Should I confess
Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Kim Neul (Eomma), Kim Ryeowook, etc..
Genre : Romance, Hurt, Drama
Gender : Yaoi
WARNING! ABAL, AMATIR. DON'T LIKE, EXIT PLEASE!
°•°sitapumpkinelf (SELF137)°•°
CHAPTER 2
Dilihatnya jam tangan putih yang melingkar di pergelangan tangannya pas.
Helaan nafas kembali terdengar kembali meluncur di bibir mungilnya.
"Lee Sungmin, hwaiting!" gumamnya dengan melanjutkan kegiatan tulis menulisnya yang membuat lehernya pegal.
Sesekali ia memijat tengkuknya dan melengkuh pelan.
.
.
.
"Hyuk, bukankah kau tadi terlalu dengan pria manis tadi?" namja yang sedang sibuk dengan kegiatan menyetirnya mulai menoleh dan mendengus pelan menaggapi omongan Namja dengan rambut hitam sedikit coklat.
"Aishh, kau tidak tahu aku hae-ah" ucapnya dengan melihat kaca depan yang langsung bisa melihat wajah tampan Namja yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Hey, kyu. Kau jadi menemui pacarmu? Tak jadi jalan-jalan dengan kami?"
Namja yang merasa dipanggil itu menoleh dan menatap wajah tirus itu lalu mengalihkannya lagi pada ponsel pintarnya.
"Ya, dan ralat kata-katamu. Dia bukan pacarku!" ucapnya dengan masih terpaku pada touchscreen ponselnya.
Donghae tertawa melihat Eunhyuk memanyunkan wajahnya mendengar kalimat yang keluar dari mulut magnae mereka.
"Berhenti tertawa ikan!" ucapnya dengan memberi deathglare gratis pada Donghae.
Seketika Donghae berusaha dengan keras untuk menahan tawanya.
Wajahnya pun memerah akibat ulahnya sendiri.
Sedangkan namja dibelakang mereka hanya tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya geli.
'Beeeep beeeep'
Jemari kurus itu dengan segera menggeser icon berwarna hijau lalu menempelkan benda persegi berwarna hitam itu di telinganya.
"Yeobboseyo, hyun-ah" ucapnya dengan malas.
'Oppa~ kau lama sekali~' suara mendayu yang dibuat sok manis itu membuat Kyuhyun memutar bolamatanya malas.
Dengan malas ia mengganti posisi ponselnya berganti di telinga kanannya.
"Sabarlah sebentar, 10 menit lagi aku sampai" ucap Kyuhyun malas.
Donghae dan Eunhyuk hanya sama-sama mengangkat bahunya cuek.
Mobil sport berwarna merah itu melaju dengan kencang membelah luasnya jalan Seoul yang lumayan lengang. Bagaikan sang penguasa, mobil berwarna merah gincu itu bergerak dengan anggunnya ditengah puluhan mobil-mobil lokal biasa.
.
.
"Oppa~ kau lama sekali. Aku sudah satu jam lebih menunggumu disini!"
Suara kesal seorang yeoja terdengar saat Namja tampan berambut hitam kecoklatan itu memasuki sebuah cafe yang terletak tak jauh dari sebuah pusat perbelanjaan besar.
Mendengar suara itu Kyuhyun hanya menghela nafasnya dan berlalu menemui sang yeoja tanpa mengindahkan tatapan-tatapan kagum dari seluruh penghuni cafe yang kebetulan tengah menghabiskan waktu di ruangan lumayan luas dengan aksesoris ruangan yang terlihat lembut itu.
Salah seorang yeoja yang duduk tak jauh dari pintu masuk tengah melipat tangannya didepan dadanya dan mengerucutkan bibirnya kesal.
Kasual dress yang digunakan yeoja itu terlihat sangat pas dengan tubuh langsing yeoja yang tengah kesal itu.
Terlihat cantik memang, tapi entah mengapa namja bernama Kyuhyun itu tak mempunyai perasaan khusus untuk yeoja bernama Seohyun itu.
Apakah perlu aku kenalkan pada yeoja itu? Ah sepertinya saya terlalu malas untuk mendiskripsikan latar belakang yeoja itu.
