Sebelumnya author minta maaf karena ceritanya mungkin semakin Absurd , Gaje dan Aneh.
.
please enjoy ~
.
Kelas 3 E di kunugigaoka bukanlah kelas biasa, bukan hanya karena kelas mereka dikucilkan , tapi karena kelas ini merupakan kelas bagi para Assassin yang sengaja dilatih, mereka yang berada di kelas itu merupakan orang pilihan dengan berbagai kelebihan.
"Baiklah minna san , sekarang , sensei minta kalian memegang kotak yang berada di hadapan kalian" Kotak yang berada di hadapan mereka hanyalah sebuah kotak polos dengan tombol merah yang berkedip kedip.
"Hee ? memangnya kenapa sensei ?" Rio menatap Korosensei dengan alis terangkat sebelah.
"tenang saja, nurufufufu ~ benda itu tidak berbahaya, setelah itu simpanlah kotak itu disini" Korosensei menepuk-nepuk meja nya menggunakan tentakel kuningnya.
Semua orang pun menuruti perintah Korosensei. Semuanya meletakkan kotak mereka masing-masing. Korosensei mulai mengacaknya.
"Nah, sekarang, kita dengarkan apa yang kalian inginkan, Nurufufufu~"
"a-apa maksud sensei?" Nagisa mengangkat tangannya dan wajahnya terlihat khawatir.
"Kotak yang kalian serahkan adalah kotak yang khusus sensei buat untuk mengetahui keinginan kalian Nurufufufu~"
Semua orang mulai protes, kelas pun berubah menjadi sangat ramai. Sensei mulai mengambil kotak itu secara acak, lalu menekan tombol merah.
'Aku menyukai Karma !'
.
.
Hening
.
.
"EEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!" teriakan kelas 3 E itu sampai terdengar ke kampus utama Kunugigaoka gakuen.
'Aku hanya ingin dia bahagia, aku selalu ingin melihat senyumnya. Aku tahu dia tidak akan pernah menyadarinya, aku tahu aku tidak pantas untuknya, aku tahu dia dan manami memang cocok. aku hanya akan menyukainya seperti ini, aku tahu ini tidak benar, makanya, aku ingin bisa melupakannya, aku akan mencoba melupakannya'
Karma berdiri dari kursinya. Wajahnya sangat merah, entah karena ia malu atau marah.
"Hentikan semua omong kosong ini !" Ia meletakkan kedua tangannya dalam sakunya dan pergi keluar kelas, ia membanting pintu dengan sangat keras.
Gadis berambut orange itu pun terdiam ia masih menatap ke arah Karma pergi, ia menunduk, tak lama kemudian ia tersenyum manis.
"Sensei ~ kurasa ini semua tidak benar, ini seperti mengintip buku harian seseorang"
"Korosensei, ternyata sensei memiliki hobi seper-"
"baiklah, kita sudahi kelas sampai disini saja! Kurahashi, sensei memiliki tugas khusus untukmu, datanglah ke ruangan sensei sekarang"
Kurahashi membuka pintu yang tak lagi utuh tersebut. Korosensei terlihat sedang membaca majalah, dan meneguk secangkir kopi.
"Ada apa korosensei ?"
"Nah, ini tugas pertama mu sebagai Assassin"
"e-EH?!"
kukira sensei memanggilku karena ia tahu kotak itu milikku, syukurlah ia tidak aku tidak menyangka akan secepat ini, ini misi sekaligus tugas pertama ku, meskipun aku harus pindah jauh dari sini, itu tidak masalah, hanya saja mungkin aku sedikit aku kembali teringat kata-kata sensei.
'Sebuah penelitian ilegal, Sensei memberikanku foto, sebuah benda kecil.
'itu adalah chip yang bisa mengatur sel inang, sangat berbahaya apalagi jika si inang tidak dapat mengontrolnya, meskipun dalam beberapa kasus si inang tidak sadar, apalagi sepertinya chip itu belum sempurna'
Korosensei membuka beberapa dokumen, dan menyerahkan sebuah foto padaku.
Wanita berambut cokelat pendek tersenyum manis, disampingnya seorang berambut merah dengan tato 'ai' dikeningnya.
'yang mana targetnya sensei?'
'nurufufufu ~ itulah yang ingin ku cari tahu, jika kau sudah tahu siapa inangnya, usahakan ambil chip itu, jika tidak bisa...'
sensei terdiam sesaat
'aku tahu mungkin itu akan agak sulit, mengingat kau belum pernah membunuh sebelumnya'
aku terdiam
'ya'
Kurahashi sampai di depan sebuah gerbang yang sangat besar.
"Tunggu !" seseorang datang dan menghampirinya.
"apa anda butuh bantuan ?" Orang itu bertanya dengan sopan.
kurahashi tersenyum manis, ia metelakkan barang yang ia bawa dan membungkuk memberi hormat.
