Sakura-tearz33: aloooo! Akhirnya sakura da update chapter baru! Fiuhh..heheheheh
Btw, thanks banged buat minna-san yang sudah review fic ini! Sakura sangat senang banged n tambah semangat buat fanfic! Mohon dukungannya lagi yach!^^
Langsung az yah^^
P.S : semoga cerita ini disukai. N maaf kalau ceritanya jelek. Sakura sudah berusaha yang terbaik^^
WARNING:bahasa aneh,salah ketik, typos, character OOC, alur aneh,yaoi, author ingusan, pokokna sudah diperingati ma sakura loo..
Please R n R!^^
Disclaimer: I don't own naruto.. Kalo beneran punyaku, bakal kuutamakan sasunaru loo^^ wkwkwk..(Dilempar pisau)
Chapter 2
"Argh! Malas aku meladenimu, Sai! Aku cabut duluan!" Ucap Naruto.
Naruto yang emosi mendengar ejekan Sai yang terus menyebutnya pemilik 'ITU' kecil pun meninggalkan Sakura yang menghela nafas dan Sai yang masih terus tersenyum dengan topengnya yang biasa.
Kini tinggallah Sakura dan Sai yang lanjut berjalan mengelilingi sekolah.
"Sai," panggil gadis pink itu,"kamu harus berhenti menganggunya terus menerus."
"Habisnya, reaksi Naruto-kun sangat lucu dan imut sekali... Eit, salah, lebih tepat Naru-chan." Balas Sai.
"Ampun deh... Kamu itu sebenar-...!"
Perkataan Sakura kemudian terhenti ketika ia melihat seorang pemuda berambut raven pantat ayam melewatinya. Kemudian Sakura yang terpesona berbalik ke belakang untuk melihat pemuda itu.
'Eh, itu kan...' Batin Sakura yang sedang berusaha mengingat nama pemuda yang tidak asing itu baginya.
Sai yang keheranan melihat gadis disampingnya berhenti pun bertanya ," ada apa, Sakura-san?"
Muka gadis itu pun muncul semburat pink yang hampir mirip dengan rambutnya di kedua sisi pipinya.
"Kyaaaa!" Teriaknya dengan histeris, " Sai!"
Sai yang hanya bengong melihat tingkah Sakura pun menyahut,"ya?"
"Itu loh!" Kata Sakura sambil menunjuk pemuda yang jauh didepannya dengan jari telunjuknya. "Lihat! Anak itu dari keluarga Uchiha yang sangat terkenal itu loh! KERENNYA! KYAAA~"
"Uchiha? Disini? Ma-...", ketika Sai melihat ke arah yang ditunjuk temannya, sekilas ia melihat pemuda itu menatap tajam ke arah mereka, dengan tatapan mata yang berwarna merah. Sai sangat terkejut dan tanpa disadari, keringat mengalir dari keningnya.
"..ai... SAI!" Teriak Sakura sambil memukul pundaknya.
"HAH!" ,Sai kemudian tersadar kembali bahwa temannya sedang memanggilnya. Ketika ia berniat untuk melihat Uchiha itu lagi, ternyata sudah hilang sosoknya.
"Ada apa, Sai? Kok kamu tiba-tiba melamun?",tanya Sakura keheranan.
"Ti-tidak apa apa..."Jawabnya dengan gugup.
Sakura bingung dengan tingkah Sai yang aneh, tetapi kemudian memutuskan untuk mengabaikannya saja.
'Apa-apaan tadi... Matanya...',pikir Sai dalam batin.
"Sakura-san..."
"Yap?"
"Lebih baik kita tidak mendekatinya. Dia bahaya...",ucap Sai kemudian melanjutkan jalannya.
"Eh? Aah, tunggu aku!" Sakura pun mengejarnya, tidak mau ketinggalan.
Mereka pun kembali berjalan hendak kembali ke kelasnya.
••••»»»S.N«««••••
"Grr... Sai sialan, HUH!"
Naruto yang masih emosi sedang sendirian melewati halaman belakang sekolah.
TENG TENG
Lonceng sudah berbunyi menandakan waktu istirahat telah selesai.
"AKH! YABBE! Aku harus masuk kelas!"
Walau otak Naruto pas-pasan, dia anak rajin yang tidak pernah membolos sekolah. Si jabrik pirang ini pun bergegas berlarian berharap agar tidak terlambat.
"Cepat...cepat...ce-..."
Langkah kakinya berhenti. Kenapa? Karena saat ini dihadapannya tampak seorang pemuda yang kita kenal, Uchiha Sasuke, sedang bersandar di dinding sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya, yang kemudian melihat ke arahnya.
Onyx bertemu dengan Sapphire.
Raven bertemu dengan pirang.
Ibarat bulan dengan matahari.
Sesaat, terasa waktu berhenti sejenak hingga ketika sebuah seringai muncul di wajah Sang Uchiha, Naruto pun tersadar kembali dengan wajah merah padam.
