Kimi no Omou
By: Mikazuki_Hikari
Disclaimer : Bleach punyanya Tite Kubo sensei sama sekali bukan punya saya
This fic belongs to Mikazuki_Hikari
Rate : T
Warning : Shonen-Ai, Hurt/Comfort, Humor, Typo(s), EYD tidak pada tempatnya
MaleXMale, AU, OOC, GaJe
Dont Like Don't Read !
I have warned you Minna !
.
.
.
~Author Section~
Chapter dua, chapter dua, chapter duaaaa /mendadak ayu ting ting muncul nawarin sarimi isi 2 /salah gaul
-=Ulang=-
-=BGM=- : ~Cucak Rawa Remake sound~
Chapter dua, chapter dua, chapter dua hoyeeee, chap 2 nya udah nongol /nyanyi ala ala bocah kesetrum (?)
Mika akhirnya udah punya tenaga buat ngetik chap 2 setelah semalem ngantuk dan ketauan ngigau sama ade oAo /curcol
Yah, setelah beberapa pertarungan batin melawan oma opa mika yang nyetel musik gaje yang memecah konsentrasi saya untuk ngetik.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa BGM nya suara cucak rawa ? iyah soalnya om mika yang masang ntu suara buat ngelatih burungnya TTwTT (WHAT BURUNG-nya ? oAo, Oh bukan, ambigu ternyata ||D /disambit/ burung tersebut maksudnya)
Yodah yuuuk~ Enjoy chap 2 minna ^w^b
.
.
.
Chapter 2
Another Mind Set
TAP TAP TAP TAP
Langkah kaki seseorang melangkah mantap mendekati ruang OSIS tempat dimana Nel dan Hitsugaya berada. Langkah kaki tersebut ternyata milik Grimmjow Jeagerjaques sang dewan murid . Rambut dan mata ocean blue miliknya berkilat tertimpa cahaya matahari dan melangkah menuju ke kedua rekannya.
"Pagi-pagi aja udah mojok berdua, lagipula si chibi-tan lagi manyun, ada apa nih ?" Grimmjow menepuk pundak sang tensai dan merangkulnya dari belakang.
"Siapa yang kau maksud 'chibi-tan' hah ? lagian kamu kepo banget sih baru nongol aja udah sok join bareng, gak takut readersnya kaget ama tampangmu yang serem itu ?" Toushiro jengkel dan berusaha melepaskan rangkulan Grimmjow dari tubuhnya. (Author : Oh, tentu tidak Hitsu sayang, muka grimmy itu Macho dan Maskulin sangat jadi Readers gak akan kaget)
"Tuh, lo denger gak bacotan author yang nyelip barusan ? muka gue macho gini lo bilang serem." Grimmjow yang merasa terbela dengan ucapan manusia GaJe, yang menyebut dirinya author, yang kebetulan nyelip *baca : Kepo* mengganggu suasana (Author dibekep readers biar gak ngeganggu ketentraman fic)
"Teserah aku lah, aku yang punya pendapat, lagian gak semua suka ngeliat muka lo, termasuk aku." Hitsugaya kekeh dengan pendapatnya tersebut dan akhirnya berhasil melepaskan rangkulan Grimmjow tadi.
Grimmjow mengelus surai putih itu dengan lembut, yang sontak membuat sang pemilik blushing berat.
"Lo ini gampang banget merah yah mukanya." Muka Grimmjow langsung dihiasi dengan sebuah Big Grin karena melihat wajah yang sudah semerah kepiting rebus tersebut.
"Grim, asal kau tau, tensai kita lagi fall in love dengan seseorang loh." Celetuk Nel yang sedari tadi masih sibuk menstempel paper work dan mengkoreksi pekerjaan sang chibi kaichou.
"Urusai" muka Hitsugaya tambah merah mengingat hal yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu di koridor menuju ruang OSIS dengan seorang pria bernama Ichigo Kurosaki.
"Siapa ? siapa ?" ucap Grimmjow yang ingin membaur dengan pembicaraan sekertaris dan ketua tersebut.
"Ichigo Kurosaki, pemuda yang sedang terkenal diantara kaum hawa semenjak ia menggantikan Kaien Senpai menjadi kapten tim Basket setelah Kaien senpai lulus, sahabat Renji Abarai dari kelas 11 IPS 3." Ucap Neliel sambil membaca arsip tentang Ichigo Kurosaki yang baru saja dikeluarkan dari laci lemari yang berisi data siswa siswa yang ada dibelakangnya.
"Oh, anak itu" Grimmjow mengusap usap dagunya dan beranjak mengambil kursi dan duduk disebelah Histugaya.
