Caption : Touch LOVE

Author : Wolf88RED17+

Cast : Byun Baekhyun (GS)

Do Kyungsoo (GS)

Park Chanyeol

Kim Kai

Oh Sehun

Kris Wu

Xi Luhan (GS)

Kristal Jung

and other

Genre : Drama, Romance, School life

Rate : T+

#Typo Bertebaran...

.

.

.

.

.

.

Touch LOVE Chapter 1

.

.

"Baek, jalannya cepetan nanti kita telat." seorang yeoja bermata bulat berujar kepada temannya.

"Ne... Kyung" yeoja bermata sipit itu hanya membalas dengan malasnya, ia benar benar tidak niat hari ini.

"Kau baik Baek, sepertinya ada masalah?" Kyungsoo merasa curiga kepada temannya itu.

"Aniyo, Kyung. Aku baik baik saja." Baekhyun pun membalasnya, walau suaranya masih terdengar sama seperti tadi.

"Ohh baiklah kalau memang baik baik saja. Kita lanjut jalannya.." mereka pun mempercepat langkanya ke sekolah.

Itulah mereka dua sahabat yang bernama Kyungsoo dan Baekhyun. Mereka bersahabat dari kecil. Dan mereka berdua mempunyai kesamaan yang sama. Tetapi mereka tak selalu terbuka tentang masalah percintaan di antara kedua sahabat itu.

Saling menutupi satu sama lain. Menyimpan rahasia yang sengaja mereka simpan. Walaupun begitu, mereka tetap akur. Mencoba menjalin persahabatan dan terbukti, persahabatan mereka bertahan hingga sekarang.

-o-o-o-

.

.

"Pagi, anak-anak.. " sapa seongsaenim kepada murid-muridnya.

"Pagi Hee seongsaenim.." anak-anak pun membalasnya.

"Hari ini pelajaran baru kalian di tahun ajaran kelas, jadi kalian harus semangat"

Sementara Hee seongsaenim menerangkan mata pelajaran, ada seseorang yang sedang memikirkan sesuatu.

-Flashback-

Siang itu ada seorang yang sedang pulang dari minimarket. Tetapi dia kelabakan karena belanjaan itu sangat banyak dan bingung harus memegangnya.

"Kenapa eomma harus menyuruh ku membeli begitu barang, seperti orang akan mengadakan pesta." yeoja itu mengerutu tak jelas sepanjang jalan, dan yeoja itu berjalan tak menghiraukan keadaan orang orang disekitarnya.

BRUKKK

Tiba-tiba saja ada sesuatu menabaraknya dan membuat tambah kesal

"Yak, kau tak punya mata?! Kalau jalan itu hati-hati." dia pun teriak kencang.

Tak ada tanggapan dari sang penabrak. Iapun berniat akan mendampret orang tersebut, tapi yang terjadi adalah dia hanya mampu diam terpaku ditempatnya terjatuh. Tanpa memperdulikan belanjaannya yang berserakan.

Orang yang menabraknya bangun dari duduknya dan membersihkan debu yang sempat menempel dibagian celana belakang.

Yeoja itu tertegun karna yang menabraknya adalah namja yang disukainya.

-Flashback end-

BRAKKKK

Suara tongkat rotan yang ia pukul kemeja guru. Tongkat itu bagaikan tongkat sihir, sebelum tongkan itu diayunkan, pasti kau akan mengabulkan keinginannya.

"Byun Baekhyun! Apa yang kau lamukan selama mata pelajaran ku berlangsung?!" Hee seongsaenim itu marah kepada yeoja yang bernama Baekhyun.

"Mianhamnida songsaenim.." Baekhyun berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan badannya kepada Hee songsaenim.

"Kalau begitu keluar dari kelas ku" ucap Hee songsaenim

Dengan berat hati, akhirnya Baekhyun keluar dari kelas. Pikirannya benar benar kacau saat ini. Perpustakaan adalah tempat yang tepat untuk menenangkan diri. Bukankah disana sepi, setidaknya itu yang Baekhyun butuhkan.

-o-o-o-

.

.

"Hai, Baekhyun. Kau kemana saja, aku sempat mencarimu dikelas. Tapi kau tidak ada." dengan gontai Baekhyun menghampiri temannya yang sedang duduk di kantin, siapa lagi kalau bukan Kyungsoo.

