FORBIDEN LOVE OF LUCIFER PART 2

Mian TYPO berkeliaran...

CUE !

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kaki semakin lama semakin mendekat, Jinki memeluk adiknya erat dan memejamkan mata.

SREEKKK

"ah anakku...kalian disini rupanya...hah.." ternyata sosok tersebut adalah Raja Lee Donghae,appa mereka. Menghembuskan nafas lega karna berhasil menemukan kedua anak kesayangannya tanpa luka. Berjongkok mensejajarkan tinggi mereka.

"appa...minnie takut" Taemin kecil langsung menghambur dipelukan sang appa , menangis lega , berhasil selamat dari kejaran warga , menangis sejadi-jadinya sampai membuat jas hitam yang dipakai appanya basah dibagian pundak sebelah kirinya.

"uljima minnie...appa ada disini..tenang ne~" mengelus pelan pundak anak bungsunya , menyalurkan ketenangan.

"Jinki...kemari nak" mengulurkan tangan kanannya, meraup tubuh mungil anak sulungnya.

"hikss appa...hiks...maafkan aku , aku gagal melindungi minnie" ikut menangis dipundak sang appa , haish... sekarang appanya malah kebingungan menenanngkan anak-anaknya yang menangis berjama'ah(?).

"ssttttt...uljima Jinki-ah,kau sudah melindungi adikmu dengan baik, ya sudah ayo kita pulang"

Berdiri perlahan dan hati-hati , menggendong kedua anaknya dikanan dan kirinya, berhenti sebentar sesaat setelah sampai diluar.

"Tuan Park.." memanggil kepala pelayannya, orang kepercayaannya.

"ne, tuan besar Lee" orang yang dipanggil membungkukkan diri sopan berhadapan dengan sang raja.

"bagaimana , sudah kau bereskan semuanya ? "

"ne tuan , kami sudah mengeksekusi warga yang memprovokasi untuk mengejar kedua pangeran tadi tuan besar"

"hmmm bagus kalau begitu , ayo kita pulang,panggil semua prajurit untuk kembali ke istana"

"baik tuan besar Lee"

"dan, tuan Park,bisakah kau membantu menggendong Jinki ? sepertinya mereka berdua kelelahan dan tertidur, aku takut membangunkannya saat perjalanan pulang"

"baik Tuan besar" mengambil alih Jinki ke gendongannya, benar saja Jinki dan Taemin sudah tertidur pulas dengan air mata yang menggenang disudut mata mereka.

Dan terbang kembali ke castile

FLASHBACK OFF

"hyung...mau kemana ?" namja cantik bermata blue sapphire menghampiri hyungnya yang sudah mengeluarkan sayapnya bersiap terbang.

" Minnie…. Hyung mau menemui ….. hm…. Ehehehe dia.." Jinki menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil terkekeh tak jelas.

"ouwhh…. Aku ikut ya hyung " rajuk Taemin manja sambli menarik ujung blazer hitam yang dikenakan Jinki.

"tidak boleh…. Kau disini saja temani umma" tolak Jinki halus

"Shireo… pokonya Minnie ikut" Taemin mengerucutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya imut

"tidak boleh!"

"ikut!"

"tidak boleh!

"ikut!"

"tidak…."

"tidak ikut"

"tidak boleh"

"yey… berarti aku boleh ikut" Taemin melonjak senang , berhasil menjebak hyungnya.

"aish… tidak boleh" tolak jinki tegas

"hyung….. hiks….." Taemin mulai terisak

"haish…. Baiklah..ayo ikut hyung" akhirnya Jinki luluh, Taemin langsung menghentikan tangis pura-puranya. Dan mulai mengeluarkan sayapnya.

Taemin menggenggam tangan hyungnya dan kemudian terbang.

Tep

Jinki dan Taemin mendarat diatas atap rumah kosong yang berhadapan langsung dengan rumah namja cantik itu, bangunan tua berlantai dua ini cukup membantu, duduk di tepi atap sambil menunggu sang pujaan hati melakukan rutinitasnya di pagi hari. Merawat tanaman dihalaman rumahnya.

Blam

Seorang namja cantik berambut assimetris berjalan keluar sambil menenteng teko(?) untuk menyiram tanaman.

