One More night
SL Baby99
HunHan
T+ Semi M
No Summary
.
.
.
.
OOC, Typo(s), YAOI, Bahasa Kasar.
.
I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF
ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!
.
.
.
\ x \ x One More Night / x / x /
©2015 SL Baby99 present
.
.
.
Happy Reading
Malam yang tenang dengan sejuk angin yang meniup semilir menambah kesan keromantisan untuk suasana malam ini.
Pemandangan kota yang gemerlap menyilaukan mata adalah pemandangan yang cukup indah.
Luhan dan sehun tengah berdiri di balkon apartement sehun. Dengan luhan yang hanya memakai kemeja putih kebesaran milik sehun dan sebuah celana hitam. Sedangkan sehun, lelaki tampan itu hanya memakai celana trainingnya saja tanpa atasan apapun.
Lengan panjang sehun melingkar indah di pinggang ramping milik luhan. Dengan kepala yang ia jatuhkan di bahu sempit sang lelaki pujaan.
Akhir-akhir ini mereka jarang sekali bertemu. Meskipun satu atap dan satu tempat kerja, Tapi karena kesibukan masing-masing membuat moment seperti ini menjadi hal langka untuk keduanya.
" Kapan terakhir kali kita menikmati suasana seperti ini? " Suara sehun memecah keheningan yang sebelumnya menemani mereka.
Waktu sudah menunjukan tangah malam. Namun suasana kota tak kunjung sepi malah bertambah semakin ramai.
Dan apa yang sehun dan luhan lakukan sebelumnya?
Kalian pasti tahu kegiatan itu. Ya, Kegiatan yang melibatkan ciuman, Desahan, dan sebagainya untuk meluapkan nafsu dan kasih sayang diantara mereka. Terlebih yang akhir-akhir ini sulit di dapat.
" Entahlah. Aku tidak tahu, yang aku tahu beberapa malam kau akan datang di tengah malam menganggu tidurku dan melakukan hal yang kau sukai meskipun aku menolak. " Luhan menjeda kalimatnya.
Lelaki bermata rusa itu menghirup udara dalam dan menghembuskannya pelan seolah-oleh hal yang ia lakukan ini adalah pertama kalianya.
" Tapi kau tidak bisa menolakku. " Seru sehun.
Luhan terkekeh pelan. Meskipun lelaki yang sedang memeluknya ini sangat suka berekspresi dingin dan kaku, Namun di balik semua itu ia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi yang biasa kita sebut narsisme.
" Ya, itu semua karena kau yang memaksaku. Dan ke esokan harinya aku tidak akan mendapatimu juga beberapa hari kedepan lalu kau datang lagi dan seperti itu saja seterusnya. " Ucap luhan.
Disana bisa terdengar nada kesal pria mungil itu. Dan sehun mengeratkan pelukannya dengan kekehan kecil dari mulutnya. Rusa cantiknya benar-benar lucu jika sedang kesal.
" Baiklah baiklah Maafkan aku ne? "
Sehun mencoba meminta maaf untuk semua itu. Tapi, Sepertinya rusa cantiknya itu mulai merajuk bisa dilihat dari gelagatnya yang tak mereson atau menjawab permintaan maaf sehun.
Sehun membalikan badan mungil pria itu. Dan lihatlah wajah cantik yang ditekuk pemiliknya membuat luhan bertambah mengemaskannya dimata sehun dan mungkin juga orang-orang yang akan melihatnya.
Sehun meraik bibir mengerucut luhan membawanya ke pangutan dalam. Hingga mereka jatuh di lantai balkon yang dingin dan tangan sehun yang hendak membuka celana dalam miliknya.
" Sehun~ " Suara luhan memelas. Lelaki cantik itu berusaha menolak ajakan sehun untuk kembali bertarung dengan halus. Ada sesuatu di hatinya yang menganjal.
Sehun berhenti sejenak. Menatap lelaki kecil itu intens dengan mata tajamnya. Dan selanjutnya pria tampan itu melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
Ia melepas celana dalam luhan hingga mengantung di paha lelaki rusa itu. Setelah itu ia meremas benda pusaka milik luhan yang terlihat mengemaskan dimatanya.
