami dan sibuk menggambar. Itachi tidur terlentang, memandangi otouto kesayangannya dari bawah. Mengamati ekspresi Sasuke yang asik mengambar. Di sebelahnya Naruto juga sibuk mengamati, bedanya dia mengamati gambaran Sasuke sambil tengkurap.

Senyum lebarnya terpampang di wajah nyaris keriput, milik Itachi.

Sedikit cuek, Sasuke unjuk kebolehan mencampur warna-warna krayon pada mate-nya. Naruto manggut-manggut, sembari terkesan.

"Tadi nemu Naruto di mana?" Mikoto bertanya pada pada anak sulungnya. Bertanya seolah Naruto adalah barang.

"Di rumahnya Inuzuka. Lagi selingkuh, jadi ku bawa pulang aja."

Alasan macam apaan tuh, alis Mikoto terangkat. Geleng-geleng pada anaknya yang sensi dengan semua yang berhubungan dengan Sasuke.

"Kaasan acara nenenin so-sweetnya sudah selesai?" Tanya Itachi melirik Kaasan-nya.

Mikoto tersenyum lebar, dan mengangguk. "Mereka pandang-pandangan terus dari tadi. Kawaii.."

Uchiha Mikoto perkasa sekali bisa nenenin dua bayi. Itachi salut, kapan-kapandia juga mau ikut nenen bareng biar tambah so sweet. Ehhhhh sensored bahaya, bahaya, Itachi butuh pembersihan pikiran.

"Tadi juga Sasuke sempet menusap pipi Naruto, waktu Naruto setengah mengantuk." Ujar Kaasan-nya setengah memekik.

Itachi tersenyum, matanya fokus pada Sasuke. Sasuke menolehkan sebentar pandangannya pada anikinya, bayi raven itu tersenyum manis. 'Adagaga, Chii~' Katanya.

Itachi terduduk, memperhatikan gambar yang di tunjukan Sasuke. Bulatan-bulatan bewarna merah dan biru diselingi garis penghubung. Coretan khas bayi memang, tapi bentuknya rapi. Itachi suka. "Gambar apa itu?"

Mikoto selalu suka mengamati interaksi anak-anaknya. Rasa hangat menyeruak di dada. Mikoto keluar dari kamar Sasuke, sekalian mau beresin masalah penculikan Naruto oleh Itachi. Mikoto Membiarkan Itachi yang begitu menyayangi adiknya itu agar bisa bermain puas. Mikoto selalu percaya pada Itachi,

Biar ditinggal seminggu pun bocah sembilan tahun itu bisa diandalkan, asalkan ia berurusan dengan si kesayangan birunya, Sasuke.

'Iuooogagaga' Naruto juga tak mau kalah menunjukkan gambar yang lebih abstrak pada Itachi. Itachi tertawa. Dua bayi itu sibuk menunjukkan mana yang lebih keren, yang terbaik di hadiahi kecupan maut Itachi.

'Nanahahayauuuu' Naruto merecoki gambar milik Sasuke, dengan krayon kuningnya.

Mereka perang krayon. Krayon biru beradu dengan krayon kuning menghasilkan coretan-coretan abstrak tak jelas.

'Ioootayaa' Ujar Sasuke. Lumayan kuning-biru asoy juga.

Naruto sibuk mencoreti bagian Sasuke, sampai lidahnya terjulur. Kakinya naik turun keasyikan.

Itachi mundur sedikit, memperhatikan Naruto dan Sasuke dari jarak yang cukup untuk menangkap dua bayi dengan kegiatannya secara utuh. Kaasan-nya sudah keluar rupannya. Dia sendiri yang mengawasi Naruto dan Sasuke.

Hooooo jiwa-jiwa nista terpendam milik Itachi minta berontak buat mainin dua bayi unyu. Antara waras gak waras brother addicted-nya kumat. Kepalanya sudah nyruduk-nyeruduk nyempil sambil tidur terlentang diantara Sasuke dan Naruto yang duduk sebelahan. Matanya ketip-ketip bitch mode.

Naruto yang tadi sempet nyulek tuh mata, jadi gatel pingin nyulek mata Itachi lagi. Di tutupnya mata Itachi yang lagi rebahan di bawah.

"Heee, kenapa mata Niisan ditutup i, Naruto?"

'Gatatare~~'

Niatnya Naruto pengen menghilangkan tatapan mesum Itachi, tapi tangannya udah gemes duluan. Mulut Itachi yang gerak-gerak di tempel di pipinya. 'Papoooyyyyy' Katanya.

Author juga gak tau apaan maksud tuh bocah, butuh banget translator bahasa bayi. Tapi Naruto ketawa-tawa. Itachi mah tambah manyun-manyun gerakin bibirnya, kasih pijat refleksi buat pipi gembil Naruto. Naruto nyengir 'Hehehehehehe...'

Tangan kecil Naruto jadi peluk kepala Itachi. Naruto pengen gigit Itachi!

Belum kesampean buat gigit Itachi, Naruto malah ketarik ke samping. Hoodie dengan telinga kyuubi-nya di gigit Sasuke. Di tarik menjauh. '...' Sasuke gak ngomong apa-apa.