"hyung…. Lihat…. Dia keluar " Taemin berteriak girang sambil mengguncang-guncangkan bahu hyungnya

"sssttttttt…..ne.. Minnie tenanglah nanti kita ketahuan"

Namja cantik itu mulai menyirami satu persatu tanamannya sambil sesekali memotong cabang-cabang yang tumbuh tidak teratur.

Taemin melirik hyungnya yang sedari tadi diam seribu bahasa, terlihat rona merah dikedua pipi hyungnya.

"Minnie… dia cantik yah?" Jinki bertanya tanpa mengalihkan sedikitpun tatapannya dari namja cantiknya, sudah bisakah disebut namja cantikya ? mengetahui namanya saja belum . Ck sedikit berharap tak apalah.

"ne hyung… wajahnya memancarkan cahaya" Taemin juga ikut-ikutan memandangi namja cantik itu lekat.

"hyung, sebaiknya hyung mulai mendekatinya jangan hanya terus seperti ini"

"ani Minnie hyung takut….takut kalau dia akan pergi kalau mengetahui siapa hyung sebenarnya"

"aishhhh jinja hyung, kalau Cuma seperti ini kapan kau akan memilikinya ?ishh" taemin mulai kesal dengan sifat kolot hyungnya.

"tapi hyung benar-benar takut Minnie" Jinki menunduk merasa malu pada saengnya

"aisshh payah, kalau begitu aku saja yang memulai"

Taemin terbang turun dan mendarat di tempat yang agak jauh dari rumah namja cantik itu, Jinki hanya bisa melongo dan bersiap turun tapi niatnya gagal setelah Taemin menatapnya tajam dan sorot matanya mengatakan diamlah-disitu-dan-lihat-aku !, sukses membuat Jinki diam .

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Jiki memperhatikan Taemin, diperhatikannya dongsaengnya itu seksama .

Terlihat Taemin mulai berjalan mendekat kearah rumah incaran hyungnya memasang tampang aegyonya dan menghampiri Kibum-namja cantik itu.

"annyeong hyung… " Taemin menyapa kibum yan belum sadar akan kedatangannya.

"ne…" sebuah suara lembut menyapa pendengaran Taemin, namja cantik itu berbalik menghadap Taemin.

"aigooooo neomu yeppoh" tanpa sadar taemin menggumamkan pujian itu, dari jarak sedekat ini barulah terlihat jelas wajah namja cantik itu.

"gomawo" Kibum terkekeh pelan, menampilkan lesung pipinya.

"ah…mianhe hyung.." Taemin akhirnya tersadar dari lamunannya.

"eum… ada apa adik kecil ?" Kibum bertanya halus pada Taemin.

"hyung, bolehkah aku meminjam sekop kecilmu ?, umma membutuhkannya,bolehkah ?" Taemin memohon dan memasang tampangnya seimut mungkin. Membuat Kibum harus berusaha keras menahan keinginannya untuk memeluk erat namja imut bermata saphire dihadapannya saat ini.

"ne..ini"menyerahkan sekop kecil yang tadi dipegangnya pada Taemin. "adik kecil siapa namamu ?" Tanya Kibum.

"naneun Lee Taemin imnida" membungkuk sopan, terksan lucu. "kalau hyung siapa ?"

"kau lucu sekali Minnie, naneun Kim Kibum imnida" meniru gerakan Taemin, Taemin terkekeh melihat tingkah namja cantik itu.

"barapa usiamu Taemin ?"Tanya Kibum sambil mengusap lembut kepala Taemin yang sedikit lebih pendek darinya.

"eum…16 tahun hyung"

"eoh ? berarti kau seumuran dengan adikku,aigo….. kau terlihat masih seperti bayi"

"ehehehe gomawo hyung.." ucap Taemin sambil memperlihatkan aegyonya.

"aishhhhh…kau sangat imut"

"kalau begitu aku pamit dulu hyung, ah.. sekop ini kaan kukembalikan nanti,gomawo hyung, anyeong"

"ne…" tersenyum pada Taemin

Taemin melangkah pergi meninggalkan kediaman Kibum,sambil tersenyum cerah dan sedikit melirik kearah hyungnya berada-diatap bangunan tua.

"jangan sungkan main kemari ya" Kibum berteriak disaat Taemin hampir berbelok keluar dari pagar rumahnya.

Taemin berbalik dan balas berteriak"ne… hyung aku akan sering main kemari" berbalik dan berlari meninggalkan rumah itu.

Jinki yang berada diatas atap hanya tersenyum memperhatikan acting adiknya.

