Author: Yatta! Akhirnya balik ngetik juga :33
Himaru: Lama banget authornya -_- Lihat readersnya, matanya konser (?)
Author: Jaa, silahkan dibaca~
Kamichama Karin © Koge Donbo
Hitori Kakurenbo © Chang Mui Lie
WARNING: TYPO, OOT, OOC, GAJE, DLL
Kisah hitori kakurenbo yang pernah dimainkan oleh ketiga anak yang bernama Himeka, Michiru dan Kazune masih berlanjut. Di pagi hari mereka memainkannya, Q-chan pulang namun tak tertemukan siapa-siapa. Ia mengecek seluruh ruangan dan berantakan sepenuhnya kecuali kamarnya sendiri. Maka ia menduga jika anak-anak itu telah diculik.
"Yada... Apa yang harus kulakukan? Himeka-sama! Michiru-sama! Kazune-sama!" Panggilnya merasa gelisah.
Kemudian, masuklah seorang gadis dewasa berambut hijau tosca yang merupakan tetangga keluarga itu.
"Ano, sumimasen.. Q-san..." Panggilnya.
"Ah? Yi-san, apakah anda melihat Kujou-sama dan Nishikiori-sama?" Tanyanya.
"Itulah yang ingin kuberitahu. Sebenarnya mereka baru saja dilarikan ke rumah sakit oleh ambulan" Kata Miyon.
"Eh?!" Q-chan kaget mendengarnya. "Bagaimana itu bisa terjadi?!" Tanyanya.
"Entahlah.. tadi ada yang memanggil polisi kemari, tapi belum datang juga. Dan lagi, tadi aku menemukan Himeka pingsan dan Michiru... matanya... Ah, maaf, aku tak bisa menjelaskannya. Tapi satu-satunya anak yang masih berada dalam kondisi normal adalah Kazune, ia menangis ketika melihat semuanya tumbang" Jelas gadis itu.
"Souka... arigatou gozaimashita atas penjelasanmu" Katanya membungkuk.
"Jaa, aku permisi" Miyon pun meninggalkan Q-chan sendirian di rumah itu. Dan sementara itu, ia segera berkemas menuju kamar 3 anak itu untuk mencari tahu. Namun, tak ditemukannya sesuatu. Ia lalu berjalan ke ruangan TV dan melihat sebuah boneka bercucuran darah dilantai. Ia mengambilnya dan menduga-duga.
Sementara di rumah sakit, Kazune duduk termenung dan meratap di ruang operasi. Ia ingin mengunjungi Himeka yang berada diruangan lain, namun jika dokter keluar, ia tidak akan mengetahui apa-apa dan kehilangan informasi. Hal yang paling membuatnya sedih adalah karena Michiru adalah sahabatnya yang harus berkorban kehilangan matanya.
TAP! TAP! TAP!
Seseorang berlari ke arah dimana Kazune duduk dengan tergesa-gesa. Kakinya yang kecil membuatnya sangat susah berlari cepat. Ia lalu menghela nafasnya setelah berlari.
"Hah... Hah... Ka-Kazune-chan... Bagaimana keadaan Micchi..?" Tanyanya gelisah.
Kazune tak memperdulikan keadaan disekitarnya sekalipun Himeka bertanya. Hal ini membuat Himeka semakin gelisah dan penasaran. Ia pun akhirnya menggoyangkan tubuh Kazune.
"Nee... Kazune-chan! Aku bertanya padamu! Bagaimana.. bagaimana keadaan Micchi..?" Tanyanya.
"Hiks... hiks..."
"Ah... Kazune-chan.. daijoubu..?" Tanya Himeka setelah menyadari buliran air mengalir dari mata Kazune.
"Hiks.. Hiks... Ini semua.. hiks..." Kazune semakin sedih.
"Ah... Kazu- Ah!" Himeka langsung didorong oleh Kazune.
"Ini semua gara-garamu, Himeka! Kalau... hiks, kalau saja kita tidak bermain permainan terkutuk itu...! Michiru tidak akan kehilangan matanya, hiks..." Kazune mengusap air matanya menggunakan bajunya.
