Disclamer:: Duo TO, Tapi menurut hasil polling arisan RT di rumah saya sih, ini punya saya.. *Dilempar ke jurang*

Rated:: T

Genre:: Humor,Abal,Gajeness,Garing,OOC atau semacamnya..

Pairing:: None

..

.Enjoy!

XDa

[Part 2]

..

.

Previous on::

" UHHUUKK!UHUUUK! kau tinggal perlu membeli lagi kan? "ucap Matt panik. Mello berhenti mencekik gulingnya (Eh?). tiba-tiba Mello menggeret Matt keluar kamar dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggeret sebuah robot bersama dengan Near yang mengigit robot itu.

" Mells? "

Now ::

" Kau akan membawa kita ke mana, Mells? " tanya Matt kebingungan. Timbul semburat merah di pipinya.

(Readers:: Lha? Kok bisa?

Author:: Ya bisa karena "A" kalau pakai "U" jadinya bisu dong.. *digampar

Enggak ding, *ngusap2 pipi yang digampar* Matt malu karena Mello menyeretnya seperti penagih hutang yang menuntut untuk membayar kopi tubruk(?) Mpok Inah.

Readers :: HALAH!

Matt:: Enak aja! Ngapain gue ngutang kopi di Mpok Inah?

Author:: Eh? Nggak pernah ya?

Matt:: Bukan! Yang gue hutangin itu bukan kopi tubruk tau! Tapi pete goreng!

Author+Readers:: ==a *Sweatdrop")

Oke,kita abaikan mulut Matt yang bau pete,kita kembali ke cerita…

..

..

..

..

.

… .

.

Tadi sampai mana,ya?

*Readers::GUBRAAK!*

..

. Tehe~ XDa

.

(Readers:: Gak usah sok Imut! Cepet lanjutin ceritanya! *nodong Author pake kulit kelengkeng*

Author::I,iya..maaf bang.. ==a)

.

" Hah? " tanya Mello balik.

" Mau… dibawa ke mana…. Hubungan kitaaa-….? " ulang Matt sambil berjoget ala Ridho Roma.

" Kamu bodoh,ya?Tentu saja kita mau membeli coklat! " gerutu Mello.

" Ta,tapi.. ini sudah maghrib.. kata mama nanti kita dibawa kalong wewe,loh… "sahut Matt sambil bergaya seperti anak PAUD.

Mello dan Near langsung swt melihat Matt yang sok imut.

(Matt:: Heh! Kenapa gue di buat kayak orang bego? *pinting Author*

Author:: Nggak usah protes deh! Ntar gue sita tuh PSP… Kan gue yang gaji lo! *jambak Matt*

Matt:: Eeh,jangan ambil PSP sayaaaaa! Hiks..hiks.. *nangis bombay*… *cekek Author*

Author:: Apa,hah? Protes? Hah? Nggak terima? Nggak suka? Balikin gajinya! *cekek balik*

Matt+ Author::*cekek-cekekan kelapa,eh..kepala Near* (Padahal nyari kesempitan dalam kesempatan buat nyentuh Matt + Near)

Mello:: *lempar Author ke got* Jangan sentuh pacar gue!

Matt:: *blushing*

Mello:: Matt… Kamu baik-baik saja? Hauuttchhu! *nyodorin linggis,eh, salah.. tangan*

Matt:: Mells..

Mello:: Matt..*ngelap ingus*

" Mells.. "

" Matt… "

" Mello… "

" Maaattt! Huaattchhi! "

" Mellooo! "

*Lari dari masing-masing ujung pantai,(entah kenapa tiba-tiba di pantai), dengan disinari lampu teplok di ujung galaksi, dan deburan ombak yang menghayutkan (baca:: Tsunami), Ryuk yang sedang berdandan dan menari hulahop, LxLight yang sedang –piiiip- di atas pohon bayam, Misa yang sedang syuting iklan Axis yang terbaru, "Misa, kamu akan jadi orang yang blak-blakan", disertai Soichiro, Sachiko, Sayu, Matsuda, Mogi, Aizawa, Watari, Roger, Rape pyenber, Justin Bebelac, Naomi Misora, Takada, Minami, Ichigo Kurosaki, Naruto Uzumaki, beserta tetangga-tetangga saya yang sedang nonton wayang golek di pinggir warung Mpok Inah, yang dibintangi oleh Shinchan dan Doraemon. Dan Sebastian +Ciel yang tampak sedang lomba marathon dengan gendongan ala bridal style karena dikejar Author (Karena Author norak dan dikira kabur dari RSJ Nusa Ngambangan) dan Mpok Inah? Dia sedang asik berjoget ria di disko Rp. 5000,-. Slow motion::mode on*

