Our Perfect Melody Story

by.

airi shirayuki

Disclaimer:

Vocaloid is not mine!

Warning!

aneh, gak guna, ada bahasa gaoel, banyak typo, dll., dsb., dst.

Bisa menyebabkan:

gangguan pencernaan, hidung tersumbat, mual-mual, diare, tak bisa berkedip, melongo, bengong, tubuh tidak bisa digerakkan, laptop atau hp rusak karena kemungkinan terbanting dengan tidak sengaja atau sengaja, dsb.

Jika penyakit masih berlanjut hubungi klinik Tong Fang!

Rate:

K+

Genre:

friendship, romance

Pair:

Rin Kagamine

Len kagamine

Summary:

Rin Kagami adalah cewek tangguh dan pemarah. Banyak yang mengeluh tentang sikapnya dan terdengar jelas di telinga Rin. Tapi dibalik semua itu ia menyembunyikan tangisannya saat tidak ada yang tahu. Tetapi, bagaimana jika tangisan itu dilihat oleh geng cowok populer yang dipimpin oleh Len Kagamine?

RnR Please!

ENJOY!

NP: kayaknya bukan untuk guyon...


Chapter 2: No one who can't look that tears

Rin POV

'Ah, hari ini hujan ya...' aku menengadah ke atas melihat langit yang suram. Aku berjalan sambil memutar-mutar payung kuningku. Pagi ini sudah diwarnai dengan warna gelap. Aku memasuki gedung sekolahku yang basah dan kutaruh payungku di tempat khusus payung di sebelah pintu masuk. Tiba-tiba saja ada dua anak laki-laki yang berlarian membuat kerusuhan di koridor. Dengan cepatnya aku menghadang dua laki-laki itu. Terlihat mereka mengerem mendadak dan berhenti tepat di hadapanku.

"minggir!" seru salah satu laki itu. Aku tetap mengkokohkan diriku seperti tembok.

"kalian tidak boleh berlari di koridor! apalagi sepatu kalian basah begitu!" bentakku. Terlihat diwajah ke-dua laki itu tidak senang.

"lalu, kau mau apa?" tantang dua laki-laki di depanku. Aku berkacak-pinggang.

"aku hanya memberitahu kalian kalau itu mengganggu!" lalu salah satu laki-laki mendorongku dengan keras sehingga aku hampir terjatuh (untung gocek'an -_-?).

"kau mengganggu! ayo!" kedua laki itu berlari pergi meninggalkanku. Aku mendengus dan berjalan ke kelas.

.

Sesampainya di kelas. Aku menaruh tasku malas dan duduk di bangku sambil memandang jendela yang basah terkena hujan. Sepi. Ya, akhirnya kurasakan kesepian. Aku masih memandang langit yang mendung dengan tetesan air yang menghujam.

TEEET! Kurasa bel masuk telah berbunyi. Semua murid segera ke bangku masing-masing dan guru pun datang. Ah..., sepi.

.

SKIP TIME~

Istirahat...

Aku sekarang berada di kantin yang ramai. Aku membeli makanan dan duduk di bangku pojok yang kosong dan agak jauh dari kerumunan. Kalau aku bercerita seperti ini pasti kalian mengira bahwa aku anak yang pemurung, anti-sosial, pendiam, atau unpopuler. Yah memang, aku agak pemurung dan tidak pandai bergaul juga agak pendiam. Tapi untuk unpopuler jangan tanya karena aku juga tidak tahu apakah aku populer atau tidak. Masa bodoh.

Saat sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba banyak suara perempuan ber-sirene(?).

"KYAAA!"

"Makan denganku saja!"

"TIDAAAAAAAAAAAAK!JANGAN DI SANA!" kenapa dengan perempuan-perempuan di sana? ada sesuatu kah? aku yang sedang makan melihat beberapa kaki dengan sepatu ber-merk yang berwarna mejikuhibiniu menghampiriku.

"boleh kami makan di sini?" sepertinya aku kenal dengan suara ini. Aku mendongak ke atas. Yah, tamat riwayatku. Apakah aku harus menulis surat wasiat? tidak, aku belum ingin mati. Mereka semua komplotan laki-laki (ajaib) ter-populer di seantaro sekolah ini.

"masih ingat kami?" tanya bocah berambut kuning kinclong sama denganku. Aku mengingat-ingat.

"ngg...coba kuingat...bocah shota, Mr. Negi, orang baka, dan...lu cewek to cowok?" semuanya yang kutunjuk shock tingkat dewa. Biasa, belum pernah liat anak unyu.

"huweee...Rin-chan jahat~" kata Kaito sembari duduk di kursi seberangku diikuti yang lainnya.

"gue kok shota?!" rengek Len.

"wajahmu shota sih!" jawab innocence.