"Kenapa memangnya ?" ucap Hitsugaya dengan nada heran kepada pria berambut biru barusan.
"Yah, gak ada apa apa, cuman aja dia itu playboy, gak cowok gak cewek banyak yang deket sama dia, tapi herannya, udah banyak yang nembak dia tapi dia gak ambil pusing dan bilang ingin hidup seorang diri seumur hidupnya." Grimmjow jengkel mengingat segala perihal tentang Ichigo yang ia ketahui selama ini.
"Yah, tapi meski begitu, punya sisi positif juga pastinya, sifatnya hangat kok terhadapku barusan." Hitsugaya membantah argumen Grimmjow barusan.
"Saran gue, elo gak usah terlalu deket deh sama dia, daripada sakit belakangannya." Grimmjow memberitahu anak itu agar dia tidak sesal kemudian apabila ia melanjutkan perasaannya terhadap Ichigo kurosaki.
"Kaichou, ucapan Grim benar, tidak ada salahnya kan kalau kau berhati hati, masih banyak loh yag lebih baik dari Ichigo Kurosaki diluar sana, seperti Hisagi Shuuei, Kusaka Soujiro, Byakuya Sensei, dan bisa saja orang yang berdiri dekat denganmu selama ini." Nel mengisyaratkan perasaannya dalam kalimatnya barusan dan berharap agar sang kaichou bisa memahami arti kalimat tersebut.
"Seperti Hinamori, Kuchiki-san, Izuru-san, atau Grim ?" ucap Hitsugaya dengan daya ketidak pekaan tahap maksimal. Tidak sepenuhnya kalimat itu salah karena Hinamori memang menyukai anak ini sejak lama tapi tetap saja nama Nel tidak disebutnya.
"Yuk keluar, Grim, Kaichou, udah istirahat nih, nanti guru-guru nyariin lagi" dengan sedikit kecewa namun menyiratkan senyum kepalsuan, Nel mengajak rekannya dan Kaichou yang disukainya itu keluar ruang OSIS.
.
.
.
-=Kantin SMU Karakura, 09.30=-
Hitsugaya memesan Roti Yakisoba dan sekardus minuman rasa semangka favoritnya dan duduk dikursi,dimeja dekat tempatnya memesan tadi, sampai pria berambut oranye yang tadi baru saja ia bicarakan duduk disebelahnya.
"Lo sendirian aja ? gak baik loh kalo sendirian mulu ntar bisa kesambet." Ichigo meletakan sup Miso dan Nikujaga miliknya disebelah minuman semangka milik Toushiro.
"Kamu bisa aja Kurosaki." Ucap Hitsugaya dengan mulut yang masih penuh.
"Hahahaha, lo lucu banget deh, sejenak dikoridor lo ngomong make kamus 'Lo Gue' sekarang mendadak manggil kamu hahahahaha" Ichigo tertawa geli dan mengusap rambut Hitsugaya lembut.
"LO APA APAAN SIH KETAWA GAK JELAS GITU, KALO GUE KESELEK MAU TANGGUNG JAWAB ?" Hitsugaya membentak Ichigo dengan maksud menyembunyikan muka blushingnya dari Ichigo.
"Oh, rupanya lo ngomong 'Lo Gue' kalo lagi marah aja yah, oh iya, ngomong ngomong lo tau nama gue Kurosaki Ichigo dari mana ? perasaan kita belom kenalan ? siapa nama lo ?" Ichigo terheran heran karena mendadak Hitsugaya mendadak tau namanya,semenjak mereka belom berkenalan di koridor tadi.
"Hitsugaya Toushiro, aku ini kan ketua OSIS, jadi bukan urusan kamu tau." Hitsugaya kembali mengunyah Roti Yakisoba miliknya dan berusaha tidak mempedulikan pria yang disebelahnya itu.
"Jaah, elo yang ngasih tau kalo lo ketua OSIS, tapi belakang belakangnya masih ngomong bukan urusan gue, maksud lo apa sih ?" Ichigo terkekeh geli dan menepuk pundak Toushiro.
"Urusai, ntar gue keselek loh !" ucap Hitsugaya yang kembali blushing.
"Hai, hai, Toushiro, gue ngerti kok." Ichigo kembali terkekeh geli melihat perilaku Tsundere Toushiro tadi.
"Hitsugaya Kaichou, Kurosaki, ingat itu !" Hitsugaya memperingatkan pria disebelahnya itu.
"Baiklah, . Ka. " ledek Ichigo.
"Urusai" bentak Toushiro lagi.