"Aku di hukum Hee seongsaenim dan berakhir di perpustakaan."jelas Baekhyun

"Aku tau kau sedang tidak baik. Mulai dari berangkat dan itu berlangsung hingga sekarang. Mungkin kau mau cerita?" Kyungsoo menanyakan keadaan temannya yang aneh.

"Aniyo Kyung, memang aku tak apa-apa" Baekhyun memberi penjelasan yang ujung ujungnya tetap sama saja.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan yang terdengar. Mereka asik dengan dunianya masing-masing , tiba-tiba ada sesuatu yang menarik di sudut kantin dan membuat semua penghuni di kantin melihat sosok tersebut.

"Lihatlah, pasangan terhangat bulan ini." ucap yeoja yang satu bernama Bomi

"Iya, itu Chanyeol dan Luhan. Yang dinobatkan sebagai pasangan paling serasi, aku jadi iri.." balas Yura

"Aku setuju, bahkan berita tentang mereka masuk di majalah sekolah." ucap yeoja berkacamata bernama Luna

Siapa yang tak mengenal mereka, semua sekolah tau tentang mereka. Siswa yang masuk dalam jajaran siswa terpintar dan berprestasi, bukan hanya otak dan bakatnya yang menunjang. Bahkan paras wajah mereka bisa dikatakan sempurna.

Namja tampan yang mahir disegala bidang dan yeoja cantik dengan otak yang cerdas, berbagai macam lomba antar sekolah maupun luar negri mereka menangkan. Berkat semua itu, nama mereka selalu di elu elu kan penggemarnya. Ketika yang lain menatap iri dan kekaguman, lain halnya dengan Kyungsoo dan Baekhyun. Kedua gadis ini tak tertarik dengan acara mari mengagumi pasangan ratu dan raja. Iuhh, tak pantas..

"Baek, lihatlah pasangan itu sepertinya aku ingin muntah dengan tingkah lakunya. Terutama yeoja yang bernama luhan itu" Kyungsoo sangat jijik sekali dengan tingkah mereka terutama Luhan saat bermanja-manjaan di lengan tegap Chanyeol.

"Kau hanya mengotori kedua matamu melihat mereka. Mereka seperti itu hanya mencari sensasi, biar di katakan serasi." Jawab Baekhyun dengan malas sepertinya sudah terbiasa melihat hal itu.

"Kau benar, kedua mata indahku.. oh ya, Baek. Kapan kita latihan musik lagi?"

"Entalah Kyung, belum ada pengumuman dari ketua klub." Baekhyun pun menjawabnya.

Mereka pun berbincang-bincang lagi tapi tiba tiba, ada seorang namja yang mengampiri mereka.

"Hei perangko, kalian sedang membicarakan aku ya?" ucap namja berkulit albino dengan pedenya, sambil mendudukan dirinya disamping Baekhyun.

"Siapa juga yang membicarakan mu. Pede sekali." Kyungsoo membalas perketaan namja bersama Sehun yang sekarang duduk didepannya.

"Oh kirain noona membicarakanku, maklum memiliki wajah tampan memang sangat merepotkan." Kyungsoo memutar matanya malas dan lebih memilih meminum minumannya. Merasa garing, Sehun pun beralih menatap Baekhyun yang berada disampingnya. Wajahnya lesu sekali.

"Ehm Baek kau kenapa? Wajahmu kusut sekali. Mau aku setrika dengan pipiku.." Ucap Sehun sambil mengelus pipi Baekhyun.

"Aku baik baik saja Sehun-ah" jawab baekhyun singkat sambil menyingkirkan tangan namja disebelahnya.

"Selalu saja seperti itu, tak pernah sopan kepada yang lebih tua. Dasar anak kecil!" Kyungsoo berucap tanpa dosa. Sehun memandang Kyungsoo sengit.

"Biar saja. Baekhyun-ie saja biasa saja.. Kenapa kau yang repot, dasar tante tante cerewet."

"Kau berani mengataiku apa?! Dasar manusia tak berdarah, kulit putih pucat seperti tak memiliki aliran darah."

