Selamat membaca

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto-sensei

Pairing :GaaraFem!naruSasukeSakuraShikamaruIno (Author masih bingung^^)

Rated : T

Genre : Friendship, family, romance, hurt comfort

Warnings : Gender switch. Female!Naruto. Abal-abal. Cerita pasaran. Author baru

This is About Us!

Chapter 2 – Tahap Perkenalan

By KuramaMenma-chan

.

'Sudah 6 tahun kah? Ah benar.. sudah 6 tahun'

.

*Naruto POV*

Jaman berlalu dengan cepat. Padahal 6 tahun bukan waktu yang sebentar. Umurku tentu saja makin bertambah, dan tidak terasa sudah hampir 19 tahun aku hidup didunia ini. Rambut pirang panjangku juga semakin panjang, ya karena aku tidak pernah memotong pendek rambut kesayanganku ini. Dinginnya angin malam pergantian tahun mulai terasa menyerang tubuhku yang dibalut sweater berwarna orange pemberian dari Shikamaru saat ulang tahunku Oktober lalu. Berdiri dibalkon rumah memang tidak baik ketika cuaca seperti ini, apalagi aku berdiri sendirian disini. Sehingga aku memutuskan kembali masuk kedalam rumah untuk menghangatkan diri.

Tahun baru 2015 ini memang sedikit 'agak' berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Malam pergantian tahun ini kulewati sendiri.. ya sendirian dirumah megah yang bahkan bisa menampung ratusan orang tapi kenyataannya hanya aku sedang yang berada didalamnya. Duduk, menyesap coklat panas kesukaanku sambil menonton acara televisi yang semakin malam semakin ramai dengan band dan penampilan meriah lainnya.

Sunyi rasanya walau TV ku nyalakan dengan suara maksimal. Bibir merahku tersenyum saat kuingat malam tahun baru tahun lalu. Dimana Sakura dan Ino berebut kue kering buatanku, Shikamaru tidur didepan TV lalu Ku-nii mencoret-coret wajah Shikamaru dengan arang bekas bakaran jagung, Menma-nii dan Itachi-nii mengobrol sambil menikmati coklat panas, Gaara yang kelelahan karena baru pulang dari Suna bersandar dipundakku, dan Sasuke.. dengan matanya yang tajam melihatku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini memang sepi. Aku mengikat tinggi rambut panjangku lalu beranjak ke lemari besar di sudut ruangan, mengambil beberapa album foto yang cukup tebal lalu kembali duduk di sofa.

'Hei? Aku saja atau kita semua merasakan kalau waktu berjalan cepat?' batinku sambil mengelus album foto yang sama sekali tidak berdebu walau sudah agak rusak, pertanda album tersebut selalu dijaga kebersihannya dan selalu dibuka olehku. Ah tidak hanya olehku, tapi oleh kami ber-enam. Karena album ini berisi kenangan berwujud foto, foto kami ber-enam tentunya.

.

.

Flashback 6 tahun yang lalu..

.

Disebuah mansion megah, dengan berbagai jenis tanaman disekitar rumah utama itu masih terlihat sepi. Namun jika dilihat masuk kedalam, tampak putri bungsu pasangan Namikaze tengah asyik mencincang bahan-bahan makanan. Memasak memang keahliannya, dan benar saja harum makanan menyebar dari arah dapur menuju ruang-ruang sepi dikediaman Namikaze tersebut sehingga membuat putra kedua keluarga ini yaitu Namikaze Menma terbangun dari tidur nyenyaknya.

Mungkin memang sudah kebiasaan dari Namikaze Menma untuk bangun pagi setiap harinya, namun untuk pagi ini adalah pengecualian. Menma terbangun saat mencium bau harum yang menggelitik perut laparnya yang belum diisi sejak tadi malam. Keluar dari kamarnya yang berada di lantai pertama, Menma langsung menuju kearah dapur dan melihat adik kesayangannya sedang berkutat dengan masakan.

