Begin With A Dream
Author: Gyuni7
Cast: EXO
Pair: All EXO Official Pair
Support Cast: Akan bertambah seiring cerita berlanjut (?)
Genre: Romance (maybe) ; Friendship
Rating: T
Length: Continue
Note: Annyeong, author balik bawa Part 2-nya Begin With A Dream :D Yahh semoga part ini lebih baik dari Part sebelumnya. Happy reading :D
Aku masih saja menatap penuh permusuhan dengan orang yang menabrakku tadi. Namja ini benar-benar namja menyebalkan!
"Baiklah, baiklah! Aku minta maaf karena sudah 'ditabrak' olehmu! Puas?!"kata Suho pada akhirnya
"Ditabrak? Hei! kau yang menabrakku!"protes namja itu "Tapi, terimakasih karena sudah minta maaf padaku,"
"Aishh, karena-mu aku kesorean untuk sampai rumah!"keluhku
Aku langsung berlalu dari situ tanpa mengucapkan sepatah kata-pun. Aku benar-benar kesal pada namja itu!
-SKIP-
Saat aku masuk kerumah. Lampunya sudah menyala. Kyungsoo pasti sudah pulang.
"Aku pulang,"kataku begitu masuk kerumah
"Ah! Hyung! Kau darimana saja? Kukira kau mendapat jam kerja lembur karena telat pulang. Tapi ternyata tidak, sepertinya,"kata Kyungsoo
"Ne, aku memang tidak lembur, tapi aku tadi mendapat sedikit gangguan dijalan,"sahutku sambil duduk disofa yang ada diruang tamu
"Ohh, begitu. Oh ya, kau lapar hyung? Aku membuat jjangmyeon,"
"Ne, aku lapar sekali, Kyungsoo-ah,"keluhku
"Baiklah, tunggu sebentar ya hyung, akan kuambilkan jjangmyeon-nya,"kata Kyungsoo
"Ne,"
Tanpa menunggu lama, sepiring jjangmyeon sudah tersaji dihadapanku. Hmm, karena kejadian tadi perutku sangat lapar! (Author: Ya elah saling lirik-lirikkan sama bentak-bentakkan gitu doang aja laper -_-)
"Hmm, mashita…,"
"Enak kan hyung?"tanya Kyungsoo
"Ne, enak sekali, seperti biasanya,"pujiku sambil tersenyum
"Hehe, untunglah,"kata Kyungsoo "Oh ya hyung, boleh aku bercerita?"
"Bercerita? Bercerita saja Kyung, hyung akan mendengarkannya,"jawabku
"Baiklah, jadi begini hyung, masih ingat dengan mimpi buruk yang selalu menghantui-ku setiap aku tidur itu?"tanya Kyungsoo
"Ne, tentu saja aku ingat,"
"Ternyata hyung benar, aku pasti bertemu dengan namja dimimpiku itu,"kata Kyungsoo "Dan ternyata, tadi pagi aku bertemu dengannya!"
"Ehh? Jinjayo? Tadi pagi kau bertemu dengannya?"
"Ne! Beneran hyung! Aku tadi bertemu dengannya! Ia menjadi pegawai baru di café tempatku bekerja!"kata Kyungsoo semangat "Dan lagi, ternyata rumahnya tepat berada didepan rumah kita hyung!"
Kai POV
"Aku pulang!"teriak Sehun dari bawah "Kai! Kai-ah!"
"Ne! Aku diatas!"teriakku balik
Sehun tiba-tiba saja berada dikamarku. Aku kaget karenanya.
"Sehun-ah! Kau mengagetkanku!"kataku "Dan panggil aku hyung!"
"Ehehe, mianhae,"balas Sehun sambil nyengir (?) (Author demen amat bikin anggota EXO nyengir (?) :p)
"Ada apa sih?"tanyaku
"Begini hyung, tampaknya aku jatuh cinta dengan seseorang,"jawab Sehun
"Kau jatuh cinta? Dengan siapa?"tanyaku mulai tertarik, dan entah kenapa, waspada
"Luhan hyung! Kau tau Luhan hyung kan hyung?"tanya Sehun
Entah kenapa mendengar jawabannya aku merasa lega. Entah kenapa aku waspada ia menjawab orang lain, seperti… Kyungsoo hyung mungkin?
