Untuk DIA
.
.
.
.
Disclaimer : Mekakucity Actor/Kagerou Project ©Jin,
Halo guys comeback again with Yuka-chan yo yo yo
Sudah lama ya gak nyapa nih selama seminggu dan Yuka-chan bersyukur sekarang Yuka-chan punya Laptop baruuuuuuuuu. Yeeeeeeeeeeeee
Bisa sering buat fanfic nih apalagi laptop barunya ini mereknya keren buatan Korea Mak wkwkwkw. Akhirnya doa Yuka-chan terkabul hehehe
Oke kali ini sesuai jadwal Yuka-chan akan membuat lanjutan dari fanfic fandom Kagerou Project berjudul "Untuk DIA" semoga kalian dapat menikmati fanfic saya ini yang berisi beberapa kejutan dan adegan manis antara si cuek Shintarou dan pemurah senyum Ayano.
Langsung saja ladies and gentlement scroll ke bawaaaahhh….
.
.
Good Reading
.
.
~~Jangan menyia-nyiakan makanan yang enak, kau akan menyesal jika kau berada di situasi kelaparan, karena untuk makan makanan yang tidak enak saja kau tidak bisa~~
.
"Sini, sini, Shintarou-kun, aku telah menyiapkan tempat duduk yang nyaman untukmu" ajak Ayano memintaku duduk di bangkunya dekat jendela kelas.
"Tidak perlu repot repot, aku duduk di bangkuku saja" tolakku dengan nada datar, sebetulnya aku males pindah tempat duduk sudah mager...
"Tidak apa apa Shintarou-kun, kau boleh duduk di bangkuku yang nyaman dekat jendela ini" dia masih memaksaku terus tentu saja dengan senyumnya.
Karena aku tidak mau membuang waktuku untuk hal seperti ini, sebagai cowok aku lebih baik mengalah, "Huh, baiklah jika itu maumu"
"Hehehe, Terima kasih banyak"
Kemudian kami duduk saling berhadapan, awalnya kami diselimuti suasana diam, aku bisa melihat wajah Ayano yang begitu gugup. Apalagi kita duduk berdua sendirian di kelas ini
"Ehm, sudah lama ya kita tidak berbicara empat mata langsung apalagi suasana kelas sepi seperti ini" ujar Ayano memecah keheningan diantara kami sambil memandang sekeliling kelas yang kini hanya tinggal kami berdua.
Perkataannya ada benarnya juga, kami hanya berbicara saat jam sekolah namun setelahnya kami melakukan aktivitas masing masing habis pulang sekolah. Aku sering bermain di game di rumah.
"Benar…., cepatlah kau ingin aku mengajarimu apa?" Aku langsung bertanya intinya sambil membuang mukanya ke jendela.
"Oh iya ya, sebentar" Gadis di depanku langsung gelagapan mencari buku di tasnya, aku hanya memandangnya heran sambil menopang daguku dengan tanganku
Rambut cokelatnya semakin panjang tiap harinya mengingatkanku saat kami bertemu pertama kali di kelas satu dulu. Saat itu rambutnya masih pendek dan ia selalu bertingkah seperti anak anak.
Sekarang rambutnya semakin panjang dan sifatnya lambat laun menjadi anggun meskipun kadang ia masih ceroboh namun manis.
"Nah ini dia, biasalah tentang soal matematika, aku agak bingung dengan soal logaritma dan pangkat pangkat seperti itu" Ayano menunjukkan materi matematika di buku pelajaran
Aku mengambil buku tersebut dan membolak balikkan buku pelajaran yang penuh dengan coretan kartun dan nilai merah di bawah KKM
"Sebenarnya apa yang kau lakukan saat pelajaran sedang berlangsung?" tanyaku sambil mengkerutkan dahiku.
"Hehehehe, aku kadang sering memikirkan sesuatu lain dan entah kenapa sering terpikirkan saat jam pelajaran berlangsung.."
"Memikirkan tokoh kesukaanmu lagi'kan" Aku langsung memotong pembicaraan membuat Ayano terdiam sebentar, lalu ia tersenyum lagi
"Ya begitulah, hehehehehe" Ia masih tersenyum dan tertawa kecil.
Ehm aku lihat dia selalu sendirian akhir akhir ini, biasanya ia selalu menghampiriku saat aku sedang menyendiri di kelas atau saat istirahat namun sekarang ia lebih suka melamun memikirkan sesuatu.
Meskipun begitu ia masih menunjukkan senyumnya padaku setiap hari.
"Huh, mau bagaimana lagi, Ayano apa kau punya buku catatan tidak?" tanyaku sambil melipat tangan
"Punya, memang buat apa Shitarou-kun?"