"Naru-chan?" bibirnya melengkung indah saat mendapati adik kesayangannya tersenyum sangat cantik saat mendengar panggilannya. "Kau sedang masak apa imouto?" tanya Menma sambil melihat masakan hasil adiknya yang sudah tertata rapi diatas meja makan

"Naru lagi masak ramen kesukaan Nii-san, dengan ekstra menma khusus untuk Menma-nii tentunya." Ujar Naruto sambil memasukkan mie yang sudah matang kedalam mangkok berukuran besar yang sudah berisi kuah ramen lezat lalu mulai menaruh topping ramen sesuai dengan selera keluarganya. Sambil sedikit peregangan, Naruto langsung mencuci tangan lalu mulai mencuci peralatan masak yang telah selesai digunakannya.

"Kenapa kau yang masak sarapan hari ini, Naru-chan? Dimana Kaa-san?"

"Kaa-san ada panggilan operasi mendadak subuh tadi, Kaa-san cuma sempat memberi tau aku saat tadi Kaa-san membangunkan aku.. Kaa-san bahkan tidak sempat memberi tau Tou-san kalau ada operasi mendadak" Jawab Naruto sambil tetap fokus pada cucian piringnya, membuat Menma terkekeh kecil saat melihat busa-busa sabun di baju tidur bergambar kodok kesayangan Naruto.

"Nii-san sudah mandi belum?"

"Belum, memang kenapa?" jawab Menma

Naruto menghela nafas lelah, "Hmm sebenarnya Naru mau mandi karena 1,5 jam lagi Naru mau berangkat sekolah, tapi cucian piringnya belum selesai.. Nii-san tolong lanjutkan pekerjaan Naru yaaa" ujarnya menggunakan puppy eyes no jutsu.

Menma melongo, lalu tertawa "Hahaha Naru-chan kau tau sendiri Nii-san tidak berbakat dengan pekerjaan rumah tangga" ujarnya lalu mengacak-acak rambut Naruto sehingga Naruto mengerucutkan bibirnya.

"Sudah, lanjutkan saja cucian mu itu. Kau dijemput kan? Nii-san yakin kau tidak akan telat. Bye Naru-chan" ucap Menma sambil mengecup kening Naruto lalu lari menuju kamar mandi.

Naruto menggerutu sebal, "Huh Menma-nii menyebalkan". Naruto menyelesaikan cucian piringnya, lalu bergegas menuju kamarnya untuk mandi dan siap-siap.

45 menit digunakannya untuk mandi dan berdandan, Naruto sudah tampil cantik dihari pertamanya masuk KJHS. Ya, sekolah menengah pertama paling bagus di Konoha yang semua orang ingin masuk kesana. Beruntung Naruto diberi otak yang encer sehingga dia bisa lulus tes masuk sekolah disana. Dan beruntungnya lagi, Naruto tetap satu sekolah dengan sahabat masa kecilnya Gaara yang juga lulus tes masuk KJHS. Setelah dianggap penampilannya sempurna, Naruto langsung turun keruang tamu dan mendapati Tou-san dan kedua Nii-sannya sudah duduk di depan meja makan sambil menunggu Naruto (Ralat, hanya Minato dan Menma yang menunggu Naruto sementara Kurama sudah menyantap sarapannya tanpa menunggu Naruto).

"Ohayou!" ucap Naruto ceria, lalu duduk di bangku sebelah Kurama

"Ohayou Naru-chan.." jawab Minato dan Menma, sementara Kurama tidak menjawab karena tengah asyik menyantap sarapannya. Mereka pun makan dengan diiringi percakapan ringan yang menyenangkan.

"Oy Naru, kau berangkat dengan siapa?" Tanya Kurama sambil menyendok puding buatan Naruto

Naruto menghabiskan kuah ramennya, "Sama Gaara" jawabnya seadanya.

Mendengar jawaban Naruto, Kurama langsung menepuk-nepuk pundak naruto lalu berbicara sok dewasa "Hahaha bagus Naru! Nii-san senang kau bergaul dengan anak baik seperti Gaara hahaha" dan yang mendengar hanya bisa sweatdrop saat Kurama mengatakan hal seperti itu.