"Kazune-chan..." Akhirnya pun Himeka yang menangis. "Gomennasai... gomennasai.. hiks.. gomennasai, Micchi..." Himeka mencoba untuk tidak menangis namun air matanya tak dapat dibendungnya lagi, sama halnya seperti Kazune.
"Doushite...? Doushite...?" Tanya Kazune.
Kedua anak itu pun menangis keras saat itu. Tak lama kemudian, Q-chan datang dan melihat Himeka dan Kazune.
"Himeka-sama! Kazune-sama!" Panggilnya menghampiri mereka.
"Q-chan..." Kazune berjalan dan menangis di pelukannya.
"Michiru.. Michiru... dia.. matanya... Huwaaa..." Kazune masih saja menangis.
"Ini semua salahku, Q-chan.. Huwaa.." Himeka pun ikut-ikutan.
Q-chan memeluk mereka berdua dan menenangkannya.
"Daijoubu.. semuanya akan baik-baik saja.." Ucap Q-chan.
Mereka pun duduk di kursi yang disediakan. Dan tiba-tiba, terdengar suara roda berjalan cepat kemari. Mereka kemudian melihat beberapa orang yang membawa seorang anak kecil berambut hitam yang mirip dengan Himeka bersama dengan kedua orang yang merupakan keluarganya.
"Kiro! Kiro, bertahanlah!" Ucap lelaki berkacamata yang terlihat khawatir.
Kazune dan Himeka sejenak kaget setelah mendengar nama "Kiro". Apa yang terjadi dengan anak itu? Tidak ada yang tahu.
Setelah berjam-jam lamanya mereka menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.
"Dokter!" Panggil Kazune.
"Bagaimana dengan Nishikiori-sama?" Tanya Q-chan.
"Tenanglah. Beruntungnya, nyawanya masih bisa diselamatkan. Hanya saja kami tidak memiliki pendonor mata. Karena itu, sepertinya mata kiri anak itu harus terus ditutup" Jelas dokter.
Himeka dan Kazune terdiam, sementara Q-chan hanya bisa menunduk dan menghela nafas. Sementara Michiru dipindahkan ke ruangan lain, Q-chan mengantar Kazune dan Himeka untuk pulang dahulu.
"Ehem. Ngomong-ngomong, Kazune-sama, bagaimana kejadian itu bisa terjadi?" Tanya Q-chan.
Kazune kaget sejenak, ia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Q-chan hanya karena permainan itu. Q-chan tidak bisa memaksa mereka untuk menjawab, mungkin karena keduanya sama-sama masih syok.
"Itu salahku" Ucap Himeka secara tiba-tiba.
"...?" Q-chan kemudian menengok ke arah Himeka.
"Itu.. hiks.. itu karena aku mengajak mereka berdua memainkan Hitori Kakurenbo! Itu semua salahku!" Kata Himeka menangis.
Q-chan kemudian mengelus kepala Himeka untuk menghiburnya. Sementara Kazune memalingkan wajahnya karena masih merasa bersalah, air mata mengalir melalui pipinya. Kemudian mereka bergegas menyiapkan sesuatu untuk Michiru dan kembali ke rumah sakit.
Ketika mereka sampai, terlihat Michiru yang terdiam memandang keluar jendela. Ia sudah sadar.
"Micchi!" Panggil Kazune dan Himeka segera naik ke atas kursi bersama-sama (whut?).
"Michiru-sama, daijoubu desuka?" Tanya Q-chan.
Micchi menengok ke arah mereka dan tersenyum, "Daijoubu yo.." Jawabnya agak lemas.
Tanpa sadar, lagi-lagi Himeka dan Kazune menangis. "Huwaa! Micchi! Gomennasai! Gomennasai! Ini semua.. adalah salahku.. hiks..." Kata Himeka.
"Ahaha, jangan khawatir begitu, dong. Aku.. aku.. aku baik-baik saja, kok.." Kata Michiru yang tanpa sadar mengeluarkan air matanya dari mata kanannya.
Himeka dan Kazune pun menangis sekeras-kerasnya, Q-chan hanya dapat menenangkannya. Kini Michiru memakai penutup mata untuk menutupi mata kirinya. Namun, masih ada misteri dibalik boneka itu.. Apa yang terjadi dengan anak yang bernama Kiro itu...?
TBC
Please leave your review below~