"mana mungkin, gue tuh wajahnya keren en cakep tingkat dewa ya"

"terus, apa aku harus bilang 'Wow' gitu?"

"iya"

"wow."

"..." (BGM: Krik,krik,krik,krik,krik,krik,krik *tepat saat menulis ini ada suara jangkrik yang menemani author*)

"krik,krik,krik" Kaito menirukan suara BGM tadi dan hasilnya garing beserta jangkrik yang hanya terdiam.

"kalian ngapain ke sini? reputasi kalian nanti jatuh lho!" peringatku. Mikuo tersenyum.

"tenang saja, kami tidak mengurusi soal reputasi jatuh atau tidak. Gak bikin kami mati kok, tapi kami kan sudah janji ke kamu" iya, aku jadi teringat janji mereka padaku kemarin sore setelah aku tertangkap basah menangis di atap sekolah.

"kami semua akan melindungimu dan menemanimu sampai kamu selalu bahagia, kan?" kata mereka semua bebarengan. Jujur, aku agak terharu dan ingin menangis tapi, mana mungkin aku menangis di tempat umum?. Aku menengok ke jendela kantin. Langit masih menurunkan rintik-rintik air yang deras. Kapan hujan akan berhenti?.

.

.

'Ah, masih hujan' aku memandang jendela kelas. Aku ingin cepat pulang dan segera tidur. Aku membereskan barang-barangku dan segera keluar kelas. Tiba-tiba seseorang menabrakku dengan keras. Aku pun terjatuh. Aku mengerang kesakitan dalam suara kecil lalu aku mendongak. Ah, anak yang tadi... yang berlari dengan sepatu basah pagi-pagi yang kemudian mendorongku.

"EH?! kau lagi!" teriaknya. Aku bangun dan merapikan rokku.

"Terus napa? kalo jalan pake mata dong! jangan pake idung!" aku sewot. Aku melihat wajahnya cemberut dengan kekesalan.

"Ih, kenapa aku selalu ketemu sama monster kayak kamu! aku bahkan gak ingin berharap ketemu macam kamu selama hidupku!" MAK-JLEB! hatiku sakit mendengarnya. Dia mendengus kesal lalu pergi meninggalkanku sendirian di koridor yang panjang ini. Rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya di atap sekolah kesayanganku. Padahal aku ingin pulang. Aku tak bisa lagi membendung air mataku. Aku segera berlari menuju atap sekolah. Memang, aku ini...cengeng. Sangat. Dan kalian pikir pasti aku lebay karena gitu aja sudah bikin nangis.

.

Len POV

Akhirnya pelajaran sejarah yang menjadi nyanyian nina bobok bagiku berakhir juga. Aku membereskan barang-barangku. Di depan pintu sudah menunggu Kaito, Mikuo, dan Gakupo. Yah, kami bukan satu kelas (kecuali Mikuo) tapi kami selalu bersama, sejak SD. Aku menghampiri teman-temanku dan berjalan bersama.

"nee, gimana kalau kita lihat si Rin-chan?" usul Kaito. Kami setuju dan menghampiri kelasnya, kalau tidak salah kelas 1-1 ya?. Kami tiba di depan pintu kelas 1-1 dimana masih ada beberapa murid di sana yang langsung berteriak ala FG kepada kami.

"Kyaaa! kenapa kalian ke sini? mau jemput aku ya?" kata salah satu cewek dengan mata berbinar-binar. GR neh anak. Kami tersenyum.

"ngomong-ngomong kalian tahu dimana teman kalian yang bernama Kagami Rin?" tanyaku.

"Kagami? dia sudah keluar kelas daritadi, tabunn?"

"ah, aku melihat dia menuju ke atap" ke atap di hari hujan? sepertinya dia itu lagi. Aku berterima kasih kepada para gadis dan menuju ke atap sekolah bersama teman-temanku.

.

Sudah kuduga, dia menangis. Kulihat pundaknya bergetar dan suaranya terisak. Tubuhnya basah kuyup terguyur hujan. Dia sedang membelakangi kami. Aku mendekatinya. Aku menyodorkan payung orenku sehingga air yang merucus ke dia terhalang.

"nangis lagi?" dia masih terisak tetap membelakangiku.

"dasar cengeng. Kalo sungguhan nangis kepelukanku aja!" kataku dengan nada guyon. Yah, aku hanya bercanda dan teman-teman juga pasti tahu. Tapi tak disangka-sangka dia berbalik dan langsung memelukku sambil menangis lebih kencang daripada tadi. Kami terkejut (apalagi aku) karena ternyata cewek di depanku, Rin sungguhan menangis. Tanpa sadar aku langsung memeluknya sehingga payung yang kupegang jatuh dan kami berdua terguyur oleh guyuran air dari langit.

