Reader-ku yang terhormat [Terlalu formal], hallo reader-ku yang tercinta [Terlalu penyayang], hallo readers! [Sempurna], ini Chap.2 yang GaJe, Abal, dll. Silahkan baca bagi yang nekat, selamat membaca!
Semua Fic ini mello POV
Aku berlari, terus berlari… Aku berlari ke dalam 'Dream Forest', hutan yang akan menjadikan mimpi menjadi kenyataan. Aku ingin bertemu 'Dia', sebenarnya… Aku tak tahu siapa itu 'Dia'… Tapi aku akan mencari tahu
"Mello!" Suara orang-orang yang mencariku terdengar di telingaku yang sudah ada di tengah-tengah hutan yang gelap ini "Kenapa…" Kataku berhenti berlari "Kenapa kalian mencariku?" Tanyaku, perlahan… Aku bersandar di sebuah pohon lalu duduk di depan pohon itu "Bukankah kalian senang jika aku tidak ada?" Kataku lagi memegang keningku menunjukkan kalau aku itu bingung "Aku juga senang jika kalian tidak ada" Kataku mulai tertawa "Bahkan aku berharap… Ha, ha, ha… Ka-kalian tidak pernah hidup… Ha, ha, ha" Kataku lagi… Aku tertawa makin keras "HA HA HA!" Aku tertawa tebahak-bahak, bahkan… Aku tak tau kenapa aku tertawa
Aku mulai berdiri, aku berjalan… Makin kedalam hutan ini makin gelap, aku lapar… Aku belum makan, aku lapar, sangat lapar "Itu apa?" tanyaku yang melihat cahayanya di depanku, cahaya itu putih, cahaya itu terang "Inikah… Dream Forest?" Aku menyentuh cahaya itu, cahaya itu hangat. Perasaan hangat ini… Sama seperti saat Matt memelukku "Aaa!" Aku berteriak yang terbawa oleh cahaya itu, cahaya itu berputar-putar kencang. Aku pingsan
"Uh…" Aku mulai menegakkan kepalaku, posisiku sekarang sedang terlentang. Samar-samar, di depanku terlihat seorang wanita berbaju putih, berambut putih, dan memakai mehkota daun olive [Itu mahkota jaman dulu] "Kau sudah bangun?" Katanya berdiri dari sebuah kursi besar. Aku berdiri "Ya… Aku sudah bangun" "Siapa kamu?" Tanyaku melanjutkan "Perhatikan aku baik-baik, kau akan tahu" Katanya, aku memperhatikan sekelilingku. Semuanya putih, lalu aku memperhatikannya "Kamu… Kamu itu 'Dia'" Kataku tak percaya, wanita serba putih berambut panjang itu adalah 'Dia'? Benarkah itu? "Hei, hei, hei… Namaku bukan 'Dia', namaku Olive" Katanya tersenyum "Aku sudah mendengar permintaanmu" Katanya memintaku kemari, aku berjalan ke arahnya, aku berdiri tepat di depannya "Kau sudah mendengar permintaanku?" Kataku tak percaya, Olive mengangguk "Dan, apakan kau akan mengabulkannya?" Tanyaku "Jika itu harapan terbesarmu… Ya" Katanya, aku tersenyum gembira "Tapi ingat, permintaan seseorang akan dikabulkan hanya SEKALI, maka… Jangan menyesali permintaanmu" Katanya, aku mengangguk. Yang ada di pikiranku sekarang adalah hidup tanpa orang-orang di Wammy House "Mundur…" Kata Olive, aku mundur beberapa langkah. Olive mengangkat tongkat kayu-nya, cahaya bersinar dari puncak tongkat itu. Cahaya itu terang, sangat terang, mataku silau. Aku pingsan lagi
"Uh…" Aku membuka mataku pelan-pelan, aku sudah di Dream Forest lagi, sekelilingku gelap. Aku berlari ke arah Wammy House, butuh waktu 30 menit untuk sampai ke sana "Matt" Aku berkata seperti itu terus selama perjalanan, aku tersandung "ah" Aku berkata pelan seperti itu sebelum aku tersandung akar yang besar, tubuhku penuh tanah, rintik-rintik hujan mulai turun membasahiku. Aku mencoa berdiri, tapi tidak bisa. Kaki kananku berdarah, darah itu mengalir dari lutut sampai mata kaki "Kenapa ini?" Tanyaku pelan kapada diriku sendiri. Tujuanku sekarang adalah Wammy House, aku ingin melihat apakah masih ada orang di sana atau tidak. Jika masih ada, berarti Olive itu tidak ada a.k.a 'Fake', jika tidak ada… Berarti Olive itu benar-benar ada, aku tertidur dalam keadaan duduk di depan pohon
"Uh…Aku, dimana?" kataku yang mulai bangun dari tidurku, saat terbangun kakiku sudah sembuh. Tepatnya, aku tak tahu kejadian yang aku alami beberapa jam yang lalu. Aku mulai berlari kea rah Wammy House, cahaya mulai tampak di depanku. Makin lama, cahaya itu makin besar. Aku sudah tiba di Wammy House
Tak ingin berlama-lama lagi, aku masuk ke dalam "Halo! Apakah ada orang?" Tanyaku setengah berteriak, tak ada jawaban "Matt? Kamu di-ma-na…" Aku berhenti di depan meja makan, semua orang tidak bergerak, Matt sedang tertunduk menangis di atas kursinya, Near sedang melempar mainannya ke atas. Mainan itu tidak jatuh, melainkan diam di udara. Watari sedang member saus di hotdog-nya yang kini sudah dingin, saus itu diam di udara. Semua orang diam, tak ada yang bergerak, tak ada yang bernafas "Hmm…" Aku melihat orang-orang itu yang bagiku sekarang hanyalah figura konyol
"H… Ha…Ha, ha, ha!" Aku tertawa terbahak-bahak…
TBC
Eh? Kenapa berhenti di tengah-tengah? Nggak tau deh…
Eh, eh, eh.. Readers, pada mau review ya? Pasti banyak typo-nya. Enternya kurang sama enggak jelas kan? Ngaku deh… BTW, review ya… Cuma enam huruf kok, R-E-V-I-E-W
R
E
V
I
E
W
