Chapter dua di sini! :D

Aku kok ngerasa ngeupdatenya kelamaan ya.. hehe.. mau kemah sih.. jadinya pengen cepet-cepet ku update.. ^^

Ya.. sudahlah, jangan perdulikan! Mulai saja..

Semoga suka!

Bleach © Kubo Tite

The Cursed Witch © Yuinayuki-chan


Gadis berambut hitam itu sendirian, di kelas. Menangis sampai matanya bengkak.

Terdengar bisik-bisik di luar kelas. Gadis itu bukannya tidak mendengar, tapi dia memang sudah menutup telinganya dulu, gadis itu yakin pasti dia yang dibicarakan.

"Aku.. tidak tahan lagi.."


"Orihime! Kau kenapa?"

"Eh.. Tatsuki-chan! Aku tidak apa-apa. Memangnya aku kenapa?"

"Kau dari tadi diam saja. Memikirkan sesuatu?" Orihime mengangguk. "Boleh aku tahu apa yang kau pikirkan?" tanya Tatsuki lagi. orhime mengganguk.

"Aku.. kasihan.."

"Kasihan? Pada siapa?"

"Kuchiki-san." Orihime menunduk, Tatsuki menghela nafas.

"Kadang.. aku juga meresa kasihan padanya.."

"Aku ingin mendekatinya.." mata Tatsuki melebar.

"Apa-apaan kau ini, Orihime? Semua anak di sekolah tidak mau mendekati Kuchiki Rukia. Kau tahukan.. kalau ada yang mendekatinya bisa dimusuhi seluruh sekolah! Kau mau?" omel Tatsuki, Orihime semakin menundukkan kepalanya.

"Tapi.. Tatsuki-chan..!"

"Orihime!" bentak Tatsuki. Orihime terkejut, Tatsuki mengalihkan pandangannya lalu duduk dengan kesal. Orihime merasa sangat bersalah.

"Tatsuki..-chan.." panggil Orihime.

"Maaf." mata Orihime melebar. Tatsuki masih mengalihkan pandangannya.

"Aku juga minta maaf, Tatsuki-chan!" Orihime tersenyum membuat Tatsuki tersenyum.

"Aku yakin.. semuanya akan berubah. Ya kan, Tatsuki-chan?" Tatsuki mengangguk.


Rukia berlari keluar kelas. Di sepanjang koridor yang dia dengar hanya bisik-bisik dan tatapan sinis yang ditujukan padanya. Rukia terus berlari sambil menutup matanya, dia berharap tatapan dan bisikan-bisikan itu pergi jauh darinya.

"Hosh.. hosh.." Rukia menyeka keringat yang ada di dahinya. "Akhirnya.. sampai.." Rukia tersenyum senang. Rukia kemudian duduk di bangku kayu.

"Huft.. hari ini panas sekali ya?" tanya Rukia. Entah pada siapa dia berbicara, tapi eksperisi Rukia menandakan kalau dia sedang berbicara pada seseorang. "Ya, kan.. Myo?" Rukia memiringkan kepalanya ke kanan.

"Hehe.. kau tahu tidak.. tadi malam aku sangat bersenang-senang. Bunga-bunga yang indah itu seperti salju yang turun. Bagus sekali! Coba kau ikut denganku tadi malam, pasti asyik sekali!" Rukia tertawa senang. Tiba-tiba wajah Rukia berubah serius dan seperti orang yang sedang mendengarkan orang lain yang sedang berbicara. Rukia tiba-tiba tertawa.

"Yang benar..? Mana mungkin mataku bengkak! Kau ini ada-ada saja!" Rukia mendongakkan kepalanya ke atas, melihat awan yang bergerak perlahan. Angin sepoi meniup rambutnya perlahan, membuatnya terkantuk-kantuk.

"Hmm.." Rukia bergumam pelan dan perlahan menutup matanya. Terlarut dalam mimpinya.

"Aku pasti akan datang lagi! Kau tunggu aku ya!"

"Ta.."

"Kau tenang saja! Aku pasti akan melindungimu! Kau percaya padaku kan, Rukia?"

"I.. iya. Aku sangat percaya padamu. Aku akan menunggumu!"

"Dan aku janji akan selalu melindungimu dari semua orang-orang jahat! Tunggu aku ya!"

"M-m.. aku akan menunggumu..!"

Tiba-tiba Rukia membuka matanya. "Ngh.. hoam!" Rukia menutup mulutnya yang menguap lebar. Ditahannya rasa kantuk yang sekarang menjalari tubuhnya.

"Myo! Aku bermimpi.. mimpi yang selalu sama.. dan aku merasa kalau dia akan datang lagi. Dan.. entah kenapa aku merasa senang sekali jika aku bermimpi saat kecilku dulu." Rukia tersenyum senang. "Apa.. karena dia berjanji akan kembali lagi ya.. Myo?" tanya Rukia.

"Pst.. pst.." Rukia menengok. Dilihatnya dua gadis terlihat berbisik-bisik dan memandang ke arahnya lalu mereka tersenyum geli. Rukia mengacuhkannya. Tapi terlihat di matanya, Rukia memikirkan semua yang dibisik-bisikkan dua gadis tadi.