Author:: 'Perasaan, jarak mereka cuma 1 meter deh, kenapa mereka lari jadi kayak 500000 Km?(==a) siapa sih yang bikin Fanfic gaje ini?'

" Maaaatttt.. "

" Me-… "

Readers:: *jitak Matt sama Mello pake bola bowling* Hoy! Cepetan balik ke cerita! *Mutilasi author* Liat Near tuh! Kasian dari tadi di bebek cuekin(?)!

Near:: *puppy eyes* Hiks… Saya nggak punya bebekkk…. *nangis di pojok kanan atas partai PKS*

M+M+Author+Readers:: Swt.. ==a)

..

.

..

Yak,yak.. anak-anak.. mari kita kembali lagi ke cerita, maaf jika Authornya gila dan gak waras..

..

.

..

.

..

.(Readers:: Jangan bilang kalo lo lupa lagi ceritanya! *Deathglare* *Nyiapin sapu lidi*

Author:: Enggak kok.. ==a

Asal nuduh aja sih? Jangan menghakimi sendiri dong..

Ceritanya mau dilanjutin nggak nih?

Readers:: Halah..

Yaiyalah, makanya cepetan!

Author:: Minta uang! (=w=)

*ditimpuk sendal paku*)

.[Festival kembang api musim panas, 18.56 p.m]

..

" Kita sudah sampai! " seru Mello sambil melepaskan pegangannya (baca:: penyeretannya) pada Matt dan robot Near (bersama dengan pemiliknya,tentunya).

Matt melongo setelah melihat papan nama tempat itu, " Mbah Surip Chocho-Chacha-Chichi-Chuchu? " Matt dan Near langsung swt begitu membaca plang toko itu. 'Namanya aja gaje bin gak jelas and blak-blakan gini..*tiba-tiba muncul Misa entah dari mana karena mendengar namanya dipanggil (blak-blakan) *, apalagi dalemnya?' batin mereka bersamaan.

.

..

Dan benar saja, ketika mereka memasuki toko yang terkesan suram itu benar-benar aneh. Ruangan itu dapat meyebabkan kebutaan kilat. Toko itu hanya memiliki satu ruangan persegi, sebuah ruangan yang cukup besar untuk tempat sewaan di acara festival kembang api ini. Dan hal apa yang mampu membuat kita buta express?

Mari saya jelaskan, itu ruangan penuh warna pink. Gorden, meja, kursi, lantai, renda-renda, dinding, lukisan, sapu, garpu, sendok, tusuk gigi, odol, gigi palsu, monyet, dan barang-barang aneh lainnya, semua berwarna 'PINK'. Bahkan di dinding yang menghadap ke pintu pun, terdapat poster yang bertuliskan 'SAYA PINK' .

Dan hal yang mampu membuat anda kejang-kejang bahkan ayan di tempat, saudara-saudara, adalah L yang menempati kursi renda nan buruk rupa. Dan apa ternyata saudara-saudara? Yak, dan… GOOOOLLLLL! *PLAAK*. Eh, bukan itu maksud saya, bukan hanya seorang panda yang sok lugu *Di tendang L* yang menempati kursi sofa itu, melainkan Light yang sedang berada di atasnya!

.

(Author:: *Nosebleed* Kyaaaa! Kyaaaa! *foto-foto pake hape* cklik, cklik, flash, cklik *upload ke-Paceboke*Yes,success!

Light:: *Nulis nama Author di Death Note*

Author:: *Ayan sampai mati*)

..

.