"kau pintar minnie" bergumam kecil, memperhatikan adiknya berhenti agak jauh dari rumah namjanya dan menghilang , "eh,kemana anak itu ?" bermonolog ria saat adiknya tiba-tiba menghilang.

PUK

"bagaimana hyung , aktingku ?"

"astaga, Minnie kau mengagetkanku" mengelus dadanya pelan.

"ehehehehe mian hyung" terkekeh tidak kembali di samping hyungnya masih diatap bangunan tua bergaya klasik.

"eoh , Minnie , apa yang tadi kau bicarakan dengannya eum?"

"aku tadi berpura-pura meminjam ini hyung" memperlihatkan sekop tanaman berukuran kecil dengan gagang berwarna pink. Eh PINK ? "dan aku sudah mengetahui namanya , hehehe"

"jinja ? , siapa , siapa namanya ?" bertanya tidak sabar , tidak sabar mengetahui identitas namja cantiknya.

"eum , siapa yah ? aduh.. aku tiba-tiba lupa hyung , aish"

"aishh ne,ne aku tau apa yang kau mau" merogoh saku blazer hitamnya, mengambil sesuatu dan menyodorkan benda bulat berwarna coklat transparan yang terbungkus plastik kecil. Caramel candy eoh ?

"gomawo hyung" tersenyum sumringah mendapatkan cemilan favoritnya.

"lalu Minnie , siapa namanya eum ?"

"namanya Kim Kibum hyung , tapi panggilannya Key hyung dan dia mempunyai saeng seumuran denganku" ucap Taemin sambil mengecap permennya.

"Key…hemm" gumam Jinki sambil tersenyum lembut.

"hyung , sebentar lagi akau akan mengembalikan sekop ini , kau ikut yah , biar bisa berkenalan dengannya" ajak Taemin sambil mengambil sekop yang tadi dibiarkan tergeletak di samping mereka.

"jinja ? , aku..aku.." Jinki bingung , apakah secepat ini , bertemu langsung dengan namja cantiknya , tapi… mungkin ini awal dari langkah besarnya "baiklah aku akan ikut denganmu", tersenyum cerah menatap adiknya.

Tep

"hyung kajja …" menarik lengan hyungnya , berjalan menuju rumah bergaya eropa klasik dengan taman kecil dibagian depannya , rumah kibum yah benar.

Jinki tidak memungkiri bahwa selama perjalanan singkat kerumah kibum membuat jantungnya berdetak tak teratur , nervous , bahkan keringat dingin mulai menetes dari keningnya.

"Jinki hyung tenanglah , dan bersikap sewajar mungkin"

Knock knock knock

Mengetuk pintu kayu itu pelan , yah mereka sampai di depan rumah ah ani , depan pintu rumah kibum setelah sebelumnya Jinki melamun sepanjang jalan.

"tunggu sebentar" terdengar suara sahutan lembut dari dalam . oh God rasanya Jinki akan kabur sekarang , jantungnya serasa akan meledak sebentar lagi.

"Minnie… hyung tidak yakin… hyung sa…"

Ceklek

"nugu ?"

Jinki membeku , Taemin tersenyum senang , Kibum namja cantik itu muncul dari balik pintu , dengan pakaian sederhana yang semakin membuatnya terlihat err… cantik. Kepala Jinki menoleh perlahan kearah namja cantik itu.

"ah…. Minnie…!" Kibum berseru senang setelah melihat siapa yang mengetuk pintunya.

"Kibum hyung ! ehehehe. . . aku kembali seperti janjiku tadi siang" memperlihatkan sekop mini bergagang pink yang tanpa dijelasakan pun Kibum sudah mengetahui maksudnya.

"ah .. masuklah dulu.. dan err ? " mata tajam Kibum mengarah ke Jinki yang hanya diam membatu menatap intens Kibum sejak tadi.

"ah ! hyung .. ini hyungku ..Hyung !" menyikut pelan hyungnya.

"ah ! mianhe " menundukkan kepalanya sebentar , merutuki tingkah bodohnya ." emm namaku Jinki , Lee Jinki hyungnya Taemin " memperlihatkan senyum kelincinya yang menawan.

"Kibum" singkat Key , memberikan senyum manisnya

DEG

DEG

Jantung Jinki berdetak semakin tak karuan

"baiklah silahkan masuk"

"silahkan duduk, kalian mau minum apa ?" tanya Kibum , mereka sekarang sudah berada di ruang tamu rumah Kibum.

