KakaHina Family © MizuumiYuki
Naruto © Masashi Kishimoto
Rate T | Ficlet | AU | OOC | Crack pair | Random chara
Kumpulan ficlet dengan main pair Kakashi-Hinata yang dibuat hanya untuk kesenangan semata. Tidak ada bashing chara atau pair tertentu. Cerita tidak bersambung, tapi bisa berkaitan.
Enjoy… ^^
Chapter 2 : Sendal
Sepasang sandal jepit menyambutku begitu aku masuk ke dalam apartemen sepulang dari mini market. Sendal jepit wanita, dan itu pasti bukan punyaku. Aku ingat betul benda apa saja yang kumiliki. Seingatku, aku tidak pernah membeli sandal bercorak bunga-bunga besar berwarna kuning mencolok seperti ini. Dan aku yakin, suamiku, ibuku, atau siapapun belum pernah memberiku hadiah sandal senorak ini. Mereka pasti tahu seleraku.
Kuperhatikan sepasang sandal tak bertuan itu lebih dekat. Di baliknya terdapat nomor ukurannya. 40. Cukup besar untuk ukuran kaki seorang wanita. Lagipula, jika sandal ini dihadiahkan seseorang untukku, sepertinya orang itu mengidap rabun senja. Aku yang notabene bertubuh mungil tidak mungkin menggunakan sandal berukuran dua nomor lebih besar dari ukuranku. Terlihat seperti perahu di kakiku.
Dan yang paling mengherankan, kenapa sandal ini bisa ada di sini? Rasanya tadi saat aku pergi, apartemen kutinggalkan dalam keadaan kosong dan terkunci rapat. Kunci apartemen hanya ada dua, satu milik suamiku dan satunya lagi milikku. Tidak ada duplikat lain. Lagipula gedung apartemen kami dilengkapi sistem pengamanan yang canggih yang mewajibkan setiap unitnya memiliki password masing-masing yang bisa dikombinasikan sesuai kengininan pemiliknya. Yang tahu password apartemen kami hanya aku dan suamiku. Jadi, tidak mungkin ada maling atau penyusup masuk.
Ah, sudahlah. Misteri keberadaan sandal itu bukan masalah penting sekarang. Belanjaan ini harus segera ku rapikan.
.
.
"Dari mana, Ma?" sebuah suara di belakangku menginterupsi kegiatanku menata barang belanjaan di lemari penyimpanan.
Bukannya menjawab, aku balik bertanya dengan sedikit bingung, "Loh, Papa kok ada disini? Bukannya Papa pergi memancing dengan teman-teman Papa ya?" Bagaimana tidak bingung, tadi pagi dia pamit padaku dengan alasan demikian. Tapi ini baru jam 10, dia sudah ada di rumah lagi. "Papa tidak jadi mancing?"
"Ah, itu… tadi jadi sih mancing. Tapi tiba-tiba ada insiden, jadi Papa pulang."
"Insiden apa, Pa?"
"Kaki Papa tersangkut tali pancing. Dan... ya gitu…"
Aku menahan tawa. Sudah bisa kutebak apa yang terjadi, "Papa tercebur?"
Suamiku hanya menampakkan cengirannya. Aku tidak bisa menahan tawaku lagi.
"Mama kok malah tertawa sih? Malu, tau, Ma!" Suamiku pura-pura ngambek. Aihh, dia menggemaskan kalau sedang ngambek.
"Ahahaha… maaf, Pa. Habisnya lucu aja, kok bisa sampe tercebur gitu. Terus baju Papa basah semua dong?"
"Untungnya sih tidak. Cuma sebagian celanaku saja yang basah. Tapi sepatuku tertinggal di kolam."
"Ahahahaha! Jadi Papa pulang tanpa pake sepatu?"
"Untungnya tidak. Pemilik kolam pemancingan berbaik hati meminjamkan sendalnya untukku."
Jadi…
Sandal jepit bunga-bunga-kuning-super-norak itu, suamiku yang pakai?
"HUAHAHAHAHAA…. PAPA NORAK, DEH!"
END
A/N:
Kyaaaa….! Kashi-kun, maaf kamu saya nistain disini #pelukKakashi Habisnya ngebayangin kamu kecebur trus pulang-pulang pake sandal cewek yg norak abis gitu kocak juga ya #plak Besok-besok saya bikin kamu bagusan deh :D
Disini Hinatanya OOC banget ya? Hehe.. Jangan tanya kapan saya bikin chara Naruto ngga OOC XD #dilemparMasashi
Makasih buat reader yang udah sempet-sempetin review di chapter sebelumnya. Mudah-mudahan chapter ini juga pada suka.
Oh ya, saya terima request di fict ini. Mau ditampilin chara siapa di next chapter? Request via kotak review yaa…
Regards,
MY