"Noona mata ikan. Asal kau tau, kulit ku begini karna aku rajin merawatnya. Memangnya sepertimu."

"Dasar yeoja!"

"Dasar namja! Tampang yeoja, pukulan namja!"

"Apa kau bilang?! Kemari kau akan ku patahkan tulang bayi mu itu."

"Baekhyun-ie.. Kyungsoo noona." Adu Sehun sambil memeluk lengan Baekhyun. Itung itung kesempatan dalam kesempitan.

"Mengadu saja sana sama eommamu. Dasar manja"

"Baekhyun-ie" Baekhyun yang jengah namanya selalu dipanggil oleh Sehun, belum lagi teriakan Kyungsoo yang membuatnya tambah pusing.

"Kyungsoo, berhentilah. Kau membuatku tambah pusing."

"Rasakan itu Noona mata ikan. Wekkk" Sehun memeletkan lidahnya ke Kyungsoo dan tersenyum setan.

"Dasar anak iblis sialan, awas saja. jika bukan karna Baekhyun. Habis sudah tulang namja itu, ia remukkan" guman Kyungsoo dalam hati.

"Baekkie memang yang terbaik.."

"Sehun, kau tak masuk kelas.. Sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai." Tanya Baekhyun

"Aku akan kembali nanti.. setelah aku pastikan yeoja bermata ikan ini tidak menghancurkan tulang tulangmu." Jawab Sehun matados, tanpa melihat yeoja bermata bulat yang ada dipannya. Matanya menatap Sehun tajam, jika mata itu mengeluarkan timas panas. Mungkin kulit putihnya kan berubah menjadi putih melepuh.

.

-o-o-o-

.

.

Seperti biasa, Kyungsoo pulang dengan tidak semangat. Berbanding kebalik saat awal dia berangkat. Entah apa yang mengganggu pikirannya. Semuanya terasa teraduk aduk, membuat kepalanya pusing.

"Kenapa jadi seperti ini.."

"Kai kenapa kau menanyankan ku secara langsung? Dan kau Kris, kenapa kau tak memberikan alasan kau pergi.. Wae? WAE?!" Itulah yang Kyungsoo lakukan setiap ia pulang sendiri kerumahnya. Dua pertanyaan itu selalu bisa membuat otaknya meledak seketika.

Hidup sebatang kara.. iya benar, orang tuanya meninggal sejak ia masih bayi. Hanya rumah dan harta yang ditinggalkan untuk membiayai sekolah dan makan sehari hari. Entah kapan itu akan habis..

"KEMANA KALIAN SELAMA INI?! AKU. AKU KE-" teriakan itu berhenti saat Handphonenya berbunyi.

Drrt Drrt-

"Siapa sih yang mengrimkan pesan?! Mengganggu saja." ucapnya dengan malas saat mengambil handphonennya

"Baby Soo, apakah kau masih ingat dengan ku?"

Tiba-tiba Kyungsoo terkejut dengan kiriman pesan dari seseorang yang ia kenal.

"Ti-tidak, ini tidak mungkin. Apa dia kembali Korea? Tapi kenapa?" keterkejutannya masih melandanya. Belum selesai masalah yang satu, datang lagi masalah yang baru.

.

-o-o-o-

.

.

"Kenapa kau tak membalas pesanku? Baby Soo..." namja blasteran itu masih memegang handphonenya, berharap seseorang di sebrang sana membalas pesannya.

Yeoja tinggi bak model, berjalan menghampiri namja blasteren yang sedang memandang benda persegi yang ia genggam. Ia menepuk pundak namja itu.

"Gege, aku lihat.. akhir akhir ini kau sering melamun. Sebenarnya ada apa?" ucap seorang yeoja bermata panda itu saat disampingnya.

"Ani, hanya menunggu pesan seseorang. Bukan suatu masalah besar. Jangan menghawatirkan gege, Tao-ya.." jawaban yang masih mengganjal di benaknya, Tao menatap namja didepannya dengan khawatir.

"Hahh.. kalau begitu, ajak Zhizhi jalan jalan ya.. gege.. Zhizhi bosan terus di sini, Zhizhikan juga mau melihat lihat Korea." Yeoja bernama Zhi Tao bergelayutan manja di lengan namja disampingnya.