Jadi marilah kita skip saja kkkk~
"Aku tak menyuruhmu menunggu bukan?" suara cuek dibarengi dedengan pantat yang menempel pada sebuah kursi empuk berwarna putih.
Kyuhyun memandang wajah dihadapannya jengah.
"Kau menyebalkan Oppa!"
"Lalu kenapa kau masih mempertahankan pertunangan ini?" suara cuek yang terlihat tengah sibuk dengan buku menu ditangannya. Jemari putih kurus itu menyibak satu per satu lembar buku menu bersampul warna coklat itu.
Seketika yeoja bernama Seohyun itu melemaskan tangannya dan bergerak mendekatkan kursinya.
"Oppa, kau tahu kan kalau aku mencintaimu?" tangan mungil nan mulus itu meraih tangan kekar kurus milik Kyuhyun. Membuat sang empu sedikit terkaget dengan tindakan Seohyun.
"Lepaskan tanganmu atau aku pergi dari sini?" ucap Kyuhyun dengan melihat tangan Seohyun bergantian dengan wajah sok polos itu.
Dengan berat hati Seohyun melepas tangannya.
.
.
.
"Eomma, Appa belum pulang?" sang Eomma menoleh menatap putra bungsunya.
"Tidak, hari ini Appamu lembur. Kemungkinan pulangnya larut malam"
"Oh" hanya tanggapan kecil keluar dari mulut mungil nya.
"Wookie, hyung-mu dimana?"
"Sepertinya masih belajar di kamar" sahutan kecil dari namja yang tengah sibuk dengan sebuah buku berukuran lebih kecil dari buku ukuran normal itu tanpa mengalihkan sedikitpun matanya dari buku tersebut.
Sedangkan seorang yeoja paruh baya itu menggelengkan kepalanya pelan lalu melanjutkan pekerjaanya menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya.
"Panggil hyungmu, suruh dia keluar dan makan malam bersama" suara sang Eomma bagaikan perintah yang tak bisa ia bantah, dengan segera namja mungil berpipi tirus itu melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu berwarna coklat yang terdapat tulisan 'Bunny's Room'
"Hyuuuuung~ Eomma menyuruh-" teriakan itu terpotong saat melihat sang hyung tergagap menutup bukunya dan dan memperbaiki letak kacamatanya.
"Hyung?"
"Ah wookie, i-ini err.. Apa? E-eomma menyuruhku keluar? M-makan malam? Ah, iya baiklah. Kita keluar. Aishh.. Ayo kita keluar"
Setelah memastikan ia menutup bukunya ia menatap dongsaengnya gugup. Dengan segera ia mendorong-dorong tubuh mungil adiknya yang masih melihat kearah belakang kearah meja belajarnya.
"H-hyung tapi-"
.
.
.
"Sungmin, besok kau tak usah membantu Eomma" suara dentingan sendok, garpu dan piring milik Sungmin terhenti dan menatap wajah sang Eomma. Masih melanjutkan acara mengunyahnya, kemudian ia bertanya.
"Waeyo Eomma?"
Sang adik pun mengalihkan pandangannya kearah sang Eomma. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat dan meletakkan garpu serta sendoknya keatas piring yang sudah kosong dengan noda-noda sisa makanan.
"Kau kan juga kuliah, Eomma tak mau kau sakit karena kelelahan membantu Eomma" ucapnya dengan lembut.
"HahaHahahaa... Eomma. Kau ini ada-ada saja, mana mungkin Sungmin kelelahan gara-gara membantu Eomma? Aishh tidak, besok Sungmin masih mau membantu Eomma" ucapnya dengan menggenggam tangan sang Eomma lembut.
Ryeowook tersenyum.
Sang Eomma pun tersenyum penuh haru, beruntungnya ia mempunyai anak seperti Sungmin, meski bukan anak kandungnya tapi ia sudah menganggap Sungmin seperti anaknya sendiri.
"Eomma sangat beruntung memilikimu minnie"
Ucapnya dengan lembut, lalu mengalihkan pandangannya pada Ryeowook.
"Kemarilah," ucapnya dengan merentangkan tangannya.