" Euugh.. "
Dan luhan senantiasa mendesah-desah ria karenanya.
Sehun mendekatkan bibirnya di telinga luhan dengan tangan yang masih merema penis kecil luhan dan yang satunya memilin-milin nipple luhan.
" Aku akan menikahimu. " Ucapnya berat tepat di telinga luhan.
Luhan yang sedang dilanda kenikmatanpun tidak bisa apa-apa selain mendesah . Tapi, di dalam hatinya ia bersorak ria.
Ya, ini keinginan luhan yang selalu menganjal hatinya. Sejak berhubungan dengan sehun, lelaki tampan yang menjabat menjadi bosnya itu memaksa luhan untuk tinggal bersama.
Alasannya karena ingin menjaga luhan dari orang-orang yang mungkin berniat jahat padanya. Namun nyatanya, Dengan tinggal bersama itu supaya memudahkan sehun mensetubuhi luhan dimanapun dan kapanpun tanpa penolakan.
Meski pun begitu. Di kantor tak ada yang mengetahui hubungan mereka kecuali keluarga seun saja mengingat luhan adalah yatim piatu.
Dan itu semakin mencekik luhan. Karena lelaki rusa itu merasa hubungannya dengan sehun yang bersifat sembunyi-sembunyi itu memudahkan lelaki tampan itu untuk bermain di belakangnya dan tak mengakui luhan di depan orang-orang.
Dan baru saja lelaki tampan bersetatus sebagai bos sekaligus kekasihnya itu mengatakan dengan jelas bahwa ia akan menikahi luhan. Tapi, Tidak luhan tidak ingin segera percaya perkataan sehun sebelum itu benar-benar menjanjikan.
Bisa sajakan lelaki itu hanya berbasa-basi untuk membujuk luhan agar mau melakukan seks dengannya.
" Ka..Eugh..Kapan sehun? " Tanya luhan susah payah.
Sehun menyeringai. Ia sudah tahu apa yang ada di otak kecil lelaki rusa ini.
" Besok. Besok pagi kita akan segera menikah. " jawab sehun tanpa menghentikan kegiatannya.
Dan hati luhan sekarang seolah tengah berdisko mendengar pernyataan sehun yang meledakan hatinya. Maka selanjutnya kalian pasti tahu apa yang akan terjadi hmm?
.
.
.
\ x \ x One More Night / x / x /
.
.
.
Ke esokan paginya luhan terbangun tanpa melihat sehun di sampingnya. Lelaki cantik itu sama sekali tak mengenakan pakaian apapun.
Ia terlihat menghela nafas. Kemana sehun sekarang, Apa dia melupakan janjinya pada luhan tadi malam. Seharusnya luhan tidak mempercayai ucapan sehun yang dulunya seorang pemain wanita dan laki-laki bottom lainnya. Mungkin sehun tidak benar-benar mencintainya.
Luhan turun dari ranjang milik sehun itu. Hari ini ia tak berniat untuk berkerja karena moodnya turun drastis sekarang.
Namun ia menumukan secarik kertas di atas nakas sebelah ranjang sehun yang tertuju padanya.
Sayang, Aku berangkat.
Maaf tak membangunkanmu. I Love You :*
Yang sudah pasti di tulis oleh manusia dingin yang sayangnya tampan itu.
Luhan mendengkus membaca pesan manis yang mampu membuat wajahnya memerah. Namun itu sama sekali tidak mengubah mood luhan yang terlanjur memburuk.
Luhan melangkahkan kaki pendeknya ke kamar mandi. Tapi, Ia menemukan secarik kertas lagi yang menemepel di cermin Washtafel kamar mandi.
Mandi yang wangi. Pokoknya sampai wangi okey?
Aku tidak mau kau bau dan terlihat jelek sayang. Dan aku akan mengirim orang untuk menjemputmu. Selamat mandi Baby :*
Astaga kenapa hari ini sehun lebay sekali? Tidak biasanya lelaki berkulit utih itu menulis di secarik kertas seperti ini. Biasanya lelaki tampan itu akan mengirimnya satu pesan panjang tentang apa yang boleh luhan lakukan dan tidak atau sesuatu rencana yang belum ia ceritakan kepada luhan.
