.

Bureul Butyeora (Youngbin x Zuho)

Chapter Two

Don't Like, Don't Read

[warning : possibly ooc, uke!Zuho]

.

Youngbin tidak tahu ungkapan seperti apa yang bisa membuat dirinya merasa baik, saat Zuho terkesan tidak menyukainya (bukan dalam artian 'benci', hanya saja Zuho terlihat tidak memiliki ketertarikan padanya). Mereka menempati ruang dorm yang sama, bahkan mereka berada di kamar yang sama semenjak Manager-Hyung memutuskan tinggal bersama mereka. Youngbin tahu sebutan 'tidur satu ruangan dengan Zuho adalah Neraka', membuat Youngbin menaruh kapas pada telinganya agar dia bisa beristirahat dengan nyaman dan Zuho tidak perlu merasa bersalah karena membuat Youngbin kekurangan istirahat. Walaupun, dengan tingkat tidak peka paling tinggi yang dimiliki oleh Namja dengan julukan Choding tersebut, Youngbin yakin bahwa Zuho hanya berpikir Youngbin kurang istirahat karena memikirkan sesuatu sebagai Ketua dari kelompok mereka. Youngbin tidak tahu bagaimana dia menyukai orang tidak peka seperti Zuho selama satu tahun terakhir, membuatnya hanya menghela nafas kalau memikirkan ulang tentang hal itu.

Youngbin memberi pelukan dari belakang pada Zuho, hanya dianggap bagian fanservice oleh si rambut merah. Zuho hanya memandang dengan tatapan bingung, saat Youngbin mendekatinya di ruang tunggu sewaktu dia dan Dawon hendak mengambil foto untuk diunggah. Tentu, Zuho tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, karena Zuho juga sering bergabung dengan foto Youngbin pada masa promosi sebelumnya. Usaha Youngbin rasanya percuma karena Zuho masih tidak menaruh perhatian yang sama padanya, bahkan Zuho tidak tahu dimana posisi dan bagaimana gerakannya saat mendapatkan 'Youngbin' untuk bertukar bagian. Zuho hanya berdiri di tengah panggung, berpindah ke sisi kanan lalu berpindah ke sisi kiri, menyerah hingga akhirnya hanya bersembunyi di balik tirai. Zuho bersembunyi di balik tirai memang terlihat menggemaskan, tapi mengingat itu karena dia menyerah untuk mengikuti bagian Youngbin membuat Youngbin tidak bisa tersenyum geli saat menemukan pemandangan itu.

.

Penggemar tentu mengetahui siapa yang memiliki julukan 'Baek Choding Juho', walau banyak anggota memiliki kepribadian seperti anak kecil. Mental Zuho seperti anak usia sepuluh tahun, berdasarkan penilaian Jaeyoon dan Youngbin tidak merasa ada yang salah dengan pemikiran itu. Apalagi, saat Youngbin terbangun karena guncangan ringan di lengannya, seperti malam ini . . .

"Juho-ya, kau ingin ke kamar mandi?" Bukan hal baru untuk terbangun di larut malam atau dini hari karena guncangan di lengan oleh Zuho, tapi Youngbin hanya bertanya untuk memastikan tanpa mengubah posisi. Sungguh, Youngbin merasa sangat lelah dengan jadwal grup mereka selama satu hari ini

"Kumohon?" Nada ragu yang begitu menggemaskan menahan Youngbin untuk melabuhkan diri pada Pulau Impian yang sebelumnya dia jelajahi, lagipula dia tidak mungkin bisa tidur dengan nyaman kalau Zuho 'nya' masih belum istirahat

"Apa?" Telinga Youngbin berfungsi dengan baik dan suasana malam ini tidak ribut karena bagian besar dari anggota, utamanya yang satu ruang dorm bersama Youngbin, langsung menghempaskan diri pada tempat tidur masing-masing. Tapi, Youngbin sangat senang saat Zuho meminta tolong padanya, hanya mendengarnya meminta ditemani saja sudah begitu menyenangkan. Bagaimana, kalau Zuho meminta padanya untuk mempercepat gerakan saat . . . eh? Not again, Kim Young Bin's pervert side!

