Chapter 2 : ERASER : Mission for Searching The Demon
~*~0~*~
Merah itu indah
Sewarna darah merah
Mengalir tumpah dari mayat korbannya
Menetes bagai air mata tak terungkap
Merah itu darah
Yang selalu tumpah karenanya
~*~*0~*~
Saitou Aya Presents
ERASER
A Penguins Of Madagascar Fanfiction
Penguins Of Madagascar/Nicklodeon/Dreamworks
Humanized Charas/Saitou Aya
Saitou Aya/Me
~*~*0*~*~
Barcelona, 17:57 Spanish timeline.
"Fuuh... akhirnya sampai juga! " suara beraksen British Private (secara tidak sengaja) yang diteriakkan membuat perhatian para pengunjung bandara mengalihkan perhatiannya kepada pemuda berambut strawberry blonde itu. Yang bersangkutan hanya bisa tersenyum kikuk. Maklum, perjalanan New York – Barcelona membutuhkan waktu yang cukup lama. "Ehehe... sorry..." gumamnya sambil tersenyum.
"Dasar, jaga image sedikitlah, Private. Ini tempat umum..." Kowalski yang merasa malu akan tingkah rekannya hanya bisa menghela nafas pasrah. Di tangannya terdapat dua buah koper besar berisi 'bekal' liburan mereka selama musim panas ini. 'Hhhh... kenapa aku juga yang membawa perbekalan ini...' batinnya sambil menangis. Dalam hati tentunya.
"Oke, soldier. Perhatian! Untuk misi kali ini, kita sudah disiapkan 1 kunci ruangan hotel untuk kita bertiga. Hotel Summer Falcon sudah menunggu kita. Ayo. " sang leader, Skipper, langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengikutinya menuju hotel Summer Falcon.
~*~0~*~
"Oke, sekarang akan kubacakan tentang misi ini." Skipper memecah keheningan dengan suara bass nya. Di tangannya terdapat sebuah dokumen dengan amplop manila coklat berbubuh stempel resmi United Nations di atasnya. Ah, misi penting.
"Erm... bisa kau mulai, Skippah?" Private mulai nervous dengan misi mereka, tangannya terlihat berkeringat. Priv, polosnya dirimu.
"Ehm. Target pertama kita adalah seorang kriminal besar yang paling dicari oleh dunia kepolisian. Namanya Adams 'Blowhole' Nickolas. Ilmuwan terkemuka penemu suplemen SP-001-US, suplemen tentara super yang terbukti ampuh di saat gempuran Afghanistan bulan kemarin. Namun sayangnya, sang ilmuwan kita ini malah kabur dengan dokumen rahasia negara serta percobaan nya, lalu membuat markas kriminal terbesar di dunia saat ini dan.."
"...mencoba membuat super human dengan spesimen manusia. Seperti D-R 0469." Sambung Kowalski dengan muka jijik. Tangan sang ilmuwan menggenggam sangat erat, sampai buku-buku jarinya berwarna putih. Kedua rekannya hanya bisa kaget melihat sang ilmuwan brunet yang biasanya selalu tenang, sekarang menunjukkan ekspresi marah. Entah mengapa.
"Kowalski..." Private mencoba menyadarkan temannya. Skipper hanya memasang muka tertarik.
"Aku adalah ilmuwan yan telah mengadakan berbagai percobaan dengan berbagai spesimen. Tapi manusia... itu sudah tak bisa kumaafkan!" Suaranya meninggi, entah kenapa alasannya, raut muka kosong D-R 0469 selalu menimbulkan rasa marah akan Boss DIABLO itu.
"Well... Semangat yang bagus, 'Walski~" sebuah suara wanita(yang pasti bukan salah satu dari mereka)membuat seluruh pemilik kepala menoleh ke arah sang pemilik suara. Seorang gadis cantik berambut light brown dengan mata cokelat tersenyum ke arah mereka. Jaket pink kasual menutupi kemeja resmi kepolisian United Nations. Seorang yang penting, tapi sepertinya sedikit kekanakan(dilihat dari cara berpakaian).
"Mar, Marlene! Apa yang kau lakukan di sini?" Kowalski yang malu karena 'aksi' nya ketahuan oleh atasan mereka bertanya dengan muka merah. Marlene mengikik jahil. Menampilkan sebuah surat kabar edisi terbaru.
"Untuk apa? Tentu saja untuk informasi tambahan buat kalian bertiga! Ada kabar kejutan!" terlihat raut kebingungan dari 3 lelaki itu, senyum melebar di muka cantiknya.
