Hai haiii, chapter 2 dimulai…
Banyak yang bertanya untuk masalah pairing, juju raja, aku sendiri belum kepikiran Sakura mau dipasangin sama siapa, dan Ino sama siapa hehehheee…
Biar berjalannya waktu aja yaah…
Maaf kalau saya plin-plan… u_u
Here we go…
Love Between
Disclaimer : Naruto always Masashi Kishimoto's belonging
Rated : T-M
Genre : Romance, Drama, Friendship
"Sakuraaa, aku pulaaang." Ucap Ino yang membuka pintu apartemennya.
"Iyaaa, masuk sajaa, aku sedang menyiapkan makanaan." Terdengar suara Sakura dari dapur, begitu masuk, Trio Wolves mencium aroma yang sangat lezat.
"Waah, lezat sekali aromanya." Ucap Naruto.
"Ayo silahkan masuk, ingat perjanjian kita yah, jangan ganggu Sakura, paham?" kata Ino yang menekankan nadanya pada Sasuke.
"Iyaaaa, aku tak tertarik pada anak kecil." Ucap Sasuke sambil melihat-lihat keadaan kamar itu.
Terlihat beberapa bingkai foto yang isinya benar-benar dipenuhi oleh sosok Sakura dan Ino.
"Haii hai haai, sudah datang yah, ayo silahkan duduk, aku siapkan di meja makan dulu yaah." Kata Sakura yang sibuk mondar-mandir membawa makanannya memakai celemek.
Begitu melihat sosok Sakura ketiga cowok yang tadinya mata mereka kemana-mana kini terpaku pada sosok wanita berambut pink yang sedang sibuk menyiapkan makan malam di apartemen itu, dan Naruto dengan inisiatif langsung menghampiri Sakura lalu meraih piring yang dia pegang.
"Biar kubantu." Ucap Naruto sambil tersenyum pada Sakura.
"Ah, jangaan! Kamu kan tamu disini, tidak boleh!" tolak Sakura yang mengambil piring itu kembali.
Yang lain hanya bengong melihat Sakura yang tidak terpanah oleh senyuman Naruto, biasanya cewek-cewek di luar sana akan terkagum-kagum apabila terkena senyuman dari salah satu Trio Wolves itu. Ketika makanan sudah siap, semua berkumpul di ruang makan dan memulai menyantap masakan Sakura.
"Waah, ini lezat sekali." Ucap Shikamaru.
"Benarkah? Syukurlaaaah…" kata Sakura yang girang karena masakannya dipuji.
"Selamat malam pemirsa, kini ada berita yang menghebohkan dari salah seorang model terkenal kita yang sudah lama berada di amerika untuk pekerjaannya, kini dia telah kembali, Sai."
Begitulah yang terdengar dari suara TV, begitu pembawa acara itu menyebutkan nama Sai, keadaan Sakura dan Ino langsung sunyi, Ino tidak melanjutkan makannya melainkan mendengarkan apa yang akan terjadi di berita itu.
"Sai akhirnya kembali setelah 2 tahun pergi, dan hebohnya lagi, gossipnya dia akan bertunangan dengan artis terkenal yang bernama Hinata Hyuuga."
Begitu mendengar berita itu, Sakura melihat ekspresi Ino yang kaget sekaligus sedih, tanpa berfikir panjang Sakura langsung bangkit dari kursinya dan mengambil remote untuk mengganti channel nya. Begitu channel terganti dan beralih ke channel musik.
"Waaaah, akatsukiiiiii." Teriak Sakura histeris yang melihat band akatsuki tampil di tv.
"Kamu suka band itu?" Tanya Naruto.
"Bukan suka lagi, dia fans beratnya, dikamarnya penuh dengan poster dan cd-cd mereka." Jawab Ino sambil kembali menyantap makanannya.
"Aku ingin sekali bertemu dengan Sasoriiiii, Itachi juga tampaaaan~~" ucap Sakura sambil berbinar-binar.
"Kamu mau bertemu dengannya?" Tanya Sasuke pada Sakura dan itu membuat Ino dan kedua temannya langsung melototi Sasuke, tapi Sasuke mengabaikannya.
"Haaa? Memangnya bisa?" Tanya Sakura.
"Sasuke!" potong Ino yang menggebrak meja.
Sakura terdiam melihat ekspresi Ino yang kesal, begitu pula Naruto dan Shikamaru. Ino yang sadar suasana menjadi canggung langsung mengalihkan topic.