"Ne, aku tau Luhan hyung, jadi… kau menyukainya?"tanyaku
"Ne! Tentu saja! Aku sangat menyukainya, sangatt, bahkan mungkin aku mencintainya,"kata Sehun sambil tersenyum senang "Dan lagi, ia sangat mirip dengan Luhan gege,"
"Ahh, arraseo…,"
"Lalu bagaimana denganmu hyung?"tanya Sehun
"Maksudmu? Apa maksudnya bagaimana denganku?"tanyaku pura-pura tak mengerti
"Jangan pura-pura tak mengerti hyung!"kata Sehun "Baiklah, biar kuperjelas, apa kau memiliki perasaan sama sepertiku? Tapi yang pasti bukan kepada Luhan hyung, apa kau memiliki perasaan seperti itu hyung?"
"Ehh… Aku, aku…,"
"Haha, ne, ne, arraseo. Kau memiliki perasaan yang sama sepertiku, kepada Kyungsoo hyung kan?"tebak Sehun
"Ehh? Bagaimana kau tau? Ehh, maksudku…,"kataku salah tingkah
"Tentu saja aku tau hyung, kau itu sangat mudah ditebak! Kau selalu memandangi Kyungsoo hyung, kau tak dapat membiarkannya kelelahan, dan… ia juga mirip dengan Dio hyung,"
"Baiklah, baiklah, aku mengakui bahwa aku mulai 'sedikit' menyukai Kyungsoo hyung…,"kataku "Dan memang, ia mirip dengan Dio hyung, tapi sifat mereka berbeda. Dio hyung pendiam, dan senyumnya dapat memberi kehangatan pada semua orang, kalau Kyungsoo hyung… ia lebih banyak berbicara daripada Dio hyung, dan senyumnya, senyumnya dapat memberikan semangat,"
"Ne, ne, aku mengerti hyung,"kata Sehun "Berusahalah mendapatkannya, ne?"
"Ne, kau juga, Sehun-ah,"balasku "Dapatkan juga Luhan hyung,"
Kris POV
Aku masih terdiam di ruanganku meskipun para pegawaiku sudah pulang semua. Entah kenapa aku malas sekali pulang. Pulang kerumah yang besar, namun tak memiliki penghuni selain diriku. Rasanya aku malas sekali.
"Kris gege!"teriak seseorang sambil mengetuk-ngetuk pintu depan café-ku
"Siapa sihh?"gerutuku
Aku melangkah keluar dari ruanganku. Aku melihat kearah orang yang tadi memanggil-ku itu. Ehh? Itukan Yi Xing?
"Ahh! Akhirnya kau muncul juga ge!"kata orang itu, Yi Xing, dari luar pintu
"Ne, ne, ada apa sih?"tanyaku sambil membuka pintu "Dan tumben sekali kau muncul dihadapanku,"
"Ehehe, mian ge, beberapa bulan ini aku sibuk sekali! Maklum, aku kan sekarang sudah kuliah semester 4, sebentar lagi lulus,"kata Yi Xing
"Ne, ne, arraseo Yi Xing-ah,"balasku
"Ge! Jangan panggil aku Yi Xing! Sekarang aku sudah punya nama panggilan baru, Lay!"
"Jadi? Kau mau aku ikut memanggilmu Lay, begitu?"tanyaku
"Ne! Tentu saja! Memang kau kira aku memberitahu-mu hal itu untuk apa? Untuk kesenangan?"balas Yi Xing, ahh, maksudku Lay
"Baiklah, terserahmu,"balasku "Dan aku ulangi pertanyaan-ku, untuk apa kau datang kesini?"
"Aku hanya ingin melihat gege saja, tidak boleh? Dan aku juga mau minta uang jajan,"
"Uang jajan? Kau sudah kuliah! Apa kau tidak kerja sambilan?"tanyaku
"Tentu saja aku kerja! Kalau tidak kerja bagaimana caranya aku hidup nanti?"balas Lay
"Kau kerja sebagai apa memangnya?"tanyaku
"Aku kerja sebagai pelatih tari di salah satu studio tari, gaji-nya lumayan loh ge!"kata Lay
"Kalau gaji-nya lumayan kenapa kau meminta uang jajan padaku?"
