Secret Story

.

RunaPandaKim

Main Cast: - Huang Zitao (Tan Zitao)

- Wu Yi Fan

- Park Chanyeol

- And other

Genre: Drama, crime and little romance

Rate: T

Disclaimer: Semua cast adalah milik keluarga masing-masing. Saya hanya meminjam mereka untuk kelangsungan FF yang sedikit absurd ini.

Summary: Seorang nerd yang menyembunyikan jati diri yang sesungguhnya demi janji yang telah dibuatnya. Bertemu dengan orang-orang tak terduga yang akan merubah hidupnya.

Warning: BL/ BoysLove / Shonen AI. Typos. Don't read if you hate YAOI. Aneh, alur cerita berantakan.

.

.

Happy Reading~

.

.

.

.

Langkah kaki tegas terdengar disepanjang lorong rumah sakit, memecah kesunyian yang tercipta karena malam semakin larut. Udara yang semula hangat karena penghangat yang terus menyala sejak sore mendadak menjadi dingin. Aura negatif yang ditimbulkan menyebabkan anjing-anjing diluar melolong bersahutan. Arwah-arwah penasaran berkumpul membentuk barikade tak kasat mata. Mengelilingi sosok yang terus berjalan tegap dengan mata semerah darah. Membuat bulu-bulu roman berdiri seketika. Tetapi sayang sekali hal itu hanya ada didalam fikiran author saja *ditimpuk readers*

Namja tinggi -kelewat tinggi- berambut blonde, bertubuh proporsional, berwajah stoic -sangat tampan- bernama Wu Yifan atau Kris, tengah dikerumuni kabut kemurkaan. Empat anak buahnya dua jam yang lalu ditemukan sekarat didalam wilayah kekuasaannya. Tidak ada tanda-tanda bekas senjata tajam maupun benda tumpul. Perkelahian itu murni hanya dengan tangan kosong. Kemungkinan terbesar yang menyerang keempat anak buahnya adalah kelompok lain yang tanpa seizinnya masuk kedalam wilayahnya dan berkelahi dengan empat anak buahnya hingga mereka sekarat karena kalah jumlah.

Kemungkinan lain karena adanya seorang yang tak sayang nyawa mencoba bunuh diri dengan mengumpankan dirinya pada empat namja bertubuh besar. Tetapi gagal karena yang sekarat adalah anak buahnya. Baiklah lupakan kemungkinan yang kedua.

Kris memasuki salah satu kamar dimana anak buahnya dirawat. Salah satu dari keempatnya sudah mulai sadar. Kris menatapnya tajam.

"Bisa jelaskan pada ku kenapa kalian bisa tidur nyenyak di dalam gang sempit?"

Tanya kris dengan aura mengintimidasi yang pekat. Anak buahnya menunduk, takut dengan tatapan jajam Kris yang sewaktu-waktu dapat membunuhnya.

"Seorang pemuda.. tingggi.. dengan hoodie hitam.. Tiba-tiba saja dia datang saat kami sedang.. menggoda seorang yeoja.. lalu kami berkelahi hingga seperti ini" jawab anak buahnya sedikit tersendat.

.

.

FLASH BACK

Seorang pemuda bersenandung pelan sambil menggangguk-anggukkan kepalanya mengikuti alunan lagu RnB yang terdengar dari headsetnya yang tertutup tudung hoodie hitam. Tangan kanannya senantiasa memegang ice cream cone coklat dan tangan kirinya dimasukkan kedalam saku celana. Langit senja diarah barat tampak menawan dengan gradasi orange, biru tua dan hitam membaur membentuk lukisan terindah ciptaan tuhan. Udara yang siang tadi terasa hangat berangsur-angsur sejuk. Membuat perasaan damai pada setiap makhluk ciptaan-Nya. Begitu pula sang pemuda yang tampak menikmati suasana senja menjelang malam dipinggiran kota.

"Lepaskan! Toloonngggg!"

Langkahnya terhenti seketika saat melihat empat orang namja bertubuh besar mengelilingi seorang yeoja yang tampak ketakutan tak jauh dari tempatnya berdiri. Sang pemuda menghela nafasnya dan terus berjalan.

"Nona, dari pada kau kenapa-kenapa lebih baik turuti kami. Kami tak ada niat jahat."

Kata salah satu namja bertubuh besar. Teman-temannya tertawa keras. Yeoja itu terlihat semakin ketakutan.

"Ayo ikut saja dengan kami. Kau tak akan menyesal."

Kata-kata yang jelas sebuah dusta terlontar begitu saja dari mulut namja bertubuh besar lainnya disertai seringaian mesum. Namja itu menarik tangan yeoja tadi dengan tidak sabaran karena tak kunjung mendapat jawaban.

GREP

Seseorang menahan tangannya. Sang pemuda melepaskan cengkraman namja bertubuh besar dari tangan yeoja tadi dengan mudah.

'Sejak kapan bocah ini disini?' batin keempat namja bersamaan. Tak terkecuali yeoja yang tadi digodanya.