"Ah, Sakura… aku ada oleh-oleh untukmu." Kata Ino yang berjalan menuju tasnya yang berada di ruang tamu.
Begitu kembali, Ino memegang tas Large Carnaby rancangan Marcs Jacobs warna hitam, dan itu membuat mata Sakura berbinar-binar, dan seakan anak anjing yang baru diberi mainan.
"Untukmu." Ucap Ino memberikan tas itu.
"Kyaaaaaa, Ino aku mencintaimuuuuu." Teriak Sakura sambil memeluk Ino dan meraih tas itu, kelakuan Sakura membuat Trio Wolves itu tertawa, bahkan Sasuke sekalipun.
"Aaahhh, Ino aku baru ingat, katanya kamu di gossipin oleh Shikamaru loh, dan katanya tadi pagi Shikamaru datang menjemputmu kesini." Kata Sakura yang melepas pelukannya.
"Ya, dia memang menjemputku, tapi tidak sendirian, di dalam mobil ada managernya juga kok." Jawab Ino.
"Tapi kalian ada hubungan special tidak?" Tanya Sakura dengan polosnya.
"Uhuk uhuk uhuk" Shikamaru pun sukses tersedak gara-gara pertanyaan Sakura.
"Mana mungkiin, kami hanya sebatas teman kerja saja kok, iya kan Shikamaru?" jawab Ino dengan santai.
"ehm.. yaah." Kata Shikamaru menjawab pelan.
Sasuke melihat reaksi wajah Shikamaru yang terlihat sedikit kecewa oleh jawaban Ino, dia berfikir apa jangan-jangan Shikamaru menyukai Ino? Lalu pandangan Sasuke kembali pada Sakura yang sedang asyik membicarakan tas yang baru dikasih oleh Ino itu, melihat ekspresi-ekspresi Sakura yang lugu itu membuat Sasuke tersenyum sendiri, begitu pula Naruto, namun mereka tidak ada yang menyadari satu sama lain.
Begitu waktunya Trio Wolves pulang, Sakura dan Ino mengantarnya hanya sampai depan pintu apartemen saja, sebelum mereka pulang Naruto memberanikan diri untuk meminta nomor hp Sakura, dengan senang hati Sakura memberikannya, tentu saja Ino tidak bisa melarangnya kalau Sakura ingin menambah teman. Begitu Sasuke yang ingin meminta.
"Oh tidak, tidak, tidak! Sakura, laki-laki ini sangat berbahaya, kuberi tahu saja, dia pacarnya sangat banyak, bisa-bisa kamu hanya menjadi salah satu korbannya." Tolak Ino dengan tegas.
"Ino! Jahat sekali kau menghancurkan imageku." Sewot Sasuke.
"Memang benar apa adanya, aku tidak akan membiarkan adikku yang manis ini jatuh kedalam pelukanmu! Weeeeee" ledek Ino sambil memeluk Sakura.
"Ino, kalau hanya tukar nomor hp aku rasa tidak masalah." Ucap Sakura yang masih polos. "Aku juga tidak tertarik pacaran dengan model kok, aku tahu diri." Ucapan Sakura membuat Naruto serasa ditusuk oleh pisau di hatinya.
"Huuh, baiklah." Kata Ino yang akhirnya mengizinkan.
"Baiklah kami pulang dulu, terima kasih yah Sakura atas makanannya." Ucap Shikamaru.
"Sama-sama, jangan bosan yaah main kesini." Ucap Sakura kembali.
Begitu mereka menghilang dari pandangan kedua gadis itu, Ino langsung menegaskan sesuatu pada Sakura.
"Sakura, aku benar-benar serius, aku tidak mau kamu nanti terluka karena Sasuke." Ucap Ino.
"Ya ampuun Inooo, memangnya terlihat yah di wajahku aku menyukainya?" Tanya Sakura yang heran pada Ino terlalu overprotective padanya.
"Aku hanya tidak mau…"
"Ino." Potong Sakura. "Itu hanya Gossip, kalau Sai masih mencintaimu, dia pasti akan menemuimu." Sambung sakura yang tahu isi hati Ino sedang gelisah.
"Huh, anak kecil tahu apa kamu." Ledek Ino yang sedikit lega mendengar kata-kata dari Sakura.
"Huuuuh, umur kita hanya beda 2 tahun, ngomong-ngomong Trio Wolves itu berapa umurnya?" Tanya Sakura sambil membereskan piring-piring kotor.
