CHAPTER 2

Entah sudah berapa kali ponsel orange itu berbunyi dengan keras tapi si pemilik tak berniat mengangkat ponsel itu sebenarnya bukan tak berniat untuk mengangkatnya tapi tak sadar jika ponselnya berbunyi, ya sang pemilik ponsel a.k.a Namikaze Naruto tetap tertidur pulas walau ponselnya terus berdering. Tak seperti Naruto yang tetap pulas dengan dering yang sangat mengganggu itu tidur sekeliuarga Namikaze yang terbangun hanya karna dering ponsel orange itu

"Tok tok tok Naru-Chan" Panggil seorang dari luar a.k.a Kushina

"Tok ..tok Naru" Pangiil Kushina dengan sedikit kencang

"Naruto..."Teriak Kushina

"Namikaze Narutooo..." Teriak Kushina dengan Sangat keras yang mengalahkan Bunyi ponsel Naruto.

Naruto yang mendengar suara Kushina langsung membukakan pintunya dan menatap Kushina dengan mata yang terbuka lebar seperti seorang yang sudah bangun sejak tadi

" Kaa-San"

"Sudah Berapa Kali Kaa-San Katakan Untuk Mengecilkan Dering Ponselmu Itu Dan Bila Perlu Menggantinya Dengan Dering Yang Lebih Wajar? Kata Kushina dengan penuh penekanan dalam setiap katanya

" Kaa-San" Kata Naruto yang langsung mengambil ponselnya dan membuatnya dalam mode diam

"Hahhhhh bersiap-siaplah untuk kekampus Naruto karna ini sudah seminggu kau tak kekampus dan Kaa-San tak mengijinkanmu untuk bolos lagi" Ucap Kushina yang mulai turun kebawah lagi.

Naruto kembali menatap layar ponselnya yang tertulis 29 panggilan tak terjawab dari Uchiha Sasuke dengan kening berkerut dan wajah penuh tanda tanya. Tapi tetap tak memperdulikannya lagi Saat poselnya terus menunjukan panggilan masuk dan menambah daftar panggilan tak terjawab dari orng yang sama

"Hahhhhh apa perlu kublokir nomornya juga?"Kata Naruto yang membiarkan ponselnya terus berkedip sedangkan dia menjalankan ritual paginya.

SASUKE POV

Aku seperti orang gila yang terus-terusan memanggil nomor yaang sama dari ponselku dengan nama kontak yang juga masih sama Naruto Dobe tapi tak terjawab, walau aku tau apa alasan kenapa dia tak menjawab. Ini juga sudah tepat seminggu aku putus dengan Naruto setelah insiden Naruto mendapatiku dan Sakura setelah melakukan hal itu tapi entah kenapa aku merasa menyesal dengan hal itu padahaal aku sendiri yang menyetujui hal itu saat Sakura mengajakku. Dan aku berani bersumpah aku tak pernah melakukannya lagi setelah hari itu.

"Oiii Dobe apa kau ingin aku melakukannya dengan cara kekerasan?" Kataku dengan menatap ponselku dan berbicara pada layarku atau lebih tepatnya wajah Naruto yang tersenyum lima jari yang kujadikan walpeper ponselku.

"Baiklah kalau itu maumu aku akan kembali mendapatkanmu sebelum Kau diambil orang lain atau lebih tepatnya takan ada yang bisa merampasmu dariku" Kataku lagi dengan menyimpan ponselku di atas meja kerjaku setelah berkali-kali menelpon Naruto tapi tak mendapat jawabannya.

Tak perlu waktu lama untukku bersiap-siap, aku hanya memakai kameja putih polos dan celana panjang biasa dan sepatu biasa, aku memang tak berniat kekantor untuk hari ini karna aku sudah bersabar dengan tingkah Naruto yang tak mau menjawab panggilanku sama sekali atau sekedar mengirimkanku pesan singkat untuk membalas pesan-pesanku, sekarang lebih tepatnya aku akan kekampusnya atau lebih tepatnya UK tak peduli seberapa besarnya dia akan menolakku tapi sudah cukup waktu sehari untuk merenungkan apa yang benar-benar aku mau dan hanya jawaban sederhana Naruto Namikaze itu yang aku mau, aku mulai menatap pantulan diriku didalam kaca dan

"Sempurnah" Kataku dengan mengeluarkan Seringai yang tak biasanya keluarkan kecuali untuk sesuatu yang benar-benar kuinginkan.

"Aku yang akan menjemputmu" Kataku lagi dan mulai keluar dari Apartemen mewahku kearah parkiran atau lebih khususnya mobil sport biru dongker untuk segerah menjemputnya.

Aku menjalankan mobilku dengan kecepatan yang lebih cepat dari biasanya dan disinalah aku di depan gerbang yang diatasnya bertuliskan Universitas Konoha, Universitas dengan akreditasi yang bagus, anak-anak yang mempunyai kemampuan yang tak bisa dibilang biasa-biasa saja dan kelaurga yang tak bisa dibilang sederhana juga. Hm walau aku memanggil Naruto dengan dobe bukan berarti dia bodoh tapi dia hanya polos dan aku yang lebih cerdas. Sebenarnya kelaurgaku adalah donataur terbesar diuniversitas ini dan aku bisa saja berbuat apa saja pada Naruto yang notabenenya mahasiswa diUniversitas ini tapi itu jika dia buakan seorang Namikaze.

