Haduhh…

Gak nyangka ni fic bisa lanjut ampe chap 2.

Soalnya saia paling malez kalo nglanjutin fic yang multichap.

Buktinya fic multichap saia yang School Day (fandom : naruto) sekarang terbengkalai.

Hhh…yasudlah. Sekarang waktunya menikmati lanjutan dari fic gak jelas ini.

So enjoy reading…

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Disclaimer : Death note is belong to TO2

Summary : "Aku tak peduli apakah kau pengeran atau putri…"

Pairing : MattxMello, ada LxMisa juga (bagi yang gak suka pair ini, tolong jangan bunuh saia *lari cari tempat berlindung*)

Rate : T (ajah..)

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"I DON'T CARE U'R PRINCE OR PRINCESS"

by : L_loph_Chocolate

chapter 2

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Obrolan yang menyenangkan terus berlanjut. Tak terasa sudah tengah malam.

"Sepertinya aku harus pergi." Kata Mello tiba-tiba. Memutus obrolannya dengan Matt.

"Kenapa tiba-tiba?" sahut Matt yang sepertinya tidak rela.

"Ini sudah malam Matt. Lagipula kau juga harus pulang." Jawab Mello sambil berdiri. Tiba-tiba tangan Matt menarik Mello. Memerangkap Mello dalam ciumannya yang lembut dan hangat. Tanpa sadar, Mello memejamkan matanya, menikmati ciuman yang diberikan Matt dan membalasnya dengan lembut. Tak lama kemudian, Mello tersadar dan mendorong Matt menjauh.

"Stop..!!"

"Ada apa?" tanya Matt cemas.

"Aku tak bisa melanjutkan ini."

"Kenapa?" tanya Matt sambil menarik tubuh Mello agar mereka berhadapan.

"Maafkan aku Matt." Jawab Mello sambil berlari menuju istana yang mulai kosong.

"AKU AKAN KEMBALI BESOK." Teriak Matt. Entah Mello dengar atau tidak.

Mello masuk ke kamarnya dan menguncinya. Dia berjalan ke depan cermin dan melepas segala macam atribut perempuannya. Menghapus semua make up-nya. Yang tersisa hanya boxer yang melekat di tubuhnya. Perlahan ia meraba tubuhnya. Tak ada apapun di sana. Tak ada sesuatu yang menunjukkan identitas palsunya. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia perempuan. Hanya wajah manisnya yang dapat menyempurnakan penyamarannya. Takdirnya, ia adalah laki-laki.

Ku pikir aku tak akan pernah jatuh cinta. batin Mello karena aku tak pernah suka pangeran apapun dan darimanapun. Setampan apapun pangeran itu, sebaik apapun pangeran itu, aku tak pernah suka pada meraka.

Tapi apa yang terjadi padaku tadi? Kenapa aku membalas ciumannya? Kenapa aku merasa nyaman berada di sebelahnya? Apakah aku telah jatuh cinta kepadanya?

Tapi apa yang terjadi bila dia mengetahui keadaanku yang sebenarnya? Apakah dia masih mau menerimaku?

Semua pertanyaan tadi, hanya berputar-putar di kepala Mello dan membuatnya pusing. Sebaiknya aku tidur saja. Setelah mengganti pakaian dengan piyama, iapun beranjak ke tempat tidurnya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Kesokan harinya, di ruang makan...

"Bagaimana sayang? Apakah sudah ada yang cocok?" tanya Queen Misa memulai pembicaraan.

Pandangan King L langsung terangkat dan menatap Mello.

"Tenang saja ayah ibu. Aku akan berbuat yang terbaik bagi kerajaan."

Tampaknya Queen Misa tidak begitu mengerti dengan perkataan putrinya. Namun ia hanya bisa tersenyum dan melanjutkan sarapannya. Sebenarnya Mello sendiri juga tidak mengerti apa yang ia katakan tadi. Pikirannya hanya sedang kacau saat ini.

