Loker

Main pair: GuanHo

Support pair: JinHoon, SamHwi, OngNiel, JinSeob

Rating: T

Disclaimer: Seluruh tokoh milik keluarga masing-masing. Saya tidak mengambil keuntungan apapun dalam fanfik ini.

WARNING! BoyxBoy, OOC, TYPO, AU! Sunbae!Guanlin, Hoobae!Seonho.

Selamat membaca~

.

.

"Hey! Kenapa kau berteriak di atap?"

~OoO~

"Guanlin sunbae?" Seonho membulatkan matanya dan tangannya kini mulai bergetar. Bahkan jantungnya kini mulai berdetak dengan tempo yang cepat.

'Apa dia mendengar semua yang ku bicarakan tadi? ' ucap Seonho dalam hati.

Guanlin hanya diam menatap Seonho sambil memasang sebuah earphone di kedua telinganya.

"Ka.. kau ju.. juga suka datang ke... a.. atap sunbae?"

Jangan bertanya bagaimana jantung Seonho. Kini jantunya mulai berdetak tidak karuan.

Guanlin hanya diam sambil berjalan kearah Seonho berdiri.

"Kau kenapa?" Guanlin berbisik di telinga Seonho.

"Ke.. kenapa... kenapa... siapa yang kenapa?"

"Cihh... kenapa kau bicara tidak jelas? Apa kau sedang sakit gigi?" Guanlin hanya tertawa kecil.

"Guanlin sunbae, apa kau sudah di sini sejak tadi?"

"Tidak."

"Lalu kapan kau datang ke atap? Aku tidak melihatmu datang." Seonho bertanya dengan memasang wajah polos nya.

"Sejak kau berteriak."

Seonho mengelus dada. Setidak nya Guanlin tidak datang saat Seonho menyebut namanya dan menebak bahwa Guanlin lah yang meletakkan coklat dan juga sekotak susu di loker miliknya.

"Lalu dari siapa note itu?" gumam Seonho.

Guanlin hanya diam dan mendengar suara yang keluar dari earphone yang ia pakai.

"Sunbae, kau sedang mendengar apa?" ujar Seonho sambil melihat punggung Guanlin yang sedang berdiri tepat di hadapannya.

"Sunbae.. sunbae"

Sadar bahwa orang yang dia panggil sedang merasakan alunan musik yang ia dengar dengan santai. Dengan cepat Seonho langsung melepaskan earphone itu dari telinga Guanlin. Guanlin pun menoleh kearah orang yang melepaskan earphone miliknya tersebut.

"Kau sedang mendengar apa?" tanya Seonho dengan senyuman di ujung bibirnya.

"Sebuah nada yang indah dan membuat ku tenang."

"Wahh... Apa aku juga boleh mendengar nya?"

"Tidak." Guanlin memasangkan earphone nya kembali.

"Hufftt... Baiklah, aku ingin turun. Sebentar lagi jam istirahat akan berakhir, jadi cepat-cepat lah kembali ke dalam kelas." Ujar Seonho sambil menepuk pundak Guanlin.

~OoO~

Bel pulang sekolah pun berbunyi.

Seonho dengan hati gembira berjalan dengan santai menuju halte bus.

"Jinyoung hyung!" Seonho memanggil Jinyoung dengan heboh.

Sebenarnya, Jinyoung beberapa tahun lebih tua dari Seonho. Hanya saja saat masuk sekolah Jinyoung telat 1 tahun, sehingga ia ada di angkatan yang sama dengan Seonho.

Jadi Seonho memanggil Jinyoung dengan sebutan 'hyung' .

"Seonho-ah" Jinyoung melambai-lambai kan tangannya kepada Seonho.

"Kau pulang naik bis? Bukankah kau biasa pulang dengan Daniel sunbae?"

"Hari ini, Daniel hyung pulang bersama kekasih nya. Jadi aku di suruh pulang naik bus saja." Jelas Jinyoung.

"Owhh..." Seonho hanya membulatkan mulutnya dan langsung duduk di kursi halte ketika melihat bahwa kursi itu masih ada yang kosong.

"Hyung, kemarilah. Di sebelah ku masih kosong." Seonho dengan senang hati mengajak Jinyoung duduk di sampingnya.

Jinyoung dengan berjalan santai, Ia langsung duduk saat Seonho menyuruhnya untuk duduk di samping Seonho.

"Akhir-akhir ini, selalu ada roti di dalam loker milik ku setiap pagi." Jinyoung mulai membuka suara dan bercerita.

"Benarkah?" Sesungguhnya Seonho tau, bahwa yang meletakkan roti di dalam loker milik Jinyoung adalah Jihoon.

"Apa kau tau siapa yang memberikan ku roti setiap pagi?"

"Hmm... Maaf hyung, Aku harus cepat cepat pulang kerumah. Eomma sudah menunggu ku. Hyung pulang saja sendiri, maaf aku tidak bisa menemani mu pulang. Aku duluan, Bye!!!" Seonho berbicara dengan cepat. Dan secepat kilat ia langsung berlari. Pergi meninggalkan Jinyoung sendiri di halte.

Sesungguhnya, Seonho pergi bukan karena eomma nya sudah menunggu. Tapi karena ia tidak bisa memberi tau kepada Jinyoung bahwa Jihoon lah yang selalu mengisi loker Jinyoung dengan roti. Ditambah Seonho tidak bisa berbohong kepada temannya itu. Seonho tidak bisa berbohong.

~OoO~

Seonho berlari menjauh dari halte.

"Maaf hyung, Tapi aku tidak bisa berbohong kepada mu. Dan aku tidak bisa memberi tau yang sebenarnya." gumam Seonho lalu mengambil nafas dalam-dalam setelah berlari dari halte.