Aku memarkirkan mobilku di parkiran dan mulai keluar dan berjalan diantara kerumunan mahasiswa yang menatapku dengan padangan iri dan mahasiswi yang memandangku dengan pandangan terpesona.

"Mereka tak ada apa-apanya dibandingnya" Kataku yang mulai memakai kacamata hitam yang berlawanan dengan warna kulitku dan berjalan kearah Fakultas Ekonomi atau bisa disebut Kelas Naruto.

NORMAL POV

Naruto hanya bisa menahan nafasnya saja setelah sahabatnya yang pencinta anjing a.k.a Kiba terus memberikannya pertanyaan yang entakh diapun ingin menjawabnya dari mana.

" -Chan kau bertanya dengan pelan dan satu persatu?"Kata Naruto yang menghentikan Kiba yang sedang berbicara

"Hahhhhhh baiklah" Kata Kiba dengan menatap lekat pada Naruto

Tapi sepertinya Naruto sedang dilindungi oleh Dewi Fortuna karna saat Kiba akan melontarkan pertayaan pertamanya ternyata Dosen untuk mata pelajaran pertamanya telah masuk dan menyuruh mereka untuk kembali pada kursi mereka masing-masing, Naruto kembali menarik Nafas lega dan kembali tertawa kecil saat melihat kiba yang memasang wajah kecewa dan cemberut.

"Jangan berpikir urusan kita sudah selesai Naru-Chan" Kata kiba yang menatap Naruto lekat

"Ia Kiba-Chan tenang saja aku akan menjawab semuanya" Kata naruto dengan senyum lembut.

"Uhumm Namikaze-San Inuzuka-San bisakah kalian berdua menghadap kedepan karana saya akan segera memulai mata kuliah ini" Kata dosen yang tengah berdiri didepan a.k.a Azuma Sensei

" 'i " Kata Naruto dan Kiba yyang mulai menatap kedepan.

Mata kuliah pertama terasa sangat lama bagi Kiba yang tak sabar untuk mendengarkan cerita dari Naruto, tapi berbeda dengan Naruto yang merasa mata kuliah pertama itu berjalan sangat cepat dan dia harus berhadapan dengan sahabatnya yang super berisik dan sedkit menyebalkan jika sudah menyangkut dengan dirinya. Azuma Sensei baru saja meninggalkan kelas dan Kiba dengan cepat menatapnya denga tajam seakan menagih janjinya pada Naruto

"Ahhhhh etto aku ingin ketoilet sebentar, dan aku berjanji setelah itu aku akan menceritakan semuanya padamu Kiba-Chan" Kata Naruto yang muai berdiri dar kursinya

"Tidak semudah itu tuan Namikaze, aku tau kau sedang mengulur waktu" Kata kiba dengan memegang bahu Naruto yang hanya berbada 3centi lebih tinggi darinya.

"Apa kau ingin aku mengompol disini?"Kata Naruto yang dibuat Serius

"EHH jadi kau serius?" Kata kiba yang ternyata pecaya dengan kebohongan Naruto

(Ternyata kiba lebih polos dari naruo ckckkck #author geleng-geleng kepala)

Naruto hanya bisa tersenyum puas dan berjalan kearah toilet, tapi sepertinya dia tak Sadar jika seseorang dengan tengah memperhatikannya mulai dari tadi mata kulah pertama hingga dia pergi ketoilet dan menunggunya depan pintuh Kelasnya, dan saat Naruto kembali dari toilet dia sepertinya tak Sadar jika orang yang tak ingin dia temuai dan yang menyebabkan dia tak masuk kuliah selama semingu dan yang menjadi alasan dia dimarahi Kaa-Sannya pagi tadi, menunggunya dengan Seringai licik yang tepasang dengan jelas dibibirnya

"Oiii Dobe mau sampai kapan kau akan mengacuhkanku? Kata orang itu a.k.a Sasuke tepat saat Naruto berada di hadapannya

Naruto hanya bisa membulatkan matanya dan menatap orang yang berdiri tapat disamping pintu kelasnya dan menatapnya dengan mata yang selalu membuatnya terhipnotis.

"Sasuke?"

Hanya itu yang bisa diucapka naruto Saat melihat sasuke yang menatap dalam matanya, entah apa yang dia harus perbuat sekarang. Melarikan Diri dari Kiba dahulu atau melarikan diri dari Sasuke. Tapi sepertinya yang kedua tak mungkin karna sepertinya Sasuke sudah memegang erat tangannya.

" yang kau lakukan disini hahh?

"Bukankah sudah jelas? Aku akan mengambilmu kembali"Kata Sasuke dengan senyum tipis yang dalam arti tersembunyi.

Entah kenpa Naruto yang awalnya bisa berkata datar pada Sasuke sekarag hanya bisa diam dengan menatap Sasuke.

TBC

Hwaaaaa Chapter 2 Selesai

Arigatou buat yang udah mau Review

Sampai jumpa di chapter selanjudnya ~