"terserah hyung saja , ehehehehe" sahut Taemin sengaja diimut-imutkan(?)*bahasa apa ini ?

"aishhhh neomu kyeopta \,/" Kibum akhirnya tak tahan, menghampiri Taemin yang duduk di sebelah kanan Jinki yang membatu, mencubit gemas pipi Taemin.

"hyungggg appooo"

"aishhh ,,, siapa suruh kau begitu menggemaskan" Kibum melepaskan tangannya dan melirik canggung Jinki yang (masih) membatu dengan pandangan lurus kedepan.

"eoh Minnie.. apa hyungmu baik-baik saja ?"

"eh ?" melirik hyungnya, lalu kembali menghadap Kibum yang berdiri tepat didepannya " Jinki hyung baik-baik saja , mungkin dia masih tersihir pesonamu ehehehehe"

BLUSH~

Kibum merona

"ish.. bicara apa kau ?" mengelak , memalingkan wajahnya ke dinding sebelah kiri." Baiklah aku akan buatkan kalian minum, tunggu sebentar ne" berjalan kearah dapur rumahnya.

Taemin menengok kea rah Jinki. Ck hyungnya benar-benar norak.

"hyung"

"…"

"hyung" menepuk pundak hyungnya

"…"

" ! HYUNG !" berteriak ditelinga Jinki yang berhasil mengembalikan kesadarannya.

"eoh ? waeyo " bertanya innocent

"ck… kau kenapa norak tiba-tiba hyung ? membatu dengan ekspresi bodoh seperti tadi" menunjuk wajah Jinki.

"jinja ? aishhhh mianhe Minnie,,, hyung benar-benar tidak tau harus berbuat apa" menangkup wajahnya frustasi.

"bersikaplah sewajarnya makhluk hidup hyung, kau ini… berusahalah menarik perhatiannya"

"ne,,, hyung usahakan"

BLAM

Seseorang masuk dari pintu depan, dari langkah kakinya dapat didengar dia mengarah ke ruangan Jinki dan Taemin sedang duduk bercanda.

"Kibum hyung…. Aku pulang" teriak orang itu dengan suara bassnya

TAP

"eh ? ada tamu ?" sosok tinggi itu berhenti disamping sofa tempat Jinki dan Taemin."annyeong.. apa kalian tamu Kibum hyung ?" tanyanya pada Taemin dan Jinki.

"ah annyeong ,ne ^^ kami tamu Kibum" sahut Jinki berdiri dan saling melakukan bow.

"Minnie, ayo beri salam" Jinki melirik kearah Taemin yang diam memperhatikan sosok namja didepannya dengan sedikit rona merah menghiasi pipi saljunya.

Namja berambut ikal itu juga memperhatikan Taemin lekat dari atas sampai bawah , seperti berusaha mengingat sesuatu.

"apa kalian saling kenal ?" Jinki memecah keheningan.

"…"

"…"

Tidak ada yang menjawab keduanya masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

"eh . Minho kau sudah pulang ?"

Akhirnya kibum datang dari dapur dengan membawa nampan berisi tiga cangkir berukuran sedang.

"eh ?" namja bernama Minho itu akhirnya menoleh menjawab Kibum." Ne hyung… maaf hari ini agak terlambat ada sesuatu yang harus kucari tadi" lanjutnya sambil melirik Taemin.

"gwenchana , sana ganti bajumu" suruh Kibum

"ne , annyeong" membungkuk pada Jinki, Taemin dan Kibum lalu melangkah menuju kamarnya dilantai dua.

"ini silahkan di minum" Kibum menyodorkan cangkir berisi coklat panas pada adik-kakak itu.

"gamsahamnida , Kibum-ssi, maaf merepotkan" memberikan senyum kelincinya, meraih satu cangkir dan meminumnya perlahan.

"AH ! AKU INGAT SIAPA DIA !" Taemin tiba-tiba memekik keras membuat Jinki tersedak coklat yang diminumnya. Kibum dengan sigap menghampiri Jinki dan mengurut pelan punggungnya.

"hati-hati"

"uhuk. Gomawo" Jinki menolehkan kepalanya kearah Kibum.

DEG

TBC

gomawo yang udah review di part 1 ^^

kecup...kecup..kecup...

ohohohohohhohohoho