Yah, sang Author telah pulang ke sisi-Nya.. Baiklah, saya akan melanjutkan cerita ini.. *Baca naskah (baca:: Warisan) yang sebelumnya ditulis Author*..

Oh,iya.. Perkenalkan.. Nama saya Mpok Inah, umur 12 tahun, masih single, muda, singset, seksi.. bagi yang berminat silahkan hubungi biro jodoh 'Ryuk-Ryuk-Kukuruyuk' di 231-527-XXX.. atau add Paceboke saya.. 'Inah si Pelayan Seksoy'

(Light:: " … " *Ambil hape* *telpon biro jodoh Ryuk-Ryuk-Kukuruyuk* Okeh,saya diterima!

..*Add Inah's Paceboke* "OKEH! Saya diconfirm!fufufufufu-" * senyam-senyum mesum*

Author di liang lahat:: *sweatdrop* ==a)

..

" Astajim-ajim-rambut-Upin-kebelah-jadi-dua! Ngapain kalian! " jerit Matt begitu melihat adegan nista itu. Sementara Mello menjerit-jerit gaje sambil nonton sepak bola, eh salah, melihat Light menindih L. Dan Near? Kemanakah Ia gerangan? Ternyata eh ternyata, tanpa diduga, tak disangka-sangka, tanpa dicerna, tanpa pengawet dan tanpa boraks-plaak- Near sedang mengubur sang Author dengan khidmatnya.

L yang sedang asyik mendesah, tiba-tiba langsung menendang perut Light hingga Ia terpental ke gorden tetangga karena kaget.

" Kami tidak sedang apa-apa kok! Saya hanya membantu Light-kun untuk mengerok punggungnya! " sahut orang yang biasa dipanggil Ryuuzaki itu sembari memakai kaus putih favoritnya dengan gugup.

'Hah?Lo kate gue buta apa? Jelas-jelas gue liyat elo lagi –piiip- sama seme lo, lo bilang bantuin ngerokin? Lagian, mana ada ngerokin orang tapi elo sendirinya gak pake baju? Di bawah pula,' curcol Matt dalam hati, sebenarnya Ia ingin mengatakannya secara langsung, tapi Ia tak mau mengucapkannya karena takut PSP barunya disita Author(Naskah udah dari sono, nggak bisa di ganggu gugat,).

" Kalian mau apa ke sini? " tanya Light yang tiba-tiba udah nongol di jendela.

" Aku mau membeli coklat! Ha,Hatsyimm! " jawab Mello cepat yang dari tadi sibuk berteriak gaje dan tiba-tiba ingat tujuan utamanya.

" Oh,coklat? Boleh, berapa ton? " tanya L yang sudah tenang sambil mengigiti kuku jempol kakinya.

" Se- " suara Mello terhenti begitu Ia melihat si Albino 'sialan' yang tiba-tiba berada di sampingnya. 'Buset, nongol darimana nih anak? Kayak kuntilanak, datang tak diundang, pulang diantar.' Batinnya.

" Uang Rp.5000,- dapet apa yah? " ucap si Albino sambil memilin rambut dan bajunya yang sudah ubanan.

" Dapet liburan ke taman wisata alam baka, Nak. " sahut Light sambil menepuk-nepuk kepala putih itu.

" Eh? Boleh deh, saya mau jadi TKI aja," ucap Near riang.

(All:: Swt.. ==a)

" Kami cuma mau beli 5 pack coklat saja, L ." kata Matt.

" Eh? Kenapa kamu yang menentukan, Matt! Kan Aku yang mau be- Huattchii-li! Itu sih cuma cukup buat 2 hari aja!, " protes Mello sambil mengusapkan ingusnya ke baju Light.

" GYAAA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA BUJUKU, SIALAN! INI DAPAT MENGURANGI KETAMPANANKU YANG PERFEKSIONIS INI! CEPAT BERSIHKAN, ATAU AKU AKAN MEMBUATMU TEWAS SEKETIKA!. " teriak Light keras-keras tepat di telinga kanan Mello, dan alhasil, Mello jatuh pingsan dengan mulut yang berbusa akibat suara Light yang dahsyat.