Ryeowook maupun Sungmin mendekati sang Eomma dan mendekap tubuh sang Eomma hangat.
"Eomma sangat menyayangi kalian."
Direngkuhnya kuat tubuh kedua putranya.
"Kami juga sangat menyayangi Eomma"
"Ne, sangat menyayangi Eomma" imbuh Sungmin menimpali jawaban dari Ryeowook.
.
.
.
"aishhh.. Bagaimana bisa aku terlambat! Aigoo~ pabboya Lee Sungmin!"
Seorang namja mungil dengan kemeja warna putihnya serta celana skiny jeans tidak terlalu ketat melekat indah ditubuh mungil nya.
Dengan mengeratkan pegangannya pada dua buku lumayan tebal ditangannya ia melangkah cepat di koridor gedung kampus yang sangat luas.
Memang masih ada beberapa mahasiswa yang masih berlalu lalang namun, perasaan tak enak ia rasakan mengingat sebelumnya ia tak pernah terlambat di jam pagi.
Ia menghembuskan nafasnya kasar dan mempercepat langkah kakinya.
Sampai suara..
Brukkk
Traakkk
Membuatnya terdiam beberapa waktu.
Mata rubah itu membulat melihat siapa yang ia tabrak beberapa detik yang lalu.
Mata hazel tajam menghunus kearahnya. Kemudian mengalihkan pandangannya pada sebuah benda berwarna hitam yang sudah tak berbentuk itu diatas dinginnya permukaan marmer.
"K-kkyu-hyun-ssi" namja berkacamata itu menatap wajah memerah Kyuhyun dan mengalihkan pandangannya pada PSP yang telah terbelah menjadi dua bagian itu.
Bibir pouty miliknya bergetar merasakan ketakutan akan reaksi Kyuhyun.
"A-aku.. M-minta-"
"APA MATAMU BUTA EOH?!"
Sungmin berjengkit mendengar suara bentakan dari Kyuhyun. Namja dihadapannya sedang bernafas dengan buru-buru nampaknya. Terlihat sekali dadanya naik turun seirama dengan masuk dan keluarnya oksigen dari dalam paru-parunya.
"A-aku m-minta maaf K-kyuhyun-ssi"
"Minta maaf?! Apa dengan minta maaf PSPku akan kembali EOH?!" suara bernada tinggi itu pun kembali terdengar memekakan telinga namja mungil itu, hingga berdenging telinganya.
Grebb
Trakkk
"Sekarang kita impas"
Belum sempat ia mengeluarkan sepatah kata, namja berjaket coklat itu meninggalkannya sendirian dengan tatapan tak mengenakan dari mahasiswa yang sengaja berhenti untuk melihat dan mendengar pembicaraannya dengan sang pangeran kampus.
Merasakan lututnya lemas, pandangannya mengabur ia pun jatuh bersipuh menatap benda yang menjadi alat fokusnya dalam melihat segala hal. Kacamata.
Ya, namja bernama Cho Kyuhyun itu telah merebut paksa kacamata Sungmin dan membantingnya pada lantai marmer, menyebabkan benda yang terbuat dari kaca itu terpecah belah dengan menyisakan satu bagian kaca yang masih terpasang namun retakan-retakan kecil telah memenuhi kaca lensa. Tak mungkin dapat digunakan lagi.
Airmata mulai menuruni pipi putihnya. Tangannya terulur mengambil kacamatanya.
Betapa ngilu melihat pemandangan itu. Namun... Yang lebih menyakitkan dan mebuatnya sesak untuk mengambil nafas adalah.. Kyuhyun yang melakukannya.
.
.
.
To be continue
Huwaaaaa... Mian klo jelek. Without edit, so I'm sorry if there are so many typos there.
Big thanks for
anie JOYer, abilhikmah, sissy, ajeng kumala, sitara1083, fitri, 5351, kity ming90, Kim Yong Neul, Princess JOYELF137, pinkyming, reiaeia95, kyumin joyer ChoLee, Zen Liu, yefah, Guest.
mian gx bisa bls review kalian ssatu2.. #bow
Review lagi yaaaaa
#sokBhasaInggris #alay
Gomawo dah mau review d ch kemaren #tebarKisseu
Last, REVIEW!