'Wuahh... Tam-tampan sekali..."Batin Naruto.
Naruto yang semakin gugup pun memutuskan untuk tidak menghiraukannya dan meneruskan jalannya, melewati pria yang lebih tinggi setengah kepala darinya tersebut.
Sasuke pun mengernyitkan matanya karena agak kesal dengan perlakuan cuek pirang tersebut. Oleh karena itu, ia menahan tangan kulit tan itu.
"Hoi,dobe."
"Eh?",Naruto pun membalikkan badannya untuk melihat pria tampan yang tadi.
"Mengacuhkan aku ya?" Tanya Sasuke dengan nada dingin.
Naruto yang keheranan dengan pertanyaan pria itu pu bertanya,"Kamu siapa ya?"
Satu kalimat dari Naruto membuat Sasuke sedikit tergelonjak. Kali ini ia mendorong Naruto ke dinding yang daritadi disandarnya, dan menahannya dengan kedua tangannya agar pria didepannya ini tidak melarikan diri.
"Hn. Sekarang pura-pura tidak mengenaliku?" Ucapnya dengan sedikit tertawa menyindir, kemudian berubah menjadi dingin dan mengerikan,"ini tidak lucu."
Naruto pun kaget dan mulai berkeringat.
"Aku benar-benar tidak kenal kamu!" Bentak Naruto walau agak ketakutan.
"DOBE!"
SRET!
"UWAAH!"
Ditariknya kerah seragam Naruto dan digoncangkannya.
"KAMU TIDAK INGAT AKU?"
Mata Naruto terbelalak ketika melihat apa yang ada di hadapannya sekarang. Sepasang mata merah yang terdapat tiga bintik koma sedang menatap tajam ke arahnya seperti yang dimimpikannya selama ini.
Takut!
"GYAAAA!" Teriak Naruto dengan keras sambil mengenggam rambutnya sendiri sehingga membuat Sasuke sedikit terkejut melihat tingkah laku pirang itu.
Takut!
"AKU TIDAK KENAL KAMU! AKU TIDAK KENAL!"
"Do-..."
"TIDAK!"
Saat itu juga, Naruto langsung mendorong tubuh pemuda itu dengan cukup keras dan lari meninggalkan si raven itu sendiri.
Takut! Aku takut!
Hal itulah yang dipikirkan Naruto terus selama ia berlari hingga akhirnya ia sampai di apartemennya, meninggalkan pelajaran sekolahnya.
Sementara itu, pria raven itu mengamuk melihat kenyataan dari orang yang dia cari selama ini.
"SIAAL!" Teriaknya sambil meninju dinding disampingnya. Alhasil, dinding itu mulai meretak, kemudian rubuh semua hingga membuat lubang super besar.
"Dia benar-benar tidak ingat aku," katanya sambil mengepalkan tangannya,"lihat saja, Naruto, akan kubuat kau ingat kembali."
"Tuan muda!",teriak salah satu bodyguard berjas hitam yang daritadi kewalahan mencari tuan muda ini yang menghilang, "Saatnya pula.."
Wajah pria itu langsung pucat pasi dan segera memakai kacamata hitamnya.
Saat ini, salah satu mata Uchiha Sasuke sedang mengalirkan darah dan matanya menjadinya merah dengan terdapat bentuk bintang delapan didalamnya.
Itulah salah satu alasan kenapa bodyguard tuan muda yang paling bungsu ini harus memakai kacamata hitam, karena mereka ketakutan melihat mata Uchiha tersebut.
"A-ayo pulang, tuan muda." Kata pria itu dengan gugup.
"Hn."
Sasuke pun berjalan mengikuti bodyguardnya, kemudian dia sekilas berbalik ke belakang untuk melihat arah tempat Naruto melarikan diri.
"Sampai jumpa besok,Naruto."
••••»»»S.N«««••••
TAP TAP TAP
Hosh... Hosh...
"Disini tidak ada!"
Hosh... Hosh...
"Sial! Disini juga tidak ada!"
Terlihat seorang pemuda pirang berpakaian orange sedang berlari dalam sebuah labirin yang dindingnya bercorak yang sama, sehingga dapat membuat orng tersesat, tengah memasuki dan mengecek satu persatu ruangan yang terdapat disana untuk mencari seseorang.
"Aa! Yamato-kaichou! Apa sudah menemukannya!" Tanya si pria berpakaian orange itu kepada seseorang yang barusan ditemunya.
"Belum" jawab orang yang dipanggil Yamato itu.
DUUUUUUAAAAARRRR!
Terdengar suara ledakan yang keras, sehingga kedua pria itu segera bergegas menuju ke arah suara ledakan itu.
"Itu Sakura!" Ucap pria pirang itu,"SAKURAA!"
Wanita yang dipanggil itu pun terkejut, "aah..."
"Kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi disi-..."
"Naruto kah?"
Terdengar suara rendah nan dingin yang memanggil pria pirang itu.
Tetapi muncullah segala macam perasaan rindu dari si pria orange ketika suara yang dikenalnya memanggil namanya.
