Summary: Sakura diperlakukan seperti pembantu dirumahnya jika Tousannya tidak dirumah. Sakura sangat menyukai Sasuke yang merupakan 'Pangeran' di Konoha High School. (Saya nggak pandai buat summary, Un)
Ok, Balas Review dulu:
Kagoyama Hanasaki:
Baiklah, saya akan memperpanjang ceritanya.
Terima kasih buat dukungannya.^^
TamariUchiha Slight YuliHaruno:
Saya akan memperbaiki alur ceritanya…
Nanti saya kunjungi fic Tamari-senpai…
Thanks.
dorkzwahyu:
Salam kenal juga, thor!
Blue Fairy Ocean:
Terima kasih banyak ya, senpai!
The Cinderella's Story: A song
Disclaimer: Naruto dan kawan-kawan bukan milik saya, Un
Character: Sasuke and Sakura
Rated: T (Saya tidak berani membuat rate M)
Genre: Romance/Friendship
Don't Like, don't read, and Please press the back button.
Chapter 2
"Sakura, ayo ikut dengan kami." Perintah Tayuya. "Ta…tapi…" Karin menggebrak meja Sakura. "Ini perintah!" Sakura mengangguk pasrah.
Didepan Toilet wanita….
"Kau pasti sudah dengar berita tentang Pesta Topeng itu kan?" Tanya Karin dengan nada tinggi. "I…iya, lalu ada apa?" Tanya Sakura takut-takut. "Kau tidak diizinkan pergi!" Sakura terkejut bukan main. "Ke…kenapa?" Tanya Sakura. "Aku tak mau kau dilihat disana!" Kata Tayuya. "Hhh, baiklah." Jawab Sakura pasrah. 'Biar kalian berkata begitu, aku akan datang bersama Ino.' Batin Sakura percaya diri. "Hhh, yasudah! Kembali kekelas!" Perintah Karin.
Dikelas…
"Sakura, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Ino dengan nada khawatir. "Aku tak apa-apa, Ino." Kata Sakura. "Kau tetap pergi 'kan?" Bisik Ino. Sakura mengangguk. "Syukurlah! Hhh, ok kalau begitu, besok setelah pulang sekolah, aku akan kerumahmu, ok!" Kata Ino dengan nada yang sangat pelan dan cukup didengar oleh Sakura. Sakura mengangguk lagi.
Ditempat Sasuke dkk…
"Teme, kau benar-benar menyukai 'dia'?" Tanya Teman kuningnya. "Hn" Gumam Sasuke. "Bagaimana kalau kau tembak dia saat pesta besok?" Usul Naruto. "Ide yang bagus. Tapi, aku harus hati-hati, jangan sampai aku salah tembak!" Kata Sasuke. "Oh iya, seperti waktu di SMP dulu 'kan? Padahal kau mau menembak Shizuya, tapi malah nembak Aoi karena sama, hahaha." Kata Naruto sambil tertawa. "Cukup dengan tertawamu, dobe. Kesalahan itu juga karena kau kan?" Kata Sasuke kesal. "Iya iya, aku minta maaf deh, hehehe." Kata Naruto sambil nyengir.
"Untung saja, kau sudah memutuskan Aoi. Kalau tidak, apa kata dunia!" Lanjut Naruto masih dengan cengirannya. "Hn, terserah apa maumu Naruto." Naruto tambah lebar cengirannya. "Wah, teme telah memanggilku dengan namaku!" Kata Naruto senang. Sasuke hanya memutar matanya bosan. "Sasuke, sepertinya dia memperhatikanmu!" Kata Naruto. Sasuke langsung mencari orang yang disebut 'dia'. "Wah, merah muka dua-duanya!" Kata Naruto sambil tersenyum lebar. Sasuke memalingkan wajahnya. Naruto beranjak dari kursinya menuju tempat yang dimaksudkan dengan 'dia'
"Hai, kenapa mendangi teme terus? Kau naksir ya?" Goda Naruto. Gadis itu makin blushing saat mendengar nama Sasuke. "Da…darimana kau tau?" Ujar gadis itu malu-malu. "Hahaha, Feeling seorang sahabat Sasuke." Kata Naruto bangga. "Yasudah, aku pergi dulu ya! Ng, kau datang ya di pesta topeng dirumah Sasuke-teme." Kata Naruto. "Akan kuusahakan." Ujar gadis itu. Naruto melambaikan tangannya kearah gadis itu. (Siapa gadis itu? Saya juga nggak tau!#PLAK)
"Apa yang kau bicarakan padanya sampai membuat dia blushing?" Tanya Sasuke ketus. "Wow, wow, tenang dulu teme! Aku hanya membicarakan tentang pesta itu kok! Dan…" Sasuke makin penasaran lanjutan perkataan Naruto. "Dan aku membicarakan tentangmu!" Bisik Naruto. Sasuke langsung menjitak kepala Naruto. "I..itte! Kenapa dijitak sih? Sakit tau!" Ketus Naruto sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Oh, kupikir enggak!" Kata Sasuke dingin. "Widih~Teme marah nih! Ah~takut~" Kata Naruto dengan nada yang dibuat-buat.
Buk
"I…itte!" Teriak Naruto sambil memegang kepalanya lagi. "2 kali dijitak, kau piker nggak sakit apa?" Ketus Naruto sambil memegang kepalanya. "Memang nggak sakit!" Jawab Sasuke seenaknya.