"Ahjussi. Noona ini tak ingin pergi denganmu." Pemuda itu menatap yeoja yang masih terlihat ketakutan."Noona pergilah, kka!"

Keempat namja bertubuh besar menggeram marah melihat mangsanya kabur. Salah satu dari mereka mencengkram erat bahu sang pemuda.

"Jangan harap kau bisa pulang dalam keadaan utuh." Desis yang lainnya berbahaya. Pemuda itu tersenyum tipis.

"Tenang saja. Aku akan menggantikannya bersenang-senang."

KREK

"Arrrrgggggg..."

Teriakan melengking diiringi suara tulang patah terdengar jelas dari namja yang mencengkram bahu pemuda tersebut. Dengan mudahnya sang pemuda mematahkan pergelangan tangan yang dua kali lebih besar dari pergelangan tangannya. Namja itu meraung kesakitan sambil memegang tangannya yang patah. Untung saja kejadian ini terjadi dipinggiran kota sehingga tak akan menarik perhatian. Sang pemuda yang sebagian wajahnya tertutup hoodie tampak senang. Seringaian tampak jelas terpahat dibibir tipisnya.

Angin seketika berhembus dingin, seperti menandakan adanya sesuatu yang akan terjadi nanti. Dan hari itu benar-benar menjedi mimpi buruk bagi keempat namja bertubuh besar karena telah menawarkan kesenangan yang telah lama tak dirasakan sang pemuda. Bulan purnama yang baru saja menampakkan dirinya dilangit timur turut menjadi saksi bisu keganasan sang pemuda.

FLASH BACK END

.

.

Kris memijat pelipisnya yang terasa sakit. Tak disangka perkiraannya yang kedua benar-benar terjadi. Empat anggota mafia bertubuh besar dan berotot dikalahkan seorang pemuda tak dikenal didaerah kekuasaannya. Sungguh memalukan!

"Segera temukan pemuda itu dalam keadaan hidup dan bawa kehadapan ku!"

"Baik!"

Perintah Kris yang segera dijawab oleh anggota lainnya yang ternyata dari awal mengikutinya dari belakang.

Wu Yifan atau Kris Wu, generasi kedelapan keluarga Wu yang saat ini memimpin kelompok mafia Red Dragon serta kasino dan bar yang tersebar diseluruh Korea. Walau usianya yang terbilang dini, Kris dapat melanjutkan usaha turun temurun keluarganya dengan baik. Bahkan semakin baik dan semakin besar.

Ayahnya meninggal tahun lalu saat dua hari sebelum Kris menginjak usia 18 tahun, meninggalkannya sendiri bersama seorang yeoja paruh baya yang tetap terlihat muda dan cantik diumurnya yang hampir kepala lima. Muda, kaya, jenius, bertangan dingin dan juga tampan. Satu kata yang menggambarkan seorang Kris, PERFECT!

Sayang dirinya tak tertarik untuk menjalin sebuah hubungan dengan siapapun.

'Tak ada yang menarik'

Adalah alasan yang selalu keluar tiap kali sang eomma bertanya masalah cinta pada anak tunggalnya.

.

.

.

.

Lima hari tepat setelah kejadian ditemukannya keempat anak buahnya yang sekarat. Belum ada laporan yang masuk tentang pemuda yang menyerang anak buahnya. Petunjuk yang ada hanya sang pemuda memakai hoodie berwarna hitam dan tinggi tak jauh berbeda dari tinggi Kris. Tak ada yang melihat wajahnya karena tertutup tudung hoodie.

Kris menggeram kesal. Padahal dia berencana mengajak pemuda itu bergabung dalam kelompok mafianya. Akan sangat menguntungkan baginya bila ada orang setangguh itu masuk dalam kelompoknya. Kris menghela nafas. Mungkin dirinya harus sedikit bersabar untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Kris terus berjalan menuju toilet dilantai satu setelah menghabiskan waktu istirahatnya dikantin dengan anak buahnya disekolah. Tiba-langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang dikenalnya berdiri ditengah lapangan.

"Park bodoh" sosok yang dikenalnya mengambil posisi sambil memasang kuda-kuda akan melempar bola kedalam ring. Siswa kelas satu rupanya belum selesai pelajaran olah raga.

BLUSH

Masuk. Bola itu meluncur dengan mulus kedalam ring, disusul sorak-sorakan gembira dari teman satu grupnya. Kris menaikkan satu alisnya saat melihat Chanyeol -sepupu Park bodohnya- tersenyum lebar sambil memandangi seseorang dibangku penonton. Dialihkan pandangan Kris pada sosok namja dengan rambut hitam serta poni panjang menutupi matanya yang duduk dibangku paling ujung. Duduk sendiri sambil sesekali menguap lebar.

"Nugu?"

.

.

TBC

Mian ceritanya nggak sesuai harapan. Tapi author belum mau ngasih tau siapa Tao sebenarnya. hehe :D

Gomawo yang udah mau baca, reviewnya ditunggu demi perkembangan FF :)