" Naik 27% Light-kun, Kau memang KIRA, " ucap L mantap.

Light shock berat, Ia sama sekali tak menyangka jika sang Uke-nya masih menuduhnya sebagai KIRA disaat-saat 'ketampanannya' telah terkontaminasi oleh ingus Mello. Ia terdiam mematung tanpa kata, membuat Near mengira bahwa Light adalah robot yang akan menjadi mainan robot gundamnya yang katanya Ia bawa untuk membantu umat manusia untuk melawan sang monster.

.

. "Baiklah, L. Mumpung Mello sedang pingsan, saya akan membeli 5 pack coklat saja. Cepat ya, nggak pake L," seru Matt sambil memeluk Mello di pangkuannya .

(Author:: Cieeee, SO SWEET, MANN! UHUY!

Mpok Inah:: :Lha? Kok balik lagi? Nggak jadi mati?

Author:: Nggak tau, saya disuruh balik lagi, MEREKA nggak mau nerima saya. Ya ampun, mereka baik banget nggak sih? Aduh, saya terharu…

Mello+Matt+Near+L+Light+Mpok Inah+Readers:: 'gue tau kenapa elo dibalikin lagi dari alam sana. Pasti karena mereka nggak tahan liyat kegilaan lo yang nggak ketulungan'

Author:: (OwO )? Kenapa? Kok pada diem? Ada yang salah dengan saya? Oh, kalian kangen saya? Sini, sini.. satu-satu peluk saya, baris yang tertib ya…

All:: " NGGAK DEH, MAKASIH!. " *Ngibas-ngibasin tangan* 'Gila, boro-boro kangen, yang ada malah gue takut ngebayangin bencana apalagi yang menimpa gue!'

Author:: Oya, Mpok Inah, makasih ya, udah gantiin saya… mulai dari sini biar saya aja yang urus, anda boleh kembali ke warung anda. Oya! Ini, tips dan gaji anda… *nyodorin kulit pisang*

Mpok Inah:: ==a)

..

.

L yang mendengar dengan ucapan Matt hanya terdiam, Ia mencoba mencerna kata-kata Matt yang membingungkan, 'Nggak pake L? Apa maksudnya? Harusnya Matt-kun tau kan, kalau saya itu punya Light-kun. Jadi kenapa dia bilang nggak pake saya? Lagipula, saya juga nggak akan ikut mereka kok.. Jangan-jangan Matt-kun suka saya?'

" Kenapa diam, L? Kan tadi saya sudah bilang, nggak pake L, nggak pake 'Lama'! " kata Matt yang sebal melihat L bengong.

" OH! " L ber-O pendek sambil menepuk tangannya sekali, " Jadi begitu, ya… ternyata maksud Matt-kun 'nggak pake L' itu 'Nggak pake Lama'… hmmm..hmmm" L bergumam dan berlalu ke tempat coklat yang Ia jual sambil mengambil gula kubus untuk Ia cerna di dalam perutnya.

Matt cengo melihat kelakuan panda aneh itu, setelah beberapa saat, PANDA *ditimpuk golok* itu kembali ke tempat Matt dan Mello berada .

" Ini,jumlahnya 1000 dollar " Matt bengong sekaligus shock, dompet yang baru Ia keluarkan hampir saja Ia jatuhkan. Bahkan googles yang menggantung di lehernya pun hampir berubah menjadi Kamen Rider.

" Gila! Itu kan cuma 5 pack coklat biasa! Kenapa harganya mahal banget!" pekiknya.

" Yah, habisnya, nyewa tempat ini beserta perabotan dan hiasannya mahal banget, hampir 200000 dollar, karena itu saya menjualnya dengan harga segitu agar dapat mengurangi hutang saya menyewa tempat ini. " jawab L santai.

" Kalo gitu nggak usah nyewa tempat ini! Bukannya untung, malah nambah hutang! " jerit Matt esmosi.

" Ya sudah, Matt-kun boleh nawar deh. Maunya berapa? " kata L pada akhirnya.

" 4000 dollar! " kata Matt masih emosi.

" Hah? Kamu gila ya, Matt-kun? Kamu pikir saya bodoh? Saya tidak mau segitu, jangan ditawaarrrr—" sahut L sambil meniru iklan Axis.