Tak lama kemudian, Gaara tiba dikediaman Namikaze dengan sepedanya. Walaupun termasuk anak orang kaya, namun Gaara dan Naruto tidak suka diantar dengan menggunakan mobil mewah milik keluarganya. Mereka lebih senang naik kendaraan umum, motor ataupun naik sepeda. Karena mereka masih dibawah 17 tahun, mereka tidak diperbolehkan membawa motor. Oleh karena itu, mereka lebih memilih menaiki sepeda menuju KJHS mengingat jarak antara rumah mereka dan KJHS terpaut dekat.

Kurama yang memang senang dengan Gaara pun mengajak Gaara berbincang. Tak lama kemudian, Naruto pun menyelesaikan mangkuk ke 4 ramennya lalu mengajak Gaara berangkat.

"Gaa-chan ayo kita berangkat sekarang!" ujar Naruto ceria

Kurama yang mendengar panggilan kesayangan Naruto kepada Gaara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak habis pikir, sudah besar tapi masih saja manggil laki-laki dengan sebutan "Chan", 'Uh gak laki banget!' batin Kurama

"Oy Naru, jangan panggil Gaara dengan sebutan Gaa-chan. Gaara kan sudah besar, nanti dia malu kalau kau panggil dia sepeti itu terus! Iya kan Gaara?" ujar Kurama sambil melirik Gaara, sedangkan yang dilirik hanya diam saja. Sejujurnya Gaara pun merasa malu, namun dia tidak enak dengan sahabat kesayangannya.

Naruto manggut-manggut paham, "Lalu aku harus panggil Gaa-chan apa?"

Kurama menyeringai, "Panggil dia Gaara-koi"

"GAK!" teriak Gaara dengan wajah memerah. Sedangkan Naruto hanya memiringkan kepalanya tanda kalau dia tidak mengerti

"Bagaimana kalau Gaara-san?" ujar Minato yang tiba-tiba sudah ada diantara mereka semua

"GAK!" Sekarang gantian Kurama yang teriak

'San? Gak akrab banget kesannya. Tou-san aneh!" batin Kurama

Menma berjalan mendekati mereka "Kalau Gaara-kun bagaimana?"

Yang lain terdiam. Boleh juga sih, tapi kok sepertinya masih aneh ya?

Lalu tiba-tiba Naruto merangkul Gaara "Sudahlah, aku panggil Gaara ya Gaara saja!"

Gaara, Kurama, Minato dan Menma pun mengangguk sambil tersenyum bodoh. Benar juga, kenapa mereka repot sekali menentukan panggilan untuk Gaara. Lalu Naruto pun mulai duduk miring (karena memakai rok pendek) dijok penumpang sepeda Gaara. Seperti teringat sesuatu, Naruto berkata kepada Kurama

"Ku-nii.. hati-hati kalau masuk kamar mandi dikamar Ku-nii ya! Ada.. ituu.." ujar Naruto

Wajah Kurama langsung memucat. Dia tau apa yang dimaksud Naruto. Pasti itu, serangga kecil menggelikan yang tidak pernah dia sukai.

"Na.. Na.. Naru-Himeeee izinkan aku memakai kamar mandi kamarmu yaaa!" teriak Kurama dengan muka memelas

"TIDAK!" Balas Naruto sambil menjulurkan lidahnya kearah Kurama lalu sepeda Gaara pun melaju kencang dijalanan aspal yang mulus

"NARU-CHAAAAAAAN!"

Kasihan Kurama...

.

.

Sepeda Gaara melaju kencang, jalanan memang masih tergolong sepi pagi ini. Suasana sejuk membuat perasaan Gaara tenang, namun tak dipungkiri jantungnya berdetak kencang saat Naruto mulai melingkarkan tangannya yang mungil ke pinggang Gaara.

"Um.. Gaara?"

"Ada apa Naru-chan? Eh maksudku Naruto.." balas Gaara

Naruto menempelkan kepalanya ke punggung Gaara, membuat jantung kecil Gaara berdetak semakin kencang, "Menurutmu apakah kita akan satu kelas nanti?"

Hening. Hanya terdengar suara decitan sepeda Gaara.