"Naruto seumuran denganmu, dia juga sekolah kok, hanya saja aku tidak tahu dimana sekolahnya, Shikamaru dan Sasuke1 tahun diatasku." Jawab Ino yang membantu Sakura memberskan piring kotor.
"Hooo, aku penasaran seperti apa dunia kalian." Ucap Sakura seraya membayangi.
"Dunia kami sangat kejam Sakura, kalau tidak tahan mental pasti akan tersingkiri." Kata Ino sambil mencuci piring.
"Begitu yah."
Ino memandangi Sakura yang sedang mengelap meja, dia berfikir mau sampai kapan hubungannya dengan Sakura harus disembunyikan dari semuanya, dia ingin sekali memberi tahu pada semua orang kalau dia tidak hidup sendiri, kalau dia itu punya keluarga yang selalu menunggunya pulang.
Ke esokan paginya.
Kriiiiing kriiiing
"Ngh… halo..?" ucap Ino yang mengangkat hpnya.
Sakura yang berada di kamarnya sedang asyik menyisir rambutnya di depan kaca, tiba-tiba…
BRAAAAK
"SAKURAAAA!" teriak Ino yang langsung memeluk Sakura dari belakang.
"Ya Tuhan, Ino! Bisa tenang sedikit tidak sih di pagi hari?" sewot Sakura.
"Kamu tidak akan percaya, sungguh kamu tidak akan pernah percaya!"
"Percaya apa? Aku memang tidak percaya pada apa yang belum terjadi." Utar Sakura bingung.
"Aku diminta untuk menjadi bintang video clip terbaru dari band AKATSUKI!" ucap Ino sambil menggenggam tangan Sakura.
"APAAA! Benarkah? Bohoooong!"
"Benaaar, tadi pagi aku baru dapat telepon dari managerku, katanya akatsuki menyukai sosokku," jelas Ino. "Dan aku ingin mengajakmu ke lokasi syuting."
"…." Sakura terdiam mendengar tawaran Ino.
"Kenapa? Kok diam? Bukankah kamu ingin bertemu dengan mereka?" Tanya Ino heran.
"Ya, memang… tapi… apa kata orang-orang nanti?" kata Sakura dengan nada sedih.
"Sakura, 3 tahun aku menyembunyikanmu, aku tidak kuat, aku ingin semua tahu kalau aku mempunyai adik yang manis dan hebat sepertimu." Ucap Ino merengkuh pipi Sakura. "Lalu, apa jawabanmu?"
"Mauuuu" jawab Sakura dengan riang. "Kapan mulai syutingnya?"
"Waaaaaw." Ucap Sakura yang terpesona melihat alat-alat syuting dan artis-artis dan anggota akatsuki yang berkumpul di lokasi syuting. "Tapi Ino, aku bolos sekolah tidak apa-apa?"
"Tenang saja, aku yakin bolos sehari tidak akan membuatmu ketinggalan pelajaran." Kata Ino.
"Inooo." Panggil salah satu anggota akatsuki yang menghampiri mereka.
"Oh, hai Itachi." sapa Ino kembali.
"Terima kasih yah tellah bersedia menerima tawaran kami." Ucap Itachi menjulurkan tangannya.
"Iya sama-sama, senang juga bekerja sama denganmu." Ucap Ino kembali.
"Ah!" ucap Sakura yang memandangi wajah Itachi. "Rasanya kamu mirip seseorang deh, tapi siapa yaaaah, heeemm…"
"Sasuke maksudmu?" Tanya Ino.
"Ah, iyaaa benaaar." Jawab Sakura yang mendekati Itachi. "Mata kalian miriiiip sekaliii." Menyadari tindakannya yang lepas control itu, Sakura segera memundurkan langkahnya. "Ehehehe, maaf, Ah!" dan Sakura pun menubruk seseorang.
Dan ketika Sakura membalikkan tubuhnya, pandangannya terpaku dan tubuhnya mematung.
"Haai." Sapa anggota akatsuki berambut merah sambil membawa gitar dibelakangnya.
"Sasori, kenapa kau telat?" Tanya Itachi sewot.
"maaf, aku bangun kesiangan." Jawab Sasori menggaruk kepalanya. "Hei, maaf yah menghalangi jalanmu." Kata Sasori pada Sakura yang diam di hadapannya, tapi Sakura mematung dan tidak menjawab omongan Sasori.
"Sakuraaa." Panggil Ino sambil menggoyangkan badan adik angkatnya itu.