" Yaudah, 1 dollar," jawab Matt asal karena sudah lelah berteriak-teriak pake toa Masjid.

" Deal, Matt-kun, " kata L sambil menyodorkan tangan kanannya, sementara tangan kirinya, ehm , lebih tepatnya, kuku jempol kirinya, Ia gigiti sampai bulu keteknya rontok.

Matt hanya terkulai lemas, letih, lunglai, lelah, setelah melewati keadaan-keadaan yang mampu membuat orang biasa langsung bunuh diri. Tapi, Ia tetap menyambut tangan L yang menyatakan tanda 'DEAL' yang aneh bin ajaib itu.

..

.

Setelah saling bertukar barang yang Ia butuhkan dengan uang 1 dolar yang satu-satunya Ia miliki di dompetnya, (Jiahh, cakep-cakep tapi bokek) Matt dan Near langsung sungkem (?) kepada Light dan L untuk melanjutkan perjalanannya di Festival Musim Panas itu.

..

Mello? Ia berada dalam gendongan Matt, Ia masih tak sadarkan diri ternyata. Setelah cukup jauh dari tempat yang menyenangkan (baca:: menyiksa) itu, Matt dan Near melambaikan tangan mereka ke arah duo L yang saling merangkul bahunya layaknya sepasang Panda dan Alien Mesum yang baru menikah *ditampol duo L*

(Author:: Aduh… saya dipukul duo L yang tampan-tampan itu... senangnya.. (^/^)

Duo L:: "!" *shock* "DASAR AUTHOR GILA! MASOCHIST!")

Duo L ikut melambaikan tangannya kepada mereka, Light yang teringat pada masa kecilnya, hampir saja menyanyikan lagu favoritnya saat TK, "Sayonara.. sayonara.. sampai berjumpa lagi.. sayonara.. sayonara panas..-iklan AC- {AC= Air Cendela}".

Tapi untung saja dia ingat bahwa L ada di sampingnya, sehingga Ia tidak keceplosan menyanyikan lagu itu. Jika tidak, bahaya. Bisa - bisa L langsung minta cerai saat itu juga.

..

. (Bersambung ke part 3)

..

Haaahh.. chap 2 selesai!

Fiuhh…. *ngusap keringet pake baju Light*

Light:: #^*&!$#$%!

Gaje banget endingnya, ya? ==a

Maaf.. lagi-lagi banyak typoo-nya.. T^T

Saya sudah berusaha, tapi tetap saja banyak salahnya…

Setelah saya pikir-pikir, cerita ini sama sekali tak ada hubungannya dengan judulnya… ==a tapi saya berjanji, di Last chapter, akan saya sambungkan judulnya! Sebenarnya saya berniat meyelesaikan ceritanya di chap ini.. tapi karena sepertinya terlalu panjang, jadi saya bagi dua ceritanya.. satu tempat saja sudah seribet ini ceritanya.. padahal, mereka bertiga belum jalan-jalan di festival. Dan Near? Maaf ya ,nak.. kamu jarang keluar di chap ini.. tapi, tenang saja! Di next chap, kamu akan jadi tokoh utama! Hiks… *peluk Near dengan penuh penghayatan* Oh, iya.. Apakah cerita ini agak (sangat) pervert? =A=… maklum, kalau yang masalah beginian, otak Author dapat bekerja 2000 kali lebih cepat.. *PLAAK*..

Saya jadi bingung, apakah saya harus mengubah Ratednya menjadi M? *pundung*

..

. Cerita mereka yang sesungguhnya akan dimulai di next chap! Karena itu, mohon dukungannya!

(_ _)

Special thanks for Doppelganger's Doll-san.. yang menjadi commentator pertama saya.. terima kasih! T^T maaf Doppelganger's Doll-san, sepertinya saya masih belum bisa melakukan nasihat anda.. maafkan saya.. TT^TT

.

.Jaa!

Review, please?

Review dari anda adalah hidup saya! Segala flame,dan saran akan saya terima dengan senang hati!

(OwO)m

Nyaa~