"Gaji-ku itu sudah habis untuk keperluanku sehari-hari, seperti membeli pakaian, membeli sepatu tari, membeli makanan, pokoknya keperluanku lah ge!"kata Lay "Dan sekarang aku sudah tak punya uang lagi, jadi aku terpaksa minta padamu,"
"Kalau kau tak membeli sepatu tari itu mungkin sekarang uang-mu masih ada, Lay-ah,"kataku
"Tapi ge, aku harus membeli sepatu itu! Lebih enak untuk bergerak!"jelas Lay
"Terserahmu lah,"balasku "Ya sudah, sekarang ayo ikuti aku kalau kau mau uang jajan,"kataku
Lay mengikuti langkahku menuju ruanganku. Saat sampai didalam ruanganku, aku mengambil dompetku dan menyerahkan beberapa lembar uang pada Lay.
"Ini untukmu, kalau kau tak boros, mungkin uang ini akan masih ada sampai kau diberi gaji berikutnya,"kata Kris
"Ne, gomawo ge!"kata Lay "Aku pulang dulu ya ge,"
"Ne, hati-hati dijalan Lay,"
"Ne, bye bye ge!"
Baekhyun POV
Aku merebahkan tubuhku ini dikasurku. Huft, rasanya lelah sekali. Hari ini pengunjungnya cukup banyak. Tapi aku senang. Karena aku bisa bertemu Chanyeol.
Chanyeol. Yah, namja itu adalah namja yang sangat baik. Ia dapat membuatku tertawa saat aku sedang sedih. Walaupun ia gemar sekali meledekku, tapi ia baik hati. Jika aku marah padanya, pasti selalu ia yang minta maaf duluan. Dan entah kenapa, aku merasa… aku menyukainya.
"Ehh, apa yang kau pikirkan, Baekhyun-ah? Kau, menyukai Chanyeol?"kataku sambil berbisik di kata-kata terakhir
"Aku tak boleh menyukai-nya! Yahh, sebenarnya boleh juga sih… Tapi bagaimana kalau dia hanya menganggapmu sebatas teman saja? Itu akan menyakitkan sekali,"gumam Baekhyun "Ahh, auk ah, aku pusing,"
"Ehh, kau pusing kenapa hyung?"
Aku kaget mendengar suara itu. Kenapa tiba-tiba orang itu ada disini?
"Ehh, itu, aku…,"
"Kau tidak sakit kan hyung?"tanya orang itu
"Ani, aku tidak sakit, Chanyeol-ah,"balasku "Aku tadi hanya tiba-tiba pusing saja,"
"Ahh, syukurlah, kukira kau sakit hyung,"kata Chanyeol "Apa sekarang kau masih pusing?"
"Ani, aku sudah tidak pusing kok,"sahutku
"Baguslah kalau begitu. Oh ya hyung, ini kubawakan bulgogi untukmu. Aku tau daritadi siang kau belum makan,"kata Chanyeol sambil memberikan plastic berisi bulgogi padaku
"Ahh, gomawo Yeollie-ah,"kataku
"Ne, cheonmaneyo Baekki hyung! Ayo cepat makan bulgogi-nya!"kata Chanyeol bersemangat
"Ne, ne,"
-Next Day-
Kyungsoo POV
Aku terbangun di pagi hari karena mimpi buruk itu. Mimpi burukku berbeda dari biasanya. Kali ini, lebih menyeramkan. Aku, aku melihat namja itu, Kai, terbunuh dihadapanku. Seseorang melempar tombak sehingga mengenai namja itu dan menembus jantungnya. Aigoo, aku tak bisa menceritakan hal ini.
"Kyungsoo-ah, aku berangkat kerja ya! Aku sudah meninggalkan roti di meja makan, kau tinggal makan saja!"kata Suho hyung dari balik pintu kamarku
"Ne hyung!"
Aku beranjak dari tempat tidurku dan masuk kekamar mandi. Aku berusaha menghapus mimpi itu dari ingatanku. Tapi tidak bisa. Bayangan Kai yang tertusuk tombak itu selalu menghantui ingatanku.
Selesai mandi, aku buru-buru bersiap-siap untuk pergi ke café. Selesai siap-siap, aku berjalan keluar dari kamarku dan memakan roti yang telah ditinggalkan oleh Suho hyung. Beberapa hari ini memang aku jarang membuat sarapan. Itu karena mimpi menyebalkan itu membuatku bangun terlambat.