"Tunggu sebentar, gege ganti baju dulu. Sehabis itu kita pergi."

"Yee... Kris gege memang yang terbaik.."

.

-o-o-o-

.

.

"Baekkie.. Ireona.." Yeoja berumur ini, menepuk pelan gundukan dikasur yang tertutupi selimut. Merasa terganggu, di dalam gundukan kasur itu sedikit bergerak.

"Sebentar eomma, aku masih mengantuk.. Nanti aku akan bangun.."

"Anak eomma tidak boleh seperti itu. Nanti Baekkie terlambat kesekolah." Bujuk eomma Baekhyun lagi. Tak pantang menyerah sepertinya. Dengan terpaksa ia menyibak selimut tebalnya, lalu berjalan gontai kekamar mandi.

Setelah beberapa menit lamanya berkutat dikamar mandi. Aroma sabun mulai tercium, memenuhi kamar miliknya. Aroma buah yang segar, cocok untuk memulai harinya. Setelah rapih, ia keluar kamar keramatnya, berjalan menuruni tangga rumahnya.

.

.

"Aigoo.. Anak appa yang satu ini sudah cantik dan rapih rupanya.." ucap appa saat Baekhyun berjalan kearah meja makan yang sudah ada keluarganya.

"Jangan mulai appa.." rengek Baekhyun keappanya, ia paling tidak suka dipuji. Karna tau kenapa dia malu. Wajahnya kan merah padam jika sedang dipuji. Rengekan Baekhyun hanya ditanggapi dengan

"Kalau aku appa?" ternyata adiknya Baekhyun juga ngak mau kalah dengan sang kakak.

"Gimana ya..." appa pura pura berfikir, sambil matanya melirik kearah anak laki lakinya.

"Appa!" teriakan nyaring anak laki laki itu diiringi gelak tawa yang lain.

Setelah itu mereka pun makan sarapan bersama. Dan itulah keluarga dari marga Byun, keluarga yang sederhana dan terlihat harmonis, walau ia hidup berkecukupan. Dan setelah sarapan mereka pun pergi untuk melakukan aktivitas masing-masing.

.

-o-o-o-

.

.

Seperti biasa sekolah selalu menjadi terbaik untuk bertemu teman-teman. Termasuk Baekhyun, teman sekaligus sahabat. Dari kejahuan, Baekhyun tertawa dan senyum senyum sendiri. Kyungsoo memandang bingung temannya yang berada jauh didepannya. Kyungsoo berlari, dan mensejajarkan langkahnya dengan kedua kaki Baekhyun.

"Hai Baek, terlihat berbeda dari biasanya.. kau sedang dapat lotre.." tanya Kyungsoo sambil menggenggam tali tas sekolahnya.

"Hai Kyung.. tumben berangkat jam segini?" Baekhyun tak mengindahkan pertanyaan Kyungsoo, Kyungsoo hanya memutar matanya bosan.

"Jangan mengalihkan pembicaraan."

"Siapa yang mengalihkan pembicaraan.." ucap Baekhyun matados lalu berjalan duluan meninggalkan Kyungsoo begitu saja.

"Selalu saja, menyimpannya sendiri.."

"Kau pikir kau tidak seperti itu, kau sama saja sepertinya.." Namja yang baru datang itu berhenti tepat disamping Kyungsoo. Matanya hanya terfokus yeoja yang tengah berjalan duluan didepannya. Senyum tak pernah lepas dari yeoja itu, membuat namja itu ikut tersenyum.."

"Sehun?! Sejak kapan kau berada disampingku?" Kyungsoo kaget, hobaenya ini memang selalu suka datang tiba tiba.

"Sejak ia menginjakkan kakinya melewati gerbang sekolah.."

"Ha? Aku tak mengert- JANGAN BILANG, KAU.." Kyungsoo melihat arah pandang Sehun. Mata elangnya tak pernah lepas dari gerak gerik yeoja didepan mereka yang sekarang hanya terlihat bayangannya saja.

"Wae?"

"Kau- kau menyukai Baekhyun.."

"Kau baru tau.." Sehun menjawabnya dengan santai, seperti pertanyaan itu sudah biasa yang menanyakannya.