DUG...

"Maaf, aku tidak sengaja." Seonho bicara sambil menunduk kepada orang yang ada di hadapan nya, lalu langsung pergi begitu saja, tanpa melihat wajah orang yang baru saja ia tabrak.

~OoO~

Pagi hari yang cerah. Burung-burung berterbangan dengan gembira. Bunga-Bunga mulai bermekaran. Tumbuhan pun mulai tumbuh.

Seperti biasa Seonho berangkat pagi-pagi ke sekolah. Lagi-lagi ia tidak memakan sarapan pagi nya.

Seonho sangat penasaran siapakah orang yang meletakkan coklat dan juga susu di lokernya?

Sama seperti kemarin pagi, Ia tidak datang ke ruang kelas, Tapi ia berjalan ke arah loker terlebih dahulu. Ia mulai membuka loker kesayangannya tersebut.

"BISKUIT?"

Seonho benar-benar takjub kepada orang yang meletakkan biskuit di loker miliknya. Ia yakin orang yang telah meletakkan biskuit di dalam lokernya pasti menginap di sekolah. Bagaimana tidak? Seonho sudah datang sepagi ini, dan di dalam loker milik nya sudah terdapat sekantung biskuit dan juga sepucuk surat yang di tata dengan rapih.

'Kalau kau menyukai Bae Jinyoung, kenapa kau mencari ku sampai rela datang sepagi ini, dan melupakan sarapan pagi mu?'

Seonho benar-benar tidak mengerti maksud dari surat ini.

"Kenapa ada nama Jinyoung hyung di surat ini?" ujar Seonho sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal itu.

"Lagipula, aku tidak menyukai Jinyoung hyung."

Seonho berfikir dengan keras. Apa maksud dari surat ini? Apa hubungannya dengan Jinyoung? Dan siapa yang meletakkan ini di loker miliknya?

~OoO~

"Seonho, apa kau ingin ke kantin bersama ku?" Ujar Jinyoung yang datang dari kelas yang berada di sebelah.

"Boleh. Lagipula Samuel juga sedang sibuk bermain play game miliknya. Jadi aku tidak ada teman untuk ke kantin." Seonho tersenyum dan meng-iya-kan ajakan Jinyoung.

Lalu, Seonho berjalan sambil berpegangan tangan dengan Jinyoung.

~OoO~

Seonho datang bersama Jinyoung dengan berpegangan tangan ke kantin.

Banyak murid-murid yang melihat kearah mereka, namun mereka tak menghiraukannya. Yang terpenting sekarang, mereka harus mengisi perut kosong mereka yang sudah berbunyi sejak tadi.

"Kenapa mereka berpegangan tangan?"

"Apa mereka berkencan?"

"Wahh so sweet nya, sampai berpegangan tangan begitu."

"Padahal menurutku Jinyoung lebih cocok dengan Jihoon sunbae."

"Ohh tidak!! Aku lebih suka Jinyoung bersama Jihoon!!!"

"Jinyoung! Bagaimana nasib Jihoon?"

"Padahal aku ngeship Jinyoung Jihoon loh... Hiks—"

Karena pembicaraan orang-orang disekitar, Seonho merasa sedikit risih.

Kenapa memangnya jika ia berpegangan tangan dengan Jinyoung? Mereka sudah menjadi teman baik sejak kecil. Tidak masalah bukan jika mereka berjalan bersama sambil berpegangan tangan?

Saat mereka sedang mencari tempat duduk, terlihat lah seorang uke yang terkenal dengan kegalakan nya di sekolah. Siapa lagi kalau bukan Park Jihoon. Tapi Jihoon tidak cemburu ataupun marah saat melihat mereka berjalan bersama sambil berpegangan tangan, melainkan tersenyum lebar dan mengatakan bahwa mereka seperti 'Friendship Goals'. Jihoon memang sudah tau bahwa mereka hanya berteman.

"Kau ingin makan apa?" tanya Jinyoung dengan lembut

"Sama seperti mu."

"Baiklah."

Dan akhirnya mereka berdua makan dengan tenang. Walaupun banyak murid-murid yang memperhatikan mereka.

~OoO~

Pagi mulai terlihat, dan matahari mulai menyinari sela sela jendela kamar milik Seonho.

Pagi ini, Seonho tidak datang ke sekolah pagi-pagi. Karena ia merasa sangat lapar, jadi ia menghabiskan 3 piring nasi yang di sediakan untuk sarapan pagi terlebih dahulu. Dan berangkat sekolah dengan appa nya.

~OoO~

Sama seperti kemarin pagi, ia tidak langsung datang ke ruang kelas nya, tapi ia berjalan menuju kearah loker.

Dan apa yang ia lihat? Ia melihat seorang pemuda bertubuh tinggi sedang meletakkan sesuatu di loker miliknya.

'Apa itu orang yang memberikan ku biskuit kemarin pagi?' ucap Seonho dalam hati.

Seonho mulai berjalan menuju pemuda itu, dan menepuk pundak pemuda yang sedang membuka loker miliknya tersebut.

"Apa kau yang memberikan ku coklat, susu, dan juga biskuit?" Seonho menepuk pundak pemuda itu.

Seorang murid yang sedang meletakkan sesuatu di loker milik Seonho tersebut langsung berbalik.

"Su.. sunbae?"

TBC

Author' note:

Annyeong! Saya kembali dengan membawa chapter kedua dari ff GuanHo ini :)

Terima Kasih banyak yang sudah mendukung, memberikan vote, memfollow, dan mereview ff ini *bow bareng member PD101*

Saya harap kalian menikmati cerita ini :)

With love, Erumin Smith.