"Kyungsoo hyung!"panggil seseorang dari luar
Aku buru-buru menghabiskan rotiku, lalu buru-buru melangkahkan kakiku keluar. Ternyata, yang memanggilku tadi adalah, Kai?
"Kai? Ada apa?"tanyaku
"Ani, aku hanya ingin mengajak hyung berangkat ke café Kris hyung bersama-sama,"
"Memang kau tidak berangkat bersama Sehun?"kataku balik bertanya
"Ani, Sehun mau berangkat bersama Luhan hyung,"jawab Kai "Jadi bagaimana hyung? Mau tidak?"
"Emm, baiklah, aku mau,"jawabku sambil tersenyum
Kai terlihat sangat senang ketika aku mengiyakan ajakannya. Tapi tidak sampai dua detik, ia sudah merubah ekspresinya menjadi ekspresi biasanya
"Sebentar ya Kai, tunggu sebentar,"kataku
Aku masuk kedalam rumahku untuk mengambil tasku. Selesai mengambil tas, aku langsung menghampiri Kai.
"Ayo Kai, kita pergi,"ajakku
"Ne hyung,"balas Kai "Ehh, tunggu sebentar,"
"Waeyo?"tanyaku
Perlahan tangan Kai mendekati bibirku. Jantungku berdegup dengan kencang ketika ia melakukan hal itu. Lalu, jari Kai mengusap dengan lembut sebelah bibir-ku.
"Ada coklat didekat bibir-mu hyung,"kata Kai
"Ahh, ne, gomawo Kai,"kataku
"Ne, cheonma, sudah hyung, ayo jalan!"ajak Kai
Kami-pun berjalan menuju halte bus. Letak café Kris hyung memang cukup jauh, sehingga mengharuskan kami naik bus jika sampai sana. Mungkin jika kami jalan kaki, kami akan telat sampai sana.
Di jalan menuju halte bus, tangan Kai selalu menggenggam tanganku. Bahkan sudah saat masuk bus pun ia tetap menggenggam tanganku. Membuat jantungku terus saja berdegup kencang.
Didalam bus, penuh sekali dengan orang-orang. Aku dan Kai sampai terdorong-dorong ke samping karena-nya. Tiba-tiba, Kai melindungi tubuhku dengan tubuhnya (Gyahh Author bingung ngejelasinnya gimana, pokoknya adegan ini tuh kayak di bus-bus gitu ngerti ga? u,u) membuat pipiku langsung saja bersemu merah. Mana orang-orang terus saja mendorong-dorong dan membuat jarak antara kami makin kecil.
"Mian hyung, tapi aku takut kau terkena tubuh orang-orang dan akan menyakiti tubuhmu,"bisik Kai
"Ehh, ne, gwenchana,"balasku gugup
-SKIP-
Kami telah sampai didepan café Kris hyung. Jantungku masih saja berdegup kencang karena mengingat wajahnya yang sangat dekat itu. Matanya, bibirnya yang kissable…
"Gyaah! Apa yang kau pikirkan Do Kyungsoo?"
"Kau bilang apa hyung?"tanya Kai
"Ehh, aniyo, aku tak bilang apa-apa,"dustaku
"Ohh, ya sudah, ayo masuk hyung,"ajak Kai
Aku dan Kai berjalan memasuki café. Saat sampai didalam, sudah ada Chanyeol hyung, Baekhyun hyung dan Kris hyung. Wajah Chanyeol hyung langsung terlihat seperti menemukan sesuatu yang sangat menyenangkan untuknya.
"Ekhem, ciee yang datang berdua,"goda Chanyeol hyung
"Apa maksudmu, Chanyeol hyung?"
"Aigoo Kyungsoo-ah, jangan pura-pura tak tau dehh,"kata Baekhyun hyung
"Aishh, apa sih maksudmu hyung,"balasku kesal
"Sudahlah Kyungsoo hyung,"kata Kai
Kai tiba-tiba menarik tanganku dan menarikku ke dalam ruang pegawai. Aku yakin Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung akan langsung menggosip (?) tentang hal ini.