"Aku pikir kau begitu karna-"

"-Karna aku hanya menganggapnya sebagai noona ku, begitu?" Sehun melanjutkan ucapan Kyungsoo. Diakhiri hanya helaan nafas, kaki jenjangnya ia langkahkan meninggalkan Kyungsoo yang terbengong bengong.

"Sehun- Ya! tunggu aku.."

"Mwo?"

"Ani.. kau sungguh menyukainya? Mungkin kau hanya-"

"Kenapa semua orang selalu mengatakan itu, apakah aku terlalu muda dengannya? Salahkah jika dia lebih tua setahun diatasku?" ucap Sehun frustasi.

"Ani, hanya saja. Itu terlihat aneh dimatamu.."

"Aneh? Noona bilang itu aneh?" Sehun tak terima ucapan Kyungsoo sunbaenya.

"Bukan begitu maksudku. Aku rasa umur bukan suatu masalah untukku, hanya saja.. Baekhyun...-" Kyungsoo jadi bingung sendiri menjelaskannya.

"Aku tau, dia sepertinya sedang menyukai seseorang.."

"Kau juga tau yang itu.. Wahhh... kau sangat peka sekali.." ucap Kyungsoo tak percaya

"Kalau tentangnya, aku harus peka.."

"Kalau tentang ku?"

"Tidak. Untuk apa peka dengan noona, tidak bermanfaaat. Lagi pula noona itu menyebalkan, bawel, dan kasar. Bukan tipeku sekali. Sudah ya noona aku kekelas dulu." Suara datarnya dan sifat acuhnya kembali. Dan lagi lagi Kyungsoo ditinggal sendiri, namun ini berbeda. Disetiap sisi kepala mengeluarkan asap dan mukanya merah padam, kedua tangannya dikepal.

"OH SEHUN! AWAS KAU!" Teriakan cetarKyungsoo menggema keseluruh koridor, kaki kecilnya ia hentakkan kelantai tak bersalah itu. meninggalkan kekagetan wajah para murid yang tak sengaja lewat atau sekedar berdiri didepan kelas mereka. kekuatan Kyungsoo keluar disaat yang tidak tepat dipagi hari, saat murid masih setengah sadar dari kekantukannya. Dan sekarang mereka sadar semua. Bagai dikomando. Yang sabar ya..

.

-o-o-o-

.

.

Drrrt Drrrt-

From: -

"Baby Soo, kenapa kau membalas pesanku? Kau tak merindukanku.."

Lagi lagi pesan dari dia, ingin sekali Kyungsoo mencakar tembok dan memotongnya menjadi serpihan kecil, dan mengunyahnya. Biar tembok kelasnya berlubang. Ia tak perduli.

'Kenapa kau harus kembali. Bodoh!' pikir Kyungsoo

Tubuhnya tenggelam diantara lautan manusia yang lapar. Yapp.. Kyungsoo sedang duduk dikantin. Sendiri. Dimana Baekhyun? Jangan tanya dia. Yeoja itu sudah ditarik paksa oleh mahkluk putih tak berdarah itu meninggalkan kantin. Katanya sihh, alasan minta bantuan ke Baekhyun untuk mengajarinya pelajaran IPA. Dasar anak kecil modus.

Ingat Kyungsoo, kau bahkan lebih kecil dari hobaemu, Sehun. Jadi siapa yang pantas disebut anak kecil disini?

"Setidaknya menenangkan diri cocok untukku.." hanya itu yang keluar dari mulut Kyungsoo

.

"Hanya sendiri?" Namja berkulit tan berjalan lalu duduk didepan kursi Kyungsoo

"Ka-Kai"

"Kau kenapa? Wajahmu menunjukkan seperti kau melihat hantu.." ucap namja tan itu, Kai sambil diselingi dengan kekehan kecil dari bibirnya.

'Manisnya...'guman Kyungsoo, ia sadar ia tak boleh seperti ini. Akhirnya Kyungsoo menggelengkan kepalanya. Kai hanya melihat tingkah lucunya dan kembali tertawa.

'Jangan tertawa seperti itu.. Kai... kau bisa membuatku mati dikantin, ohh tidak elit sekali..' pikir Kyungsoo lagi

"Kau kenapa Kyungsoo? Kau baik baik saja?"