"Markas DIABLO hancur, D-R 0469 kabur, dan Blowhole dikabarkan tewas saat hancurnya markas DIABLO."
"Hah!"
~*~0~*~
"Jadi..." Skipper memulai.
"DIABLO hancur?"
"Yap" Marlene menjawab.
"D-R 0469 tak diketahui keberadaannya?"
"Yeah"
"Blowhole tewas?" urat nadi mulai muncul dari dahi sang leader bermata biru.
Marlene mulai menyembunyikan tawa. "Iya~"
"Dan kau..."
"Hmmm~?"
"KENAPA TIDAK MEMBERITAHU KITA DARI KEMARIIIN!" Uh-oh, sepertinya efek sehabis mengerjakan PR musim panas dan mencari tentang data dua kriminal paling dicari—yang tentu saja informasinya sangat minim—mulai berefek pada Skipper, leader mereka, yang stress.
"ITU JUGA BARU KELUAR KEMARIN KABARNYAA!" Marlene, sang atasan—yang kadang bisa lebih kekanakan daripada mereka—juga tak mau kalah dengan pemuda tinggi berambut hitam yang menjadi lawan bicaranya, ikut berteriak. "Mengejar jadwal pesawat yang hampir mau take-off dengan mobil sport biasa itu susah, tahu! Untung Kitka tidak keberatan! Ya kan, Kitka?"
"Iya, tak apa kok~" sebuah suara alto lembut menimpali.
Akhirnya, ketiga pemuda yang sepertinya mendapat jatah dikejutkan 2 kali itu langsung menuju ke arah suara. Seorang gadis cantik dengan rambut oranye lurus sebahu dan mata ruby menyambut mereka di ambang pintu. Badan tinggi sempurna sang gadis dibalut oleh kemeja putih yang ditutupi dengan jaket kulit hitam, dilengkapi dengan rok pensil pendek warna merah. Singkat kata, dia cantik sekali.
"Kitka..." Private, yang baru keluar dari dapur untuk membuat smoothies, kaget dengan kedatangan sang wakil dari atasan mereka(Marlene). Biasanya Kitka yang paling dewasa diantara dua gadis berposisi tinggi jajaran kepolisian tersebut. Apakah terlalu lama berkumpul dengan Marlene dan Julien(duo paling jahil di organisasi agen mereka) berefek pada pola pikir dewasanya? 'Semoga saja tidak' batin agen bermata biru itu, mengelus dadanya, 'Aku muak dijadikan korban dress up oleh Marlene... semoga Kitka masih tetap dewasa hingga bisa menyelamatkanku...' Oke, tidak nyambung.
"Uhh... Kitka? Kenapa kau juga ikut-ikutan menyusup ke Barcelona? Apa tidak dimarahi Alice?" Kowalski yang sepertinya mulai sadar dari 'bengong' nya, menanyakan tentang keselamatan dua gadis jahil tersebut. Mereka kan, sudah dapat ijin, kalau Marlene dan Kitka yang biasanya sebagai informan pusat ketahuan ikut 'liburan'? Siap-siap menerima 'teguran' dari Alice seperti bulan lalu. Mana gajinya ikut kena potong, lagi... Ups.
"Oh? Kita kemari untuk memberitahukan info lebih spesifik kepada kabar baru tadi." Kitka menjawab sembari mengambi segelas smoothies. "D-R 0469 memang kabur dari 'rumah' nya. Tapi, melihat satu assasin melawan satu batalyon dengan senjata lengkap canggih—hey, mereka tak mau aset penting mereka hilang, kan?—aku dan Fred memprediksi, ia masih di Barcelona. Oh, dan ya Kowalski, kita sudah mendapat izin dari ketua galak kita." Tuk. Saat gelas smoothies kosong diletakkan, penjelasan selesai. Skipper dan Kowalski memasang raut puas. Private menghela nafas lega. Marlene terkikik jahil.
"Sekarang tidak marah, kan?" ah, dasar Marlene. Skipper menyeringai. Kowalski menyusun rencana. Private mulai menggosok riffle kesayangannya. "Tidak, besok kita akan liburan, Otter"
"Boleh ikut?" Marlene bangkit dari sofa dan tersenyum, Kitka ikut mengecek double handgun nya. Kowalski melirik menimbangkan, sedangkan seringai kemenangan Skipper semakin lebar.