"Nama saya Hinano Kurahashi, saya akan pindah ke Konohagakure hari ini" Kurahashi tersenyum manis
"ah, baiklah, nona" Orang itu pun mempersilakan Kurahashi lewat.
BRAKK
Di perjalanan seorang wanita berambut cokelat menabraknya, semua barang-barang Kurahashi berserakan di tanah.
"Ah maaf ! aku tidak sengaja!" Gadis itu segera membantu membereskan barang-barangnya.
"sepertinya kau sedang buru-buru, tidak apa-apa ! sebaiknya kau segera kesana !" Mata Kurahashi melebar melihat orang yang ada di hadapannya.
"eh ?! bagaimana kau tahu ?"
Kurahashi tersenyum manis.
"Tentu saja, semua orang yang memiliki mata pasti tahu kau sedang terburu-buru! aku tidak apa-apa ! lagipula ini bukan barang yang penting, cepat lanjutkan saja perjalananmu!" Kurahashi mengambil semua barang yang berada di tangan si gadis berambut cokelat.
"maafkan aku! lain kali aku akan membalas kebaikanmu!" wanita berambut cokelat itu berdiri dan menundukkan badannya. Ia pun segera berlari, setelah beberapa waktu , ia kembali dengan terengah-engah.
"namaku Matsuri!" ia pun berlari kembali.
Kurahashi tersenyum melihat Matsuri pergi.
'dia benar-benar gadis yang baik'
Setelah beberapa lama, akhirnya ia sampai di sebuah pondok tepi hutan, tempatnya benar-benar terletak di sisi desa Konoha. Hari ini cuacanya benar-benar cerah, Kurahashi memutuskan untuk melakukan tur ke sekitar hutan. Ia melihat Kumbang tanduk rusa dan mulai megejarnya, ia tak sadar kemana ia berlari, lalu yah seperti biasa, ia meluncur berguling-guling menuruni bukit.
SRAK SRAK SRAK SRAK
"Tuan ! awas !"
tapi Lelaki itu merespon dengan pasirnya, ia mendirikan sebuah dinding yang terbuat dari pasir.
BRUG
Kurahashi menabrak dinding pasir dengan keras, kakinya berada di atas dan kepalanya berada di bawah.
"Siapa yang mengutusmu ! apa kau kesini untuk- eh bukankah kau gadis tadi !" Matsuri mendekati Kurahashi. Mendengar ini, Gaara memasukkan kembali pasirnya. Matanya melebar melihat Kurahashi, sosoknya benar-benar tak asing, ia mengenalinya.
"apa kau baik-baik saja?" Matsuri menghampiri Kurahashi yang masih terbaring di tanah.
"ahaha aku tidak apa-apa" Kurahashi tersenyum , walaupun terlihat jelas wajahnya kesakitan. Ia mulai bangkit dan duduk, rambutnya dipenuhi dengan dedaunan, pakaiannya benar-benar kotor.
"Tanganmu ! tanganmu berdarah ?"
"eh ? tanganku ?" Kurahashi melihat lengannya, cairan kental berwarna merah itu tidak berhenti mengalir dari goresan melintang yang menganga di lengan atasnya.
"Huaa ! sebaiknya kita membawamu ke Rumah Sakit"
"tapi aku baik-baik saja" Kurahashi memandang Matsuri dengan poker face.
"Jangan keras kepala" Akhirnya Gaara mulai bicara.
Kurahashi tersenyum. "tidak apa-apa tempat tinggalku tak jauh dari sini, aku baru pindah ke kabin yang berada di ... "
Kata-katanya terhenti , ia menoleh ke arah kiri dan kanan. lalu menunjuk ke arah ia jatuh .
"sebelah sana.. kurasa" ia menggaruk pipinya yang tidak gatal sama sekali.
Gaara menghela napasnya. "Apa boleh buat, kami akan mengantarmu"
"eh... tapi...aku tidak ingin mengganggu kalian"
"k-kami ?" Wajah Matsuri memerah.
"Aku hanyalah pengawalnya, t-tidak ada apapun diantara kami"
"begitukah ? tapi kalian terlihat serasi" Kurahashi menggoda Matsuri, wajahnya semakin memerah.
Mereka sampai di perbatasan hutan dan desa.
"Ah jika sudah sampai sini, aku rasa aku dapat pulang sendiri" Kurahashi pun tersenyum lalu membungkuk.
"tidak ! sebaiknya kita obati lukamu di klinik terdekat !" Matsuri terus memaksanya.
"terima kasih untuk tawarannya" Kurahashi masih tersenyum, lalu berjalan pergi.
"Ahh aku merasa tidak enak padanya"
Gaara hanya memandang ke arah Kurahashi pergi.
"apa kalian saling mengenal ?"
"ah tadi pagi aku tidak sengaja menabraknya"
"begitu ya.."