"Mian hyung kalau aku menarikmu terlalu keras,"kata Kai
"Ehh, kau tidak menarikku terlalu keras kok Kai,"balasku
"Syukurlah kalau begitu hyung, maaf aku menarikmu tiba-tiba, habisnya kau terlihat kesal sekali, jadi daripada kau terus-terus kesal berada disitu, jadi aku tarik saja kau kesini,"jelas Kai
"Ne, gomawo Kai,"kataku sambil tersenyum
"Err, cheonma hyung,"balas Kai
-SKIP-
Para pegawai sudah datang semuanya. Dan pengunjung juga mulai berdatangan. Dan hebatnya, baru buka saja sudah banyak sekali pengunjung yang datang!
Aku kewalahan membuat pesanan-pesanan yang datang dengan banyak sekali. Aku melihat didepan juga para pegawai semuanya kewalahan. Sampai-sampai Kris hyung ikut membantu mencatat pesanan dan mengantar pesanan. Lantas saja fans-nya Kris hyung langsung kesenangan karena melihat Kris hyung yang biasanya hanya duduk di dalam ruangannya, sekarang ikut turun tangan untuk melayani pengunjung.
Aku memperhatikan Luhan hyung yang terlihat sedikit kesal saat membuat pesanan. Ada apa dengannya?
"Luhan hyung, kenapa kau kesal?"tanyaku To The Point (TTP)
"Ani, aku tidak kesal,"balas Luhan hyung sedikit ketus
"Aigoo, jangan bohong padaku hyung, pasti kau sedang kesal, apalagi suara-mu itu terdengar ketus,"kataku
"Baiklah, baiklah, kau lihat Sehun?"tanya Luhan hyung
Mataku langsung mencari-cari Sehun. Akhirnya aku menemukan Sehun sedang berada ditengah-tengah fans-nya.
"Ne, aku melihatnya. Lalu kenapa hyung?"tanyaku bingung
"Aish! Aku merasa kesal karena Sehun dikelilingi oleh fans-nya!"jawab Luhan hyung kesal
"Ohh, ne, ne, arraseo… ciee, jadi sekarang kau menyukai Sehun, eoh?"godaku
Pipi Luhan hyung langsung memerah ketika mendengar pertanyaanku. Haha, gotcha!
"Emm, aku tak tau, ehh, maksudku, emm…,"kata Luhan hyung gugup "Yah, baiklah, aku memang menyukai Sehun,"
Aku langsung tersenyum senang. Sepertinya ada yang sebentar lagi menyusul Xiumin hyung dan Chen hyung nihh…
"Lalu bagaimana denganmu, Kyungsoo-ah?"tanya Luhan hyung membuyarkan lamunanku1
"Ehh? Apa maksudmu hyung?"tanyaku tak mengerti
"Tentu saja perasaanmu. Kau menyukai Kai kan?"tanya Luhan hyung
"Ehh… aku…,"kataku gugup "Darimana hyung tau?"
"Haha, tentu saja aku tau! Kau itu sangat gampang ditebak, Kyungsoo-ah! Kau selalu memandangi-nya, lalu saat ia berada didekatmu, pipi-mu pasti memerah,"jelas Luhan hyung "Apalagi namanya selain kau sedang menyukainya?"
Pipi-ku langsung memerah mendengar penuturan Luhan hyung. Luhan hyung terlihat seperti menahan tawa ketika melihat pipi-ku yang memerah.
"Hey, kerja, kerja, jangan mengobrol saja,"kata Kris hyung yang tiba-tiba sudah berada dihadapan kami berdua
"Siapa juga yang mengobrol saja? Kami juga kerja kok! Lihat dong pesanan-nya sudah hampir separuh-nya selesai!"protes Luhan hyung
"Terserah lah,"balas Kris "Oh ya, mana pesanan meja nomor 5?"
"Hmm, waffle dan green tea latte kan?"tanyaku "Kalau itu, berarti yang ini,"
"Ahh, benar, sudah ya, ingat! Jangan mengobrol terus!"kata Kris hyung sebelum berjalan mengantarkan pesanan
Kris POV
Ahh, kenapa aku jadi harus ikut-ikut bekerja seperti mereka? Padahal aku berniat untuk menelfon Tao tadi. Tapi aku takut pengunjung akan pergi karena terlalu lama dilayani.
Ahh, pengunjung-pengunjung itu tidak mungkin pergi. Menurut mereka, semakin lama malah semakin baik. Jadi mereka dapat makin lama memperhatikan wajah-wajah pegawai-ku itu. Jadi lebih baik aku takut pengunjung-pengunjung baru akan kehabisan tempat karena pengunjung sebelumnya sengaja memperlama acara makan mereka.