"Tentu saja" mata biru es memunculkan sinar licik. "Tapi resiko ditanggung penumpang."
Empat orang lainnya tersenyum melihat tingkah team ERASER ini, lalu menuju tempat tidur dan kamar masing-masing dengan satu pikiran :
Its show time.
~*~0~*~
"Nggh...?" suara seraknya adalah suatu pertanda bahwa ia belum mati. Badannya terasa sakit. Ah, luka memang merepotkan, si? Ruangan itu terasa hangat, tidak seperti sel nya. Surga, kah?
Jangan bodoh, pembunuh tak mungkin bisa masuk surga.
"Ah! Kau sudah sadar rupanya! Apakah kau mau minum,nino?" sebuah suara dalam bahasa Spanyol menyambut dirinya. Suara bariton itu ceria dan hangat, tidak seperti Blowhole.
Tidak baik membicarakan orang yang sudah mati, bodoh. Oh well, dia sudah meledakkan kepalanya dengan riffle, kan? Tak ada yang bisa selamat setelah serangan seperti itu.
Ngomong-ngomong, badannya terasa sangat sakit sekarang. Damn.
"Air..." suaranya bertambah jelek saja.
"o, oh! Si, si.. Ini. Ya, minumlah semuanya. Bagus." Sang penyelamat berambut hijau—ia tidak yakin itu asli atau cat, tapi menurut ilmiah, cat hijau adalah warna yang paling susah untuk dibuat se-natural itu—dan berbadan kekar itu menuntun sang assasin untuk minum. Setelah selesai, sang pria berambut hijau tersenyum senang.
"Siapa...? kamu..." D-R 0469 berkata dalam kosakatanya yang terbatas, menanyakan nama sang penyelamat berambut hijau tua pendek dengan mata emas ramah sebagai permatanya. Satu lengan kekar terlihat dihias dengan tato bergambar buaya dan...apakah itu tangga nada?
"Ah, nama saya? Saya Roger, pemilik bar ini. Salam kenal... siapa namamu, nino?" Roger menjawab seraya bangkit dari kursinya untuk membuang perban-perban bernoda darah itu. Sedangkan yang ditanya memasang muka terkejut dan...ekspresi ketakutan.
"D... ah, Rico. Rico... Avariella..." jawab sang assasin, memberitahukan namanya tanpa kode, dengan nada bagaikan seorang anak kecil belajar membaca. Apakah ia benar-benar pemuda 16 tahun?
"Ahaha, tidak usah takut, Rico! Aku tidak menyakiti orang, kok. Kau bebas tinggal selama yang kau mau! Nah, ayo makan sup dan muffinnya!" entah bakat atau apa, tapi muka dan ekspresi pemuda yang sedang berada di hadapannya itu selalu menimbulkan rasa iba.
"Iya...terima...kasih.." dengan canggung ia ucapkan dua patah kata itu, mulai memakan apa yang disebut muffin dan sup dengan hati-hati.
"Si~ no problemo~" senyuman ramah adalah balasannya.
Anak yang malang ya, Rico?
~*~0~*~
A/N :
Akhirnya. Chapter. Ini. SELESAI~!#nangisbahagia#naribahagia#peluklaptop
Ah, Rico-kun kabur! Go, Rico!
Dan ya, saya membuat Dr. Blowhole "tewas" dieliminasi ama penguin psycho kita satu ini!
Nah, di sini Marlene dan Kitka muncul dengan AWESOME nya! Duo gadis favorit saya~
Untuk gambar humanized!chara nya belum saya scan sih, tapi bisa kan readers membayangkan? Imagination free!#hajared
Nah, untuk nama manusia mereka(mohon diingat demi kepentingan plot) :
Skipper : James "Skipper" Miller
Rico : Rico "El Diablo" Avariella
Private : Jasper "Private" William
Kowalski : Jackson "Kowalski" Rowule
Marlene : Marlene "Otter Girl" Sullivan
Kitka : Kitka "Red Falcon" Caine
Roger : Roger Marliane
Julien : Julien "King" Rastava
Mort : Codys "Mort" Elvans
Maurice : Gohanna "Maurice" Amanufasa
Maafkan saya jika namanya terdengar asal.. TTATT
Saya akan tetap berjuang! :D
Dan yang sudah, mereview saya sudah balas lewat PM, terimakasih, ya~ ;D#bungkukbungkuk
Setelah membaca chapter ini..
.
.
.
.
Maukah memberi saya review untuk cerita ini? =3