"Tenang saja, kita pasti akan sekelas" jawab Gaara yakin. Ya, kita harus sekelas bagaimanapun caranya. Dan keheningan pun berlanjut sampai akhirnya mereka tiba di KJHS.

.

.

"Nama saya Umino Iruka, selama 1 tahun kedepan saya adalah wali kelas kalian. Saya harap, kita semua bisa menjadi guru dan murid yang akur yaa anak-anak ku" ujar lelaki berwajah ramah. Perkataan Gaara tadi pagi terwujud, Naruto dan Gaara benar-benar sekelas dan bahkan mereka duduk sebangku. Lalu mereka pun memulai perkenalan tiap-tiap orang dari awal sampai selesai.

"Sekarang kita akan melakukan pengocokan teman sebangku" lanjut Iruka yang dihadiahi teriakan dari murid-muridnya

"SENSEI AKU TIDAK MAU!"

"SENSEI KITA SUDAH BESAR TIDAK USAH ADA PENGOCOKAN BANGKU!"

"SENSEI AKU MAU DUDUK DENGAN SI TAMPAN DISEBELAH SANA!"

"SENSEEEEI!"

"DIAM!" teriak Iruka, dan seketika kelas hening "Sensei akan tetap mengadakan pengocokan teman sebangku supaya kalian lebih cepat kenal" dan tidak ada teriakan lagi setelah pernyataan Iruka tadi. Iruka pun mulai membacakan hasil pengocokannya

"Inuzuka Kiba dan Shion"

"SENSEI AKU TIDAK MAU!" Teriak Shion

"SENSEI DIA CEREWET! AKU TIDAK MAU!" Teriak Kiba

"DIAM! TIDAK ADA YANG BISA PROTES LAGI!" –tau kan siapa yang teriak?- dan tidak ada lagi jeritan dari Kiba dan Shion

"Aburame Shino dan Tenten"

"Hyuuga Neji dan Karin"

"Rock Lee dan Hyuuga Hinata"

"Sabaku Gaara dan Haruno Sakura" membuat Naruto meringis karena dia tidak bisa duduk dengan Gaara lagi

"Namikaze Naruto dan Nara Shikamaru"

"Yamanaka Ino dan Uchiha Sasuke"

Semua orang diam. Iruka pun terus menyebutkan nama-nama yang akan menjadi teman sebangku sampai selesai.

Iruka menghela napas lelah, "Baik, cepat duduk dimeja masing-masing dan mulai lah berkenalan dengan teman sebangku kalian" lalu dengan cepat menenggak air didalam botol yang ia bawa sendiri. Belum habis lelahnya, tiba-tiba ada seseorang yang mengacungkan tangannya.

"Sensei. Saya cuma mau duduk dengan Sakura" ujar anak laki-laki tampan berambut raven berkata dengan tenang. Iruka menghela napas lelah, dia tau anak ini siapa dan tidak ingin membuat masalah banyak dengannya. Ya, anak ini adalah Uchiha Sasuke. Orang tuanya adalah pemegang saham nomor 2 disekolah sehingga banyak guru yang sudah saling memperingati untuk tidak berurusan dengannya.

"Sasuke-kun, kau tidak boleh begitu! Ini sudah peraturan kelas" ujar anak perempuan bermata hijau emerald dengan surai merah muda indah yang diketahui bernama Haruno Sakura

"Hn. Aku tidak menerima penolakan"

Napas Iruka semakin berat, tidak tau harus bersikap bagaimana sampai akhirnya dewi fortuna berbalik berpihak kearahnya

"Sensei, bagaimana kalau Sakura dan Yamanaka bertukar tempat duduk saja?"

"Ano apa Gaara-kun tidak keberatan?" tanya Sakura, ya mereka memang sempat berkenalan tadi saat mereka sudah duduk berdampingan dimeja mereka.