"Mereka bicara apa ya, Myo?.. apa mereka menganggapku gila? Hehe.. aku sering sekali mendengar orang-oarang menyebutku gila. Bahkan mereka menyebutnya di depanku.. mereka juga bilang 'kau bicara sama siapa? Dasar monster!' haha..aku sampai menangis diledek seperti itu. Tapi.. aku selalu senang karena.. ada satu orang yang selalu perduli kepadaku." mata Rukia berkaca-kaca.

"Tapi.. kenapa setelah aku dan dia pindah.. dan dia tidak pernah mengirimiku e-mail dan menjawab teleponku..? Rasa percayaku ke padanya semakin lama semakin hilang.. tapi apa aku jadi membencinya..? Tidak.. tidak!" Rukia menggelengkan kepalanya. Rukia kembali duduk melamun. Memainkan kakinya. "Tapi.. kapan dia datang ya?Tapi.. Myo! Aku yakin dia akan datang dan akan selalu melindungiku dari orang-orang jahat!"

"Kau masih saja berbicara pada teman khayalanmu itu ya?" Rukia terdiam, suara yang sangat dikenalnya, suara yang sangat ingin didengarnya. Rukia menengokkan kepalanya.

Sosok tinggi, kurus, rambutnya berdiri dan mempunyai warna mencolok, dan senyum yang melekat diwajah tampannya.

"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mau memelukku? Apa kau tidak kangen padaku?" Rukia tetap diam. Pertanyaan bertubi-tubi itu tidak dijawabnya. Dilangkahkan kakinya, kaku. Rukia berjalan mendekati sosok itu dengan ragu. Tangannya menggapai-gapai. Berusaha memegangnya.

Sosok itu menarik tangan Rukia dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Apa kau tidak kangen padaku?" tanya sosok itu lagi. Rukia memejamkan matanya.

"A.. aku.. kangen padamu! Kau selama ini ke mana saja? Kenapa seminggu setelah kau pergi kau tidak memberiku kabar? Kau bahkan tidak mengangkat teleponku? Suratku pun kau tidak membalasnya.. kenapa? Katanya kau janji pa-"

"Sst.." jari telunjuknya menempel di bibir Rukia. memperat pelukannya.

"Aku sudah ada di sini! Aku akan menepati janjiku yang ke dua!"

"I.. Ichigo.. aku takut.. aku.." air mata Rukia mengalir dengan derasnya. Ichigo memeluk Rukia dengan sayang dan mengelus rambutnya mencoba menghibur Rukia.


"Hei! Teman-teman! Aku punya berita! Berita!" jerit seorang anak dengan lebaynya. Teman-temannya yang merasa penasaran mengerubunginya.

"Berita apa? Cepat beri tahu!" jerit teman-temannya.

"Hei! Hei! Sabar dong.. ya, baiklah akan kuberi tahu berita apa itu.." teman-temannya tidak melapaskan pandangan darinya, mereka terlihat antusias.

"Beritanya.. ada anak baru.."

"Yaa.. cuma anak baru sa-"

"Sst.. dengarkan aku dulu! Aku belum selesai! Dia.." sebelum anak itu selesai berbicara, terdengar ribut-ribut di luar.

"He?! Sedang apa dia?!"

"Kenapa dia bersama anak itu?!"

Semua anak-anak yang ada di kelas yang mendengar keributan di luar segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.

"Ha..?!" semuanya diam dan melihat dengan tatapan terkejut.

To Be Continued..


Khi.. khi.. khi.. senangnya bisa ngeupdate fic yang lama aku enggak urus.. –dilempar-

Hehe.. maaf ya aku belum bisa jelasin kenapa Rukia bisa dipanggil monster.. –bungkuk-bungkuk- dan maaf ya.. kalau fic ini sangat-sangat membingungkan..

Ya.. aku minta doa biar enggak mampet ide dan semuanya bisa aku perjelas.. hehe.. ^^

Yak.. sekarang saatnya bales review!

Agehanami-chan : Wa.. maaf kalau membingungkan! M-m.. kalau cowok itu bukan Ichigo tapi temen sekelas Rukia aja.. itu ada alesannya kok tapi nanti.. –digaplok- iya itu Orihime..

shirayuki haruna : Hehe.. itu nanti ada alesannya.. m-m..

Rabi-chan : Wa.. maafkan kalau membingungkan! Khi.. khi.. khi.. aku juga enggak tahu.. –digorok- nih author gimana sih?!.. tapi Yama-san enaknya kawin ma siapa ya?-dilempar- ^^

Mpin-itu-fifin : Hehe.. itu entar ada alesannya kok..

Yumemiru Reirin : Yama-san memang tega!! –diulek-

dArkY SaKurai : Hehe.. maafkan aku Kiky kalau membingungkan!! ^^

Chocolate keehl : Iya.. ini udah diupdate.. wa.. benarkah?

Hehe.. kok kayaknya bukan tambah jelas malah tambah bingungin ya..?!

Maafkanlah aku ini yang senang sekali membuat orang bingung! –dilempar-

Terima kasih ya.. yang udah sempet-sempetin baca dan review fic ini!!

Jangan lupa lho! Baca dan review! Aku tunggu!