"Eh, ngomong ngomong lo ekskul apa ?" Ichigo berniat memulai pembicaraan
"Aku ekskul kendo, kamu sendiri kapten tim basket kan ?" Toushiro kembali menyeruput minuman semangkanya dan memutuskan tidak menatap iris coklat tersebut.
"Hey, kalo ngomong ke orang liat orangnya juga dong !" seru Ichigo.
"Tidak perlu"
"Kenapa ? itu kan etika berbicara" bantah Ichigo
"Kubilang tidak perlu" tegas Hitsugaya
Tangan Ichigo mengangkat dagu Hitsugaya dan mengalihkan sorot mata pria itu ke arah wajahnya, pemuda itu sontak menepis tangan Ichigo dari dagunya, dengan wajah blushing tentunya.
"Sudah kubilang kan tidak perlu !" Hitsugaya membantah untuk kesekian kalinya, tapi Ichigo tidak mempedulikan bantahan pemuda itu.
"Kenapa ? lo takut ngeliat wajah gue ? wajah lo merah tuh ?" kata Ichigo dengan nada meledek.
"Urusaai !" Hitsugaya membentak Ichigo lagi untuk kesekian kalinya dan beranjak pergi dari meja itu, hatinya merasa tidak nyaman saat berada dekat dengan Ichigo, tapi anak itu merasakan hal yang lain waktu ia berlari meninggalkan pria bersurai oranye itu, meski tubuhnya berkata bahwa ia harus pergi, tapi di dalam hatinya ia masih tetap ingin ada di meja itu.
-=To be Continued=-
.
.
.
~Omake~
"Kaichou, ucapan Grim benar, tidak ada salahnya kan kalau kau berhati hati, masih banyak loh yag lebih baik dari Ichigo Kurosaki diluar sana, seperti Hisagi Shuuei, Kusaka Soujiro, Byakuya Sensei, dan bisa saja orang yang berdiri dekat denganmu selama ini." Nel mengisyaratkan perasaannya dalam kalimatnya barusan dan berharap agar sang kaichou bisa memahami arti kalimat tersebut.
"Seperti Hinamori, Kuchiki-san, Izuru-san, atau Grim ?" [Hitsugaya]
Seperti Hinamori, Kuchiki-san, Izuru-san, atau Grim
atau Grim
Grim...
Kalimat tersebut terus terngiang di otak sang empunya nama. Betapa bahagianya Grimmjow, yang notabene masih ada dalam ruangan dan persis disebelah Hitsugaya yang mungkin saja readers udah gak ngeh dia masih ada di situ, saat mendengar hal itu
'Dari berjuta umat manusia di SMU Karakura ini NAMA GUE termasuk dalam orang yang MUNGKIN SAJA lebih baik dari si kepala orens' batin Grimmjow girang.
'Rasanya nama gue jadi salah satu kriteria si pendek itu tuh, kayak terbang ke Fairy Topia dan jadi Barbie terus terbang pake sayap kupu-kupu nan gaje (?) /Grimmjow salah gaul /Grimmjow kecanduan Iklan Good Day /Grim Jaim dewa
Grim cuman bisa mesem mesem sambil...
Ngejo ? Kentut ? Joged ? Kayang ?
Tidak ada yang tahu, hanya Grimmjow dan Allah yang tahu
Rahasia Illahi /digampar readers
.
.
.
~Author Section~
By : Mikazuki_Hikari
-=BGM=- : ~Rabu Retaa Kawari ni Kono Uta wo~ Ost. Tegami Bachi (ED 2)
Konbanwa Readers, hoaaaahmm...[boleh konnichiwa, ohayou, guten morgen, wilujeng siang juga nda apa saya nda marah]
Gimana ? masih gaje ? (Readers : Masiiiii, Keep Calm, I love Obama, Turunkan Harga BBM /salah gaul)
Wuiiih mellow nan labil amat BGMnya yak ?
Hehehe...
Yah numpang spoiler dikit, gak sih maksud saya curcol, Mika nge dedikasiin Fic ini buat foreigner yang pernah singgah di hati Mika /tsaaah /gak ada yang peduli
Cerita ini based on my True Story (bukan IRL yah) waktu itu mika ketemu di game yang mika maenin dulu, mika gak mau lanjutin ceritanya ntar malah The End disini lagi, mika juga rada gak kuat nyeritainnya, tapi entah kenapa mika pingin /labil /digeplak
Masih ada yang Mengganjal di hati ? ada ketidakpuasan ?
Review selalu ditunggu, Flame diterima dengan lapang dada ^^
Tidak ada Review, berarti tidak ada perkembangan dari saya /ngancem /diancem balik sama readers /dibuang ke empang biar diem
/muncul dari empang
Mind to Review my Fic ? /tenggelem lagi