Buk
"Apa-apaan kau, dobe?" Bentak Sasuke sambil memegang kepalanya. "Itu balasan karena kau sudah menjintak kepalaku 2 kali!" Kata Naruto mayun. "Tch" Sasuke hanya mendeecih. "Oh ya, ngomong-ngomong, Hinata-chan pasti kau undang kan?" Tanya Naruto. Sasuke mengangguk. "Yeees!" Kata Naruto girang. "Hmm, berarti Karin dan Tayuya juga pasti kau undang?" Tanya Naruto. "Hn."
Ditempat Sakura dan Ino…
"Kau kenapa, Ino?" Tanya Sakura pada Ino yang merupakan sebangkunya. "Ng, sepertinya, Sasuke suka sama seseorang yang mirip denganmu, deh!" Kata Ino. "Benarkah? Siapa? Sayaki?" Tanya Sakura dengan nada rendah. "Maybe. Ng, bagaimana, nanti dipesta kau menyanyikan sebuah lagu untuk Sasuke? Suaramu kan bagus!" Usul Ino. "Entahlah, Ino. Aku malu." Kata Sakura sambil menyembunyikan wajahnya. "Nggak usah malu! Kau kan menggunakan topeng." Kata Ino girang. "Benar juga. Akan kuusahakan." Kata Sakura semangat. "Semangat, Sakura!" Kata Ino. "Thanks, Ino. Oh ya, bagaimana, hari ini kau kerumahku!" Kata Sakura semangat. "Boleh, sekalian kita bicarakan tentang besok." Sakura mengangguk mantap.
"Konnichi-wa minna-san." Sapa Kurenai. "Konnichiwa, sensei!" Kata Murid kelas XII-A
Kita skip sampai mereka pulang, Author lagi malas menulis.
"Sakura, ayo!" Teriak Ino. Sakura mengangguk.
Sesampainya di Kediaman Haruno…
"Ino, kita masuk lewat jalan rahasia aja ya!" Bisik Sakura. "Kenapa? Kan kita bisa masuk lewat jalan biasa!" Kata Ino dengan nada pelan. "Hhh, kau lupa ya? Memang ini rumahku, tapi rumah ini sudah dikuasai oleh Mizumi-sama. Dan, Mizumi-sama tidak memperbolehkan aku membawa teman kerumah, kecuali anak-anaknya!" Kata Sakura serius. "Oh iya ya, kenapa aku bisa lupa? Hmm, terus, masuk lewat jalan rahasia, kita langsung ada dimana?" Tanya Ino penasaran. "Langsung kekamarku." Jawab Sakura. "Apa Cuma kau yang tahu jalan ini?" Tanya Ino lagi. Sakura mengangguk.
"Bagaimana bisa kau tau ini jalan pintas?" Tanya Ino lagi. (Banyak tanya loe, Ino!-ditendang-) "Dulu, waktu masih kecil, aku pernah jatuh dan masuk kesini. Ternyata, jalan ini, jalan menuju ke kamar lantai 2, sebelum kamarku yang sekarang." Jelas Sakura. "Ooh, begitu." Kata Ino. "Kaa-san juga tau jalan ini!" Kata Sakura lirih. "Hah! Wanita mata duitan itu?" Tanya Ino kaget. "Ya bukanlah! Orang kaa-san kandungku!" Kata Sakura sambil tersenyum. Ino hanya ber-oh-ria.
"Yaudah, masuk yuk!" Ino mengangguk.
Di Kamar…
"Mau pakai baju apa kira-kira?" Tanya Ino pada Sakura sambil membuka lemari pakaian Sakura. "Pokoknya, pakaian yang bertudung. Kalau lensa mata, jangan deh! Tetap begini saja!" Ujar Sakura sambil memungut baju yang Ino lempar. "Baiklah. Hmm, coba kulihat…" Kata Ino sambil terfokus pada lemari pakaian Sakura. "Yup, ketemu!" Kata Ino girang. "Ssst, Ino, suaramu kecilkan lagi! Bisa-bisa ketahuan Mizumi-sama, atau Karin-sama dan Tayuya-sama." Kata Sakura. "Ups, sorry. Sakura, bagaimana dengan pakaian ini!" Usul Ino. Sakura melihat dengan seksama. "Da…darimana kau dapat pakaian itu?" Tanya Sakura tak percaya.
"Dilemari itu! Memangnya kenapa sih?" Tanya Ino heran. "I…itu pakaian Kaa-san yang telah lama hilang." Jawab Sakura masih tak percaya. "Oh ya? Kurasa, baju itu memang disembunyikan Kaa-sanmu. Mungkin Kaa-sanmu tahu kalau hal ini akan terjadi." Kata Ino sambil tersenyum. "Itu tak mungkin!" Ino langsung menghela nafas. "Mungkin saja. Kaa-sanmu mungkin punya Feeling yang kuat." Kata Ino.
"Mungkin saja. Ini pakaian yang suka kaa-san gunakan kalau ada pesta." Kata Sakura. "Pakaian itu cocok sekali denganmu, Sakura." Ujar Ino. Sakura mengangguk. "Ino, terima kasih karena sudah menemukan baju ini." Kata Sakura sambil tersenyum lembut.
"Iya, sama-sama." Kata Ino.
To Be Continued
Chapter 2 is completed
Kalau chapter ini lebih jelek dari chapter 1, mohon dimaafkan
Sepertinya chapter ini pendek ya?
Maaf, saya membuatnya dengan sangat terburu-buru karena waktu terbatas.*Bungkuk-bungkuk*
Nanti saya memperpanjang di Chap 3.
Review lagi ya!