"ah… T-tidak apa-apa…" ucap Sakura terbata-bata. "Ah, tadi kau bilang Itachi mirip Sasuke? Iya mirip sekaliii." Sambung Sakura yang baru saja kembali ke dunia nyatanya.
"Jelas saja mirip, mereka kan kakak beradik." Jawab Sasori.
"HEEEE?" teriak Sakura tidak percaya.
"Ahahhahaa, Sakura yah, kamu lucu sekali sih, ekspresimu setiap saat bisa berubah-ubah." Kata Itachi yang tertawa melihat tingkah Sakura.
Sakura terdiam dan memerah wajahnya. "Oh iya, Sakura ini adikku sekaligus fans berat kalian lho." Ucap Ino memperkenalkan.
"Oh yaa? Tumben sekali, aku pikir bukan fans kami, karena biasanya yang melihat kami pasti langsung minta tanda tangan atau foto." Kata Itachi.
"AH!" teriak Sakura yang mencari sesuatu dalam tas nya. "aku hampir lupa, untung Itachi mengingatkannya, Sasori maukah kau foto bareng denganku?" pinta Sakura yang menyodorkan hpnya yang berkamera.
"Ahahhahahahaa." Itachi tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Sakura yang bisa dibilang, lamban.
"Tidak sopan." Cetus Ino.
"Maaf, maaf… adikmu unik sekali."
"Ino, tolong fotoin kami." Pinta Sakura dengan nada seperti anak kecil, Ino tersenyum dan mengambil hp Sakura lalu memulai memotret Sakura yang sedang dirangkul Sasori, entah kenapa, Sakura dan Sasori tidak terlihat seperti fans dan idolanya, ekspresi Sakura di dalam kamera sungguh alami, malah mereka terkesan terlihat seperti berteman.
"Sudah." Kata Ino.
"Coba kulihat." Pinta Sasori. "Waah, bagus, kirim padaku yah."
"Oke." Jawab Sakura.
"Sakura sangat supel yah." Ucap Itachi.
"Yah, dia sangat bisa berbaur dengan siapa saja, tapi terkadang dia itu merepotkan, lamban, dan suka lepas control kalau bersangkutan dengan keinginannya." Keluh Ino.
"Akatsukiii, Inoooo, ayo syuting dimulaaiii." Teriak sutradara mereka.
"sakura, kami syuting dulu yah, kamu tunggu di dekat pak sutradara saja." Suruh Ino.
"Oke." Jawab Sakura yang mematuhi perintah Ino.
Begitu Sakura berjalan ke samping sutradara, terlihat Sakura mmebungkuk memperkenalkan diri kepada semua crew disana, dan seperti biasa, mereka semua terbawa pada karakter Sakura yang menyenangkan.
"Adikmu menarik yah." Ucap Sasori tiba-tiba menghampiri Ino.
"sayangnya dia hanya menganggapmu sebagai idolanya." Jawab Ino yang nadanya mengandung sinis.
Setelah menjawab ucapan Sasori, Ino langsung pergi ke ruang make up sambil bersiul ria, sementara itu di tempat pemotretan lain dimana Trio Wolves sedang mengambil pemotretan untuk koleksi Calvin Klein.
"Yak, kerja bagus semuanya." Ucap fotografernya.
"Haaaaahh, akhirnya selesai jugaaa." Hela Naruto.
"Hei ada berita bagus." Ucap Sasuke pada teman-temannya. "Ino menjadi bintang video clip akatsuki."
"Oh ya? Beruntung sekali dia." Kata Shikamaru yang meminum kopinya.
"Hei, bagaimana kalau kita kesana?" ajak Sasuke. "Sakura hadir disana."
"Apa? Ayo kita kesanaaa." Jawab Naruto cepat.
"Bagaimana denganmu Shikamaru? Ikut?" Tanya Sasuke tersenyum iblis.
Shikamaru melirik kearah Sasuke seolah tahu rencananya. "Kau memang iblis sejati Sasuke."
"Khehehehe, ayo berangkaaaat." Ajak Sasuke.
"CUT! Ya bagus sekaliii." Kata sutradara yang mengatur syuting video clip.
"Hhhh, Sakura, sepertinya kita akan sampai malam disini, kamu tidak apa-apa?" Tanya Ino yang khawatir pada Sakura.
"Tidak apa, aku senang kok melihat kegiatan kalian." Jawab Sakura.
"Inooo, Sakuraaaa." Sapa seseorang dari kejauhan.
"Haaah? Sedang apa Trio Wolves disini?" ucap peñata rias Ino.