'teetered' Naruto protes.

"Cemburu buta, Otouto?" Di bangkit menjauh sedikit sambil menyeringai melihat tingkah adiknya. Sasuke menyipitkan mata.

Telinga kyuubi masih di mulutnya, kayak pingin gendong tuh kyuubi jadi-jadian, tapi dianya gak kuat.

Naruto narik pipi Sasuke, 'cucubaaay' Kok di gigiti sih, Temeeee! Maunya Naruto bilang begitu.

Nih teflon mau ajak berantem nih. Naruto udah dalam mode kitsune. Bajunya udah memenuhi syarat, pantatnya goyang-goyang membuat ekor-ekor gemuknya untuk gerak. Naruto mengeram menirukan geraman Akame anjing Husky milik Kiba. 'Grrrrrrrr~' Ilernya muncrat-muncrat.

Sasuke menyipitkan mata. Hooo mau nantangin, Sasuke jabanin!

Duo SasuNaru itu pasang kuda-kuda. Itachi ngakak nista liatnya. Apaan tuh kayak duo anak anjing sama anak kucing, gak ada garang-garangnya. Yakin nih mau berantem?

Naruto maju tuh, merasa paling jantan maju duluan. Sambil mayun-manyun mengeram. Sasuke liatnya malah pengen maju nyosor tuh bibir. Begitu maju Naruto bingung mau ngapain. Sasuke gak ngapa-ngapain soalnya. Terus dia di suruh apa? Touchan cara berantem gimana?! Teriaknya mengirim pesan untuk ayahnya.

'Dobe' Batin Sasuke yang liat si kitsune cuma nyusruk-nyusruk gak jelas. Mana pantatnya nunging tinggi banget lagi. Mau mamerin pantat bohai? Ekor kyuubi gemuknya juga goyang-goyang tak tentu arah.

'Bangkeee ngapain tuh anak?! HUAHAHAHAHAH' Itachi gulung-gulung.

Walhasil begitu terus lah Naruto nyusruk-nyusruk Sasuke. Sedangkan yang di susruk cuman ngangkat alis. Baju Sasuke basah kena iler Naruto yang menggeram sok horror. Di tepuknya helaian pirang Naruto oleh Sasuke. Seolah Naruto adalah anjing yang minta perhatian bukan ngajak berantem.

Gak tau itu mode berantem apaan. Naruto juga tadinya mode garang malah sekarang keenakan di tepuk-tepuk kepalannya oleh Sasuke. Yang tadinya nyusruk malah sekarang mengesek-gesek minta dimanja. 'Heheh ehehe'

'Tatatataya~~'

'Kaktaiu' Balas Sasuke. *Yang ngerti dua bayi itu ngomong apa, bisa dapet mobil.

'Ugatararararrtt'

'Hn,'

Naruto bangkit untuk duduk tegak, makin lama-makin mrosot dia. Udah berantemnya begitu doang. Nyerusuk-nyerus, sampai melorot. Tangannya merentang lebar sambil ngoceh ke Sasuke. Sasuke senyum liatnya. Si kitsune bigitu berkilau. Di peluknya Naruto erat, Gemes Sasuke liat kitsune jadi-jadian begini.

Kitsune-nyaa!

Naruto ketawa girang terus dari tadi. Tangan tan mungilnya menepuk-tepuk pipi tembam Sasuke. 'papoooyyyyy. .'

Sasuke balas menepuk-tepuk pipi Naruto juga. Tanda lahir seperti kumis kucing milik Naruto, bikin tangan gatel. Di mainkannya pipi itu, sampai bibir Naruto gerak-gerak persis kaya ikan. 'totototo~'

Iris bundar sewarna batu sapphire yang berbinar, ditambah bibirnya yang persis seperti ikan jadi tontonan menarik untuk Sasuke.

Sasuke diam sebentar, melihat bibir mungil merah itu mengatup-katup.

Fokus.. Fokus.. Dan

Cup.

Dua bibir plum mungil bertemu. Kecupan singkat, yang membuat Naruto kedip-kedip di tempat. Itachi mendelik melihatnya.

"KAA-SAN! SASUKE UDAH DAPET CIUMAN PERTAMA! DIA UDAH GAK PERJAKAAAAAAAAAAAAAAAAA.

ADIK MACAM APAAN ITU DULUIN ANIKINYAAAA!"

Dan kamar Sasuke hancur lebur kena segala jurus yang dimiliki oleh Uchiha sulung itu.

!

?!

Thanks for reading! Thanks for reviewing, following, favoriting.

Thanks for everything minna!

Btw thanks banget buat UKnow-chan yang udah neliti secara mendetail chapter kemaren. Banyak amat kesalahannya wkwkwkwk.. Salahin auto correct boleh? *di srudug massa* XD

Semoga kalian suka...

TBC OR THE END?

Kalo TBC *brb semedi* Nate mulai bingung ide buwahahaha.

Happy belated birthday, Temeeee!

! NateXavela ยก