Setelah sarapan, saatnya bagi Mello untuk mengikuti pelajaran di Home School-nya. Selama mengikuti pelajaran, pikiran Mello tidak fokus pada pelajaran yang di ajarkan . Sepertinya menyadari akan hal itu. Lalu ia bertanya pada Mello 'ada apa?'. Mello hanya menjawab bahwa ia sedikit pusing dan minta ijin untuk tidak mengikuti pelajaran hari ini. Dan pun mengijinkan.

Setelah keluar dari ruangan , alih-alih istirahat, Mello berjalan ke taman tempat pertemuannya dengan Matt semalam. Tak di sangka, ternya Matt telah menunggunya di sana. Terlambat untuk berbalik, Matt telah mengetahui kedatangan Mello.

"Mell.." panggil Matt.

Tak ada niat untuk kembali ke istana, Mello pun menghampiri Matt.

"Ada apa Mell? Kenapa kau menolakku? Apa salahku?" tanya Matt tak sabar.

"Apakah kau mencintaiku?"

"Tentu saja. Tak ada keraguan tentang hal itu."

"Mengapa kau mencintaiku?"

"Mengapa?? Aku mencintaimu tanpa alasan. Itulah yang namanya cinta tulus tanpa pamrih."

"Mengapa kau memilihku? Bukankah masih banyak gadis cantik di luar sana?

"Ada apa ini? Kenapa kau bertanya seperti itu Mell? Aku sungguh-sungguh mencintaimu." Nada bicara Matt mulai meninggi karena kesal.

"Hhhh....apakah kau akan menerima apapun keadaanku?"

"Tentu saja. Memang ada apa denganmu?"

"Aku laki-laki." Jawab Mello lirih.

"Apa???" Matt terduduk lemas mendengar hal itu. Mello pun sudah pasrah dengan segala keputusan Matt. "Aku tak peduli." Kata Matt tiba-tiba. "Aku akan melamarmu sekarang juga."

Matt langsung berlari menuju istana. Mello yang terkejut langsung tersadar dan mengejar Matt.

Sesampainya di istana, Matt langsung menemui King L dan mengutarakan maksudnya. Sejenak King L mengeryitkan alis, lalu mengajak Matt bicara empat mata di ruangan pribadinya. Lama sekali King L berbicara dengan Matt. Mello menunggu dengan cemas di depan pintu. Tak lama kemudian King L dan Matt keluar.

"Kau membuat keputusan yang tepat nak." Kata King L sembari tersenyum. "Menurutku dia dapat dipercaya."

Mello bernapas lega.

"Minggu depan akan kita laksanakan pertunangan kalian." Lanjut King L bahagia.

Seminggu kemudian, kerajaan kembali mengadakan pesta pertunangan yang sangat megah. Semua rakyat bersorak gembira karena dengan menikahnya Princess Mello, berarti kerajaan mereka akan semakin makmur.

Setelah acara pertunangan resmi, Princess Mello pun diboyong ke kerajaan Matt di Los Angeles.

Apakah mereka akan bahagia selamanya??

Tidak, masih banyak rintangan yang akan mereka hadapi.

Nantikan liku-liku perjalanan cinta MattxMello di episode selanjutnya…

TBC

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Nyahahahaha…akhirnya sampe juga di chap 2.

Rencananya di chap3 pengen bikin adegan yang rada-rada ehm.., tapi gimana ya….*mikir-mikir*

Devil_loph : udah..gak usah kebanyakan mikir..bikin aja rate M. hehehe *ketawa setan*

Angel_loph : jangan…inget dosa.

Devil_loph : iya..malaikat aja setuju.

Angel_loph : kapan aku setuju sama kamu? *garuk_garuk pala*

Devil_loph : lho.? Tadi kan lu bilang 'jangan inget dosa'. Berarti lu setuj dong ma gue. Hihihi *tawa kemenangan*

Angel_loph : aku gak bilang gitu. Dasar setan.!!! *sambil gebukin Devil_loph*

BUGH..BUGH…

Loph : stop..stop..!! koq kalian malah berantem ndiri?? Liat ntar aja dech..

For ripyuwer. Jangan lupa ama kewajiban kalian yach…

Pencet tulisan ijo di bawah sono, dan berikan ripyu kalian..okeh???