Chapter 1. Karena yang sebelumnya cuman prolog.
Cepet selesai karena tidak bisa tidur adalah saat dimana ide mengalir cepat.
Disini 6 char utama (karna sisanya belom keluar di Elsword ID :p) udah keluar walaupun beberapa cuman cameo.
Class mereka saat ini: Lord Knight (Elsword), Void Princess (Aisha), Wind Sneaker (Rena), Blade Master (Raven). Eve sama Chung nanti aja kalau udah muncul bener-bener :p
Chapter 1: The Reason Why He Likes Her
Aisha terlari terburu-buru ditemani seekor (?) kelelawar bundar bernama Angkor, dan mendapati seorang pria dengan luka baret permanen di daerah dagunya, sudah menunggu di sebuah kursi di dekat pintu masuk Henir sambil membersihkan pedangnya dengan sebuah sarung tangan (entah tangan mana yang megang pedang dan tangan mana yang ngelap).
"Raven!" Aisha melambaikan tangannya pada Raven, yang dibalas juga dengan sebuah ayunan tangan, menyuruh sang gadis duduk di meja yang sama dengannya.
"Sudah dapat party?"
"Belum. Nanti juga yang lain datang," Raven tak memalingkan pandang dari pedangnya yang sudah mengkilat, mampu untuk memantulkan wajahnya yang ganteng. Pintu gerbang menuju Henir cukup ramai. Maklum, pagi baru saja tiba dan kesempatan untuk mendapatkan barang di tempat itu sudah direset menjadi 3 kali.
Aisha dan Raven sedikit berbincang sambil menunggu teman-temannya tiba. Tak harus menunggu lama, Rena, Elsword, Chung, dan Eve mendatangi keduanya, membuat perbincangan semakin luas. Waktu pun beranjak siang, tak terasa. Pintu masuk Henir sudah tak seramai sebelumnya, memberi keputusan bagi mereka untuk segera masuk.
"Oke… sekarang siapa yang mau ditinggal," kata Elsword, dengan nada sedikit usil.
"… Aku dan Aisha akan satu party," Raven tiba-tiba mengklaim Aisha, hal yang jarang dilakukannya. Aisha juga sempat kaget tapi kemudian ia sadar bahwa Raven membutuhkannya untuk diskusi soal Rena.
Tapi Aisha juga sadar ia diberi tatapan kebingunan oleh teman-temannya. Ada angin apa? Kok tiba-tiba Raven milih-milih? Maka ia langsung menghampiri Rena, lalu mengklaim dengan menangkat tangannya, "a-aku juga mau satu party sama Rena!" sementara Rena mau-mau saja.
Ini dua orang kenapa? Pikir Elsword, Eve, dan Chung. Di antara mereka, Raven adalah yang 'paling diinginkan' karena jika ada dia, biasanya mereka bisa menyelesaikan Henir dengan cepat. Dengan ini maka hanya tinggal 1 slot tersisa di party Raven.
Elsword dan Chung bersamaan memeluk masing-masing bahu Raven, memberi tanda bahwa keduanya ikut dengan Raven.
"Ih kenapa aku dapat lengan yang ini!" Elsword reflek melepaskan tangannya dari lengan Nasod Raven.
"Aisha, di antara aku dan Chung, siapa yang akan kau pilih?"
"Hngghh…" Aisha menyimpan tangannya di dagu, memperhatikan secara seksama Elsword dan Chung. Kedua pemuda itu menatap Aisha dengan tatapan berharap.
"… Sudah pasti Chung kan?" tanpa harus menunggu lama Aisha langsung menunjuk Chung dengan ekspresi wajah yang datar sarkasme, disambut dengan meriah oleh Chung yang memegang tangan Aisha dengan sumringah.
Elsword kalah telak.
Mereka semua tertawa. Dan reflek melihat ke arah Eve yang sempat mereka lupakan dan juga tidak bergerak sama sekali.
"Eve?" Rena mendatangi Eve, dan memperhatikan wajah Eve yang natural poker face. Eve tak juga bergerak. Aisha menyentuh batu yang ada di kening Eve. Tak juga bergerak. Elsword melepas ikat rambut Eve. Ia masih tak bergerak.
"Batre habis?"
"Ah…" tiba-tiba yang dinanti bergerak. Eve melirik ke arah sekitar, mendapati teman-temannya sedang memperhatikan dirinya, mendapati rambutnya sudah terurai. "Maaf aku melamun."
Melamunnya Nasod memang bedha.
"Eve, kau party dengan Elsword, tidak apa-apa, ya?"
"Hei maksudmu apa?"
"Ah… aku tidak akan masuk Henir. Kupikir aku akan ke Temple of Trails bersama Apple dan Lime, dan…"
"1 slot kosong kan?!"
Chung langsung memegang kedua tangan Eve.
"Iya."
"Aku ikut!"