"A-aku baik, kenapa kau disini Kai?"

"Memangnya kenapa?"

"Kau tak suka aku duduk disini? Kalau begitu akan-"

"Tidak-tidak, bukan itu maksudku." Kyungsoo jadi kelabakan sendiri mendengar ucapan Kai.

"Hahaha, aku hanya bercanda.. oia, dimana temanmu, biasanya dia duduk disini?"

"Baekhyun? Dia pergi bersama Sehun.."

"Pergi? Ohh, hobae itu.. Aku kenal dengannya, dia namjachingunya Baekhyun kan.. Wajar, dia pergi berdua.. untung kau tak ikut. Bisa jadi obat nyamuk nanti.. hahaha.." Kai tak menyadari tatapan Kyungsoo kepadanya. Mata bulatnya yang hampir keluar dan mulutnya yang menganga lebar didepannya. Kai yang menyadari tak ada tanggapan dari Kyungsoo, lalu ia menatap Kyungsoo.

"Kenapa? Ada yang salah dengan ucapanku?.. emm, Kyungsoo.. Wajahmu, bisa kau-"

"Ohh, emm.. Maaf, aku hanya kaget saja.. hehehe.." Kyungsoo ketawa kikuk

"Kaget? Aku sedang tidak mengagetkanmu.. Kau lucu Kyungsoo" Kai tersenyum hangat..

"Itu-emm tentang Baekhyun dan albino-"

"Albino?"

"Maksudku Sehun.."

"Ohh hobae itu, wae?"

"Mereka hanya dekat saja, bukan yang seperti kau pikirkan Kai.."

"Benarkah, aku tau dari murid murid yang lain seperti itu. makannya aku tak heran mereka selalu jalan bersama.."

"Ani. Mereka hanya teman. Itu saja, tak lebih.."

"Tapi mereka serasi sekali, aku jadi gemas sendiri.. sayang sekali kalau itu hanya sebuah berita.."

"Gimana cara menerangkannya ya.." Kyungsoo jadi pusing sendiri

"Oke, baiklah lupakan tentang masalah percintaan mereka. Oia Kyung, kau ada acara besok sore?"

"Acara? Besok sore?" seketika otak Kyungsoo bleng. Seperti handphone tanpa batrai

"Iya, besok.. Ahh, apa kau ada acara? Jika kau ada acara sebaiknya lupakan acara ajakank-"

"Ani. Aku free." Ucap Kyungsoo cepat

"Baguslah kalau begitu.. bagaimana jika menonton, besok ada film bagus.."

"Baiklah, aku-"

"KAI!"ucapan Kyungsoo terpotong karna seorang namja memanggil Kai dari arah pintu kantin. Kai punmenoleh keasal suara.

"KRISTAL MENCARIMU!" teriaknya namja itu lagi.

"BAIKLAH, SEBENTAR CHEN!" Kai pun ikut membalasnya dengan intonasi suara yang sama. Wajahnya kembali menghadap Kyungsoo yang diam mematung ditempat, wajahnya sengaja ia tundukkan agar Kai tak melihat wajah murungnya.

"Kyungsoo-ah aku pergi dulu, jangan lupa besok ya. jam 4 sore di taman kota. Bye.." Suara Kai mengiringi langkahnya berlari meninggalkan kantin dan juga Kyungsoo.

"Yeoja itu. Selalu saja seperti ini.." lirih Kyungsoo

Drrttttt Drtttt

Handphonenya berketar dibalik saku bajunya. Dan nomor yang tak dikenal tertera dilayar handphone. Tanpa diberi taupun, ia sudah tau siapa yang mengirimi pesan tersebut.

"Bisa kita bertemu..

Aku sangat merindukanmu, akan ku jelaskan semuanya..

Aku akan menemuimu jam 4 sore. Aku akan menunggumu ditempat biasa. Bye Baby.."

"Handphone tak berguna! Ingin aku injak saja, rasanya.."

"Kedai ice cream cocok untuk suasanya hatiku.. semua namja sama saja. menyebalkan!" tangannya ia tekuk dimeja dan menenggelamkan wajahnya disana.

.

-o-o-o-

.

.

"Lelahnya.."