"Kumo . . . " Mata Zuho yang kecil memperhatikan Youngbin yang merubah posisi dengan cepat, seperti baru terbangun dari mimpi buruk. Namja Baek itu baru ingin mengulang permintaannya, karena sepertinya Youngbin tidak mendengarnya permintaannya yang sebelumnya

"Hyung, apa kau baik saja?" Suara Zuho membuat Youngbin melihat surai merah terang milik Zuho, hanya itu yang terlihat karena penerangan seadanya di kamar. Youngbin pernah mengatakan, bahwa Zuho terlihat menarik dengan rambut merahnya saat ini kan? Dan, Youngbin tidak tahu harus merutuki penata penampilan mereka atau Zuho yang menerima warna terkesan menantang -tapi sekaligus manis menurut Youngbin-. Menantang tentang apa? Tunggu, berhenti disitu. Pikirannya bisa menjadi keruh, kalau Youngbin tidak menjernihkannya sekarang

"Oh, Juho-ya. Kau mau ke kamar mandi kan? Ayo kutemani, aku perlu minum" Berpura tidak terjadi apapun di hadapan Zuho adalah hal paling baik untuk dilakukan Youngbin saat ini, Zuho mengerjap bingung dan -untungnya- lampu kamar yang dimatikan menghalangi Youngbin menemukan pemandangan menggemaskan itu. Sangat diragukan kalau Youngbin bisa menahan diri setelah melihat Zuho bertingkah cukup manis seperti itu

"Ah, iya" Zuho itu memang cenderung polos (lebih tepatnya tidak peka), jadi dia hanya menurut tanpa menanyakan apapun. Berpikir mungkin sebelumnya Youngbin hanya mengigau saat bicara dengannya, dan terbangun karena mimpi buruk. Youngbin berjalan lebih dulu dan membiarkan Zuho mengekor di belakangnya, melewati kamar mandi untuk mengambil botol air di kulkas

"Kenapa aku terus memikirkan hal itu?" Gumam Youngbin, merasa kesal dengan dirinya sendiri karena hampir selalu memikirkan sesuatu yang memiliki rating dewasa jika berkaitan Zuho. Latihan saat itu bukan pertama kalinya Youngbin memikirkan Zuho hingga membayangkan adegan rating dewasa, tapi pertama kalinya dia tidak mengendalikan diri di depan anggota lain hingga anggota lain mengkhawatirkannya dan berpikir bahwa ada urusan besar yang mengganggunya. Masalah perasaan memang bukan hal yang kecil, tapi bukan sepelik yang dipikirkan oleh anggota lain sepertinya (apalagi, hingga seperti yang Hwiyoung pikirkan)

"Apa kau baik saja, Hyung?" Suara dan perkataan yang sama mengusik lamunan Youngbin, menemukan Zuho yang telah menuntaskan 'panggilan alam' di kamar mandi, jelas berbeda dengan Zuho yang saat itu basah keringat dan terlihat sangat menarik. Bukan Zuho yang saat ini tidak menarik, tapi Zuho yang seperti itu seringkali membuat Youngbin mengumpat dengan suara lirih karena kesulitan menahan diri

"Bin-Hyung" Tangan Zuho menyapa bahu Youngbin, menyentak si Kim yang lebih dewasa tiga tahun hingga mengerjap selama beberapa kali. Zuho terlihat acuh dengan mengangkat bahu dan mengambil gelas di hadapan Youngbin yang masih terisi separuh, membuat Youngbin berpikir mereka seperti tengah melakukan ciuman secara tidak langsung. Lalu, kapan mereka bisa melakukan ciuman secara langsung?

"Kau seperti memiliki masalah, Hyung" Punggung tangan Zuho membersihkan air di bagian bawah bibirnya, mengembalikan gelas pada hadapan Youngbin. Youngbin mengisi gelas hingga penuh dan meneguknya dengan cepat, berusaha menghilangkan pikiran keruhnya dengan air minum yang segar

"Bukan masalah yang penting" Balasan yang sok tenang dari Youngbin, padahal dia sudah berteriak dalam hati 'masalahku adalah kau, ini karena kau semakin menarik tapi tidak pernah peka dengan perasaanku'