Dan luhan tahu yang sehun maksud dengan Aku akan mengirim orang untuk menjemputmu itu pasti supir pribadi sehun dari keluarganya yang akan mengantarnya ke kantor. Ini demi keamanan kekasihku cercahnya. Benar-benar berlebihan.
Setelah acara mandinya selesai dan juga memakai baju dengan rapi luhan segera turun dari apartemen milik sehun. Ia menunggu jemputannya di depan gedung apartemen itu.
Tak lama sebuah mobil yang familiar di pendangannya berhenti disana. Kan, Luhan tebak apa? Benar saja itu adalah mobil yang biasa mengantar jemputnya setiap hari selain di hari libur tentunya.
Luhan memasuki mobil itu. Dan seperti biasa ia hanya menatap keluar jendela menikmati perjalan ke kantor sehun. Tapi,
Tunggu. Ini bukan jalan menuju kantor sehun.
" Maaf, Bukankah jalan ke kantor belok sebelah kanan Paman? "
Luhan bertanya baik-baik dan sopan kepada seseorang yang menjadi supir sehun itu. Dan supir itu tampak melirik sebentar di kaca tengah yang bisa melihat luhan dari sana.
" Maaf Nyonya, Tapi Tuan sehun menyuruh saya untuk mengantar anda ke suatu tempat? " Jawab sang supir masih fokus dengan kemudinya.
Luhan mendengkus mendengar jawaban sang supir. Hell sang supir itu selalu saja memanggilnya dengan Sebutan Nyonya. Entah itu suruhan sehun atau memang sang supir tidak tahu kalau luhan itu laki-laki.
Tapi, sang supir mestinya tahu luhan tidak punya bola mengantung di dadanya dan itu bisa memastikan bahwa luhan adalah laki-laki.
" Kemana? " Tanya Luhan lagi dengan ketus.
Sang supir nampak menyesal dengar perkataannya yang sepertinya menyinggung perasaan kekasih sang majikan. Namun ia tak berniat untuk meminta maaf karena dirinya memang di suruh untuk memanggilnya dengan sebutan Nyonya.
" Saya tidak bisa memberitahukannya pada Nyonya. Nanti Nyonya akan melihatnya sendiri. "
Dan setelahnya tak ada lagi percakapan yang terjadi di mobil mewah itu. Sang supir yang sibuk mengemudi di karenakan tempat tujuan mereka agak jauh sekarang. Sedangkan luhan yang sedang sibuk mengerutu karena di panggil Nyonya meski ia sudah mendengarnya ribuan kali.
Setelah hampir dua jam lamanya akhirnya luhan sampai di tempat tujuan. Disana ada gereja kecil luhan di seret masuk oleh perempuan yang entah darimana datangnya.
Dan disinilah luhan sekarang di sebuah ruangan berukuran sedang dengan seorang wanita paruh baya yang tengah menatapnya tidak suka. Dan luhan dibuat bingung olehnya.
Wanita paruhbaya itu berdiri dari duduknya lalu mengitari luhan dengan menatapanya lekat-lekat seolah menguliti si pria cantik itu.
Lalu wanita itu berbalik memunggungi luhan. Kedua tangan yang hampir terdapat keriput itu mengepal kuat-kuat di depan mukanya sambil mengeretakan giginya. Hatinya menjerit. Lalu menghadap dan menatap luhan intens lagi.
' kenapa Orang ini aneh sekali? ' Pikir luhan.
Wanita itu agak menjauh lalu mendekati meja rias ia mengambil Blush On lalu mengampiri luhan.
" SEHUNIE DIA CANTIK SEKALI " Teriaknya histeris.
Luhan terdiam dibuatnya. Astaga kenapa dengan wanita paruh baya ini. Apa dia sedang mengalami ganguan jiwa? Tapi dia terlihat baik-baik saja.
Wanita itu lalu memeluk luhan erat-erat.
" Hay menantu, Aku ibu sehun Panggil aku Eomma. Astaga kau lebih cantik dari pada yang ada di foto sayang. "
Dan wanita itu membawa luhan duduk di bangku rias dan menghadapkannya ke cermin.