"Kaliaan? Sedang apa disini?" Tanya Ino terheran-heran.
"Ahh, Narutoo, Sasukeee, Shikamaruuu." Sapa Sakura dengan nada riang.
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Shikamaru pada sakura.
"Ino memintaku untuk menemaninya." Jawab Sakura.
Mendengar jawaban Sakura, Shikamaru langsung menoleh kearah Ino, seakan bertanya apakah itu benar, dan Ino pun mengangguk pada Shikamaru.
"Kamu tidak jenuh sendirian disini?" Tanya Naruto.
"Tidak, aku suka melihat mereka." Jawab Sakura polos.
"Ahahhaa, akatsuki yah." Ucap Sasuke tertawa kecil.
"Sasukeee, kau datang melihatku?" Tanya Itachi yang menghampiri mereka.
"Enak saja! Aku kesini karena kau bilang Ino membawa adiknya." Sangkal Sasuke.
"Eh?" Naruto terkejut akan pernyataan yang keluar dari mulut Sasuke, namun tidak ada yang menyadarinya sama sekali semua sibuk dengan percakapan masing-masing.
"Sakura, kamu sudah makan siang?" Tanya Sasuke.
"Belum."
"Mau makan bersamaku?" tawar Sasuke.
" 'KAMI' lebih tepatnya." Potong Ino. "Aku juga mau makan siang bersama Sakura!"
Ino dan Sasuke saling pandang seolah mereka adalah rival yang memperebutkan Sakura.
"Bagaimana kalau kita semua makan siang bareng? Jarang-jarang kan Trio Wolves, Akatsuki dan Ino berkumpul bersama." Tawar Sasori yang datang.
Begitu Sasori datang, pandangan mata Ino dan Sasuke yang tadinya saling menatap kini menatap sinis pada Sasori.
"Eh, aku lewat saja." Tolak Sakura yang merasa tidak enak karena hanya dia yang dari dunia kalangan biasa.
"Kenapa? Lebih enak kalau ramai-ramai kan?" Tanya Naruto yang menghampiri Sakura.
"Hhhhmmm, baiklah." Jawab Sakura yang akhirnya menyetujui.
"Mau makan dimana?" Tanya Deidara yang langsung nimbrung.
Ketika mereka sedang mendiskusikan tempat makan, Sasuke sengaja memelankan langkahnya sehingga kini dia dan Sakura bersejajar, begitu berada disamping Sakura, Sasuke memberikan secarcik kertas pada Sakura, begitu Sakura menoleh, Sasuke memberi tanda agar Sakura tidak berkomentar apa-apa, saat itu wajah Sakura langsung memerah dan ketika Sakura lihat, kertas itu tertulis 'give me your cell phone number please'
"Bagaimana Sakura?" Tanya ino yang tiba-tiba muncul.
"Aaahhh!" teriak Sakura yang kaget dan langsung menyembunyikan kertas itu. "A-Apanya?"
"Kamu ini bagaimana, kita makan shabu-shabu, mau tidak?" Tanya Ino sekali lagi.
"Oke, aku mau saja." Jawab Sakura.
Mereka pun berjalan menuju mobil masing-masing, karena orangnya banyak, akhirnya Sakura bersama Trio Wolves dan Ino bersama Akatsuki, Shikamaru menyetir dan Naruto duduk di depan, Sasuke dan Sakura duduk di belakang, Sakura sangat grogi, karena belum pernah ada cowok setampan Sasuke begitu dekat dengannya.
"Mana balasannya?" Tanya Sasuke dengan pandangan yang datar.
"ah, i-iya sebentar." Ucap Sakura yang mengambil hpnya llau menekan nomornya dan diberikan pada Sasuke.
Ketika Sasuke melihat nomornya, dia langsung mencatat nomor itu dan menyimpannya di hpnya. "Terima kasih." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Sakura tidak tahu, sebenarnya apa tujuan Sasuke, menggodanya, mempermainkannya atau mengetesnya, tapi Sakura bukan cewek bodoh yang akan gampang jatuh cinta pada seseorang, apalagi orang itu tergolong kawasan model seperti Sasuke, kalau berharap itu hanya akan membuatnya sakit hati.
A/N : aku masih bingung dengan pairnya niiih... that damn model make me confused... tadinya aku mau ngebuat sesuai aslinya, tapi sepertinya kalau di karakter ini bakalan aneh, hehehee...
makasih yaah review-reviewnya...
sampai jumpa di chapter 3... ^^