"Sungguh? Baiklah, terserah pada Hyung saja" Zuho itu sosok yang cukup menyenangkan (kadang cenderung membosankan atau bisa juga menjadi menggemaskan) dan menarik untuk diperhatikan, tapi bagian paling menyebalkan darinya adalah pribadinya terlalu cuek dan tidak peka, membuat Youngbin gemas sendiri

"Jika masalahku adalah kau, apa yang kau lakukan?" Tubuh Zuho hampir menghilang dalam suasana gelap ruang dorm mereka karena hanya lampu dapur yang masih menyala, menghentikan langkah untuk menoleh pada Youngbin yang belum berpindah posisi. Pikiran keruh Youngbin tidak sepenuhnya menghilang hanya dengan meminum air putih, mungkin dia memang harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Inseong

"Telingaku pasti sedang bermasalah, Bin-Hyung. Kupikir, kau mengatakan bahwa aku adalah masalahmu" Tentu, sudah dikatakan bahwa Zuho itu polos cenderung bodoh dan tidak peka kan? Youngbin mengabaikan gelas yang belum dicuci juga botol air yang tidak dia taruh kembali dalam kulkas

"Memang, kau adalah masalahku. Kau benar, saat kau berpikir aku mengacaukan dan menghentikan latihan karena kau terlihat sangat baik dengan bagianmu. Kau benar, saat kau berpikir aku tidak bisa fokus dan membayangkan adegan rating dewasa karena melihatmu. Dan, telingamu tidak bermasalah saat kau mendengarku mengatakan bahwa kau adalah masalahku" Youngbin pernah menyatakan perasaan pada seseorang dengan suasana matahari terbenam, tapi tidak pernah menyatakan perasaan pada seorang Namja dengan suasana gelap seperti saat ini. Setidaknya, Zuho tidak mendorong Youngbin yang saat ini menghentikan langkah di hadapannya dan tertawa ringan seperti melihat Youngbin tengah berlatih untuk sebuah drama dengan akting yang buruk

"Aku menyukaimu" Pikiran Youngbin begitu keruh saat ini, tangannya memegangi tengkuk Zuho untuk mempertemukan bibir mereka. Youngbin sudah mempersiapkan diri kalau Zuho mendorong tubuhnya dan memarahinya, tapi Zuho hanya melebarkan matanya tanpa melakukan apapun. Bibir Zuho begitu manis dan lembut, lalu bagaimana dengan bagian lain dari tubuhnya? Zuho tidak mendorongnya, artinya Zuho tidak menolaknya kan?

'Tak!' Seseorang menyalakan lampu ruangan, membuat Zuho melepas tautan bibir mereka dengan cara mendorong Youngbin. Keduanya menoleh pada asal suara, melihat Hwiyoung memegang tangan Taeyang dan balik memperhatikan mereka dengan ekspresi bingung

"Kalian sedang apa, Hyung-deul?" Hwiyoung yang pertama membuka suara diantara mereka berempat, melihat Youngbin dan Zuho yang sibuk mengambil nafas seperti baru mengikuti perlombaan lari atau mungkin perkelahian. Tapi, tidak ada lintasan lari dan wajah mereka terlihat baik saja

"Zuho ingin menggunakan kamar mandi, dan kebetulan aku ingin mengambil minum. Kau darimana, Hwiyoung-ah?" Youngbin menjawab dengan deham pelan, karena merasa canggung. Seharusnya, tidak ada masalah dengan ketahuan berciuman oleh Taeyang dan Hwiyoung -para anggota bisa menerima hubungan Inseong dengan Jaeyoon, jadi tidak ada masalah sebenarnya-, tapi Zuho bahkan belum memberi jawaban untuknya. Ini menjadi hal yang sangat canggung, kalau Taeyang atau Hwiyoung melihat dan menanyakan hubungan mereka

"Dari Dorm B. Chani bilang, dia ingin menunjukkan sesuatu padaku. Ck! Dia menyebalkan" Hwiyoung melepas tangan Taeyang yang sedari tadi dipegangnya dan memasuki kamar dengan ekspresi sebal, membuat tiga orang lainnya tersenyum karena tingkah dari anggota kedua termuda di kelompok mereka