"Ini pesanannya, selamat menikmati,"kataku sambil tersenyum
"Ahh, kamsahabnida,"
"Ne, cheonmaneyo,"balasku
Aku berjalan ke tempat Kyungsoo dan Luhan hyung untuk mengambil pesanan lain. Aku memperhatikan sekeliling. Ada Chanyeol yang sedang mencatat pesanan, ada Baekhyun yang sedang diajak mengobrol oleh salah satu pengunjung, ada Xiumin hyung yang sedang berdiam di pojokkan sambil terlihat menelfon seseorang, dan taruhan denganku, ia pasti sedang menelfon Chen. Lalu ada Kai dan Sehun yang sibuk mondar-mandir mendapat panggilan dari fans mereka. Bahkan aku melihat tangan mereka berdua penuh dengan hadiah. Omo, jadi ingat Tao. Ia kan saat ada masih di Korea dulu, hampir setiap hari selalu memberikanku hadiah.
Aishh, kapan sih Tao selesai kuliah? Aku sudah rindu untuk bertemu dengannya…
Kyungsoo POV
Aku memperhatikan Kai yang daritadi sibuk mondar-mandir dipanggil fans-nya. Aishh, sekarang aku merasakan apa yang dirasakan oleh Luhan hyung. Aku kesal. Entah kenapa. Padahal Kai kan bukan siapa-siapa ku, ani, maksudku aku bukan siapa-siapa-nya Kai.
Tiba-tiba namja yang sedang kupikirkan itu berada dihadapanku. Sontak aku langsung kaget melihatnya.
"Kenapa kau ada disini?"tanyaku
"Aku, aku mengikuti Sehun,"jawab Kai
Aku melihat kearah Luhan hyung. Tampak dihadapannya sedang ada Sehun yang terlihat mengeluh dihadapan Luhan hyung. Dan kulihat Luhan hyung mulai mengelus-elus rambut Sehun. Entah maksudnya apa.
"Kyungsoo hyungg, aku lelah,"keluh Kai yang membuatku memusatkan penglihatanku padanya
"Lelah? Lelah kenapa Kai?"tanyaku
"Lelah hyung, lelah mondar-mandir kesana kemari karena terus dipanggil-panggil,"
"Itu kan karena kau banyak penggemar-nya Kai, makanya mereka terus memanggilmu karena ingin memberikanmu hadiah, mengobrol denganmu, atau sekedar melihatmu dekat mereka,"kataku
"Iya sih hyung, tapi tetap saja, mereka membuatku lelah,"kata Kai
"Ya sudah, kau…,"
Saat aku ingin meneruskan kata-kataku, tiba-tiba saja Kris hyung datang dan langsung menjitak Kai dan Sehun. Langsung saja, Kai dan Sehun mengaduh dan langsung mengusap-usap kepala mereka karena kerasnya jitakkan yang Kris hyung berikan.
"Sakit hyung!"protes mereka berdua serempak
"Kenapa kau menjitak kepala kami?"kata mereka, serempak lagi
"Jangan mengajak ngobrol Luhan hyung serta Kyungsoo! Kau hanya mengganggu pekerjaan mereka!"kata Kris hyung
"Mereka tidak mengganggu, Kris-ah,"kata Luhan hyung "Lihat saja, seluruh pengunjung sudah mendapatkan makanan mereka kok, jadi kami juga tidak ada kerjaan,"
Kris hyung terlihat kehabisan kata-kata. Akhirnya ia hanya mengedikkan bahu dan langsung berjalan keruangannya.
Setelah Kris hyung pergi, Sehun langsung melanjutkan acaranya (?) dengan Luhan hyung. Kai terlihat menatap mereka dengan pandangan, iri mungkin? Entahlah.
"Kyungsoo hyung, lihat mereka,"kata Kai
"Ne, aku sudah melihat mereka sedari tadi, Kai-ah,"balasku
"So sweet ya mereka berdua hyung, aku jadi pingin…,"kata Kai
"Ehh? Kau ingin seperti mereka? Dengan siapa?"
"Tentu saja dengan hyung!"jawab Kai spontan
Aku tentu saja kaget karena jawabannya. Dan lagi-lagi, pipiku bersemu merah karenanya.