"Tidak", Sakura dan Ino pun bertukar tempat duduk sambil beberapa kali menggumamkan 'gomen' kepada Gaara yang dengan baik hati menjadi penyelamat mereka

"Yamanaka Ino, panggil saja Ino! Yoroshiku Sabaku-san!" Ujar Ino dengan semangat, ya dia sempat kecewa tadi karena mantan teman sebangkunya yang tampan menolak untuk duduk dengannya. 'Huh apa aku kurang cantik sehingga si tampan tadi menolak untuk duduk denganku?' batinnya miris

"Salam kenal Ino, dan panggil saja aku Gaara" jawab Gaara sambil tersenyum tipis membuat pipi putih Ino merona merah. 'Oh dia hot! Dan juga ramah! Kau beruntung Yamanaka Ino!' batin Sakura. Sakura? Ya, yang membatin seperti tadi adalah Sakura yang seluruh wajahnya (
tidak cuma pipi, namun seluruh wajahnya) sudah berubah menjadi merah semerah tomat seperti kesukaan teman bangkunya sekarang.

Sementara Naruto? Naruto tersenyum bangga melihat aksi sahabatnya tadi. 'Gah! Gaara memang paling keren! Dan cih sombong sekali pantat ayam itu' batinnya kesal. Naruto melirik teman sebangkunya, 'Hmm rambutnya seperti nanas. Yosh! Waktunya perkenalan'

Mencoel-coel pundak orang disampingnya, akhirnya teman sebangkunya itu terbangun dari tidur lelapnya.

"Namikaze Naruto! YOROSHIKU!" Teriak Naruto semangat, membuat si rambut nanas sedikit membuka matanya.

"Hoam.. mendokuse"

"HOY TIDAK SOPAN KAU RAMBUT NANAS!" Teriak Naruto kesal

"Heh kuning! Berisik! Kau mengganggu tidurku!"

"APA KAU BILANG NANAS?" Naruto mengepalkan tangannya, "Nara Shikamaru" ucap Shikamaru. Mengerjap-ngerjapkan matanya, Naruto bertanya "Eh? Apa kau bilang?"

"Nara Shikamaru"

Senyum mengembang diwajah Naruto "YOROSHIKU SHIKA!" dan tanpa disadari Naruto senyum tipis tercetak diwajah Shikamaru.

.

.

Dan tentu saja ini baru tahap perkenalan. Sabar, karena cerita persahabatan ini belum dimulai.

.

.

Tbc.

.

.

WUAHHHHHH CHAPTER 2!

Author terharu ternyata ada yang suka dengan cerita Author *seperti biasa membungkukan badan* *dan menangis*

Ada yg request ShikaIno, ada yang request Sasufemnaru, ada yang request gaafemnaru sasusaku dan masih banyak lagi!

Disini banyak Gaafemnaru ya? Ya karena disini kan ceritanya flashback saat mereka belum bersahabat, dan Naruto cuma baru kenal sama Gaara.. jadi ya gitu dehhh^^

Sasuke juga belom banyak ngomong nih di chapter ini. Iya, si pantatayam #di chidori Sasuke# ehhhh maksudku Sasuke-sama akan lebih banyak perannya di chapter depan. Soooooooooo pantengin terus fic ini yaa =)

Oh iya mau balas review dulu

Zielavienaz96 : Aku usahain ya senpai:3 Tenang aja nanti bakal banyak moment ShikaIno :3

Haruno Laily : BETUL! Stok fanfic sasufemnaru memang sedikit =( Tapi karena disini Naruto suka sama Sasuke, pasti bangeeeeet bakal banyak momen mereka :3

Choikim 1310 : Wah senpai konfliknya ribet sekali=((( tapi emang bakal bikin kaya gitu sih wkwkwk ternyata udah ketebak ya ;') Tapi tenang aja senpai! Konfliknya lebih ribet dari itu hahaha

: Waaaah bisa jadi tuh nanti Narunya bakal sama Itachi :3 (Sebenernya sih pengennya Author yang sama Itachi.. #plak) hmm author jadi kepikiran untuk bikin momen ItaNaru nih hehe makasih sarannya senpai =)

Nira Namikaze : Wuhuw diusahakan updatenya kilat senpai =)

Ah dan Author tetap membutuhkan dukungan untuk fic ini ;') jadi... kritik dan saran sangat diterima =))))))))))))))))))

^ Review Review Review Review Review Review Review Review Review Review Review ^