" Baiklah cantik. Ayo kita bekerja, Aku akan mendandanimu secantik bidadari kayangan dan itu sepertinya bukan hal mustahil mengingat kau sudah cantik dari pabriknya. "
Wanita itu mengoceh sambil mulai memoleskan bedak-bedak yang ia butuhkan untuk mempercantik wajah luhan.
" Kau harus terlihat cantik disana akan ada keluarga besarku. "
Luhan bingung apa yang tengah di lakukan wanita yang mengaku sebagai ibu sehun itu. Dan untuk apa dia melakukannya?
" E..Eomma memangnya kita akan kemana? " Tanya luhan.
Wanita itu berhenti sejenak menatap luhan lekat. Oh kebiasaan sehun sepertinya menurun dari ibunya ini.
" Apa kau tidak tahu, Kau akan segera menikah dengan sehun sekarang. " Tanyanya dengan wajah exitednya.
Luhan memiringkan kepalanya bingung. Menikah ya?
" Menikah? " Tanya luhan memastikan. Sang calon mertua pun mengangguk dengan cepat.
" Kapan? " Tanya Luhan lagi.
" Sekarang " dan bola mata luhan langsung saja membesar setelahnya.
.
.
.
\ x \ x One More Night / x / x /
.
.
.
Luhan terlihat meringis melihat pantulan dirinya di depan cermin besar di ruangan yang sudah ia masuki sekitar satu jam lalu.
Tatanan rambut dan poni miring yang rapi. Dengan tubuh yang di balut gaun putih panjang nan anggung melekat ditubuh kecilnya. DI pinggangnya terdepat mawar merah yang mengelilinginya.
" Eomma apa aku harus memakai ini? " Tanya Luhan.
Ibu sehun yang memang ada di belakang luhan memperhatikan betapa cantiknya sang calon menantunya itu menjawab dengan cepat dan ekspresif.
" Tentu saja sayang. Kau harus memakainya. "
Wanita cantik berumur itu terlihat berjalan mendekati luhan, Lalu memegang pundak sempit anak itu.
" Semua tahu jika kau laki-laki. Hanya saja disini belum terlalu biasa ada pernikahan aki-laki dengan laki-laki jadi kami hanya memanipulasi penampilanmu saja seperti wanita. Pasturnya juga tahu kalau kau itu laki-laki sayang. Jangan khawatir percaya pada Eomma okey? "
Ibu sehun berusaha menyakinkan luhan dan menghibur hati anak itu. Ia tahu sangat tahu malah betapa gugupnya saat menghadapi detik-detik terakhir sebelum pernikahan berlangsung dan pelepasan status lajang karena ia juga pernah merasakannya.
Lalu kedua mahluk cantik namun berbeda gender itu berpelukan dengan erat dan lama. Hingga tak menyadari seseorang masuk ke ruangan itu.
Sesaat yunho tak berkedip melihat penampilan luhan yang sudah di permak sang istri -jaejeong. Oh Luhan benar-benar cantik pantas saja sehun kepincut hanya dalam hitungan beberapa detik saja.
" Apa kalian sudah siap. Acara sudah akan di mulai? " Tanya Yunho.
" baiklah Luhan Jangan gugup okey. Kau hanya harus mengandeng lengan appa selama bejalan di atas altar lalu mengicapkan janji suci dan seleasi. "
Setelah nasihat dari jaejoeng. Merekapun keluar bersamaan menuju ruang utama gereja.
Disana di gereja yang cukup besar untuk ukuran kota kecil itu ada banyak keluarga sehun yang datang ke acara paling bersejarah itu.
.
.
.
\ x \ x One More Night / x / x /
.
.
.
Is To Be Countinue...
a/n :
Ini lagi di usahain buat memperjelas keadaan di FF One More Night ini. Jadilah saya jelaskan dari awal kisah, Ini juga kayanya gak bakal banyak. Buat yang belum ngerti atau apa nanti tunggu kejelasaannya seiring bertambahnya Chapter.
Dan di awalkan FF ini emang niatnya ONESHOOT. Tapi jadi saya buat Chaptered itu konflik utama. Ini belum sampai ke situ jadi tunggu kelanjutanya okey :) Thanks