"Ahaha, pipi-mu merah hyung! Kenapa? Malu ya karena perkataanku?"goda Kai
Aku ingin menjawab 'tentu saja, bodoh!' tapi entah kenapa aku tak bisa mengeluarkan suara apapun. Aku terlalu malu, mungkin. Dan Kai yang melihatku terdiam hanya tertawa pelan.
"Hyung, kau suka es krim kan?"tanya Kai tiba-tiba
"Es krim? Ne, aku suka, suka sekali malahan, memang kenapa?"
"Begini hyung, aku hari Minggu rencananya mau ke toko es krim langgananku, kau mau ikut tidak denganku?"
"Ehh? Kau mengajakku? Kenapa kau tak mengajak Sehun saja?"tanyaku
"Sehun sudah punya acara sendiri hyung. Memang kenapa, hyung tak mau ya?"tanya Kai, dan entah benar atau tidak, aku mendengar nada kecewa disuaranya
"Ehh, tentu saja aku mau! Kenapa aku bisa tidak mau?"jawabku
"Jinja? Hyung benar-benar mau?"tanya Kai
"Ne, aku benar-benar mau ikut bersamamu Kai,"
Seketika, aku melihat wajah Kai lebih cerah (?) atau semacam itu. Ia terlihat sangat senang ketika aku menerima ajakkannya. Bahkan ia tidak seperti tadi, yang baru sebentar saja sudah mengubah ekspresi-nya menjadi dingin kembali. Sekarang ia terlihat benar-benar senang.
"Ya sudah, jam sembilan hyung sudah harus siap ya! Aku akan menjemputmu, jangan kemana-mana loh Hyung! Ingat!"kata Kai
"Ne, ne, arraseo Kai-ah,"kataku sambil tersenyum
"Baiklah, aihh, aku tak sabar menunggu hari Minggu!"
Author POV
Seorang namja-atau yeoja?- tersenyum melihat pemandangan dihadapannya. Entahlah, sepertinya bukan tersenyum. Ini lebih terlihat seperti senyuman licik. Ia tersenyum melihat bagaimana seorang namja terlihat senang karena ajakkannya diterima oleh seseorang yang disukainya.
"Akan kubiarkan kau bersenang-senang kali ini, tapi waspada, akan kubuat kalian kehilangan lagi, Kim Jong In, Oh Se Hoon"kata namja itu "Dan kalian juga, Do Kyungsoo serta Xi Luhan…,"
-TBC-
Nah loh, siapa tuh namja atau yeoja yang diterakhir-akhir? Readers bisa nebak kah? Nah, gimana pendapatnya soal Part 2 ini? Gaje ya? Pasti dong .-. yah segaje apapun Fic aku, boleh aku minta review? Oh ya, makasih yang udah review di part sebelumnya. Sekarang aku mau bales review yaa xD
BabySuDo: Bener kan kataku? u,u mian ya chingu kalo alurnya kecepetan, maafkan otakku ini yang bikin alurnya kecepetan (?). Kai-nya mati ga ya? Liat aja di chapter-chapter terakhir xD Yang terakhir, udah terjawab di awal FF ini kan? Hehe. Ini udah dilanjut. Makasih reviewnya ya :)
Jin Ki Tao: Lay udah muncul kok chingu, liat aja di chapter ini xD Haha iya, soalnya aku mau bikin TaoRis LDRan dulu, maklum lagi ngambek ama Kris (?) Tapi tenang aja, aku juga TaoRis Shipper tingkat akut kok, jadi dichapter-chapter selanjutnya bakal aku banyakkin TaoRis moment xD aku juga ga tau kenapa dia mimpi begituan mulu #ehh *gubrakk bikin jelly? Maksudnya? Ehehe. Ini udah dipost next part-nya ^^ Makasih ya review-nya :)
kimhyunshi: Aku juga KaiDo shipper tingkat akut xD Kalau gitu, aku orang ketiga diantara mereka (?) *digebukin KaiDo Shipper* Haha iya, itu Lay oppa x-x maafkan otak aku yang bikin cara ketemu mereka itu sungguh ga elit x-x gomawo xD *hug n kisseu back*
Makasih yang udah review chapter 1 Begin With A Dream xD *hug n kisseu*