BRUKK

Suara tas yang dilempar begitu saja, dan jatuh ke lantai. Tas yang malang. Yeoja itu melangkah kedapur, tangan nya membuka lemari kuskas. Dan mengambil jus dan menuangkannya digelas. Langkah kakinya menuntunnya ke sofa ruang tamu, dan duduk disana. Ia senderkan tubuhnya begitu saja dan menggenggam gelas jus yang baru ia ambil dan belum sempat ia minum.

Seragam dan kaus kakinya masih melekat ditunuh dan dikakinya. Rok yang ia pakai tersebibak begitu saja, memperlihatkan sebagian paha putih mulusnya. Untung ia hany asendiri dirumahnya. Ia adalah seorang penakut, namun keadaan memaksanya untuk sendiri.

Ingin rasanya menyusul kedua orang tuanya, namun ia bukan orang bodoh yang menyia nyiakan hidupnya begitu saja. banyak orang diluar sana yang berjuang untuk hidup. Disaat orang bertaruh dengan hidupnya yang diambang batas. Dan dia membuangnya begitu, ohh tidak. Cukup sudah, kesepiannya di dunia, dia tak mau di alam lain ia juga kesepian karna kecerobohannya yang nekat bunuh diri. Terimakasih banyak.

Ia tegakkan tubuhnya, meminum jus yang ia bawa dari dapur, menenggaknya sampai habis. Ia taruh gelas itu dimeja bulat yang berada didepannya. Ia buka baju seragamnya ditaruhnya begitu saja dengan sembarang, dan meninggalkan baju kaus tipis yang memperlihatkan dalamannya yang tercetak jelas.

Drttttttt Drtttttt

Tangannya meraba tempat disekitarnya matanya bergerak kekanan dan kekiri mencari benda persegi laknat itu.

"Dimana benda laknat itu!"

"AHH, Disana rupanya kau. Dasar tak berguna!" tangannya menggapai baju seragam yang tergeletak diujung sofa panjangnya. Benda itu terus berbunyi, memekakan telinga.

"Yeoboseo.."

"Kyung, bisa kau kerumahku nanti malam, menginap juga tidak apa apa." Ucap yeoja yang berada disebrang telephone

"Aku sedang lelah, Baek" ia menyauti suara Baekhyun disebrang sana dengan malas.

"Ayolah Kyung, semua keluargaku pergi ke Busam menengok nenek yang sedang sakit.."

"Akan aku u-"

"Aku tidak mau tau! Kau harus tetap datang kerumahku, apapun yang terjadi." Tuntut Baekhyun.

"Baek, aku benar benar lelah.. Besok saja ya.." Kyungsoo masih mencoba membujuk temannya ini.

"Kalau begitu aku akan membeberkan rahasia mu kepada murid tingkat dua, kalau kau menyuaki Kai-ssi. Namja-Chingu-Kristal-Jung" ancap Baekhyun, dan menekan setip kata terakhir yang ia sebutkan.

"Dar-dari, dari mana kau tau?! Ahh, ani. Maksudku, jangan mengada ngada."

"Benarkah... Mau kutunjukkan sesuatu..." suara Baekhyun terdengar misterius disebrang sana.

"Tunjukkan apa?" Kyungsoo yang mulai penasaran karna ucapan Baekhyun.

"Makannya datang kerumahku, titik. Bye Kyung.." ucapnya senang, jika Kyungsoo bisa melihat temannya sekarang, wajah kemenangan terpampang jelas disana. Baekhyun lalu memutuskan sambungan telephonnya.

"Dasar licik. Tapi- dari mana dia tau, aku menyukai Kai? Atau mungkin dia hanya menebaknya saja. Tapi itu tidak mungkin. Apa dia melihatku bersama Kai waktu dikantin? Hahh itu tambah tidak mungkin. Dia saja sibuk dengan mahkluk albino tanpa darah itu. Mana mungkin dia melihatku."

"AGRRHHHH! Aku butuh berendam." Tangannya ia gunakan untuk mengacak acak rambut pendeknya dan berjalan gontai ke kamarnya, berniat untuk mandi. Berendam lebih tepatnya.

.

.

.

.

.

T endang

B okong

C ute kyungsoo...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jangan lupa REVIEW... J

Ditunggu

.

.