"Aku akan menuliskan rumus matematika algoritma yang mudah dipahami untukmu, setelah itu akan kuberi kau latihan soal nanti"
"Oh oke oke" jawab lawan bicaraku menganggukkan kepala kelihatannya dia nurut nurut saja dengan apa yang kukatakan.
Lalu aku menuliskan beberapa rumus setelah aku membaca sekilas buku paket matematika dan memberikannya catatanku kepada Ayano. Ia terlihat serius membaca catatan yang kuberikan.
"Waah, begitu ya caranya, ternyata mudah banget" girang Ayano setelah membacanya
"Matematika sebetulnya mudah, cuman kamu pinter pinternya mencari rumus yang mudah diinget dan dikerjakan, bahkan mudahnya melebihi pelajaran bahasa" ujarku sambil menopang daguku
"Kereen, ehm aku pengen coba latihan soalnya"
"Ini aku sudah menuliskan latihan soal untukmu, ada sekitar dua puluh soal, kamu tinggal hitung pakai rumus di catatanmu itu" aku memberikan secarik kertas berisi soal matematika, aku menulis soal soal itu saat Ayano masih memahami catatannya.
"Baiklah Shintarou-kun, aku akan berusaha mengerjakannya" jawabnya penuh semangat, aku hanya membalasnya dengan hembusan malas.
"Aku mau ke toilet dulu, kerjakan saja yang bisa"
"Siaaap, Shintarou-sensei"
.
.
Aku pergi meninggalkan gadis hyperaktif itu sendirian di kelas. Sebetulnya aku tidak ingin ke toilet, aku hanya ingin jalan jalan keliling sekolah sambil menunggu Ayano selesai mengerjakan.
Hampir semua lingkungan sekolah ini aku lewati sampai aku merasa bosan dan memutuskan untuk kembali ke kelas Ayano. Dengan langkah malas, aku berjalan di lorong kelas. Kebetulan di depan kelasku terdapat jendela tepatnya di dekat pintu masuk. Membuatku bisa melihat apa yang dibalik kelasku ini.
"Eeh, Ayano, apa yang sedang ia lakukan?" aku melihat Ayano sedang berdiri menghadap jendela luar kelas, membelakangiku. Baru pertama kali ini aku melihat dirinya bertingkah seperti ini.
Apalagi dia terlihat sedang berbicara seorang diri, cukup aneh juga untuk gadis yang memang kupandang aneh.
Aku tidak bisa mendengar jelas yang ia katakan namun dari ekpresi terlihat ia menunjukkan raut sedih dan sesekali membentak tembok di depannya.
Karena penasaran dengannya, aku memutuskan untuk menguping pembicaraannya, aku membuka sedikit pintu kelas dan mengintip ke dalam,
"Sekali lagi…, sekali lagi…., aku harus berani…" dia mulai berbicara dengan kedua tangannya menggenggam roknya.
"Berani? Apa yang berani?" batinku heran, kemudian aku mempertajam pendengaranku
"Aku tidak boleh takut mengatakannya, aku harus berjuang…"
"Ia ingin mengatakan apa sama siapa?"
"Tersisa waktu sebentar lagi, jika aku gagal kali ini, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"
Gagal, memang ada masalah dengannya? Apakah mengangkut nilai pelajarannya yang selalu jelek dibawah KKM? Atau tentang hal lain?
Sungguh gadis ini membuatku selalu penasaran dengannya.
Lalu sampai aku mendengar perkataanya dia lagi yang membuatku kaget dan jantungku semakin berdebar kencang.
"Ehmm…Shintarou-kun, apa dia suka padaku gak ya?"
.
.
To Be Continued
.
.
Wah gak nyangka sudah selesai nih chapter 2-nya Hehehehehe
Ehm kelihatannya semakin lama fanficnya semakin sedikit yak, biasalah sudah kubilangin kalo Yuka-chan banyak tugas dan beban menumpuk jadi hanya bisa membuat fanfic yang singkat padat jelas. ( Tapi tetap membuat kalian penasaraan yak )
Okee Yuka-chan ingin kasih tahu kalo, Ayano-chan memiliki tujuan lain kenapa ia harus mendapat nilai bagus dan tidak ingin remedi di liburan musim panas? ( Ada beberapa alasan khusus dan mungkin tidak terduga bagi kalian ) Juga Shintarou yang mulai tumbuh bibit bibit cintanya.
Oleh sebab itulah jangan males baca dialognya yak wkwkwkwk
Sudah sekian itu sajalah jangan lupa di favorite, follow, dan review fanficnya ini yak. Arigatou Minna….
