Halo kembali lagi kita bertemu~

Maafkan saya chapter sebelumnya mebuat readers kecewa karena terlalu pendek. Itu karena semmenyen keburu ilang duluan sebelum saya berhasil menyentuh laptop

Baiklah cukup sudah basa basinya~

Pairing: RokuNami

WARNING: OCC, OC (mungkin akan saya tambahkan sebagai karakter tambahan), ANCUR, ANEH.

DICLAIMER: saya bukan yang punya KH, kalo saya yang punya saya bakalan masukin triangle love (VenNamiRox)

Chapter 2: Who are You Namine?

"dia adalah Namine Dowsen dari perusahaan yang terkenal di Destiny Island" jelas kak Ventus sambil memberikan foto orang yang dia maksud.

"eh?" gumamku sambil mengambil foto yang ada ditangan kak Ventus.

"apakah wajah gadis itu mirip dengannya?" Tanya kak Ventus sambil melihatku dari kaca.

Aku memperhatikan foto itu lekat-lekat, dan benar gadis yang ada di foto itu sangat mirip dengan gadis yang berada di mimpiku. "sangat mirip" jawabku.

"kau ingin bertemu dengannya?" Tanya kak Ventus lagi.

"eh, Nii kenal dengannya?" akau balik bertanya.

"ya, kalau kau mau nanti sore kau bisa bertemu dengannya" ujar kak Ventus.

"serius? Nii?" tanyaku lagi.

"ya" jawabnya singkat.

-skip time author kehabisan ide-

Saat berjalan menuju kelas seusai istirahat kepalaku terasa berat dan sakit, Sora yang dari tadi bersamaku menjadi cemas melihatku terus memeganggi kepalaku.

"Rox, kau nggak apa-apa kan?" tanyanya khawatir.

"aku ngg—" kalimatku terputus, aku terjatuh ke lantai dan pingsan (Author: kok bisa tau pingsan?)

Aku terbangun disebuah ruangan yang sangat gelap. Aku mencoba untuk berdiri tapi sayangnya itu sia-sia. Badanku terasa sangat berat dan kepalaku sangat sakit. Ruangan tempat aku berada sekarang sangat aneh, tak ada jendela atau pintu. Aneh sekali. Tiba-tiba ada seseorang memanggilku.

"Roxas…" panggilnya.

"si-siapa itu?" aku menoleh ke segala arah tapi tidak ada siapa-siapa.

"kau sudah lupa siapa aku?" tanyanya dengan nada sedih.

"siapa kamu?, aku tidak mengenalmu, tunjukkan dirimu" aku menyuruhnya untuk menunjukkan dirinya.

"ini aku…"ujarnya sambil perlahan-lahan menampakkan dirinya dan tubuhnya dikitari cahaya. "Namine" lanjutnya.

"Namine?" aku menyebut namanya dengan nada bertanya.

"ya, Namine" ujarnya.

"apakah kau yang selalu ada dimimpiku? Gadis kecil yang menangis saat kepindahanku?" aku bertanya-tanya padanya.

"kau harus cari jawabanya sendiri, Roxas" bisiknya padaku.

"caranya? Bukankah kau adalah gadis itu?" tanyaku dengan raut wajah semakin bingung.

"aku memang dia, tapi aku hanyalah bayangannya, kau harus bertanya padanya, Namine yang sesungguhnya" jelasnya. Entah kenapa tubuhnya mulai transparan. Apakah aku akan bangun dari pingsanku? Apakah yang dimaksud dari Namine tadi?.

"Roxas, semua jawaban ada dihatimu dan dimemorimu cobalah ingat dia" kalimat terakhir yang terucap dari bibirnya sebelum dia menghilang.

"aku mengerti Namine" gumamku.

Terdengar suara orang-orang yang memanggilku. Aku segera tersadar dan bangun karena suara yang mereka timbulkan.

"syukurlah kau bangun Roxas" ujar Sora sambil memelukku. "kukira kau akan mati" lanjutnya.

"kau terlalu berlebihan Sora" ledek Kairi yang ada disampingnya.

"dimana ini?" tanyaku bingung melihat ruangan sekitar.

"ya tentu saja di UKS, bodoh" ujar mereka bersamaan.

"hahaha.." aku tertawa dengan dipaksakan. Memang aku belum pernah masuk UKS, sama sekali tidak. Itu semua karena staminaku yang baik. Tapi memang belakangan ini aku jadi sering sakit. Entahlah apa yang sedang terjadi pada dunia.

"Rox kau sadar kau sudah pingsan berapa lama?" Tanya Sora.

"tidak.." jawabku pelan. 'tentu saja aku tidak tahu bodoh, aku kan sedang pingsan' gumamku kesal dalam hati.

"sudah 3 jam dari seusai istirahat sampai sekarang" bisik Sora.

"HAH?" aku terlompat karena kaget sekali. "gawat aku sudah meninggalkan 3 mata pelajaran!" teriakku dengan panik.

"tenang kau boleh nyali catetanku kok" tawar Kairi.

"benarkah? Terima kasih Kai.." aku memeluknya saking senangnya.

-skip time again, sepulang sekolah-

Akhirnya pulang juga. Setelah melewati hari yang sekolah kami kembali dijemput oleh kak Ventus. Ia akan mengatar kami ketempat simana gadis bernama Namine Dowsen itu berada. Tapi sebelum kami kesana tentunya kami pulang ke rumah dulu untuk berganti baju. Kenapa? Karena tenpat yang akan kami kunjungi adalah tempat yang resmi dan harus menggunakan pakaian resmi juga.

"kalian sudah selesai berganti baju?" Tanya kak Ventus dari luar kamar kami (A/N: Sora & Roxas).

"sebentar lagi Nii" jawab kami bersamaan.

"buruan ya, kita akan segera berangkat"

"iya Nii"

Seusai kami berganti baju kami langsung turun ke lantai bawah untuk bertemu dengan kak Ventus, Riku dan Kairi. Mereka juga penasaran tentang gadis di mimpiku itu. Kami segera berangkat menggunakan mobil (Author: yaiyalah masa pake becak gimana sih Rox?). sialnya saat diperjalanan salah satu ban mobil kempes, tapi untungnya tempatnya sudah dekat jadi nggak begitu capek. Setidaknya itu pemikiranku.

Kami pun tiba di depan sebuah gedung yang amat besar yang di atasnya ada papan besar bertulisan "Dowsen's Gift shop Company". Kami yakin sekali ini adalah salah satu cabang yang dibuat oleh 'Dowsen Company'. Kami pun masuk ke dalam. Saat berada di dalam kami sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam.

-TBC-

Apa ya yang ada di dalem situ sampe mereka kaget kayak gitu?

Hmm sebenernya siapa sih Namine dan apa perannya?

Ada yang mau kalian tanyain tentang cerita ini? Langsung Tanya aja saya jawab kok

Oh ya readers, saya mau bikin komik buat fic ini mau nggak? Kalo tertarik nantikan info selanjutnya dari "Blue-Shine-Star" di DeviantArt.

Ada yang mau request? Silahkan berikan request anda di review ya

Semoga chapter ini nggak mengecewakan.

Jangan lupa Review R-I-V-I-E-W!