Dan begitu saja, Chung meninggalkan mereka bersama Eve. Seperti yang sudah diketahui, Temple of Trails adalah tempat bapaknya Chung yang kena guna-guna oleh sekelompok pihak tak bertanggung jawab. Sampai sekarang Chung masih belum move on dari keinginan untuk membersihkan sang ayah.
Mau tidak mau Elsword masuk party Raven. Ekspresi Elsword saat itu adalah antara senang karena dapat party dan sebal karena dapat party setelah Chung pergi.
Stage spesial – Dragon Nest: Abyss
"Aisha!"
Elsword meneriakkan nama Aisha, tepat di saat Ancient Bone Dragon tengah mengambil ancang-ancang menyeruduk musuhnya, otomatis melemparkan Aisha yang fokusnya terarah pada Elsword. Yang manggil ada di ujung map.
Aisha bangkit di ujung map, di platform yang sama dengan platform tempat Elsword berdiri. Dengan wajah kesal, ia menarik baju Elsword. "Kuharap ini penting, ya."
"Aku hanya mengingatkanmu untuk menggunakan Statue of Glory!"
"A-Aku tidak mempelajari itu!"
"Ah, tapi aku punya perasaan kau mempelajarinya…"
"Elsword! Aisha! Si naga sudah kembali dari ujung map! Cepat kembali!" seru Raven sambil berlari ke arah si naga akan kembali mendarat. Elsword dan Aisha segera berlari. Aisha sebenarnya tidak perlu berlari. Sihirnya sudah cukup untuk membuatnya langsung berpindah tempat ke area yang aman.
"… aku akan menahan si naga bernafas bau ini dengan Gravity Ball, kalian serang, ya!"
"Oke!"
"Ih baru di Abyss udah gini."
"Berisik, Els. Itu PEDANG gedein dan ikutan nyerang."
"... Armageddon Blade," dan wusssshhh, bentuk pedangnya jadi besar sekali uh waw.
Aisha kemudian diam, ia melakukan ritual pemenuhan (?) mana.
"Oke, penuh. Awakening!"
Sebelum Aisha sempat casting Plasma Cutter, Ancient Bone Dragon sudah melakukan kuda-kuda mengeluarkan semburan api, yang hampir tidak bisa dihindari tanpa timing yang tepat untuk melakukan lompat , atau mode defense Raven dan Chung, atau teleport Aisha yang menggunakan Skill Note. Elsword juga bisa melakukan counter attack tapi Elsword yang ini sedikit gembleng otaknya.
"Ah, tidak! Aku tidak akan sempat!" seru Aisha, berkali-kali melakukan teleport jika tiba-tiba ia terlempar dan ter'siram' api si naga. Aisha rada noob.
"Airelinna!"
Sebuah teriakkan membuat seorang peri yang memainkan harpa muncul dan memberi aura ketenangan berwarna hijau di sekitarnya. Elsword dan Aisha yang terlempar segera berlari ke arah area itu dan mengistirahatkan diri.
"Raven!"
"Oke!"
"Violent Attack!" "Hypersonic Stab!"
Dan dalam hitungan detik, jurus kombo yang sebenarnya cuma 2 skill dicast bersamaan mampu membuat Ancient Bone Dragon kehabisan darah dan langsung menghilang. Tidak ada yang tewas pada kejadian ini. Tapi…
"Kok tadi aku merasa tidak berguna."
"Kau kebanyakan melamun sejak tadi, Elsword," kata Rena, menenangkan Elsword yang merasa kalah sambil mengehelai rambutnya.
Sementara itu, Raven dan Aisha di dekat pintu kanan,
"Aisha."
Aisha melirik Raven yang memanggilnya. Raven sambil tersenyum memperi pandang pada Rena yang masih sibuk oleh Elsword. "Itu yang aku suka dari Rena."
"Airelinna?"
"Iya itu juga. Tapi ingat tidak waktu kita sedang kesusahan di Abyss tadi? Dia tetap mengurusi kita seperti seorang ibu saja."
"Oh iya. Aku sibuk lompat-lompat jadi cuma fokus ke healingnya."
Sebelum mereka sempat melanjutkan pembicaraan, Elsword dan Rena menghampiri keduanya. Bingung kenapa gerbang kanan belum juga dibuka padahal mereka sudah menerima healing dan buff. Ini membuat keduanya curiga pada topik pembicaraan Aisha dan Raven. Mereka, tentu saja enggan memberi tahu dan segera membuka (sebenarnya dihancurin ya) pintu.
"Raven."
"Ya?"
"Habis ini… aku akan memberimu saran-saran untuk mendekati Rena, oke?"
Raven tersenyum.
"Baiklah."
Bersambung
Garing orz
BTW aku gak pernah mainin Raven dan mainin Rena dan Elsword cuman sampai Combat Ranger dan Sword Knight jadi maaf kalo rada maksa soal mereka ._. (yang aku tau pasti kalo lo punya Raven di party lo tenang) dan Elsword dibikin geblek disini hahaha lol.
Pairingnya udah mulai jelas lah dikit-dikit. Elsword juga bakal punya peran penting (ups spoiler)