Pria pirang itu perlahan-lahan menolehkan kepalanya ke asal suara itu dan berbicara, atau lebih seperti berbisik, "Sa...suke..."
BLETAK
"Huwaaa!"
Sebuah kapur terbang tepat membentur kepala Namikaze Naruto, sehingga membuat sang malaikat bagi kelasnya itu terbangun.
"HAHAHAHAHAHAHA"
Seluruh siswa di kelas pun menertawakan tingkah Naru-chan mereka yang menurut mereka imut. Sedangkan Naruto, pipinya menjadi merah karena malu.
'-lagi aku bermimpi.' Batinnya menggerutu.
"Naruto," Kakashi memanggilnya sambil memperlihatkan senyum malasnya yang biasa,"Pagi-pagi begini baru mulai masuk kelas saja kamu sudah ketiduran."
Alhasil semua kembali tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan dari guru mereka.
"Nyehehe... Gomen ne, Kakashi-sensei." Malunya minta ampun.
"Kalau selesai dengan maaf, di dunia gak bakal ada polisi lho." Kakashi sudah siap sedia untuk meneriaknya berdiri di depan kelas, tapi kemudian dipotong oleh Naruto,
"Sensei... Masa kamu tega menghukumku?" Mulailah jurus puppy eyesnya Naruto, hingga membuat beberapa seme di kelas nosebleed.
"Kenapa tidak? Sebagai guru, aku tidak boleh pilih kasih lho." Jawab Kakashi heran sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Yah~ sensei jahat... Padahal aku sudah baik hati untuk menyimpan RAHASIA sensei" ,Naruto mulai memunculkan cengiran khasnya.
Sedangkan Kakashi, mulai merasakan firasat buruk setelah melihat cengiran tersebut.
'Masaka...'
"YAH TERPAKSA FOTO 'ITU' HARUS KUBERIKAN KASIH IRU..."
"NARUTO!"
"Ada apa ,Sensei?" Sambil menunjukkan muka innocentnya.
Kakashi pun menghela nafas lega. Tetapi dengan berat hati,"Kali ini kau kumaafkan."
"Yatta! Arigatou-tebbayo, Kakashi-sensei!" Ucapnya dengan senang sambil memberikan satu gerakan kiss-bye ke arah pria berambut perak itu.
Sedangkan siswa lainnya hanya sweat dropped, karena sudah memprediksikan kalau guru mereka ini ketangkap basah melakukan sesuatu hal mesum.
Yap, Naruto mempunyai suatu foto mesum Kakashi yang difotonya ketika Sang guru mate itu sedang menyerang guru sejarah, Umino Iruka, yang sedang tertidur. Waktu itu di klinik, Kakashi sudah berhasil melepaskan pakaian atas Iruka, tetapi kemudian kepergok oleh Naruto yang khawatir karena mendengar Iruka pingsan, langsung menyepaknya keluar.
Bagi Naruto, Iruka sudah seperti ayah angkatnya, so siapa yang berani bermacam-macam sama guru sejarah itu, tiada ampun dari Sang malaikat KHS ini, tak terkecuali kekasih Iruka sendiri, Kakashi.
Back to the story, Kakashi menyampaikan bahwa ada murid baru di kelas mereka dan mempersilahkannya masuk, namun si pirang tidak menghiraukan dan kembali termenung memikirkan mimpi yang barusan dimimpikannya.
' hmmm... Mimpi kali ini agak berbeda... Aku lebih mengingat apa yang barusan dimimpikan...'
Sementara Naruto yang sibuk dengan pikirannya sendiri, seluruh siswi dan uke di kelas X-1 berteriak histeris karena kedatangan murid baru.
"Silahkan perkenalkan namamu."
Naruto masih sibuk bergumam sendiri tidak memperdulikan kedatangan murid baru itu, "Umm... Apa yah... Nama yang ada dimimpiku tadi... Sakap? Bukan.. Sake...ukh... Sa..."
"Uchiha Sasuke. hn."
"IYA! SASUKE!" Teriak Naruto kegirangan tanpa sadar.
Seluruh siswa ikut terkejut karena tiba-tiba Naru-chan mereka meneriak nama orang baru tersebut yang baru selesai memperkenalkan dirinya.
"Eh?" Naruto yang akhirnya kesadarannya kembali pun terkejut melihat siapa yang sedang berdiri di samping Kakashi.
'I-Itu kan...'
Lagi-lagi Onyx bertemu Sapphire.
Seringai muncul di wajah pucat Sasuke.
Tetapi Satu kenyataan yang harus diterima Naruto, ternyata nama orang dirindukan di mimpinya sama dengan nama orang aneh yang baru ia temui semalam.
To be continued...
Kyaaaa! Gimana-gimana?
Sakura sudah berusaha membuatnya lebih panjang dibandingkan chapter pertama.
Masih pendek?
Kl begitu, Gomen, minna-san..hiks
Repiuwww plizz