"Chani memiliki video game baru yang bertema horor, dan dia ingin menunjukkan pada Hwiyoung. Tapi, Hwiyoung tidak menyukai hal seperti itu, jadi dia minta diantarkan pulang ke Dorm A" Suara protes Hwiyoung dari dalam kamar membuat tiga orang yang masih berada di ruang tengah tertawa, membayangkan Namja Kim paling muda di kelompok mereka memasang ekspresi sebal yang menggemaskan

"Pulanglah dan segera istirahat, kita masih memiliki jadwal" Ujar Zuho seraya tersenyum pada Taeyang, berjalan memasuki kamar lebih dulu tanpa menoleh pada Youngbin yang memperhatikannya. Zuho belum memberi jawaban dari pernyataan Youngbin, atau Zuho bermaksud memberikan jawaban pada Youngbin? Jawaban bahwa dia tidak ingin bersama Youngbin, dia menolak Youngbin?

"Youngbin-Hyung, apa kau baik saja?" Nada suara Taeyang terdengar khawatir, jadi Youngbin menarik sudut bibirnya untuk mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keadaan yang serupa dengan situasi di ruang latihan saat itu, dia terlalu memikirkan Zuho hingga tanpa sadar membuat anggota lain khawatir padanya

"Tentu, kembali ke Dorm B dan segeralah istirahat. Jangan lupa, katakan pada Chani untuk segera tidur. Aku tidak ingin ada anggota yang kembali sakit karena kurang istirahat" Youngbin tidak sering memberi perintah sebagai Ketua, tapi Taeyang pikir ini termasuk perintah atau nasehat dari 'Kakak' sekaligus teman. Taeyang tersenyum, memberi tanda bahwa dia mengerti

"Hyung juga harus segera istirahat. Selamat malam" Pamit Taeyang seraya membuka kode keamanan Dorm A dan kembali menutupnya, sementara Youngbin memasuki kamar dan menemukan Zuho sudah berada di kasur dengan bahu yang bergerak teratur, tanda bahwa si Baek sudah melabuhkan diri pada pulau impian tanpa menunggu dirinya. Youngbin sudah biasa, memberi perhatian lebih pada Zuho tanpa mendapat balasan yang sama, tapi rasanya ada yang berbeda malam ini. Youngbin sudah memberanikan dirinya, tapi Zuho tidak memberi balasan yang sama, bahkan tidak memberikan jawaban untuk ungkapan perasaannya

"Selamat malam, Juho-ya" Hela nafas Youngbin terdengar lelah dan berat, membaringkan diri di sisi tempat tidurnya dan berusaha menghilangkan pikiran yang mengganggunya. Bagaimanapun, kelompok mereka masih memiliki kegiatan besok, dan Youngbin tidak boleh bangun terlambat atau terlihat buruk apapun alasannya. Youngbin sudah sering berpikir bahwa Zuho mungkin saja tidak menyimpang, sekalipun dia tidak memiliki masalah dengan hubungan Inseong dan Jaeyoon. Sekalipun menyimpang, tentu Youngbin masih kalah dari Rowoon yang sudah mengenal dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama Zuho selama tujuh tahun terakhir. Ah, Youngbin harus berhenti memikirkan hal tidak menyenangkan tentang Zuho yang membuatnya terus terjaga. Bagaimana, bila dia memikirkan suara Zuho yang meminta tolong ditemani tadi? Juga, bagaimana bibir manis dan lembut Zuho yang sempat dia rasakan? Bagus, Youngbin mulai terlelap dan sepertinya memimpikan hal yang indah karena dia tersenyum. Sangat mudah untuk mengetahui apa yang dia mimpikan, walaupun dia tidak memiliki kepala yang transparan.

.~~~Kkeut (Chapter 2)~~~.

Akhirnya, setelah sekian lama, aku berusaha menyelesaikan bagian dua dari cerita ini. Awalnya, aku bikin fanfic ini cuma iseng dan emang mau bikin lebih dari satu bagian, tapi aku perlu momen langsung mereka buat ngelanjutin. Setelah ngeliat beberapa momen mereka, aku coba bikin bagian dua ini dan aku publish tanpa baca ulang. Maaf, kalo ngga sesuai sama harapan ya? Omong-omong, saengchuk buat Taeyang-Oppa :) #udahcumagitudoang. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^