"gomen, Rin" kataku. Dia masih menangis dalam pelukanku. Tak tahu lagi, apa yang harus kuperbuat selanjutnya? ini bukan opera sabun kan? tolong jangan guyon di saat seperti ini. Aku membiarkan dia menangis sepuas-puasnya walaupun tangisan itu tertutup oleh hujan yang membasahi wajahnya yang manis. What? tunggu, aku bilang manis? ada apa denganku? jantungku sedikit demi sedikit berdegup kencang. Dan semakin lama aku memeluknya mukaku semakin memerah panas. Aku sakit ya? apa aku harus panggil dokter? jangan ngaco ah! daritadi fic ini dipenuhi curcolku terus. Kasihan chara yang lain, tapi ini kan POV-ku. Yah pokoknya saat ini aku begitu berdebar-debar.

Apa ini?

TBC


ai: yah, nggak tahunya ada yang repiew *hepihepi*, ai senang sekali. Terima kasih yang me-review fic yang harusnya tak layak terbit ini m(_ _)m. Chapter 2 ini mungkin gaje juga kata-katanya amburadul dan mungkin banyak typo(s) yang masih nyangkut(?). Mungkin tidak sesuai dengan bayangan reader sekalian.

Hilbert: bagus sih bagus, tapi kapan fic fandom kami dilanjutin?! *demo depan DPR(?)*

ai: mungkin 1-2 tahun lagi? *santai*

Hilda: whats?! yang bener aja! *bawa Reshiram Zekrom*

ai: hei hei hei hei hei tunggu tunggu, ngapain kalian ke sini? balik ke fandom kalian, ini bukan dunia kalian! *ngusir* harusnya yang ke sini OC gue! mana Lili-chan dan Yu-chan?

chara fandom lain: kami bekap!*evil smile* lanjutin dulu fic di dunia kami! *siap-siap keroyok author*

ai: HUWAAAAAAAAAAA! *kabur-dikeroyok*

Rin: karena authornya sibuk, aku yang bacain review-nya! \(o^)

Shinichi Rukia

Nih udah update! *lompat pocong-lho?-*

Ya gue tuh emang cantik, imut, keren, dll. (Rin bicara) makasih! *Len muntah*

Len keren? *lirik Len yang senyum-senyum gaje*

Len: apa Rin? kagum ya? *Rin muntah*

no typo? hore! arigato! ^_^

OMG di fav 0.0 gak nyangka, thanks!

sayang, author tidak bisa menjanjikan update beluk'an karena di rumah author tak ada Wi-fi, modem, dan teman-temannya, gomen :(

anyway, thanks reviewnya!

Hikaru Kisekine

Yap, karena banyaknya review hakim memutuskan tidak di dis-continued! *hore!*

Nih dah update, thanks reviewnya! _^b

Namikaze Kyoko

Makasih udah dibilang bagus d_ author awalnya sudah beri garis cuman pas di publish garisnya hilang sampe-sampe author bertanya-tanya ke satpam(?), gomen.

Nih update! X)

Chisami Fuka

Makasih, ada yang bilang bagus lagi *nangis banjir bandang* author juga suka bagian akhirnya entah kenapa -_-'

Ups, masih ada yang kurang ya? author akan perbaiki itu, terima kasih atas kritik dan sarannya ^_^b

udah update!

Air Tear

ini udah lanjut walau telat update. Author usahain update kok! Thanks dibilang bagus!

Queen Devil

ini udah lanjut! ^_^

Air Tear

Widih, nih kayaknya review dua kali, bagus! dengan begini kotak review semakin penuh! Thanks!

Ya... author mengusahakan tulisannya dirapihin tapi apa daya semut merayap(?) author nih masih pemula dan belum berpengalaman, si author juga stress menghadapi bimbel dan yang lainnya, kelas 9 gitu...

Ooo~ sama-sama author (gaje) baru ya? tos dulu rek! *tos*

Trims buat double reviewnya ^_^

Yukina Langley

Yap, sesuai keinginan masyarakat sekalian(?) ai tidak akan men-discontinued *hore!*. Len si bocah shota *digampar* memang jadi ketuanya geng cowok populer dan ai tidak tahu kenapa Len jadi ketuanya*lha?*.

Ni sudah update!\(^o^)/

ai: *kembali setelah bonyok* sekali lagi ai ucapkan terima kasih bagi yang nge-review, fav, follow, dan para reader yang mau baca fic ini walau tidak meninggalkan review (ai juga biasanya gitu). Untuk penulisan garis batas ai sudah menambahkan saat nulis ni fic, gak tahu lagi muncul ato nggak. Tapi ai memang bener-bener gak bisa menjanjikan update gledek karena terbatasnya internet dan juga ai sekarang udah kelas 9, mau UNAS. Do'ain ai lulus dan bisa melanjutkan menulis fic ya!

So,

Mind to REVIEW? *hormat ala Inggris?*